Claim Missing Document
Check
Articles

Menguak Bias Media dalam Pemberitaan Konflik Israel-Palestina: Sebuah Analisis Konten Kritis Ramadani, Mutiara.S; Khaerudin Kurniawan; Ahmad Fuadin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3392

Abstract

Bias dalam penyajian suatu berita oleh media berita dapat muncul dalam berbagai bentuk. Bias ini kemudian dapat berperan penting dalam membentuk persepsi atau tanggapan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bias yang muncul dalam pemberitaan konflik Israel-Palestina dengan metode analisis konten dan pendekatan analisis kritis. Melalui lensa penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari artikel berita yang dipublikasikan oleh 10 sumber media online Indonesia. Prosedur analisis konten yang digunakan terdiri atas empat langkah menurut teori Krippendorf, yaitu pengadaan data, penentuan unit, pencatatan/pengkodean, dan analisis data. Aartikel berita dianalisis berdasarkan kategori-kategori yang diduga mengandung bias. Pendekatan analisis kritis digunakan untuk melihat konteks sosial, politik, dan budaya yang mungkin memengaruhi penyajian berita. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 90% dari 10 berita yang dianalisis memberi pengaruh yang kuat terhadap persepsi pembaca dengan memberikan sudut pandang yang condong membela Palestina melalui pemilihan kata, framing berita, dan sumber informasi yang digunakan. Selain itu, setiap media memberikan bias berupa konteks sosial, politik, dan budaya yang berperan penting dalam memberikan pengaruh tambahan untuk membentuk persepsi pembaca. Jadi, dalam penyajian sebuah berita, media pemberitaan akan mengandung bias yang bergantung pada berbagai faktor.
Mengeksplorasi Kebutuhan Desain Model Pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi di Sekolah Menengah Atas Islami, Nelita Indah; Andoyo Sastromiharjo; Khaerudin Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan dan kesulitan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi di SMA Kabupaten Brebes sebagai langkah awal menuju penelitian pengembangan selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian melibatkan tiga guru Bahasa Indonesia dan 95 siswa kelas XI dari tiga SMA di Kabupaten Brebes. Model pembelajaran yang akan dikembangkan adalah Search Solve Create and Share (SSCS) yang dapat diterapkan pada pembelajaran menulis teks eksplanasi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa siswa menunjukkan minat dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi, namun menghadapi kesulitan dalam pengembangan ide dan pencarian informasi. Penggunaan sumber informasi bervariasi dari buku hingga media digital. Guru-guru menghadapi tantangan dalam membantu siswa mengatasi keterbatasan kosakata dan kemampuan argumen siswa. Meskipun demikian, guru memiliki harapan untuk memahami kebutuhan siswa secara mendalam. Secara keseluruhan, diperlukan inovasi dalam pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam menulis teks eksplanasi.
Revitalisasi Literasi Digital dalam Pembelajaran Menulis Artikel Opini Menuju Generasi Emas Fauziyah, Rahmah; Cahyani, Isah; Kurniawan, Khaerudin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4211

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana revitalisasi literasi digital menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan saat ini, khususnya dalam hal meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis artikel opini. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan basis studi pustaka, maka penelitian ini setidaknya menyelidiki tingkat literasi digital siswa, tantangan yang mereka hadapi saat menggunakan teknologi digital untuk menulis artikel opini, dan bagaimana revitalisasi literasi digital berdampak pada kualitas tulisan opini mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi digital siswa masih sangat dasar. Beberapa tantangan utama termasuk kurangnya pemahaman tentang literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi, dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan rumah. Namun, revitalisasi literasi digital yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa. Oleh karena itu, diharapkan bahwa literasi digital yang lebih baik dapat membantu siswa belajar menulis artikel opini dan mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam diskusi intelektual dan publik.
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Module Menulis Teks Berita Berancangan Konsep Diferensiasi untuk Siswa Jenjang SMA Aegustinawati, Aegustinawati; Yeti Mulyati; Khaerudin Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pendidik terhadap pengembangan bahan ajar berupa e-module yang berancangan konsep diferensiasi dalam materi menulis teks berita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada 9 orang pendidik yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI di 7 SMA Negeri di Kabupaten Bangka. Observasi dilakukan terhadap perangkat pembelajaran yang disiapkan pendidik. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa bahan ajar materi menulis teks berita masih berfokus pada buku teks. Di sisi lain, penerapan pembelajaran diferensiasi masih terbatas pada aspek konten, belum mencakup aspek proses dan produk. Sementara itu, bahan ajar berupa e-module berancangan konsep diferensiasi masih sangat terbatas. Pemanfaatan e-module diakui dapat melatih kemandirian peserta didik, menciptakan keefektifan proses pembelajaran, serta dapat memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran. Akan tetapi, pendidik mengaku memiliki keterbatasan dalam menyiapkan e-module khususnya yang berancangan konsep diferensiasi. Oleh sebab itu, pengembangan bahan ajar berupa e-module yang berancangan konsep diferensiasi dalam materi menulis teks berita perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan setiap peserta didik. E-module berancangan konsep diferensiasi dalam materi menulis teks berita yang dikembangkan harus sistematis, praktis, interaktif, variatif serta mudah digunakan oleh peserta didik.
Model Project Based Learning Berbantuan Media Sosial Instagram Reels Dalam Pembelajaran Menulis Teks Prosedur Simamora, Sri Arliyanti; Isah Cahyani; Khaerudin Kurniawan
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/ycc7n373

