p-Index From 2021 - 2026
4.426
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Religio : Jurnal Studi Agama-agama AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur´an dan Tafsir Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Journal Analytica Islamica Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Widya Balina :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah: Media Kajian Al-Qur'an dan Al-Hadits Multi Perspektif Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith GUYUB: Journal of Community Engagement MUSHAF: Jurnal Tafsir Berwawasan Keindonesiaan Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman Maghza: Jurnal Ilmu al-Qur'an and Tafsir QOF: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Islam Nusantara Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin SmartComp Maharot : Journal of Islamic Education PANDALUNGAN : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat KAMBOTI Journal of Education Research and Development (Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir) Journal of Innovation and Computer Science MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Kaidah Mutarâdif al-Alfâz dalam al-Qur’an Ahmad Fawaid
Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith Vol. 5 No. 1 (2015): JUNI
Publisher : Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.233 KB) | DOI: 10.15642/mutawatir.2015.5.1.142-157

Abstract

a phenomenon that occurs in Arabic, even did not rule contained in almost all languages on earth. As an Arabic text, whether the Koran cannot duck and dodge the fact tarâduf growing presence in the Arabic tradition? In other words, if the Koran also collects some words lexical meanings which have in common sense? Or whether every word that has the same meaning in the Koran cannot be equated entirely? Therefore, the wording in the Koran, in addition to having specificity in every meaning also has a different meaning to the other and the word has suitability in order. This article appeared before the readers to explain the words which have been considered to have the same meaning in the Koran from the perspective of linguistic science and the Koran.
REINTERPRETASI HADIS TENTANG MAHRAM (PENDEKATAN HERMENEUTIKA) Ahmad Fawaid
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 3 No 1 (2016): (April 2016)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis Nabi saw. memerlukan upaya pemahaman yang segar danbaru sesuai konteks kekinian. Tulisan ini membahas reinterpretasi tentangkonsep mahram dengan menggunakan pendekatan teori hermeneutika.Teori ini digunakan dan dibutuhkan dalam rangka menemukan bentukideal pemahaman hadis nabi saw. dalam konteks sosial. Dengan pendekatanbaru ini, artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mampumemandang hadis dari sudut yang berbeda sehingga mampu memberikanvariasi tawaran pemahaman hadis. Hadis tentang konsep mahram tidakdapat dipahami dari aspek dogmatis-normatif, tetapi lebih dipandangsebagai sebuah fenomena sosial yang selanjutnya berubah sesuai denganakselerasi perubahan kehidupan manusia. Tulisan ini menghasilkankesimpulan bahwa larangan perempuan bepergian, baik bertujuanmalaksanakan ibadah haji atau untuk kepentingan yang lain, adalah bersifattemporal sesuai dengan standar keamanan.Kata Kunci : Reinterpretasi, Hermeneutika, Mahram.
PKM Penanaman Karakter Berbasis Keagamaan bagi Warga Binaan Rumah Tahanan Kelas II. B Kraksaan Probolinggo Jawa Timur Ahmad Fawaid; Muhammad Zaimul Millah; Achmad Naufal Baidawi; Siti Arofah; Nur Khofifah; Elmiyatus Soliha; Syukron Jazila; Rif'ah Hasanah; M Zainuddin
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 2, No 2 (2021): Pendampingan Lembaga Pendidikan dan Media Pembelajaran Teknologi di Masa Covid-1
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v2i2.2741

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk penanaman karakter berbasis keagamaan di Rumah Tahanan Kelas II.B Kraksaan Probolinggo-Jawa Timur. Meski para warga binaan pemasyarakatan ini merupakan kelompok marginal, akan tetapi penguatan karakter keagamaan merupakan hal yang perlu dilakukan. Proses pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang diawali dengan pemetaan masalah, membangun kepercayaan dengan warga binaan, menentukan masalah prioritas, menyusun strategi gerakan, pelaksanaan program, pengamatan dan refleksi reoretis. Hasil pendampingan yang telah dilakukan adalah; terbentuknya kesadaran agama bagi warga binaan yang dapat membentengi dirinya dari perbuatan pidana/kriminal; terbentuknya kesehatan mental positif melalui layanan hipnoterapi untuk mencegah depresi, stres dan bahkan mencegah dari kecanduan obat-obatan terlarang.
Survei Bibliografi Kajian Tafsir dan Fikih di Pondok Pesantren: Kajian Atas Materi Radikalisme dalam Literatur Pesantren dan Respon Kiai Terhadapnya Ahmad Fawaid
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars No Series 1 (2018): AnCoMS 2018: Book Series 1
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.406 KB) | DOI: 10.36835/ancoms.v0iSeries 1.118

