Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Coconut Shells, Water Hyacinth and Rice Husks are Very Effective in Improving the Quality of Physical and Chemical Standards of Dug Well Water in Flood Areas Marlinae, Lenie; Biyatmoko, Danang; Husaini; Irawan, Chairul; Arifin, Syamsul; R Saidi, Akhmad; Fithria, Abdi; Zubaidah, Tien; M. Ratodi; A. Mourad, Khaldoon; Khairiyati, Laily; Waskito, Agung; H.D Lasari, Hadrianti; Khoiroh, Ianatul
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 16 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v16i3.2024.255-265

Abstract

Introduction: Ensuring access to clean and safe drinking water is crucial, especially in flood-prone regions where the water quality in dug wells can deteriorate due to various physicochemical factors. This research was aimed to measure the effectiveness of natural materials in improving water quality based on physicochemical parameters and to compare water quality before and after treatment in Astambul Subdistrict of Banjar Regency, South Kalimantan Province. Methods: The study involved a survey of 192 private boreholes and dug wells across five villages in the Astambul Subdistrict, with 30 samples selected for detailed analysis. Key physicochemical parameters analyzed included total dissolved solids (TDS), dissolved oxygen (DO), turbidity, and total suspended solids (TSS). TDS, with a standard limit of 50 mg/L, served as a primary water quality indicator. DO, essential for gauging water oxygenation, and was measured as it results from photosynthesis and atmospheric absorption. Turbidity was assessed using a turbidimeter to determine water clarity, and a UV-vis Spectrophotometer 2008 was utilized to measure levels of iron (Fe) and mangasene (Mn). Results and Discussion: The findings demonstrated that coconut shells, husks, and water hyacinths improved water quality across physical and chemical parameters. Statistical analysis using t-tests showed improvements in these parameters after treatment. For example, DO levels increased in multiple villages, with the highest percentage in Kaliukan Village (59.2%) and decreases in turbidity and TSS. Conclusion: The study concluded that coconut shells, husks, and water hyacinths have potential to enhance physicochemical quality of water.
Pengembangan Pekarangan Produktif Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Mandiangin Barat Rezekiah, Arfa Agustina; Fithria, Abdi; Shiba, Yasinta Nur; Junaedi, Junaedi
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12262

Abstract

Lahan memiliki potensi dan peluang sebagai investasi, salah satunya sebagai tempat bercocok tanam satu atau berbagai macam jenis tanaman. Salah satu jenis lahan yang jarang dimanfaatkan secara optimal yakni pekarangan di sekitar rumah. Padahal apabila pekarangan rumah dimanfaatkan secara optimal, bisa memberikan berbagai manfaat. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan rumah yakni dengan menanam tanaman sayur. Kegiatan pengabdian memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal ini dilakukan di Desa Mandiangin Timur yang dihadiri oleh ketua RT, ketua tim masyarakat serta ibu-ibu di Desa Mandiangin Timur. Tanaman sayur yang ditanam pada kegiatan ini yakni tanaman cabai, kangkung, bayam dan terong. Hasil dari kegiatan pengabdian ini nantinya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dan masyarakat juga bisa memeroleh sayuran yang bersih dan higenis sehingga kesehatan masyarakat bisa terjaga dan masyarakat sejahtera.
Analysis of the Carrying Capacity of Proboscis Monkey Habitat on Bakut Island, South Kalimantan, Based on Leaf Area Index Fithria, Abdi; Kanti, Rina; Rezekiah, Arfa Agustina; Ali, Syamani D; Prihatiningtyas, Eva; Azizah, Noor Aida; Setiawan, Eko Budi; Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma; Kamil, Naufal Noor
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Foresty Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jpkwallacea.v14i2.35993

Abstract

Bakut Island is one of the conservation forest areas in South Kalimantan. This island is the habitat of proboscis monkeys, and the proboscis monkey population is increasing from year to year. Therefore, it is estimated that one day the proboscis monkey habitat on Bakut Island will be over capacity. This study aims to estimate how long the population of proboscis monkeys on Bakut Island Nature Tourism Park can survive there by examining the amount of food the island's vegetation can produce. Proboscis monkey feed itself is estimated using the Leaf Area Index (LAI). LAI was extracted using UAV imaging and NICFI multitemporal imagery. Meanwhile, the carrying capacity of the proboscis monkey habitat is assessed using the quantity of consumption of the proboscis monkey population relative to food availability. Simulations of the carrying capacity of proboscis monkey habitat into the future were carried out using projections of the future proboscis monkey population and LAI growth. The entire computational process of simulating habitat carrying capacity is carried out using the Python language. The results of the analysis show that Bakut Island is only able to support proboscis monkey habitat until 2038. In that year, the proboscis monkey population on Bakut Island is projected to number 1,290 individuals. After 2038, the predicted amount of feed needed by the proboscis monkey population will exceed the feed available on Bakut Island. The limitation of this research is that it only uses one parameter to assess the carrying capacity of proboscis monkey habitat, namely food availability. There are still other parameters that have not been accommodated, including the home range and trees for nests.
Assessing The Impact of Habitat Loss and Human Development on Proboscis Monkey Distribution in South Kalimantan Abdi Fithria; Rina Kanti; Rezekiah, Arfa Agustina; Syam'ani; Shiba, Yasinta Nur
Jurnal Biodjati Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v10i2.45442

