Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI TAMBAH DAN KELAYAKAN FINANSIAL PRODUK KERUPUK SAMILER PADA INDUSTRI RUMAHTANGGA “MAJU JAYA” Dewi Sunarya; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 1, No 3: Maret 2021
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i3.9760

Abstract

IRT Maju Jaya telah memproduksi kerupuk samiler dengan kapasitas produksi 100 kilogram perharinya.  Namun nilai tambah dan kelayakan usahanya belum pernah dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai tambah usaha pembuatan kerupuk samiler.  Responden dalam penelitian adalah pemilik IRT Maju Jaya. Metode analisis yang dipergunakan adalah formulasi nilai tambah Hayami, R/C, B/C, BEP produk, dan BEP Harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IRT Maju Jaya mampu menghasilkan nilai tambah perproduksi kerupuk singkong sebesar Rp. 14406.38. Hasil ini menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk samiler ini layak untuk dijadikan sebagai alternatif usaha skala rumah tangga.
EFISIENSI EKONOMI USAHATANI JAGUNG LOKAL DI PULAU MADURA Denni Dian Prasetyo; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.7505

Abstract

Jagung merupakan komoditas yang prospektif sebagai pangan pokok kedua setelah padi. Harga jagung lokal Madura lebih tinggi dibandingkan harga jagung varietas lain. Penggunaan input produksi yang belum sesuai menyebabkan produktivitas rendah dan penggunaan biaya yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi usahatani jagung lokal di Pulau Madura. Penelitian dilakukan di empat kabupaten dengan 60 responden yang ditentukan secara purposive. Berdasarkan hasil penelitian, petani jagung lokal Madura belum efisien secara teknis, alokatif dan ekonomis dengan nilai masing-masing 0,732, 0,283 dan 0,199.
STRATEGI PENGEMBANGAN UKM JAMU TRADISIONAL MADURA AYU Farida Farida; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 1, No 1: Juli 2020
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v1i1.7682

Abstract

Madura Ayu adalah salah satu usaha jamu di Sampang yang masuk kategori usaha jamu tradisonal yang cukup besar. Meski demikian usaha ini memiliki beberapa permasalahan diantaranya kurangnya modal usaha, pengurusan legalitas usaha yang sulit, teknologi  masih sangat sederhana, persaingan dengan usaha sejenis baik dari dalam maupun luar daerah, perubahan harga bahan baku, dan produk pengganti yang bervariasi dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan yang dapat dilakukan olehusaha jamu tradisional Madura Ayu. Alat analisis yang dimanfaatkan adalah analisis IFAS, EFAS, SWOT dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan 5 prioritas strategi yang bisa diterapkan yaitu: mengembangkan inovasi kemasan produk jamu, melakukan kerjasama dengan petani rempah-rempah, meningkatkan pemasaran dengan melalui berbagai media, memanfaatkan secara maksimal dukungan dari pemerintah baik dari sisi modal, pendampingan maupun pengurusan legalitas usaha, dan memberikan bonus kepada pelanggan yang membeli produk dalam jumlah besar.
Pengukuran Efisiensi Teknis dengan Pendekatan Fungsi Produksi Stochastic Frontier Translog pada Usahatani Bawang Merah Zainatul Laili; elys fauziyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.03.8

Abstract

Bawang merah termasuk komoditas hortikultura yang jumlah permintaannya sangat  tinggi, karena komoditas tersebut dibutuhkan sebagai salah satu komponen dalam setiap masakan.  Kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang berpotensi menghasilkan bawang merah, tepatnya di Desa Basoka Kecamatan Rubaru. Namun, dalam dua tahun terakhir produktivitas bawang merah tersebut cenderung menurun. Riset ini dimaksudkan untuk menganalisis input yang berpengaruh terhadap tingkat produksi bawang merah dan mengukur tingkat efisiensi petaninya di Desa Basoka. Metode analisis didekati dengan Fungsi Produksi Stochastic Frontier Translog, terhadap  120 sampel. Hasil riset memberikan gambaran bahwa terdapat tiga jenis input yang dapat berpengaruh terhadap hasil panen budidaya bawang merah yaitu benih, pupuk ZA, dan pupuk kandang. Tingkat efisiensi teknis sangat bervariasi, dimulai dari petani yang sangat tidak efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 0,11 sampai dengan petani yang sangat efisiensi, yang tingkat efisiensinya mencapai 0.99. Namun secara keseluruhan sebanyak 63 persen petani bawang merah di Desa Basoka telah mampu berproduksi secara efisien.
MODEL INTEGRASI PETERNAKAN SAPI DI DESA WARU BARAT DALAM KONSEP SISTEM PERTANIAN TERPADU Rahwi Salma Gusti; Amanatuz Zuhriyah; Aminah Happy Moninthofa Ariyani; Elys Fauziyah
Journal of Integrated Agribusiness Vol 4 No 1 (2022): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.405 KB) | DOI: 10.33019/jia.v4i1.2842

