Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengembangan Pekarangan Produktif Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Mandiangin Barat Rezekiah, Arfa Agustina; Fithria, Abdi; Shiba, Yasinta Nur; Junaedi, Junaedi
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12262

Abstract

Lahan memiliki potensi dan peluang sebagai investasi, salah satunya sebagai tempat bercocok tanam satu atau berbagai macam jenis tanaman. Salah satu jenis lahan yang jarang dimanfaatkan secara optimal yakni pekarangan di sekitar rumah. Padahal apabila pekarangan rumah dimanfaatkan secara optimal, bisa memberikan berbagai manfaat. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan rumah yakni dengan menanam tanaman sayur. Kegiatan pengabdian memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal ini dilakukan di Desa Mandiangin Timur yang dihadiri oleh ketua RT, ketua tim masyarakat serta ibu-ibu di Desa Mandiangin Timur. Tanaman sayur yang ditanam pada kegiatan ini yakni tanaman cabai, kangkung, bayam dan terong. Hasil dari kegiatan pengabdian ini nantinya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dan masyarakat juga bisa memeroleh sayuran yang bersih dan higenis sehingga kesehatan masyarakat bisa terjaga dan masyarakat sejahtera.
Analysis of the Carrying Capacity of Proboscis Monkey Habitat on Bakut Island, South Kalimantan, Based on Leaf Area Index Fithria, Abdi; Kanti, Rina; Rezekiah, Arfa Agustina; Ali, Syamani D; Prihatiningtyas, Eva; Azizah, Noor Aida; Setiawan, Eko Budi; Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma; Kamil, Naufal Noor
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Foresty Faculty of Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jpkwallacea.v14i2.35993

Abstract

Bakut Island is one of the conservation forest areas in South Kalimantan. This island is the habitat of proboscis monkeys, and the proboscis monkey population is increasing from year to year. Therefore, it is estimated that one day the proboscis monkey habitat on Bakut Island will be over capacity. This study aims to estimate how long the population of proboscis monkeys on Bakut Island Nature Tourism Park can survive there by examining the amount of food the island's vegetation can produce. Proboscis monkey feed itself is estimated using the Leaf Area Index (LAI). LAI was extracted using UAV imaging and NICFI multitemporal imagery. Meanwhile, the carrying capacity of the proboscis monkey habitat is assessed using the quantity of consumption of the proboscis monkey population relative to food availability. Simulations of the carrying capacity of proboscis monkey habitat into the future were carried out using projections of the future proboscis monkey population and LAI growth. The entire computational process of simulating habitat carrying capacity is carried out using the Python language. The results of the analysis show that Bakut Island is only able to support proboscis monkey habitat until 2038. In that year, the proboscis monkey population on Bakut Island is projected to number 1,290 individuals. After 2038, the predicted amount of feed needed by the proboscis monkey population will exceed the feed available on Bakut Island. The limitation of this research is that it only uses one parameter to assess the carrying capacity of proboscis monkey habitat, namely food availability. There are still other parameters that have not been accommodated, including the home range and trees for nests.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA ULANG KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Situmorang, Tika Meilany; Fithria, Abdi; Kissinger, Kissinger
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17796

Abstract

Masyarakat lokal berperan penting dalam pengembangan desa wisata karena sumber daya dan keunikan tradisi dan budaya yang melekat pada komunitas tersebut merupakan unsur penggerak utama kegiatan desa wisata. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek wisata di Desa Ulang Kecamatan Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Responden ditentukan dengan metode accidental sampling sebanyak 30 responden dimana dilakukan wawancara serta observasi karakteristik tempat wisata. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif yang mentransformasikan data hasil di lapangan kedalam bentuk data yang mudah dimengerti dan dipahami agar menjadi informasi yang lebih jelas. Persepsi masyarakat terhadap objek wisata di Desa Ulang termasuk tinggi karena terdapat 3 parameter dengan jawaban responden 100%. Terdapat 7 parameter dengan jawaban responden > 90%. Partisipasi masyarakat terhadap objek wisata di Desa Ulang adalah 73,33 % masyarakat tidak terlibat dalam pengelolalaan obyek wisata. Terdapat  40 % masyarakat ingin terlibat dalam usaha dagang di kawasan objek wisata. Terdapat hanya 36,67% masyarakat yang terlibat sebagai pengelola objek wisata. Terdapat 86,67 % masyarakat yang menyatakan sangat perlu memberikan pelayanan terhadap wisatawan. Kegiatan pertemuan yang mengikuti sadar wisata (26,67%). Beberapa responden mengungkapkan bahwa perlu penambahan sarana dan prasarana pada objek wisata (50%). Persepsi Masyarakat secara keseluruhan tergolong tinggi dan Partisipasi Masyarakat masih tergolong rendah.
POTENSI OBJEK WISATA BUKIT BATU DI DESA TIWINGAN BARU KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Faizin, Ahmad; Nisa, Khairun; Fithria, Abdi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17781

