Claim Missing Document
Check
Articles

Linkage of Technical Efficiency and Farmer Risk Behaviour of Shallot Manjung Variety Production Rahmania Fajri, Siti; Fauziyah, Elys
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.134 KB) | DOI: 10.29244/jhi.9.3.188-196

Abstract

Desa Pojanan Barat Kabupaten Pamekasan dikenal sebagai sentra produksi bawang merah, Varietas Manjung. Bawang merah ini dikenal sebagai produk yang memiliki sifat-sifat unggul seperti: memiliki produktivitas yang tinggi, mampu bertahan pada kondisi lahan yang kering, memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki aroma yang harum dan sangat gurih. Permasalahan di desa tersebut adalah produktivitasnya tidak sesuai dengan potensi maksimal yang seharusnya bisa dihasilkan. Tujuan penelitian ialah menganalisis tingkat efisiensi teknis, mengetahui perilaku petani dalam menghadapi risiko, dan menganalisis keterkaitan efisiensi teknis dan perilaku risiko petani. Jumlah sampel sebanyak 42 petani. Metode analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb Douglas dengan pendekatan Stochastic Frontier, diskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert, dan uji korelasi Pearson. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani hanya mampu mencapai tingkat efisiensi teknis rata-rata sebesar 77%, sementara itu 40.5% petani berperilaku netral terhadap risiko, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efisiensi teknis dan perilaku risiko petani. Kata kunci: efisiensi teknis, perilaku risiko, produksi bawang merah
Persepsi masyarakat terhadap rencana pengembangan wisata di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan Lahagu, Aslina; Fauziyah, Elys; Ariyani, Aminah Happy Moninthofa
Agriscience Vol 4, No 2: November 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i2.21009

Abstract

Desa Tlontoraja merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan yang memiliki potensi di bidang pariwisata. Namun, objek wisata yang ada masih belum tersentuh pembangunan sama sekali dikarenakan kurangnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Selain itu, pola pikir masyarakat juga masih awam yang belum sepenuhnya mau menerima modernitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Tlontoraja terhadap rencana pengembangan wisata. Penelitian ini menggunakan 40 responden. Penentuan sampel ditentukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Persepsi masyarakat terhadap rencana pengembangan objek wisata di Desa Tlontoraja ditinjau dari 6 variabel yakni keadaan objek wisata, perekonomian, masyarakat dan stakeholder, perencanaan, norma, dan aksesibilitas. Berdasarkan dari hasil penelitian, 6 variabel tersebut diperoleh gambaran bahwa masyarakat Desa Tlontoraja berpersepsi positif yang berarti menyetujui dengan adanya pengembangan wisata di desa tersebut. Berdasarkan objek wisata sebagian besar mereka berpersepsi bahwa desa ini memiliki banyak objek wisata yang berpotensi untuk di kembangkan. Selain itu, mereka juga memiliki persepsi bahwa pariwisata akan mendorong perekonomian desa. Hasil lain mereka juga berpersepsi bahwa rencana pengembangan pariwisata hendaknya dilakukan dengan melibatkan masyarakat lokal dan memastikan tersedia aturan yang tidak melanggar norma masyarakat setempat. 
The Impact of the Effectiveness of Fertilizer Subsidy Policy Implementation on the Technical Efficiency of Corn Farmers in Pamekasan Regency Syahriyanda, Adjie Manggala; fauziyah, elys; Hidayati, Dwi Ratna; Muhsoni, Firman Farid; Alfisuma, Meria Zakiyah; Taridala, Sitti Aida Adha
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i3.25667

Abstract

The fertilizer subsidy policy is a government program aimed at providing affordable fertilizer to enhance the productivity of domestic commodities, including corn. In 2022, there was a change in the fertilizer subsidy policy, specifically a reduction in the number of subsidized fertilizer types and commodities. This policy change caused farmers to bear higher production costs. In addition, the decline in corn productivity at the research site serves as an indicator of the ineffectiveness of the fertilizer subsidy policy implementation and a source of production inefficiency. This study aims to evaluate the effectiveness of the 2022 fertilizer subsidy policy implementation and analyze its impact on the technical efficiency of corn farming. The research was conducted in Kadur Subdistrict, Pamekasan Regency, East Java. The study employed a survey method involving 43 farmers who were selected using a purposive sampling technique. Data analysis was performed using a quantitative descriptive approach, incorporating effectiveness analysis and technical efficiency measurement through the Cobb–Douglas Stochastic Frontier production function. The findings indicate that the effectiveness of the 2022 fertilizer subsidy policy implementation falls within the “highly effective” category. Furthermore, improving the effectiveness of non-Farmer Card (non-Kartu Tani) usage and the distribution of subsidized fertilizers significantly enhances technical efficiency.
Consumer Preference Towards Fruit Leather Attributes of Madurese Exotic Tropical Fruits Fauziyah, Elys
International Research Journal of Business Studies Vol. 10 No. 2 (2017): August - November 2017
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.10.2.111-122

Abstract

Madura island has high potential for producing tropical fruits, but it still not being well managed especially concerning with the value added. Fruit leather is a product created by using various fruits and simple technology application. Fruit leather is categorized as new product on the market, therefore it is important to know consumer preference towards fruit leather attributes so that producer can design an acceptable product in the market. The research investigated attributes within the levels that become consumer preference in purchasing fruit leather product. There were 60 samples respondents taken accidentally at Bangkalan Plaza Shopping area. Method being used was conjoint analysis. Result showed that fruit leather being chosen by consumers as preference are gummy, mixed fruit taste, yellow color, small roll shape, at 100 grams and in a plastic tube package.
Nilai tambah produk olahan berbahan baku ikan tongkol di UMKM Cahaya Bunda Pamekasan Rizky, Femma Almayda; Fauziyah, Elys; Ariyani, Aminah Happy Moninthofa
Agriscience Vol 5, No 1: Juli 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v5i1.21252

Abstract

UMKM Cahaya Bunda yang berada di Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan menghasilkan produk olahan berbahan baku ikan tongkol. Produk yang dihasilkan meliputi keripik gambir dan kerupuk ikan. Bahan baku yang melimpah di wilayah UMKM Cahaya Bunda dapat dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai jual tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji nilai tambah produk-produk olahan yang dihasilkan oleh UMKM tersebut. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data dianalisis dengan menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk keripik gambir dan kerupuk ikan memiliki nilai tambah masing-masing sebesar Rp 58.760,33 dan Rp 41.973,33, dengan rasio nilai tambah sebesar 44,07% dan 50,37%. Nilai tambah pada kedua produk tersebut masuk dalam  kategori tinggi.