Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Risiko Usahatani Garam Rakyat di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Tasya Fais Elwany; Slamet Widodo; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.13745

Abstract

Garam di Indonesia pada umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri. Kebutuhan garam nasional tahun 2020 mencapai 4.464.670 ton, sedangkan produksi garam tahun 2020 sebanyak 2.327.078 ton sehingga terjadi kesenjangan antara jumlah produksi dengan kebutuhan sebanyak 2.137.592 ton. Kelangkaan tersebut dapat diatasi dengan impor dari beberapa negara sebanyak 3,07 juta ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko dan mengidentifikasi risiko pada usahatani garam rakyat di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Desa Karanganyar, Desa Kertasada, dan Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 40 petani yang ditentukan secara purposive. Data dianalisis dengan metode perhitungan koefisien variasi (CV), metode Kountur (2006), dan analisis IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko pendapatan termasuk dalam kategori tinggi. Sumber risiko di lokasi penelitian antara lain terkait dengan harga jual garam, kebijakan pemerintah, saluran pemasaran, kualitas sumber daya manusia, ketersediaan modal, angin dan suhu, serta curah hujan.
Strategi Nafkah Berkelanjutan Rumah Tangga Peternak Sapi Sonok di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan Dimas Syah Fachlevi; Elys Fauziyah; Andrie Kisroh Sunyigono
Agriscience Vol 2, No 3: Maret 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v2i3.14759

Abstract

Sapi sonok termasuk kebudayaan yang ada di pulau Madura. Peternak dihadapkan dengan pendapatan yang harus mencukupi agar bisa memenuhi kebutuhan ternaknya dan harus bisa mengatur pengeluaran dengan baik agar tidak mengalami kerugian. Konteks kerentanan usaha ternak adalah kondisi yang beresiko sehingga dapat menyebabkan kerugian pada ternaknya. Biaya perawatan dan tenaga kerja yang mahal menyebabkan peternak sapi sonok mengalami tekanan (shock). Pada akhirnya peternak sapi sonok harus mampu mengelola modal yang dimilikinya untuk memenuhi nafkah rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) kondisi pendapatan peternak sapi sonok, (2) mengetahui pentagonal capital pada peternak sapi sonok (natural, human, physical, social, dan financial) (3) mengetahui strategi nafkah berkelanjutan peternak sapi sonok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Bintang Kecamatan Batu Mar-Mar Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta melibatkan 30 orang peternak, digali menggunakan metode kuantitatif untuk menjadikan temuan kualitatif. Penelitian ini menyatakan bahwa peternak pada lokasi penelitian memiliki pendapatan sebesar Rp. 7.595.011 Per 2 ekor sapi sonok per tahun. Meskipun demikian pendapatan peternak tersebut masih bawah UMR Kabupaten Pamekasan, yaitu Rp. 1.938.321 perbulan. Dalam penelitian didapatkan bahwa modal alam, modal manusia dan modal fisik berperan dalam pembentukan strategi nafkah peternak sapi sonok Madura. Berdasarkan pentagonal capital, para peternak menggunakan strategi nafkah pertanian melalui intensifikasi, dan strategi non sektor pertanian dengan menjadi supir dan kuli bangunan.
STRUKTUR, PERILAKU, DAN KINERJA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA BICORONG KECAMATAN PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN Intan Nia Tata Ayu; Andrie Kisroh Sunyigono; Elys Fauziyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i2.7841

Abstract

Pamekasan Regency is the center for Madura cattle development in East Java. The basic problem faced by farmers is that they are not free to sell livestock and their bargaining position is weak in determining prices. The purpose of this study was to analysis the structure, conduct and performance of beef cattle fattening business in Bicorong Village, Pakong District, Pamekasan Regency. The sample of this study consisted of 42 farmers and 13 respondents from marketing institutions using snowball sampling. The data analysis method used the SCP approach. The results show that the market structure in marketing beef cattle in Bicorong Village leads to an oligopoly competitive market with moderate concentration. The market conduct shows the price of beef cattle is determined by trader. For performance, it’s efficient because there is only one marketing agency involved and the share received by farmers is quite large, namely ≥ 60  percent.
Peran Kelompok Tani dalam Adopsi Benih Jagung Varietas Hibrida Madura-3 di Desa Duko Tambin Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan Siti Nur Hayati; Elys Fauziyah; Mokh. Rum
Agriscience Vol 3, No 1: Juli 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i1.15490

