Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengembangan Pekarangan Produktif Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Mandiangin Barat Rezekiah, Arfa Agustina; Fithria, Abdi; Shiba, Yasinta Nur; Junaedi, Junaedi
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12262

Abstract

Lahan memiliki potensi dan peluang sebagai investasi, salah satunya sebagai tempat bercocok tanam satu atau berbagai macam jenis tanaman. Salah satu jenis lahan yang jarang dimanfaatkan secara optimal yakni pekarangan di sekitar rumah. Padahal apabila pekarangan rumah dimanfaatkan secara optimal, bisa memberikan berbagai manfaat. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan rumah yakni dengan menanam tanaman sayur. Kegiatan pengabdian memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal ini dilakukan di Desa Mandiangin Timur yang dihadiri oleh ketua RT, ketua tim masyarakat serta ibu-ibu di Desa Mandiangin Timur. Tanaman sayur yang ditanam pada kegiatan ini yakni tanaman cabai, kangkung, bayam dan terong. Hasil dari kegiatan pengabdian ini nantinya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dan masyarakat juga bisa memeroleh sayuran yang bersih dan higenis sehingga kesehatan masyarakat bisa terjaga dan masyarakat sejahtera.
Analysis of the Carrying Capacity of Proboscis Monkey Habitat on Bakut Island, South Kalimantan, Based on Leaf Area Index Fithria, Abdi; Kanti, Rina; Rezekiah, Arfa Agustina; Ali, Syamani D; Prihatiningtyas, Eva; Azizah, Noor Aida; Setiawan, Eko Budi; Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma; Kamil, Naufal Noor
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Foresty Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jpkwallacea.v14i2.35993

Abstract

Bakut Island is one of the conservation forest areas in South Kalimantan. This island is the habitat of proboscis monkeys, and the proboscis monkey population is increasing from year to year. Therefore, it is estimated that one day the proboscis monkey habitat on Bakut Island will be over capacity. This study aims to estimate how long the population of proboscis monkeys on Bakut Island Nature Tourism Park can survive there by examining the amount of food the island's vegetation can produce. Proboscis monkey feed itself is estimated using the Leaf Area Index (LAI). LAI was extracted using UAV imaging and NICFI multitemporal imagery. Meanwhile, the carrying capacity of the proboscis monkey habitat is assessed using the quantity of consumption of the proboscis monkey population relative to food availability. Simulations of the carrying capacity of proboscis monkey habitat into the future were carried out using projections of the future proboscis monkey population and LAI growth. The entire computational process of simulating habitat carrying capacity is carried out using the Python language. The results of the analysis show that Bakut Island is only able to support proboscis monkey habitat until 2038. In that year, the proboscis monkey population on Bakut Island is projected to number 1,290 individuals. After 2038, the predicted amount of feed needed by the proboscis monkey population will exceed the feed available on Bakut Island. The limitation of this research is that it only uses one parameter to assess the carrying capacity of proboscis monkey habitat, namely food availability. There are still other parameters that have not been accommodated, including the home range and trees for nests.
Assessing The Impact of Habitat Loss and Human Development on Proboscis Monkey Distribution in South Kalimantan Abdi Fithria; Rina Kanti; Rezekiah, Arfa Agustina; Syam'ani; Shiba, Yasinta Nur
Jurnal Biodjati Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v10i2.45442

Abstract

The proboscis monkey (Nasalis larvatus) is an endemic primate species of Borneo that plays a crucial role in maintaining the health of riparian forest ecosystems. However, habitat loss due to deforestation, land conversion, and urbanization has led to significant population declines. This study aims to analyze the habitat characteristics and dispersal patterns of the proboscis monkey in the riparian zone of the Tabunio Watershed, South Kalimantan, Indonesia. Geospatial modeling techniques, including Kernel Density Analysis (KDA) and spatial regression, were employed to assess habitat suitability and predict species dispersal. Sentinel-2 multispectral imagery from 2018, 2019, and 2021 was utilized to extract vegetation biophysical parameters, such as Leaf Area Index (LAI), Canopy Chlorophyll Content (CCC), and Fraction of Vegetation Cover (FVC), which were integrated with field survey data. The results indicate a significant correlation between the distribution of proboscis monkeys and vegetation health, with dense riparian vegetation providing optimal habitat conditions for these monkeys. The findings also highlight the adverse impact of human-induced changes in land cover on populations of the proboscis monkey. Conservation measures, including habitat restoration and the establishment of protected areas, are recommended to mitigate habitat fragmentation and ensure the long-term survival of the species. This study contributes to the understanding of habitat dynamics and provides valuable insights for the sustainable management of riparian ecosystems in South Kalimantan
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA ULANG KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Situmorang, Tika Meilany; Fithria, Abdi; Kissinger, Kissinger
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17796

