Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Asesmen Pengembangan Karir Pada Prajurit TNI Usia Menjelang Pensiun Pertiwi, Desy Putri; Adiati, Rosatyani Puspita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.515

Abstract

Asesmen pengembangan karir dilakukan sebagai salah satu praktik manajemen karir dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif. Studi ini memiliki tujuan untuk melihat kesesuaian antara kompetensi, minat, potensi, dan kepribadian subjek dalam melakukan persiapan dan perencanaan pengembangan karir sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Subjek pada penelitian ini merupakan anggota aktif TNI yang sedang berada pada persiapan dan pengembangan karir prajurit TNI usia menjelang pensiun. Penelitian ini menggunakan metode tes psikologis dan metode wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek sesuai dengan 2 jabatan yang dilakukan asesmen karena telah memenuhi persyaratan kompetensi jabatan dan minat yang dibutuhkan. 
Pengaruh Kepemimpinan Tranformational Dan Safety Climate Terhadap Safety Behavior di Mediasi Oleh Safety Knowledge Nosary, Ilsya Putri; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 1 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.77 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i1.26930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan tranformational dan iklim keselamatan (safety climate) terhadap perilaku keselamatan (safety behavior) yang di mediasi oleh safety knowledge pada karyawan di PT. X. Kepemimpinan transformational adalah pemimpin yang dapat memberikan inspirasi kepada karyawan agar dapat fokus kepada norma, nilai, dan tujuan dari organisasi. Safety climate adalah suatu persepsi yang diberikan oleh karyawan terhadap prosedur, kebijakan, serta praktek keselamatan. Safety behavior adalah perilaku yang ditunjukan oleh karyawan dalam hal keselamatan guna meminimalisir kecelakaan kerja. Safety knowledge adalah pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan akan bahaya, peraturan, dan prosedur terkait keselamatan. Penelitian ini dilakukan di perusahaan X, dengan sampel sebanyak 154 partisipan. Analisis data dilakukan dengan Path Analysis dengan bantuan Jasp 0.14.1.0. Hasil analisis yang dilakukan manunjukan bahwa kepemimpinan transformational berpengaruh signifikan terhadap safety behavior. Safety climate memilki pengaruh yang signifikan terhadap safety behavior. Safety knowledge dapat memediasi pengaruh kepemimpinan transformational dan safety climate terhadap safety behavior.
Pengaruh Attitude toward Green Brand dan Green Brand Knowledge terhadap Green Purchase Intention pada Generasi Milenial Saraswati, Dea Shinta; Puspita, Rosatyani Adiati
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.332 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.28541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attitude toward green product dan green brand knowledge terhadap green purchase intention pada generasi milenial. Penelitian ini melibatkan 125 partisipan dengan rentang usia 21-41 tahun. Teknik Analisa dalam penelitian ini menggunakan uji regresi dengan multiple regression dengan bantuan program Jamovi 1.6.23. Hasil analisis pada penelitian ini memiliki nilai signifikansi (p) sebesar <.001 dengan koefisien regresi (R2=0,454). Hasil tersebut menunjukkan bahwa attitude toward green brand dan green brand knowledge secara bersamaan dapat menjelaskan variasi green purchase intention sebesar 45.4%. Nilai estimate kedua variable memiliki tanda positif, dimana berarti setiap kenaikan 1 skor attitude toward green brand akan menaikkan green purchase intention sebesar 0,108. Selanjutnya, kenaikan 1 skor green brand knowledge akan menaikkan green purchase intention sebesar 0,257.
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Karyawan yang Mengalami Job Mismatch Marcheline, Aliffia Reza; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 1 No 2 (2021): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.868 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v1i2.28616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepuasan kerja terhadap kesejahteraan psikologis pada karyawan yang mengalami job mismatch. Penelitian ini melibatkan 70 partisipan yang bekerja tidak sesuai latar belakang pendidikan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala kepuasan kerja dan kesejahteraan psikologis. Teknik analisis menggunakan uji regresi dengan simple linear regression dengan bantuan program Jamovi 1.6.23. Hasil analisis dalam penelitian memiliki nilai signifikansi (p) sebesar <.001 dengan koefisien regresi (R2) sebesar 0.289. Hasil ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada karyawan yang mengalami job mismatch.
Hubungan Perfeksionsime dengan Parental Burnout Ibu Bekerja yang Dimoderasi oleh Perceived Social Support Damastuti, Alfitra; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.451 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dan parental burnout pada ibu bekerja dengan perceived social support sebagai variabel moderator. Hal ini mengacu pada studi sebelumnya yang telah menunjukkan perfeksionisme sebagai faktor penting terjadinya parental burnout. Di sisi lain, sejumlah studi juga membuktikan perceived social support sebagai stress buffer yang dapat memproteksi individu dari burnout. Data dikumpulkan dengan metode survei menggunakan skala Frost Multidimentional Perfectionism Scale, Parental Burnout Assessment, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support. Melalui analisis moderasi dengan Bootstrap pada data 263 partisipan, didapatkan hasil bahwa perfeksionisme berhubungan signifikan dengan parental burnout (p=<"‰0,001), serta perceived social support memiliki peran moderasi yang juga signifikan terhadap hubungan keduanya (p=0,022). Sehingga, dalam hal ini intervensi dapat lebih difokuskan pada peningkatan dukungan sosial terhadap ibu bekerja, daripada upaya mengubah sifat perfeksionis itu sendiri.
Hubungan antara Career Adaptability dengan Subjective Well-Being pada Emerging Adult Mudijatmoko, Dyah Ratri Adyatma; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.345 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara career adaptability dengan subjective well-being pada emerging adult. Penelitian dilakukan pada 141 partisipan, yang terdiri atas 33 laki-laki dan 108 perempuan dari usia 18-25 tahun. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei dengan jenis cross-sectional study. Alat ukur kuesioner yang digunakan untuk career adaptability adalah CAAS-Indonesia dan untuk subjective well-being menggunakan SWLS dan PANAS. Peneliti menggunakan teknik analisis data dengan uji korelasi Pearson's Product Moment. Hasil temuan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara career adaptability dengan subjective well-being, yang artinya semakin tinggi tingkat kemampuan career adaptability yang dimiliki pada diri individu, maka semakin tinggi tingkat subjective well-being individu.
Pengaruh Gaya Hidup Hedonis dan Self-Esteem terhadap Perilaku Konsumtif pada Remaja di Surabaya Ritonga, Liana Sein; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.389 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.34640