Abstract

The proboscis monkey (Nasalis larvatus) is an endemic primate species of Borneo that plays a crucial role in maintaining the health of riparian forest ecosystems. However, habitat loss due to deforestation, land conversion, and urbanization has led to significant population declines. This study aims to analyze the habitat characteristics and dispersal patterns of the proboscis monkey in the riparian zone of the Tabunio Watershed, South Kalimantan, Indonesia. Geospatial modeling techniques, including Kernel Density Analysis (KDA) and spatial regression, were employed to assess habitat suitability and predict species dispersal. Sentinel-2 multispectral imagery from 2018, 2019, and 2021 was utilized to extract vegetation biophysical parameters, such as Leaf Area Index (LAI), Canopy Chlorophyll Content (CCC), and Fraction of Vegetation Cover (FVC), which were integrated with field survey data. The results indicate a significant correlation between the distribution of proboscis monkeys and vegetation health, with dense riparian vegetation providing optimal habitat conditions for these monkeys. The findings also highlight the adverse impact of human-induced changes in land cover on populations of the proboscis monkey. Conservation measures, including habitat restoration and the establishment of protected areas, are recommended to mitigate habitat fragmentation and ensure the long-term survival of the species. This study contributes to the understanding of habitat dynamics and provides valuable insights for the sustainable management of riparian ecosystems in South Kalimantan
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA ULANG KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Situmorang, Tika Meilany; Fithria, Abdi; Kissinger, Kissinger
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17796

Abstract

Masyarakat lokal berperan penting dalam pengembangan desa wisata karena sumber daya dan keunikan tradisi dan budaya yang melekat pada komunitas tersebut merupakan unsur penggerak utama kegiatan desa wisata. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek wisata di Desa Ulang Kecamatan Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Responden ditentukan dengan metode accidental sampling sebanyak 30 responden dimana dilakukan wawancara serta observasi karakteristik tempat wisata. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif yang mentransformasikan data hasil di lapangan kedalam bentuk data yang mudah dimengerti dan dipahami agar menjadi informasi yang lebih jelas. Persepsi masyarakat terhadap objek wisata di Desa Ulang termasuk tinggi karena terdapat 3 parameter dengan jawaban responden 100%. Terdapat 7 parameter dengan jawaban responden > 90%. Partisipasi masyarakat terhadap objek wisata di Desa Ulang adalah 73,33 % masyarakat tidak terlibat dalam pengelolalaan obyek wisata. Terdapat  40 % masyarakat ingin terlibat dalam usaha dagang di kawasan objek wisata. Terdapat hanya 36,67% masyarakat yang terlibat sebagai pengelola objek wisata. Terdapat 86,67 % masyarakat yang menyatakan sangat perlu memberikan pelayanan terhadap wisatawan. Kegiatan pertemuan yang mengikuti sadar wisata (26,67%). Beberapa responden mengungkapkan bahwa perlu penambahan sarana dan prasarana pada objek wisata (50%). Persepsi Masyarakat secara keseluruhan tergolong tinggi dan Partisipasi Masyarakat masih tergolong rendah.
POTENSI OBJEK WISATA BUKIT BATU DI DESA TIWINGAN BARU KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Faizin, Ahmad; Nisa, Khairun; Fithria, Abdi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17781