Abstract

Bukit Batu merupakan yang menawarkan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang dapat dinikmati pengunjung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi atraksi wisata dan menganalisis tingkat kelayakan objek wisata. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang ditawarkan adalah pemandangan waduk serta dikelilingi banyak perbukitan, pengunjung dapat menaiki perahu berkeliling waduk dan menuju ke wisata lain seperti Pulau Rusa, Pulau Pinus, Bukit Batas, Pulau Bekantan, Pulau Sirang, dan Gunung Batu Zarah. Flora yang ada di bukit batu berjumlah 31 jenis dan jumlah fauna 23. Biaya tranportasi penyeberangan mengunakan perahu berkisar dari Rp. 300.000 – Rp. 850.000. Objek wisata Bukit Batu di Desa Tiwingan Baru layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata dengan nilai indeks kelayakan sebesar 77,98%. Indeks kelayakan hasil penilaian pengelola Objek Wisata Bukit Batu sebesar 80,36%, hasil penilaian dari Kepala Desa Tiwingan Baru sebesar 75,60%, hasil penilaian dari Dinas Pariwisata mendapatkan nilai indeks kelayakan sebesar 75,45% dan hasil penilaian dari wisatawan mendapat nilai indeks kelayakan sebesar 71,71%.
Identifikasi Faktor Keberadaan Spesies Burung Langka di Desa Artain Kalimantan Selatan Rahman, Basuki; Fithria, Abdi; Wulandari, Verlina Intan; Atmadja, Krisologus Genesa Ruby; Sholihah, Rizqi I'anatus; Santosa, Lenalda Febriany
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.22609

Abstract

Pengamatan menunjukkan pola persebaran yang tidak merata, dengan keberadaan spesies sangat ditentukan oleh karakteristik habitat dan ketersediaan sumber pakan. Spesies sensitif seperti Rangkong badak (Buceros rhinoceros) dan Cica-daun besar (Chloropsis sonnerati) hanya dijumpai di hutan primer yang menyediakan pohon tinggi dan minim aktivitas manusia. Sebaliknya, Elang-ular bido (Spilornis cheela) tercatat di habitat hutan primer dan sekunder yang masih mendukung ketersediaan mangsa. Beberapa spesies seperti Kipasan belang (Rhipidura javanica) dan Sepah raja (Aethopyga siparaja) menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap aktivitas manusia selama habitat masih menyediakan kebutuhan spesifik mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konservasi perlu mempertimbangkan karakteristik spesifik setiap spesies, dengan kombinasi perlindungan habitat kunci dan pengelolaan terhadap habitat dengan aktivitas manusia yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu persebaran burung langka tersebut guna menjadi bahan kajian terhadap kepentingan konservasi.
PEMANFAATAN TUMBUHAN SAGU (Metroxylon sagu) OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN CANDI LARAS SELATAN KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Siti Syifa; Kissinger Kissinger; Abdi Fithria
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 3 Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i3.19753

Abstract

The sago plant is a palm-type plant that grows in wet tropical areas, namely in freshwater areas, swamps, along river flows and around water sources. The productivity of sago plants is higher than other carbohydrate-producing plants, this is another alternative in the consumption of carbohydrates to replace rice. The potential area of sago plants in Indonesia is very large but the utilization of this plant by the community is still not optimal which is estimated to be only 15-20%. This study aims to analyze the utilization and sale distribution of sago plants (Metroxylon sago) in the community in Candi Laras Selatan District, Tapin Regency, South Kalimantan Province. Data collection to analyzethe utilization of sago plants using interviews to the community using purposive sampling method. Analysis of the distribution of sago plants sales was carried out by field observation and taking coordinate points where sago grows using purposive sampling method. Primary data was obtained based on results of interviews from the community and direct data collection in the field regarding the coordinates of the growing point of the sago plant. The utilization of sago plants in Candi Laras Selatan is that the trunks are sold directly to the owners of sago or sago starch processing factories, the trunks are sold directly to the owners of duck livestock, and the leaves of sago plants are processed into house roofs or livestock kandangan roofs. Sago plant producers in Candi Laras Selatan Subdistrict are Sungai Rutas, Sungai Rutas Hulu, Pabaungan Hulu and Marampiau. Village with sales distribution to the Marampiau Hilir, Danau Panggang, Babirik Hulu, and Kandangan areas.
Perubahan Ekologis Pasca-Kebakaran di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang: Analisis Komprehensif tentang Kelangsungan Hidup Satwa dan Pemulihan Habitat Shiba, Yasinta Nur; Rama, Juli; Fithria, Abdi; Satriadi, Trisnu
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.19195