Abstract

Madura cattle are a type of local Madura cattle based on the Decree of the Minister of Agriculture which is used as a form of germplasm conservation. Besides playing a role in contributing to the beef cattle population in Indonesia, Madura cattle can also play a role as a source of economic, social, and cultural resources for the people of West Waru Village. Madura cattle management is done traditionally by utilizing the resources in the village but has not been implemented optimally. The purpose of this study was to determine the profile, input, and output of Madura cattle farms in Waru Barat Village, as well as to create an integration model that occurs between the components of Madura cattle and other potential components. This study uses a descriptive qualitative method with the Miles and Huberman model to describe the profile, input, and output of Madura cattle farms. The results showed: (1) the profile of Madura Cattle farms dominated by cattlemen with an age range of 30 to 64 years, with elementary school education, experience in raising livestock for 10 to 30 years, main occupation as a farmer, livestock business orientation as savings, has 1 to 2 cattle, and intensive maintenance; (2) inputs from Madura cattle include feed, drink, medicines, and labor; (3) the output of Madura cattle is manure; and (4) the integration model includes 3 main components, namely the human component, the plant component, and the cattle component.
Analisis Efisiensi Teknis dan Faktor Usaha Penggemukan Sapi Lokal di Desa Dempo Barat Nur Akhamul Karimah; Elsy Fauziyah
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.13992

Abstract

Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten di Pulau Madura yang menjadi salah satu wilayah sentra produksi daging sapi di Jawa Timur. Namun pertumbuhan bobot sapi Madura yang tergolong rendah berkisar 100-200 kg, menjadi permasalahan dalam usaha penggemukan sapi, padahal pertumbuhan bobot badan sapi berpontensi diatas 200 kg. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha penggemukan sapi lokal Madura, dan menganalisis tingkat efisiensi usaha penggemukan sapi lokal Madura. Metode analisis yang ini adalah Fungsi Produksi Stohastic Froitier, dengan jumlah sampel sebanyak 50. Hasil dari penelitian ini terdapat 2 variabel yang berpengaruh secara negatif yaitu variabel pakan hijauan (X2) dengan besaran 3,143, dan variabel yang berpengaruh positif (X3) masing-masing dengan besaran 5,460, kemudian untuk tingkat efisiensi teknis sudah mencapai nilai rata-rata sebesar 0,99. Hasil tersebut sudah sempurna dengan hasil yang sudah sebanding dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh penelitian lainya.
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Sonok di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan Melly Sukastini; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.15018

Abstract

Desa Waru Barat merupakan salah satu desa dengan jumlah sapi sonok terbanyak di Kabupaten Pamekasan. Namun, usaha pembibitan sonok masih dalam skala kecil dengan menggunakan modal sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besaran pendapatan, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak di Desa Waru Barat. Penentuan responden dengan metode sensus terhadap 60 orang peternak sapi sonok. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata peternak sebesar Rp. 26.863.770 per tahun per 2 ekor sapi. Kemudian Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dalam ternak sonok yaitu beban pemeliharaan dan jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak.
Analisis Risiko Usahatani Garam Rakyat di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Tasya Fais Elwany; Slamet Widodo; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.13745

Abstract

Garam di Indonesia pada umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri. Kebutuhan garam nasional tahun 2020 mencapai 4.464.670 ton, sedangkan produksi garam tahun 2020 sebanyak 2.327.078 ton sehingga terjadi kesenjangan antara jumlah produksi dengan kebutuhan sebanyak 2.137.592 ton. Kelangkaan tersebut dapat diatasi dengan impor dari beberapa negara sebanyak 3,07 juta ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko dan mengidentifikasi risiko pada usahatani garam rakyat di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Desa Karanganyar, Desa Kertasada, dan Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 40 petani yang ditentukan secara purposive. Data dianalisis dengan metode perhitungan koefisien variasi (CV), metode Kountur (2006), dan analisis IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko pendapatan termasuk dalam kategori tinggi. Sumber risiko di lokasi penelitian antara lain terkait dengan harga jual garam, kebijakan pemerintah, saluran pemasaran, kualitas sumber daya manusia, ketersediaan modal, angin dan suhu, serta curah hujan.
Strategi Nafkah Berkelanjutan Rumah Tangga Peternak Sapi Sonok di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan Dimas Syah Fachlevi; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.14759

