Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

PEMBERDAYAAN DOSEN MELALUI KARYA TULIS ILMIAH Suroso Suroso; Khaerudin Kurniawan Khaerudin Kurniawan
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1996,TH.XV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.981 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9221

Abstract

Misi perguruan tinggi meliputi darma pendidikan dan pengajaran,penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Sebagai civitas akademika,dosen berpotensi dalam mengemban ketiga misi tersebut. Misi penelitianyang selama ini kurang mendapat perhatian kalangan dosen seyogianyamendapat tempat yang utama, apalagi memasuki abad ke-21 yang penuhdengan perubahan dan tantangan setiap dosen dituntut kreativitas untukmelaksanakan penelitian, juga mengkomunikasikannya melalui karya .tulis ilmiah.Karya tulis ilmiah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, sepertimakalah, laporan penelitian, penyusunan buku-buku ilmiah, maupunkarya ilmiah yang dipublikasikan dalam media massa. Untuk rnelakukankegiatan itu ditempuh berbagai upaya yaitu membudayakan kegiatanmembaca dan menulis di kalangan dosen. Selama ini diamati bahwasebagian besar kegiatan dosen di perguruan tinggi diorientasikan padakegiatan pendidikan dan pengajaran.Implikasi dari kenyataan tersebut, penulsian karya ilmiah dikalangan dosen memprihatinkan. Hal ini ditandai dengan produktivitasdosen yang rendah dalam penulisan karya ilmiah, termasuk di dalamnyapemakaian bahasa Indonesia ragam keilmuan. Disamping itu, kalanganperguruan tinggi hendaknya menjalin kerja sama dengan pihak luardalam ha1 ini lembaga-lembaga penerbitan, media massa, dan lain-lain- daigkaorm huansiilk-ahsaiskialn p deanne lditiipaans asrekratan tkueli ssaenlu druohs elnap disia pne rmgausryuaarna ktiant.
BAHASA INDONESIA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN PENALARAN SUATU TINJAUAN FILOSOFIS Khaerudin Kurniawan
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,1996,TH.XV
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.096 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.9205

Abstract

Sebagai makhluk rasionaI, manusia tidak dapat bernalar tanpabahasa., Penalaran dan bahasa ibarat sekeping mata uang. Di satu sisi iatampaksebagai bahasa, tetapi di sisi lain iajuga tampak sebagai penalaran.Bahasa (Indonesia) sebagai sarana pengembangan penalaran harusmemiliki sifat-sifat: singkat, jelas, lengkap, teliti, dan sistematis. Penalaranitu berada dalam otak manusia dan tidak dapat diketahui oIeh siapapun. Penalaran baru dapat diketahui oleh sesama manusia apabila sudahdiaktualisasikan dalam salah satu bahasa baik lisan maupun tulisan.. Dalam aktivitas bernalar, bahasa yang disampaikan tentu harusbenar dan logis. Suatu pernyataan dikatakan benar apabila didukung olehfakta dan sebaliknya (salah) apabila tidak'ada fakta di dalamnya. Olehkarena itu, bahasa yang baik dapat menjadi pernyataan yang baik pula.Dan, hal ini hendaknya memperhatikan syarat-syarat struktur bahasaagar muc!ah dipahami artinya dengan memperhatikan syarat logika,sehingga ada relevansi antara pernyataan (konsep) dengan kenyataan(realitas). '