Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 2 KERAMBITAN, TABANAN, BALI I Made Surya Hermawan; Dewa Gede Agus Putra Prabawa; I Made Diarta; I Ketut Wardana; Jesminarti Lero Zogara; Ni Kadek Sintya Purnama Sari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6803

Abstract

Asesmen Kurikulum Merdeka merupakan salah satu aspek pembeda substantif dengan kurikulum pendidikan sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan guru mengalami berbagai kendala dalam penyusunan dan penerapannya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan menerapkan asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Kerambitan. Sejumlah 46 orang guru terlibat dalam proram yang dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan November 2023 ini. Terdapat empat kegiatan dalam program ini yaitu 1) workshop asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka, 2) FGD penyusunan instrumen asesmen formatif, 3) FGD penyusunan instrumen asesmen sumatif berbasis higher-order thinking skills (HOTS), dan 4) sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Penilaian Terpadu Kurikulum Merdeka (Sipadu Merdeka). Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini telah mencapai indikator ketercapaian kegiatan yang ditetapkan. Salah satunya yaitu peningkatan pemahaman guru tentang prinsip asesmen Kurikulum Merdeka. Lebih lanjut, keberlanjutan program pengembangan kompetensi guru dalam asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka harus terus dilakukan. Hal tersebut agar substansi Kurikulum Merdeka dapat dilaksanakan sehingga tujuan implementasinya dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia dapat tercapai.
VISUALISASI MEDIA GAMBAR: PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI GURU TENTANG PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI Sang Putu Kaler Surata; I Made Diarta; I Made Surya Hermawan; I Wayan Mardikayasa
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8731

Abstract

Meskipun menggambar telah menjadi pendekatan interaktif dan visual yang populer dalam pendidikan biologi, tetapi media tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pelatihan guru, khususnya terkait pengembangan perangkat pembelajaran.  Penelitian ini mengkaji pemahaman mahasiswa calon guru dalam program "Pendidikan Profesi Guru" (PPG) di Indonesia tentang pengembangan perangkat pembelajaran biologi melalui visualisasi dalam bentuk gambar, baik sebelum maupun setelah sesi pembelajaran. Melalui pendekatan studi kasus, penelitian melibatkan sembilan partisipan mahasiswa PPG bidang biologi. Partisipan menggambar perspektif mereka tentang pengembangan alat peraga pembelajaran sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian menuliskan narasi visual mereka. Gambar dan narasi dianalisis dengan memilih kata kunci dan mengklasifikannya ke dalam tiga model mental yang mewakili tingkat pemahaman yang berbeda: pemahaman tidak lengkap, sebagian, dan lengkap. Hasil penelitian menemukan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konseptual partisipan, dengan perubahan dalam pola gambar, peningkatan penggunaan kata kunci, dan pilihan warna yang lebih beragam. Namun, sebagian besar peserta masih menunjukkan pemahaman yang tidak lengkap tentang konsep tersebut. Hal itu mengindikasikan perlunya perbaikan lebih lanjut dalam metodologi instruksional terkait dengan pengembangan perangkat pembelajaran. Wawasan ini memberikan umpan balik yang berharga untuk program pelatihan guru di masa depan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (STUDI KASUS SMP DI KOTA DENPASAR) Bernardus Pawe Due; Ida Bagus Ari Arjaya; I Made Surya Hermawan
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9941