Abstract

Tujuan penelitian yaitu: (1) Mendeskripsikan faktor internal dan faktor eksternal petani yang mengadopsi teknologi benih jagung hibrida varietas Madura-3; (2) Mengetahui peran kelompok tani dalam adopsi jagung hibrida Madura-3. Lokasi dipilih secara purposive, menggunakan data primer. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, pengisian kuesioner dan wawancara kepada 14 petani menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Deskripsi mengenai faktor internal yang berada di seputar petani jagung yang mengadopsi Varietas Jagung Madura-3 adalah sebagian besar dari mereka berada dalam kelompok umur produktif, dengan tingkat pendidikan formal didominasi oleh pendidikan SD, dengan pengalaman usahatani jagung yang cukup lama, serta rata-rata kepemilikan lahannya sempit. Sedangkan faktor eksternal yang berada di sekitar petani jagung yang mengadopsi varietas Jagung Madura 3 yaitu ketersediaan informasi teknologi melalui sosialisasi dan demplot/demfarm, adanya dukungan penyuluh dan kelompok tani, tinggi rendahnya hama dan penyakit pada tanaman, serta ketersediaan benih. Peran kelompok tani di Desa Duko Tambin dinilai positif oleh petani yang mengadospi jagung varietas Madura 3. Menurut mereka kelompok tani berperan dalam menfasilitasi Kelas belajar, Unit produksi, dan wadah kerjasama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Penerimaan Nelayan di Desa Kalirejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Paradigma Muhammad; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 3, No 1: Juli 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i1.15348

Abstract

This study aims to describe and analyze the factors that influence the income of fishermen in Kalirejo Village, Kraton District, Pasuruan Regency. This study uses multiple linear regression analysis with 42 fishermen as respondents. The results of the study show that together the independent variables (age, working hours once at sea, experience, capital, and dummy tools used) have a significant effect on the dependent variable, namely income. Partially or individually, all independent variables (age, working hours once fishing, experience, capital, and dummy tools used) have a significant effect on the income variable.
Dampak Persepsi Konsumen pada Pemasaran Ikan terhadap Keputusan Pembelian di Pasar Tanjung Sampang Moh Sudi; Elys Fauziyah
Agriscience Vol 3, No 1: Juli 2022
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v3i1.15394

Abstract

Keberadaan Pasar Tanjung dipersepsikan secara berbeda-beda oleh setiap konsumen. Terdapat sebagian konsumen yang mempersepsikan positif mengenai keberadaan pasar tersebut seperti akses mudah dijangkau, dan dapat memperoleh produk ikan segar dengan mudah. Namun disisi lain ada juga konsumen yang mempersepsikan negatif terkait penjualan ikan di tempat tersebut, seperti menyebabkan kemacetan, menimbulkan aroma yang kurang sedap, wilayah terkesan tidak teratur, kotor dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen pada pemasaran ikan di Pasar Tanjung dan menganalisis dampak persepsi tersebut terhadap keputusan pembelian. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pembeli ikan di Pasar Tanjung. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (secara sengaja) dengan kriteris responden minimal 2 kali pembelian, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Jenis data bersumber dari data primer yang didapatkan dari penyebaran kuesioner secara online. Metode analisis yang digunakan yaitu skala likert dan analisis regresi liniear berganda menggunakan program SPSS. Hasil dari persepsi konsumen memiliki persepsi yang positif terhadap penjualan ikan di Pasar Tanjung. Hasil uji asumsi klasik melalui uji normalitas, uji multikoliniearitas dan heteroskedastisitas menunjukkan bahwa semua variabel yang digunakan telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian ikan di Pasar Tanjung. Sedangkan produk, lokasi, promosi, umur, pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ikan di Pasar Tanjung. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan untuk tetap mempertahankan harga yang murah untuk semua varian jenis ikan yang dijual di Pasar Tanjung. Selain itu diperlukan pemerintah daerah dapat melakukan penataan lokasi pemasaran ikan, supaya tertib dan teratur.
KAJIAN KELAYAKAN FINANSIAL PARIWISATA PANTAI TLANGOH DI KABUPATEN BANGKALAN SILFI QOTRUNNADA; ELYS FAUZIYAH
GANEC SWARA Vol 17, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i2.437