Abstract

Masyarakat lokal berperan penting dalam pengembangan desa wisata karena sumber daya dan keunikan tradisi dan budaya yang melekat pada komunitas tersebut merupakan unsur penggerak utama kegiatan desa wisata. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek wisata di Desa Ulang Kecamatan Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Responden ditentukan dengan metode accidental sampling sebanyak 30 responden dimana dilakukan wawancara serta observasi karakteristik tempat wisata. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif yang mentransformasikan data hasil di lapangan kedalam bentuk data yang mudah dimengerti dan dipahami agar menjadi informasi yang lebih jelas. Persepsi masyarakat terhadap objek wisata di Desa Ulang termasuk tinggi karena terdapat 3 parameter dengan jawaban responden 100%. Terdapat 7 parameter dengan jawaban responden > 90%. Partisipasi masyarakat terhadap objek wisata di Desa Ulang adalah 73,33 % masyarakat tidak terlibat dalam pengelolalaan obyek wisata. Terdapat  40 % masyarakat ingin terlibat dalam usaha dagang di kawasan objek wisata. Terdapat hanya 36,67% masyarakat yang terlibat sebagai pengelola objek wisata. Terdapat 86,67 % masyarakat yang menyatakan sangat perlu memberikan pelayanan terhadap wisatawan. Kegiatan pertemuan yang mengikuti sadar wisata (26,67%). Beberapa responden mengungkapkan bahwa perlu penambahan sarana dan prasarana pada objek wisata (50%). Persepsi Masyarakat secara keseluruhan tergolong tinggi dan Partisipasi Masyarakat masih tergolong rendah.
POTENSI OBJEK WISATA BUKIT BATU DI DESA TIWINGAN BARU KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Faizin, Ahmad; Nisa, Khairun; Fithria, Abdi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17781

Abstract

Bukit Batu merupakan yang menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang dapat dinikmati pengunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi atraksi wisata dan menganalisis tingkat kelayakan objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang ditawarkan adalah pemandangan waduk serta dikelilingi banyak perbukitan, pengunjung dapat menaiki perahu berkeliling waduk dan menuju ke wisata lain seperti Pulau Rusa, Pulau Pinus, Bukit Batas, Pulau Bekantan, Pulau Sirang, dan Gunung Batu Zarah. Flora yang ada di bukit batu berjumlah 31 jenis dan jumlah fauna 23. Biaya tranportasi penyeberangan mengunakan perahu berkisar dari Rp. 300.000 – Rp. 850.000. Objek wisata Bukit Batu di Desa Tiwingan Baru layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata dengan nilai indeks kelayakan sebesar 77,98%. Indeks kelayakan hasil penilaian pengelola Objek Wisata Bukit Batu sebesar 80,36%, hasil penilaian dari Kepala Desa Tiwingan Baru sebesar 75,60%, hasil penilaian dari Dinas Pariwisata mendapatkan nilai indeks kelayakan sebesar 75,45% dan hasil penilaian dari wisatawan mendapat nilai indeks kelayakan sebesar 71,71%.
Identifikasi Faktor Keberadaan Spesies Burung Langka di Desa Artain Kalimantan Selatan Rahman, Basuki; Fithria, Abdi; Wulandari, Verlina Intan; Atmadja, Krisologus Genesa Ruby; Sholihah, Rizqi I'anatus; Santosa, Lenalda Febriany
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.22609