Abstract

Indonesia's peat swamp areas account for approximately 10.8% of the country's land area, with the Lianganggang Protected Forest in South Kalimantan being one of the key sites. Over-exploitation of peatlands leads to significant environmental impacts, such as forest fires, which alter forest structure and communities, thereby severely affecting wildlife populations. This study aims to evaluate the effects of forest and land fires on wildlife survival in the Lianganggang Protected Forest. Using a line transect observation method, both direct wildlife sightings and indirect signs such as footprints, feces, and sounds were monitored. The results revealed a notable decline in wildlife diversity, categorized into four types: birds, mammals, amphibians, and reptiles. In 2020, 40 bird species were observed, but only 15 remained by 2023. Mammal species dropped from 10 to 5, amphibians from 5 to 2, and reptiles from 5 to 3. These findings underscore the profound impact of forest fires on wildlife populations, highlighting the urgent need for effective conservation strategies to mitigate biodiversity loss.
KEANEKARAGAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN HUTAN KERANGAS LIANG ANGGANG Alinur Husni; Mochamad Arief Soendjoto; Abdi Fithria
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18934

Abstract

Kantong semar (Nepenthes spp) termasuk golongan tumbuhan liana atau merambat, memiliki dua rumah, bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Kantong semar memiliki cara hidup menempel pada batang atau ranting pohon, atau tumbuh secara terrestrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kantong semar (Nepenthes spp) di kawasan hutan kerangas Liang Anggang, serta menganalisis keanekaragaman tumbuhan yang berada di sekitarnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis Nepenthes yang dominan di area penelitian, yaitu Nepenthes gracilis Korth. dan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai keanekaragaman jenis kantong semar di hutan kerangas dan dapat menjadi dasar untuk upaya konservasi tumbuhan tersebut.
ESTIMASI BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON POPULASI RAMBAI LAUT (Sonneratia caseolaris) MENGGUNAKAN CITRA UAV Yudiarto Arman; Abdi Fithria; Syam'ani Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.10854

Abstract

Climate change has become a global issue with the commitment of all countries through the Paris Agreement in 2015 which aims to hold air temperatures below 1.5˚C. The Indonesian government, in an effort to reduce greenhouse gas (GHG) emissions, has established a national program called Indonesia's Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink is a condition to be achieved by reducing greenhouse gas emissions from the forestry and land use sectors provided that absorption levels are greater. of emission level. Forests provide indirect benefits such as carbon sinks, so it is necessary to calculate carbon reserves easily and effectively to determine stored carbon reserves. This research aims to analyze the correlation of carbon stock values from direct field measurements with estimates of rambai laut vegetation carbon using drone remote sensing methods in the Bakut Island natural tourism park. Data collection was carried out by direct measurements in the field and tree canopy measurements. Data analysis was carried out using regression to estimate data linkage. The research results show that the estimation of the carbon value of canopy area is more accurate than the diameter of the tree crown. The linear regression model was used with the formula y = 0.2903x + 1.354 with an R2 value of 0.82 and the RMSE value of crown area and trunk diameter obtained from the results of model validation using 17 sample trees of 6.71 cm. The estimated carbon content from direct field measurements was 18,164.31 kg, while the estimated carbon content from the canopy area was 14,456.30 kg, meaning the estimated results were smaller than the results from field carbon measurements with an RMSE value of 3,708.01 kg, meaning the average bias value per tree is 44.67 kg.Perubahan iklim menjadi isu global dengan adanya komitmen dari seluruh negara melalui Paris Agreement pada tahun 2015 yang bertujuan untuk menahan suhu udara dibawah 1,5˚C. Pemerintah indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) telah menetapkan program nasional yang dinamakan Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink adalah kondisi yang ingin dicapai dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan syarat tingkat serapan lebih besar dari tingkat emisi. Hutan memberikan manfaat tidak langsung seperti penyerap karbon maka perlunya perhitungan cadangan karbon yang mudah dan efektif untuk mengetahui cadangan karbon yang tersimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis korelasi nilai cadangan karbon pengukuran langsung lapangan dengan estimasi karbon vegetasi rambai laut menggunakan metode penginderaan jauh drone di taman wisata alam pulau bakut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan dan pengukuran tajuk pohon. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi untuk memperkirakan keterkaitan data. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai karbon luasan tajuk lebih akurat dibanding diameter tajuk pohon. Model regresi linear digunakan dengan rumus y = 0,2903x + 1,354 dengan nilai R2 sebesar 0,82 dan Nilai RMSE luas tajuk dan Diameter batang di yang didapatkan dari hasil validasi model menggunakan 17 pohon sampel sebesar 6,71 cm. Hasil estimasi kandungan karbon dari pengukuran langsung lapangan didapatkan sebesar 18.164,31 kg sedangkan hasil estimasi karbon dari luasan tajuk sebesar 14.456,30 kg berarti hasil estimasi lebih kecil dibanding hasil pengukuran karbon lapang dengan nilai RMSE sebesar 3.708,01 kg artinya rata-rata nilai bias perpohon sebesar 44,67 kg.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP DESTINASI WISATA BUKIT BATU DI DUSUN SUNGAI LUAR DESA TIWINGAN BARU KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR Siti Aisyah Muliawati; Khairun Nisa; Abdi Fithria
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20714