Abstract

This paper attempts to figure out the bibliographical survey of Quranic exegesis (tafsīr) and Islamic jurisprudence (fiqh) in the three largest pesantren located at “Tapal Kuda” regencies of East Java, including Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pesantren Nurul Jadid Paiton, and Pesantren Salafiyyah Syafi’iyah Sukerojo. This survey is based on an investigation of narratives on radicalism in these pesantren in terms of the Jalāl al-Dīn al-Maḥallī and Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī’s exegesis work Tafsīr al-Jalālayn, and Abu Shujā’s jurisprudential work Fatḥ Al-Qarīb. By uing reception theory, this research is aimed to reveal the ways Moslem teachers (kiai or ustādh) of tafsīr and fiqh in these pesantren responded to the common stereotypical assumptions on ‘static, unchangeable, traditional’ pesantren, and the ways they provide reasonable conditions of the pesantren’s impunity in dealing with these stereotypes. The research of this study includes: (1) pesantren literatures on the basis of intellectual genealogical system; and (2) three strategies typically used by some kiais in reducing narratives on radicalism, such as historical, intertextual, and nationalism studies. In order to build a contra-narratives on radicalism, this research argues that Islamic jargon Raḥmatan li al-‘alamīn, especially in Tapal Kuda regencies, is partly interdependent on kiai’s cultural perceptions.
Bias Ideologis Tafsir Hizb al-Tahr Ahmad Fawaid; Nafi'ah Mardlatillah
MAGHZA Vol 5 No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.402 KB) | DOI: 10.24090/maghza.v5i2.4243

Abstract

This article figures out ideological biases in Abū Rashtah Book’s, al-Taysīr fī 'Ulūm al-Tafsīr: Tafsir al-Baqarah. As a figure of ḥizb al-taḥrīr, Abū Rashtah's interpretation strengthens his organization's ideology and to oppose the ulama's interpretation. This article questions how the al-Taysīr methodology was used by Abū Rashtah for interpreting al-Qur'an and how the biases of Abū Rashtah's interpretation in his book. By using thematic writing techniques on khilāfah verses and using descriptive analysis methods, This research concludes that the method of interpretation applied in his book prioritizes linguistic analysis and the use of reason. Through this method of language based on reason, it was found that there were ideological biases. One of them is the persuasion of the enforcement of the khilāfah Islamiyyah system when he interprets the QS. Al-Baqarah: 30. Abū Rashtah is of the view that this verse is the normative basis for the enforcement of the khilāfah system. Apart from the above verse, the invitation to enforce the khilāfah system can also be found in the QS interpretation of al-Baqarah: 105. Abū Rashtah believes that the Khilāfah Islamiyyah will soon be established on the face of the earth according to Allah's promise.
Contesting Religious Family Rights: Muslim and Hindu Women’s Land Ownership in Java and Bali Achmad Fawaid; Busro Busro
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.02 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i2.3059