Abstract

Pengamatan menunjukkan pola persebaran yang tidak merata, dengan keberadaan spesies sangat ditentukan oleh karakteristik habitat dan ketersediaan sumber pakan. Spesies sensitif seperti Rangkong badak (Buceros rhinoceros) dan Cica-daun besar (Chloropsis sonnerati) hanya dijumpai di hutan primer yang menyediakan pohon tinggi dan minim aktivitas manusia. Sebaliknya, Elang-ular bido (Spilornis cheela) tercatat di habitat hutan primer dan sekunder yang masih mendukung ketersediaan mangsa. Beberapa spesies seperti Kipasan belang (Rhipidura javanica) dan Sepah raja (Aethopyga siparaja) menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap aktivitas manusia selama habitat masih menyediakan kebutuhan spesifik mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konservasi perlu mempertimbangkan karakteristik spesifik setiap spesies, dengan kombinasi perlindungan habitat kunci dan pengelolaan terhadap habitat dengan aktivitas manusia yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu persebaran burung langka tersebut guna menjadi bahan kajian terhadap kepentingan konservasi.
ESTIMASI BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON POPULASI RAMBAI LAUT (Sonneratia caseolaris) MENGGUNAKAN CITRA UAV Arman, Yudiarto; Fithria, Abdi; Syam'ani, Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.10854

Abstract

Climate change has become a global issue with the commitment of all countries through the Paris Agreement in 2015 which aims to hold air temperatures below 1.5˚C. The Indonesian government, in an effort to reduce greenhouse gas (GHG) emissions, has established a national program called Indonesia's Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink is a condition to be achieved by reducing greenhouse gas emissions from the forestry and land use sectors provided that absorption levels are greater. of emission level. Forests provide indirect benefits such as carbon sinks, so it is necessary to calculate carbon reserves easily and effectively to determine stored carbon reserves. This research aims to analyze the correlation of carbon stock values from direct field measurements with estimates of rambai laut vegetation carbon using drone remote sensing methods in the Bakut Island natural tourism park. Data collection was carried out by direct measurements in the field and tree canopy measurements. Data analysis was carried out using regression to estimate data linkage. The research results show that the estimation of the carbon value of canopy area is more accurate than the diameter of the tree crown. The linear regression model was used with the formula y = 0.2903x + 1.354 with an R2 value of 0.82 and the RMSE value of crown area and trunk diameter obtained from the results of model validation using 17 sample trees of 6.71 cm. The estimated carbon content from direct field measurements was 18,164.31 kg, while the estimated carbon content from the canopy area was 14,456.30 kg, meaning the estimated results were smaller than the results from field carbon measurements with an RMSE value of 3,708.01 kg, meaning the average bias value per tree is 44.67 kg.Perubahan iklim menjadi isu global dengan adanya komitmen dari seluruh negara melalui Paris Agreement pada tahun 2015 yang bertujuan untuk menahan suhu udara dibawah 1,5˚C. Pemerintah indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) telah menetapkan program nasional yang dinamakan Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink adalah kondisi yang ingin dicapai dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan syarat tingkat serapan lebih besar dari tingkat emisi. Hutan memberikan manfaat tidak langsung seperti penyerap karbon maka perlunya perhitungan cadangan karbon yang mudah dan efektif untuk mengetahui cadangan karbon yang tersimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis korelasi nilai cadangan karbon pengukuran langsung lapangan dengan estimasi karbon vegetasi rambai laut menggunakan metode penginderaan jauh drone di taman wisata alam pulau bakut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan dan pengukuran tajuk pohon. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi untuk memperkirakan keterkaitan data. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai karbon luasan tajuk lebih akurat dibanding diameter tajuk pohon. Model regresi linear digunakan dengan rumus y = 0,2903x + 1,354 dengan nilai R2 sebesar 0,82 dan Nilai RMSE luas tajuk dan Diameter batang di yang didapatkan dari hasil validasi model menggunakan 17 pohon sampel sebesar 6,71 cm. Hasil estimasi kandungan karbon dari pengukuran langsung lapangan didapatkan sebesar 18.164,31 kg sedangkan hasil estimasi karbon dari luasan tajuk sebesar 14.456,30 kg berarti hasil estimasi lebih kecil dibanding hasil pengukuran karbon lapang dengan nilai RMSE sebesar 3.708,01 kg artinya rata-rata nilai bias perpohon sebesar 44,67 kg.
KEANEKARAGAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN HUTAN KERANGAS LIANG ANGGANG Husni, Alinur; Soendjoto, Mochamad Arief; Fithria, Abdi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18934