Abstract

Persepsi wisatawan merupakan salah satu hal yang penting dalam pengembangan suatu destinasi wisata. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Januari - Maret 2024. Tujuan penelitian adalah mengkaji persepsi wisatawan terhadap Objek Wisata Bukit Batu di Dusun Sungai Luar  Desa Tiwingan Baru Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuisioner kepada pengunjung dengan menggunakan metode Accidental Sampling. Persepsi wisatawan terhadap Destinasi Wisata Bukit Batu mengenai daya tarik wisata alam adalah pemandangan alam dengan nilai 97,06%, aksesibilitas bagus menurut wisatawan 44,12 %, wisatawan yang menilai ketersediaan fasilitas lengkap 44,12%, dan objek wisata Bukit Batu potensial dikembangkan dengan nilai 73,53 %. Perlu penambahan sarana dan prasarana pada areal wisata Bukit Batu serta peningkatan atraksi wisata agar Objek Wisata Bukit Batu berkembang dengan baik. 
Co-Authors - Asysyifa - Badaruddin - Gunawansyah - Hafizianor A. Mourad, Khaldoon Abrani Sulaiman Adi Rahmadi Ahmad Faizin, Ahmad Akbar, Pani Akhmad R Saidi Ali, Syamani D Alinur Husni Alvhian Noor, Andi Ammara Ulfa Azizah Arfa Agustina Rezekiah Ariyani, Helma Asy'ari, Mufidah Atmadja, Krisologus Genesa Azizah, Noor Aida Badaruddin Badaruddin Bambang Joko Priatmadi Bibin Bintang Andriana Chairul Irawan Danang Biyatmoko Danang Biyatmoko, Danang Darmaji, Darmaji Diva, Achmad Arya Eko Budi Setiawan Eko Rini Indrayatie Eva Prihatiningtyas Fahmi, Hilman Fajar Fajar Ferry, Ferry Firdaus, Noor Firmansyah Firmansyah Gunawan Gunawan Guspianur, Selimi Gusti Muhammad Hatta Gusti Muhammad Hatta H.D Lasari, Hadrianti Hafizianor Hafizianor, Hafizianor Husaini Ismed Setya Budi Jarkasi, Jarkasi Junaedi Junaedi Kamil, Naufal Noor Kanti, Rina Khairun Nisa Khoiroh, Ianatul Kissinger Kissinger Kissinger Kissinger Laily Khairiyati Lenie Marlinae Lenie Marlinae Lusiana Dewi M. Ratodi Maulina, Devy Rizka Mochamad Arief Soendjoto Mochamad Arief Soendjoto Muhammad Ruslan Muhammad Thoha Al alabi Nida Hasanah Nisa, Fitriatun Nursalam Nursalam Prakoso, Yudo Pramudya, Firman Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma R Saidi, Akhmad Rahman, Basuki Rama, Juli Rina Kanti Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Rizqi I’anatus Sholihah Santosa, Lenalda Febriany Saputra, Feri Sariana Sariana, Sariana Shiba, Yasinta Nur Siti Aisyah Muliawati Siti Qomariah Siti Syifa Situmorang, Tika Meilany Suyanto Suyanto SYAHRANI SYAHRANI Syam'ani Syam'ani Syam'ani, Syam'ani Syamani, Syamani Syamsul Arifin Syamsul Arifin Syam’ani, Syam’ani Tien Zubaidah Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Wahyuni Ilham Waskito, Agung Wulandari, Verlina Intan Yudiarto Arman Zainal Ilmi