Abstract

Fenomena masalah yang akhir-akhir ini terjadi di lingkungan sekolah membutuhkan penerapan program penguatan pendidikan karakter. Masalah yang terjadi diantaranya kasus intoleran, prostitusi, pergaulan bebas, bullying, pornografi dan cybe crime. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menguatkan karakter siswa adalah dengan mengembangkan profil pelajar pancasila. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan strategi dan penerapan pelaksanaan profil pelajar pancasila SMP di kota Denpasar sehingga nantinya dapat diterapkan lebih banyak dan menambah pengetahuan bagi siswa terlebih pada nilai pancasila. Pengumpulan data dilakukan secara offline dengan menggunakan berupa pertanyaan yang meliputi 6 dimensi dengan total 16 pertanyaan. Data yang diperoleh dari persepsi guru terhadap profil pelajar pancasila dianalisis mengunakan aplikasi berbasis web Atlas ti Profil Pelajar Pancasila memiliki enam dimensi yang saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan profil pelajar pancasila pada SMP sekota Denpasar, dimensi beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia (mengingat berdoa atau sembahyang) dan dimensi berkebhinekaan global (tanggung jawab) merupakan dimensi paling menonjol diantara semua dimensi lainnya. Lebih lanjut Profil Pelajar Pancasila telah diterapkan dengan baik di sekolah, melalui pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DI TPS 3R DESA BATUAN I Made Surya Hermawan; I Wayan Gde Wiryawan; I Ketut Hari Hendra Setiawan; I Putu Dida Renata
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v5i2.10068

Abstract

Masalah yang terlihat di Desa Batuan, Gianyar adalah kurang banyaknya kesadaran masyarakat dalam dalam pengelolaan sampah yanng berada di Desa Batuan dimana masyarakat enggan untuk melakukan pemilahan sampah hasil dari rumah tangga. Dalam hal ini menjadi penyebab kurangnya kesadaran masyarakat dan ketidak tauan dalam mengolah dan memilah sampah terutama organik dilingkungan sekitarnya. Maka seiring berjalanya waktu atas persamalahan yang terjadi di desa Batuan tersebut oleh karena itu kami ingin untuk mengembangkan lebih dalam untuk pengelolaan sampah organik tersebut untuk bisa nanti diketahui oleh masyarakat serta bisa untuk ikut dalam pengelolaan sampah termasuk tahapan pemisahan, pengomposan, dan pemanfaatan hasil akhirnya. dan penerapan praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi landasan dalam mengelola sampah organik, dengan fokus pada pengurangan volume limbah, penggunaan kembali bahan organik, dan daur ulang melalui proses pengomposan sampah di desa serta bisa untuk melestarikan lingkungan serta menghadrikan nilai positif kebersihan dan keasrian untuk desa. Program kerja ini merupakan program yang sudah dirancang untuk meningkatkan pengelolaan sampah organik di TPS 3R untuk menjadi pupuk kompos serta untuk bisa melakukan pembaruan kemasan dari hasil dari pupuk kompos organik tersebut guna meningkatkan daya jual dan program ini juga berguna untuk mengurangi serta memanfatkan sampah organik yang ada di Desa Batuan, Gianyar
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA PHOTOVOICE BERBASIS AI UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SMP WIDIATMIKA Ni Wayan Ekayanti; I Made Surya Hermawan; I Made Diarta; Ida Bagus Ari Arjaya; Ni Komang Dina Suciari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i6.8815

Abstract

Salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah kamera digital; ini dapat digunakan untuk mengambil gambar yang berkaitan dengan materi yang dipelajari, kemudian melakukan analisis gambar tersebut, dan kemudian memberikan gambar tersebut kepada rekannya. Photovoice adalah salah satu aplikasi AI yang menarik untuk diterapkan dalam pendidikan. Hasil wawancara dan observasi dengan SMP Widiatmika, terdapat beberapa masalah yang dialami yaitu : a) Guru tidak cukup dididik tentang teknologi AI dan cara menggunakannya untuk media pembelajaran, b) Kurangnya contoh penggunaan teknologi kontekstual yang dapat membuat siswa terlibat dalam pembelajaran biologi, c) Kesulitan guru biologi untuk menjelaskan materi praktikum yang dipelajari, sehingga perlu memanfaatkan AI untuk proses transfer ilmunya. Berdasarkan permasalahan tersebut, Solusi yang diberikan oleh Program Studi Pendidikan Biologi Unmas Denpasar adalah Memberikan workshop dan pelatihan kepada guru-guru IPA dan siswa di SMP Widiatmika tentang media photovoice sebagai media pembelajaran berbasis AI untuk pembelajaran berdiferensiasi. Metode yang digunakan adalah Observasi, sosialisasi, dan workshop adalah metode pengabdian masyarakat. Adapun hasil dari kegiatan ini peningkatan kemampuan guru untuk membuat media pembelajaran berbasis AI yang lebih fleksibel, siswa memiliki kemampuan untuk mengaitkan etnosains dan sains modern melalui penggunaan media pembelajaran photovoice, dan pemberdayaan individu dan komunitas
LOKAKARYA KOLABORATIF TENTANG INTEGRASI ANTARA SISTEM SUBAK, KREATIVITAS VISUAL DAN CHATGPT DI SMAN 1 MENGWI BADUNG BALI Surata, Sang Putu Kaler; Arjaya, Ida Bagus Ari; Paraniti, Anak Agung Inten; Hermawan, I Made Surya
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v5i3.4698