Abstract

Tlangoh Beach is classified as a tourist attraction in Bangkalan Regency, which has only been managed in the last five years. The existence of Tlangoh Beach is naturally quite attractive, with white sand conditions, a long coastline, and not too big waves. This condition inspired the management of the Village Owned Enterprise (BUMDes) of Tlangoh Village, together with the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) to develop and complete its supporting facilities. However, BUMDes do not yet know the extent of the business feasibility of the investments made. This study aims to analyze the feasibility level at Tlangoh Beach, Tlangoh Village, Tanjung Bumi District, Bangkalan Regency. The sample in this study is a beach manager consisting of a chairman, secretary, and members. The instruments used to assess the financial feasibility of the Tlangoh Beach management business are NPV, IRR, R/C ratio, B/C ratio, and payback period. The results of the financial analysis show that for the four instruments, the business of developing Tlangoh Beach tourism is very feasible. In addition, the investment value can be closed within 1 year and 2 months.
Nilai Ekonomi Objek Wisata Pantai Tlangoh di Kabupaten Bangkalan Elys Fauziyah; Faridatul Jannah
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol 24, No 1 (2023): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v24i1.9587

Abstract

Pantai Tlangoh di Kabupaten Bangkalan, termasuk dalam kategori pantai yang sedang berada dalam tahap pengembangan. Jumlah kunjungan di pantai tersebut berfluktuasi dan tingkat kepedulian masyarakat sekitar, dalam pengelolaannya masih rendah. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kunjungan dan menganalisis kontribusi nilai ekonomi wisata terhadap perekonomian desa. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan rumus linier time function. Data dianalisis dengan metode regresi linier berganda dan metode biaya perjalanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu tempuh dan jenis transportasi berpengaruh negatif terhadap jumlah kunjungan ke Pantai Tlangoh. Sementara itu, lama waktu di lokasi, aksesibilitas, fasilitas dan daya tarik berpengaruh positif. Potensi nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dalam pengelolaan wisata Pantai Tlangoh sebesar Rp. 11.898.448.750/tahun. Peningkatan kunjungan ke Pantai Tlangoh dapat dilakukan melalui perbaikan fasilitas wisata, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari Pantai Tlangoh dalam setiap tahun. Hal ini penting dilakukan supaya masyarakat sekitar memiliki motivasi untuk berpartisipasi dalam pengelolaannya.
Strategi Pengembangan Sektor Pertanian Di Desa Tlontoraja, Kabupaten Pamekasan Novia Faradilla Basmalah; Elys Fauziyah; Amanatuz Zuhriyah
AGRICA Vol. 16 No. 2 (2023): December
Publisher : Agriculture Faculty of Flores University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/agr.v16i2.2837

Abstract

Tlontoraja Village has the biggest potential in the agricultural sector, this is strengthened by the large number of people working in the agricultural sector, namely 5.076 residents. However, the agricultural sector in the village is still not able to provide a good enough contribution because of the various problems it faces, both originating from the internal and external conditions of the village. This study used eight informants consisting of three lecturers from the Islamic University of Madura, staff of agricultural institutions, heads of agricultural extension officers, heads of villages, heads of Gapoktan, and heads of farmer groups. The data obtained were analyzed using the IFAS matrix, EFAS, and the SWOT matrix. The results showed that there were nine supporting factors and fife inhibiting factors in the agricultural development of Tlontoraja Village. In addition, the internal factor that has the highest score is Tlontoraja Village having a BUMDes institution and an agricultural extension agency as a companion in agricultural sector activities, and for external factors, the highest score is that there is a national development plan in Tlontoraja Village. The strategies that are prioritized and can be implemented are the use of modern technology in cooperation activities, there is a performance collaboration between farmer group leaders and educational institutions, there is broad marketing access inside and outside the village, and farmers and BUMDes institutions can collaborate to seek more efficient and profitable crop marketing network.
Assessment of visitor perceptions and economic valuation of Tengket Beach attractions Fauziyah, Elys; Lestari, Fany Etana
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 6 No 2 (2023): October
Publisher : Publisher of Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsed.v6i2.4418

Abstract

Tengket Beach has an unspoiled beauty, with stretches of fine white sand as the main visitor attraction. However, the village government and surrounding communities have not been interested in managing this potential. Therefore, this study aimed to determine visitor perceptions, the factors influencing the number of visits, and Tengket Beach tourism’s economic value. Samples were determined using the linear time function formula. The data collected were further analyzed by descriptive qualitative, multiple linear regression, and travel cost methods. The results showed that Tengket Beach is perceived as unattractive based on its accessibility and facilities. Based on accessibility indicators, 96.7% of visitors stated that Tengket Beach was not feasible. Meanwhile, based on facility criteria, only 20% of visitors stated that the place had good facilities. Other findings show that most visitors explained that the beach is quite interesting regarding its attractiveness. The results also showed that travel costs negatively affect visits, while accessibility and facilities have a positive effect. Additionally, the economic value of the beach is IDR5,890,560,000 per year. This is an indicator that Tengket Beach has the potential to be used as an economic resource for the surrounding community.JEL Classification C26; I26; Q51