Abstract

Sapi sonok termasuk kebudayaan yang ada di pulau Madura. Peternak dihadapkan dengan pendapatan yang harus mencukupi agar bisa memenuhi kebutuhan ternaknya dan harus bisa mengatur pengeluaran dengan baik agar tidak mengalami kerugian. Konteks kerentanan usaha ternak adalah kondisi yang beresiko sehingga dapat menyebabkan kerugian pada ternaknya. Biaya perawatan dan tenaga kerja yang mahal menyebabkan peternak sapi sonok mengalami tekanan (shock). Pada akhirnya peternak sapi sonok harus mampu mengelola modal yang dimilikinya untuk memenuhi nafkah rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) kondisi pendapatan peternak sapi sonok, (2) mengetahui pentagonal capital pada peternak sapi sonok (natural, human, physical, social, dan financial) (3) mengetahui strategi nafkah berkelanjutan peternak sapi sonok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta melibatkan 30 orang peternak, digali menggunakan metode kuantitatif untuk menjadikan temuan kualitatif. Penelitian ini menyatakan bahwa peternak pada lokasi penelitian memiliki pendapatan sebesar Rp. 7.595.011 Per 2 ekor sapi sonok per tahun. Meskipun demikian pendapatan peternak tersebut masih bawah UMR Kabupaten Pamekasan, yaitu Rp. 1.938.321 perbulan. Dalam penelitian didapatkan bahwa modal alam, modal manusia dan modal fisik berperan dalam pembentukan strategi nafkah peternak sapi sonok Madura. Berdasarkan pentagonal capital, para peternak menggunakan strategi nafkah pertanian melalui intensifikasi, dan strategi non sektor pertanian dengan menjadi supir dan kuli bangunan.
STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu; Andrie Kisroh Sunyigono; Elys Fauziyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.7841

Abstract

Pamekasan Regency is the center for Madura cattle development in East Java. The basic problem faced by farmers is that they are not free to sell livestock and their bargaining position is weak in determining prices. The purpose of this study was to analysis the structure, conduct and performance of beef cattle fattening business in Bicorong Village, Pakong District, Pamekasan Regency. The sample of this study consisted of 42 farmers and 13 respondents from marketing institutions using snowball sampling. The data analysis method used the SCP approach. The results show that the market structure in marketing beef cattle in Bicorong Village leads to an oligopoly competitive market with moderate concentration. The market conduct shows the price of beef cattle is determined by trader. For performance, it’s efficient because there is only one marketing agency involved and the share received by farmers is quite large, namely ≥ 60  percent.
Co-Authors Adzim, Mahardhani Annisa Ahmad Wildan Faiz Ainun Nikmah Alviyah Yunianti Alwi, Fitriyah Amanatuz Zuhriyah Aminah H.M. Ariyani Aminah Happy Moninthofa Ariyani Aminah HM Ariyani Andri Mulyadi Andrie Kisroh Sunyigono Aniyatussholihah, Aniyatussholihah Ariyani, Aminah Happy Moninthofa Denni Dian Prasetyo Destiarni, Resti Prastika Devi Suca Atma Sattwika Dewi Nafisah Dewi Sunarya Dian Eswin Wijayanti Dimas Syah Fachlevi Dwi Ratna Hidayati Dwi Ratna Hidayati Faiha, Imdad Fajri, Miftahul Farham Anwar Farida Farida Faridatul Jannah Febrianti, Salsabila Atikah Firman Farid Muhsoni Fuad Hasan Fuad Hasan Hakim, Muhammad Wildan Rahmanul Hartoyo Hartoyo Hasanah, Putri Dwi Utami Nur Intan Nia Tata Ayu Isdiana Suprapti Islami, Nabila Isnaeny, Shintiya Jeani Noviana Rahayu Khoiriah, Umi Kusnul Kotimah, Kusnul Lahagu, Aslina Lestari, Fany Etana Liniatil Hasanah Melly Sukastini Meria Zakiyah Alfisuma Moh Sudi Mohammad Wahyu Firdaus Mokh Rum Musyafiroh, Saufil Novia Faradilla Basmalah Noviandika, Laily Yusnita Nunung Kusnadi Nur Akhamul Karimah Nur R. Khoiriyah Paradigma Muhammad Putri , Fitria Nayla Putri, Fitria Nayla Rahmania Fajri, Siti Rahmanul Hakim, Muhammad Wildan Rahwi Salma Gusti Rizky, Femma Almayda Rum, Mokhammad SILFI QOTRUNNADA Siti Nur Hayati Slamet Widodo Sri Ratna Triyasari Sri Ratna Triyasari, Sri Ratna Sri Utami Kuntjoro Sri Wahyuni Syahriyanda, Adjie Manggala Taridala, Sitti Aida Adha Tasya Fais Elwany Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho Umar Khasan Yusli Yusli Zainal Hasan Zainatul Laili