Abstract

Educators face the significant challenge of integrating modern technological advancement and local wisdom into sustainable life practices as digital technology rapidly evolves. To address this, a day-long collaborative workshop was executed, involving 44 SMAN 1 Mengwi Badung Bali teachers, 4 students, and 4 lecturers from the Department of Biology Education, Universitas Mahasaraswati Denpasar. By using the subak system, ChatGPT, and drawing exercises, the workshop aimed to improve knowledge, engagement, abilities, and motivation for innovative learning. Orientation, individual tasks, group conversations utilising ChatGPT, classroom presentations, and reflections were all part of the activities, which were evaluated by participant observation, interviews, and document analysis. The findings revealed active engagement throughout the activities, an improved understanding of the subak system's cultural and environmental values, proficiency in using ChatGPT, and a desire to apply creative skills for integrated learning. Furthermore, the workshop developed a collaborative community among educators, students, and lecturers, encouraging the exchange of insights, experiences, unique ideas, and inspirational learning methodologies.
APAKAH SMALL-GROUP DISCUSSION EFEKTIF MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA? I Made Surya Hermawan; Kade Sathya Gita Rismawan; I Made Diarta; Ni Kadek Happy Sri Wahyuni; I Komang Aldi Tresna Yuda
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v15i1.10392

Abstract

Kurikulum Merdeka bertujuan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam asesmen pembelajaran. Faktanya, keterlibatan tersebut belum sepenuhnya terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka dan keterlibatan siswa di dalamnya menggunakan metode small-group discussion (SGD). Lebih lanjut, langkah awal ini akan mengarahkan ke implementasi asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka yang lebih substantif. Sebanyak 60 orang siswa SMA Negeri 1 Blahbatuh terlibat dalam penelitian ini. Penelitian yang dirancang dengan model pra-eksperimen menggunakan desain one group pretest-posttest. Data dikumpulkan dengan soal tes yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan skor rata-rata pemahaman siswa terhadap asesmen Kurikulum Merdeka dan keterlibatan siswa di dalamnya. Sebelum SGD, rata-rata skor siswa adalah 51,83 dan meningkat sebesar 36,83 poin menjadi 88,66 setelah SGD. Lebih lanjut, peningkatan pemahaman tersebut dari 51,83 menjadi 88,66 merupakan peningkatan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai p<0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa metode SGD efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka dan keterlibatan siswa di dalamnya. Di sisi lain, diperlukan penelitian lanjutan sehingga hasil penelitian dapat menjadi lebih komprehensif dan hasilnya bisa digeneralisasi pada populasi yang lebih luas.
ANALISIS PENGGUNAAN MODUL BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN: SEBUAH STUDI KASUS Ni Wayan Ekayanti; Arjaya, Ida Bagus Ari; Hermawan, I Made Surya; Ni Kadek Sintya Purnama Sari; Ni Kadek Happy Sri Wahyuni
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v15i1.11148