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh gaya hidup hedonis dan self-esteem terhadap perilaku konsumtif pada remaja di Surabaya. Partisipan penelitian merupakan remaja usia 17-24 tahun dan belum menikah yang berdomisili Surabaya (N=384). Pengumpulan data menggunakan Metode survei dan alat ukur yang digunakan, antara lain perilaku konsumtif Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasi dan ditranslasi, dan gaya hidup hedonis yang telah di modifikasi. Data analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai t sebesar 6,341 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) untuk gaya hidup hedonis dan nilai t sebesar -1,143 dengan signifikansi 0,025 (p<0,05) untuk self-esteem. Analisis antara gaya hidup hedonis dan self-esteem dengan perilaku konsumtif dengan nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,312. Artinya perilaku konsumtif memiliki pengaruh yang cukup kuat dengan gaya hidup hedonis dan self-esteem.
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Work-life Balance pada Karyawan Startup Nugraha, Gistha; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.996 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.36518

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kecerdasan emosional memiliki hubungan dengan work-life balance pada karyawan startup. Startup memiliki jam kerja yang fleksibel dan fast paced, sehingga waktu karyawan banyak dihabiskan untuk bekerja. Maka dari itu dibutuhkan kecerdasan emosional untuk dapat menentukan peran sesuai dengan situasi yang dibutuhkan. Meskipun begitu, terdapat penelitian lain yang memiliki hasil berlawanan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik non-probability sampling dengan kriteria partisipan Warga Negara Indonesia, berdomisili di Indonesia, rentang usia 18 – 54 tahun serta bekerja di perusahaan startup. Alat ukur yang digunakan adalah The Assessing Emotions Scale (33 item) dan Work-life Balance Scale (17 item). Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi Pearson product-moment. Hasil yang didapat adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan work-life balance pada karyawan startup.
Hubungan Rasa Memiliki Tempat Kerja dan Kelelahan Konferensi Video pada Karyawan Adhiyajnaputri; Adiati, Rosatyani Puspita
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 2 No 1 (2022): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.143 KB) | DOI: 10.20473/brpkm.v2i1.36583

Abstract

Zoom fatigue atau kelelahan konferensi video banyak dikeluhkan pasca penggunaan konferensi video pada masa Pandemi Covid-19 lalu. Adanya fenomena tersebut membuat para ilmuwan mencari tahu penyebabnya dalam rangka melakukan pencegahan. Hal ini menjadi penting mengingat para karyawan dalam organisasi menggunakan konferensi video untuk keperluan pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara rasa memiliki tempat kerja dengan kelelahan konferensi video dalam konteks kerja. Untuk mengukur kedua variabel tersebut, menggunakan alat ukur Zoom Exhaustion and Fatigue Scale (ZEF Scale) dan Workplace Belongingness Scale yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan teknik regresi. Partisipan yang terlibat sejumlah 92 orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kedua variabel dengan nilai p-value sebesar 0,038 (p < 0,05) dan koefisien determinan R2 = 0,0470
Hubungan Grit dan Persepsi Dukungan Supervisor dengan Komitmen Karier pada Karyawan Milenial Crisanti, Hanna Tania Dwi; Rosatyani Puspita Adiati
Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental Vol 4 No 2 (2024): BULETIN RISET PSIKOLOGI DAN KESEHATAN MENTAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/brpkm.v4i2.58069

Abstract

The shift in employee commitment today is towards their career rather than the organizations they work for. Career commitment is an individual’s attitude towards work which includes personal career goals. The aim of this study is to determine relationship grit and perceived supervisor support with employee’s career commitment. The 87 participants in this research were full-time employees of a company or organization, ages 24 to 35. This study uses 3 scales, namely Grit Scale developed by Duckworth, Perceived Supervisor Support Scale by Burns, and Career Commitment Scale by Carson and Bedeian. Data analysis support with program Jamovi 2.3.28. The findings of investigation suggest that there is a relationship between grit and perceived supervisor support with career commitment among millennial employees. Therefore, organizations need to consider approaches that focus on developing employee personal grit as well as strengthening the quality of the relationship between supervisor and employee to ensure employee long-term commitment to career and organizational success.