Abstract

Bukit Batu merupakan yang menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang dapat dinikmati pengunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi atraksi wisata dan menganalisis tingkat kelayakan objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang ditawarkan adalah pemandangan waduk serta dikelilingi banyak perbukitan, pengunjung dapat menaiki perahu berkeliling waduk dan menuju ke wisata lain seperti Pulau Rusa, Pulau Pinus, Bukit Batas, Pulau Bekantan, Pulau Sirang, dan Gunung Batu Zarah. Flora yang ada di bukit batu berjumlah 31 jenis dan jumlah fauna 23. Biaya tranportasi penyeberangan mengunakan perahu berkisar dari Rp. 300.000 – Rp. 850.000. Objek wisata Bukit Batu di Desa Tiwingan Baru layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata dengan nilai indeks kelayakan sebesar 77,98%. Indeks kelayakan hasil penilaian pengelola Objek Wisata Bukit Batu sebesar 80,36%, hasil penilaian dari Kepala Desa Tiwingan Baru sebesar 75,60%, hasil penilaian dari Dinas Pariwisata mendapatkan nilai indeks kelayakan sebesar 75,45% dan hasil penilaian dari wisatawan mendapat nilai indeks kelayakan sebesar 71,71%.
Identifikasi Faktor Keberadaan Spesies Burung Langka di Desa Artain Kalimantan Selatan Rahman, Basuki; Fithria, Abdi; Wulandari, Verlina Intan; Atmadja, Krisologus Genesa Ruby; Sholihah, Rizqi I'anatus; Santosa, Lenalda Febriany
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.22609

Abstract

Pengamatan menunjukkan pola persebaran yang tidak merata, dengan keberadaan spesies sangat ditentukan oleh karakteristik habitat dan ketersediaan sumber pakan. Spesies sensitif seperti Rangkong badak (Buceros rhinoceros) dan Cica-daun besar (Chloropsis sonnerati) hanya dijumpai di hutan primer yang menyediakan pohon tinggi dan minim aktivitas manusia. Sebaliknya, Elang-ular bido (Spilornis cheela) tercatat di habitat hutan primer dan sekunder yang masih mendukung ketersediaan mangsa. Beberapa spesies seperti Kipasan belang (Rhipidura javanica) dan Sepah raja (Aethopyga siparaja) menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap aktivitas manusia selama habitat masih menyediakan kebutuhan spesifik mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konservasi perlu mempertimbangkan karakteristik spesifik setiap spesies, dengan kombinasi perlindungan habitat kunci dan pengelolaan terhadap habitat dengan aktivitas manusia yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu persebaran burung langka tersebut guna menjadi bahan kajian terhadap kepentingan konservasi.
Co-Authors - Asysyifa - Badaruddin - Gunawansyah - Hafizianor A. Mourad, Khaldoon Abrani Sulaiman Adi Rahmadi Ahmad Faizin, Ahmad Akbar, Pani Akhmad R Saidi Ali, Syamani D Ali, Syam’ani D. Alvhian Noor, Andi Ammara Ulfa Azizah Arfa Agustina Rezekiah Ariyani, Helma Asy'ari, Mufidah Atmadja, Krisologus Genesa Ruby Azizah, Noor Aida Badaruddin Badaruddin Bambang Joko Priatmadi Bibin Bintang Andriana Chairul Irawan Danang Biyatmoko Danang Biyatmoko, Danang Darmaji, Darmaji Diva, Achmad Arya Eko Budi Setiawan Eko Rini Indrayatie Eva Prihatiningtyas Fahmi, Hilman Fajar Fajar Ferry, Ferry Firdaus, Noor Firmansyah Firmansyah Gunawan Gunawan Guspianur, Selimi Gusti Muhammad Hatta Gusti Muhammad Hatta H.D Lasari, Hadrianti Hafizianor Hafizianor, Hafizianor Husaini Ismed Setya Budi Jarkasi, Jarkasi Junaedi Junaedi Kamil, Naufal Noor Kanti, Rina Khairun Nisa Khoiroh, Ianatul Kissinger Kissinger Laily Khairiyati Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lusiana Dewi M. Ratodi Maulina, Devy Rizka Mochamad Arief Soendjoto Muhammad Ruslan Muhammad Thoha Al alabi Nida Hasanah Nisa, Fitriatun Nursalam Nursalam Prakoso, Yudo Pramudya, Firman Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma R Saidi, Akhmad Rahman, Basuki Rina Kanti Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Santosa, Lenalda Febriany Saputra, Feri Sariana Sariana, Sariana Shiba, Yasinta Nur Sholihah, Rizqi I'anatus Siti Qomariah Situmorang, Tika Meilany Suyanto Suyanto SYAHRANI SYAHRANI Syam'ani Syam'ani, Syam'ani Syamani, Syamani Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syam’ani, Syam’ani Tien Zubaidah Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Wahyudi, Firman Pramudya Rahmat Wahyuni Ilham Waskito, Agung Wulandari, Verlina Intan Zainal Ilmi