Abstract

Kantong semar (Nepenthes spp) termasuk golongan tumbuhan liana atau merambat, memiliki dua rumah, bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Kantong semar memiliki cara hidup menempel pada batang atau ranting pohon, atau tumbuh secara terrestrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kantong semar (Nepenthes spp) di kawasan hutan kerangas Liang Anggang, serta menganalisis keanekaragaman tumbuhan yang berada di sekitarnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis Nepenthes yang dominan di area penelitian, yaitu Nepenthes gracilis Korth. dan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai keanekaragaman jenis kantong semar di hutan kerangas dan dapat menjadi dasar untuk upaya konservasi tumbuhan tersebut.
ANALISIS NILAI EKONOMI LANGSUNG SUAKA MARGASATWA PELAIHARI KALIMANTAN SELATAN Shiba, Yasinta Nur; Rezekiah, Arfa Agustina; Fithria, Abdi
Jurnal Hutan Tropis Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Hutan Tropis Volume 14 Nomer 1 Edisi Maret 2026
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v14i1.23998

Abstract

Menurunnya keanekaragaman hayati salah satunya disebabkan oleh berkurangnya kawasan berhutan yang kebanyakan disebabkan oleh aktivitas manusia. Salah satu cara untuk melindungi dan mengelola kawasan hutan adalah dengan mengerti dan memahami pentingnya manfaat keberadaan kawasan tersebut. Untuk memudahkan pemahaman masyarakat umum dalam memahami manfaat dan pentingnya keberadaan hutan, salah satu caranya dengan melakukan valuasi ekonomi hutan. Upaya untuk memberi nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan dikenal sebagai valuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi langsung yang ada di Suaka Margasatwa Pelaihari. Nilai ekonomi langsung yang diteliti adalah nilai kayu, nilai karbon, dan nilai oksigen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan harga pasar dengan pendekatan alometrik. Hasil penelitian diperoleh nilai kayu sebesar Rp6.991.011.291,- per tahun, nilai karbon sebesar Rp379.053.921,- per tahun, dan nilai oksigen sebesar Rp2.117.993.021,- per tahun. Total nilai ekonomi langsung Suaka Margasatwa Pelaihari diperoleh sebesar Rp9.488.058.736,- per tahun.
Co-Authors - Asysyifa - Badaruddin - Gunawansyah - Hafizianor A. Mourad, Khaldoon Abrani Sulaiman Adi Rahmadi Ahmad Faizin, Ahmad Akbar, Pani Akhmad R Saidi Ali, Syamani D Alvhian Noor, Andi Ammara Ulfa Azizah Arfa Agustina Rezekiah Ariyani, Helma Arman, Yudiarto Asy'ari, Mufidah Atmadja, Krisologus Genesa Azizah, Noor Aida Badaruddin Badaruddin Bambang Joko Priatmadi Bibin Bintang Andriana Chairul Irawan Danang Biyatmoko Danang Biyatmoko, Danang Darmaji, Darmaji Diva, Achmad Arya Eko Budi Setiawan Eko Rini Indrayatie Eva Prihatiningtyas Fahmi, Hilman Fajar Fajar Ferry, Ferry Firdaus, Noor Firmansyah Firmansyah Gunawan Gunawan Guspianur, Selimi Gusti Muhammad Hatta Gusti Muhammad Hatta H.D Lasari, Hadrianti Hafizianor Hafizianor, Hafizianor Husaini Husni, Alinur Ismed Setya Budi Jarkasi, Jarkasi Junaedi Junaedi Kamil, Naufal Noor Kanti, Rina Khairun Nisa Khoiroh, Ianatul Kissinger Kissinger Laily Khairiyati Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lusiana Dewi M. Ratodi Maulina, Devy Rizka Mochamad Arief Soendjoto Muhammad Ruslan Muhammad Thoha Al alabi Nida Hasanah Nisa, Fitriatun Nursalam Nursalam Prakoso, Yudo Pramudya, Firman Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma R Saidi, Akhmad Rahman, Basuki Rina Kanti Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rizqi I’anatus Sholihah Santosa, Lenalda Febriany Saputra, Feri Sariana Sariana, Sariana Shiba, Yasinta Nur Siti Qomariah Situmorang, Tika Meilany Suyanto Suyanto SYAHRANI SYAHRANI Syam'ani Syam'ani, Syam'ani Syamani, Syamani Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syam’ani, Syam’ani Tien Zubaidah Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Wahyuni Ilham Waskito, Agung Wulandari, Verlina Intan Zainal Ilmi