Abstract

This article depicts issues of the connection between women’s status and their roles in landownership in Java and Bali. In Java, for example, despite the fact that they are fortified by family law, just around one-third of land ownership belongs to women. In Bali, the Hindu women need to comply with the standard law in which they deal with a dilemma between their privileges and their reliability towards their families, networks, and culture. The absence of women's land ownership, either by the customary law or by the land enrollment, shows that the agrarian approach of land enlistment consistently gets women into the lower status of their legal ownership. Additionally, it impacts on the manners in which they practice religious convictions as they are situated in troublesome way of any legal issues, including family law (hukum keluarga) and inheritance rights (hak waris). Not with standing the Javanese government's endeavors to teach the general population about land enrollment and a couple of Hindu families to move a component from parent to little girl through a deed of offer before the land deed official, a few women know about the registration phases and the religious instrument of legacy rights. Subsequently, the manners in which Java and Bali women' inclinations are not bargained in political, social, and religious aspects. This article concludes that formal methodology for the exchange of land ownership when land is sold or partitioned in Bali, and also, standard Javanese practices in which insurance to the possibility of marital goods is given.Artikel ini berusaha menjelaskan hubungan antara status wanita dalam konteks agama dan peran mereka dalam kepemilikan tanah di Jawa dan Bali. Di Jawa, misalnya, meskipun kondisi mereka diperkuat oleh hukum keluarga, hanya sepertiga dari sertifikat tanah yang beratasnamakan perempuan. Sebaliknya, perempuan di Bali harus mengikuti hukum adat yang menghadapkan mereka pada dilema antara kebutuhan sehari-harinya di saatu sisi dan kepatuhannya terhadap keluarga, masyarakat, dan kebudayaan lokal di sisi lain. Minimnya kepemilikan tanah oleh perempuan ini, baik yang disebabkan oleh hukum adat maupun oleh hukum formal, memperlihatkan bahwa kebijakan pertanahan seringkali menempatkan mereka dalam status yang inferior. Mereka sama-sama menghadapi kesulitan di hadapan hak waris maupun hukum keluarga. Sekalipun di Jawa sudah ada sosialisasi terkait pendaftaran tanah dan di Bali sedikit dari mereka yang memberikan hak kepemilikannya kepada anak perempuannya, mereka tetap saja masih belum banyak memahami prosedur registrasi tersebut dan semakin marjinal dalam kepemilikan tanah dari hak waris. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana perempuan Jawa dan Bali tidak terlalu diperhitungkan dalam ranah kebudayaan, politik, dan agama. Artikel ini akhirnya berkesimpulan bahwa perlu ada prosedur penjaminan tanah ketika tanah itu dibagikan di Bali, dan perlu ada jaminan keamanan terhadap hak-hak waris dalam adat Jawa
PkM Peningkatan Literasi, Numerasi dan Adaptasi Teknologi melalui Program Kampus Mengajar di SMP Negeri 3 Pakuniran Satu Atap M. Noer Fadli Hidayat; Ahmad Fawaid
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v4i1.5928

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat banyak perubahan di dunia pendidikan, termasuk di antaranya adalah pembelajaran jarak jauh menjadi solusi altenatif. Meski menjadi solusi, pembelajaran jarak jauh pada kanyataannya tidak dapat memastikan bahwa siswa dapat belajar dengan efektif. Situasi ini membuat motivasi peserta didik menurun, guru mengeluhkan beban kerja administratif yang ribet, dan harus cepat beradaptasi menggunakan teknologi. Artikel ini merupakan luaran dari program  PkM Kampus Mengajar Kemdikbud tahun 2022 di SMP Negeri 3 Pakuniran Satu Atap yang akan menggambarkan tentang pelaksanaan kegiatan penguatan literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi bagi peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research, PkM ini berupaya untuk mengatasi ketertinggalan materi siswa SMP Negeri 3 Pakuniran yang disebabkan keterbatasan sarana belajar mengajar dan ketertinggalan teknologi saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Hasil PkM yang telah dicapai adalah meningkatnya kemampuan literasi dan numerasi siswa serta kemampuan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. PkM ini juga berhasil menciptakan tata kelola administrasi berbasis SOP dan database online yang baik di SMP Negeri 3 Pakuniran Satu Atap
Kontestasi Dan Resepsi Akademis Atas Fatwa Mui Tentang Covid-19: Tinjauan Bibliografis Atas Monografi Tahun 2020-2021 Ahmad Fawaid
Islamika Inside: Jurnal Keislaman dan Humaniora Vol 7 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.229 KB) | DOI: 10.35719/islamikainside.v7i2.163