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pengalaman belajar secara mandiri untuk mahasiswa PSP Biologi FKIP Unmas Denpasar yang mampu menghubungkan antara budaya lokal dengan sains ilmiah melalui pembelajaran dengan pendekatan Etno-STEM. Penelitian ini adalah sebuah studi kasus dengan civitas akademika PSP Biologi FKIP Unmas Denpasar sebagai partisipannya. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai April 2023, dengan menggunakan metode wawancara, observasi, pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menujukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengkontekstualisasi pembelajaran berbasis budaya dengan sains ilmiah pada mata kuliah tertentu masih perlu diasah. Hal ini diperlukan sebagai modal dalam melaksanakan pembelajaran saat menjadi guru disekolah. Modul Etno-STEM adalah salah satu bahan ajar yang yang mampu memfasilitasi mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri dalam proses belajarnya,  yang  mengintegrasikan antara budaya lokal dengan sains ilmiah. Untuk itu penggunaan modul belajar dengan pendekatan Etno-STEM untuk mengintegrasikan antara budaya lokal dengan sains ilmiah sangat berpotensi untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran di mata kuliah program studi pendidikan biologi FKIP Unmas Denpasar.
REVITALISASI SISTEM PERTANIAN ITIK-PADI DI KAWASAN WARISAN BUDAYA DUNIA MELALUI PELIBATAN MAHASISWA CALON GURU Sang Putu Kaler Surata; Nyoman Utari Vipriyanti; I Made Surya Hermawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1: Juni 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i1.2122

Abstract

Kegiatan ini bertujuan merevitalisasi sistem pertanian terintegrasi itik-padi (STIP) pada areal persawahan Subak Pulagan Bali. Pendekatan kaji tindak partisipatif digunakan untuk mendorong keterlibatan aktif petani, mahasiswa calon guru, dan dosen dalam perancangan, implementasi, dan evaluasi kegiatan. Perancangan secara partisipatif dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi pada awal kegiatan, implementasi dalam bentuk pemberian bantuan anak itik dan pakan, penanaman padi, pemantauan pertumbuhan, dan perkembangan itik serta padi. Hasil evaluasi menunjukkan petani memperoleh pengalaman langsung tentang manfaat STIP dalam mengendalikan gulma dan hama, menambah nutrisi tanah, menghemat penggunaan air, menambah pendapatan, serta peningkatan produksi dan kualitas beras. Mereka juga menemukan tantangan dalam mengatasi kematian itik dan penurunan kualitas lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa calon guru telah mampu memperluas persepktif mereka tentang integrasi sains lokal dan sains modern, serta multifungsi STIP. Untuk itu, diperlukan upaya revitalisasi STIP lebih lanjut, seperti peningkatan kapasitas petani dalam memahami bio-ekologi itik, substitusi pakan, dan rekayasa STIP menjadi wisata edukasi yang mampu memberikan pengalaman pembelajaran sains yang bermakna.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI): MANFAAT UNTUK MENUNJANG KONTEN DAN ASESMEN FORMATIF PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI I Made Surya Hermawan; Ida Bagus Ari Arjaya; I Made Diarta; Ni Wayan Ekayanti; Komang Ayu Shri Candrika Kumara; Ni Kadek Happy Sri Wahyuni6
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran terdiferensiasi merupakan pendekatan yang sangat penting dalam konteks pendidikan yang berpusat pada siswa. Metode ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan, gaya belajar, serta minat mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru untuk merancang konten dan asesmen pembelajaran terdiferensiasi berbantuan AI. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Widiatmika Jimbaran dengan metode pelatihan. Kegiatan pelatihan AI dalam penyusunan konten pembelajaran interaktif dan asesmen formatif pembelajaran terdiferensiasi telah mencapai target yang ditetapkan. Hal tersebut ditunjukkan dengan semua rencana kegiatan telah dilaksanakan. Di samping itu, terdapat hasil positif baik dalam hal pemahaman dan persepsi guru terhadap AI dalam penyusunan konten pembelajaran interaktif dan asesmen formatif pembelajaran terdiferensiasi. SMP Widiatmika juga memberikan partisipasi yang sangat baik terkait penyiapan sarana dan prasarana pelatihan. Pemahaman dan persepsi guru SMP Widiatmika terhadap penyusunan konten pembelajaran interaktif dan asesmen formatif pembelajaran terdiferensiasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik dan persepsi positif.