Abstract

Abstract: This study aims to observe the contestation and academic reception of fatwas issued by the Indonesian Ulema Council (MUI) regarding Covid-19. These fatwas invite many responses in academic circles written in reputable journal articles. With a qualitative research paradigm and using Hans Robert Jauss text reception theory, this research concludes that; this study found four typologies of the MUI Fatwa monograph on Covid-19 during 2020-2021; namely (1) Monograph Typology, which discusses the Role of Fatwa (6 titles); (2) Discussing aspects of contact with other scientific disciplines, such as Maqāṣid,; (3) Unraveling the 'tangled thread' conflicting interpretations of the fatwa; (4) an article that measures the level of obedience of the Indonesian Muslim community to the MUI fatwa. Of the existing articles, 13 were built with justification based on the text, 5 articles were built with apologetic reasoning, and 3 used critical reasoning. From this conclusion, this study confirms that the academic response to the MUI Fatwa on Covid-19 also experienced Fragmentation, Resistance, and Appreciation.
Strengthen the Mainstreaming of Religious Moderation in Higher Education Through Certification Agency Ahmad Fawaid; Windi Astutik
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i3.2195

Abstract

Universities are the main target of the spread of Radical Islam among the Youth. Even though regulations have been set by the government to apply national insights, the practice of implementing them in universities is not optimal. This research aims to explore the practice of religious certification to support national beliefs, moderation, and religious harmony. This research was conducted at Nurul Jadid University, one of the Islamic boarding schools in the Probolinggo region, East Java. In responding to the regulatory policy of implementing nationalism in higher education, Nurul Jadid University established a Religious Certification Institution which functions to carry out standardization of religious needs which include the Koran, furūḍ al-‘Ainiyyah, religious teachings and Islamic boarding schools. By using a qualitative paradigm with a semi-structured interview approach and field observations, this research shows that the religious certification program as the mainstreaming of religious moderation for students at Nurul Jadid University is very effective in educating students of moderation and tolerance. In addition, this study found that religious certification was used as a certificate accompanying a diploma (SKPI) whose legality was recognized by Permendikbudristek No. 6 of 2022 concerning Diplomas, Competency Certificates, Professional Certificates, Degrees, and the Equivalence of Diplomas of Higher Education in Other Countries to support student competence and prove that UNUJA alumni are moderate cadres.
PkM Pencegahan 4 Anti (Perundungan, Korupsi, ‎Intoleransi, dan Kekerasan Seksual) Berbasis ‎Hipnoterapi di Rumah Tahanan Kelas II.B Kraksaan‎ Fawaid, Ahmad; Musolli, Musolli
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v4i3.7940

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk pencegahan 4 anti, yakni anti perundungan, anti korupsi, anti intoleransi, dan anti kekerasan sekstual berbasis hipnoterapi di Rumah Tahanan Kelas II.B Kraksaan Probolinggo-Jawa Timur. Pengabdian ini dilatari oleh banyaknya kasus-kasus perundungan, kekerasan seksual, dan korupsi yang dilakukan oleh warga binaan. Kondisi penghuni rumah tahanan yang mengendap mental disorder ini perlu penguatan karakter 4 anti sebagai proses penyembuhan dan penguatan jati diri mereka. Proses pengabdian ini menggunakan pendekatan Community Based Participatory Research ‎‎(CBPR)‎, yang diawali dengan pemetaan masalah, membangun kepercayaan dengan warga binaan, menentukan masalah prioritas, menyusun strategi gerakan, pelaksanaan program, pengamatan dan refleksi reoretis. Hasil pendampingan yang telah dilakukan adalah; terbentuknya kesadaran 4 anti bagi warga binaan yang dapat membentengi dirinya dari perbuatan pidana/kriminal; terbentuknya kesehatan mental positif melalui layanan hipnoterapi untuk mencegah depresi, stres dan bahkan mencegah dari kecanduan obat-obatan terlarang. Pengabdian ini menghasilkan produk “rumah hipnoterapi” bagi warga binaan yang beroperasi sebagai layanan konsultasi dan pembinaan mental.