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan menulis teks prosedur siswa SMA Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.  Salah satu faktor penyebabnya adalah guru kurang baik dalam merancang model pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi peserta didik dan pendidik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu adaptasi dari metode penelitian dan pengembangan Sukmadinata (2016) yang terdiri atas tiga tahapan yaitu (1) studi pendahuluan, (2) pengembangan model, dan (3) pengujian model. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Uji kelayakan model pembelajaran divalidasi oleh 11 orang ahli, dengan skor rata-rata 96% dengan kategori sangat baik dan layak diujicobakan. Keefektifan pengembangan model pembelajaran project based learning berbantuan media sosial instagram reels dinilai efektif dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Berdasarkan Hasil perhitungan nilai ratarata N-Gain score kelas eksperimen pada uji luas dengan menggunakan model pembelajaran project based learning berbantuan media sosial instagram reels adalah sebesar 84,48% termasuk kategori efektif, sedangkan keterpakaian model pembelajaran diperoleh berdasarkan respons peserta didik melalui angket menunjukkan 96% siswa merasa pembelajaran menulis teks prosedur dengan model pembelajaran ini sangat menarik karena dapat langsung membantu siswa untuk mengetahui cara yang tepat menulis teks prosedur sesuai struktur dan kaidah kebahasaan serta mempublikasikannya. Selanjutnya hasil respons angket guru secara kumulatif seluruh aspek memperoleh skor rata-rata adalah 49 setara dengan 97% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpukan bahwa model pembelajaran project based learning berbantuan media sosial instagram reels dalam pembelajaran menulis teks prosedur layak diterapkan.
THE USE OF PADLET IN COLLABORATIVE WRITING IN BIPA 2 CLASS Khoirunnisa, Ananda Siti; Kurniawan, Khaerudin
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 18, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v18i1.57629

Abstract

The teaching of writing in a foreign language requires engaging approaches to foster learners’ motivation and participation. This study explores the integration of the Padlet platform in collaborative writing activities within the Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) classroom context. This study employed a mixed-methods design, collecting data from writing assessments (pre-test and post-test), questionnaires, observations, and field notes. Fifteen learners are involved in an online BIPA 2 course. Quantitative data were analyzed using a Paired T-Test in SPSS, while qualitative data were examined through Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the application of collaborative writing strategies using Padlet facilitated active learner engagement and produced notable improvements in writing quality. Learners demonstrated increased idea exchange and creativity, as evidenced by a rise in average scores from the pre-test to the post-test. This study provides pedagogical insights for BIPA teachers in enhancing writing instruction through the use of digital collaboration tools. 
Utilization of Indonesian E-Modules Based on The ICARE Approach as An Innovation in Learning for Students Asri, Milya Febrirurahmy; Cahyani, Isah; Kurniawan, Khaerudin
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 3 (2024): September
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i3.12287

Abstract

This research aims to design and implement an Indonesian e-module based on the ICARE approach, which includes the stages of Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extension. The method in this study was research and development (R&D) with the ADDIE model. The stages conducted in this study were (1) needs analysis, (2) design, (3) product development, (4) implementation or trial, and (5) evaluation. The validity of the product was assessed by three experts in the fields of material, language, and media. The calculation of the data in this study was analyzed using a questionnaire with a Likert scale method. The response trial was conducted with junior high school students in grade VIII from 3 schools in Batam City. Based on the test results, it was obtained a score of 4.58 with a validity level of 89%. It provides evidence that the implementation of e-modules based on the ICARE approach in an educational environment can increase the effectiveness of Indonesian learning. Students can learn independently and collaboratively, and develop critical skills such as problem-solving, analysis, and synthesis of information.
Development of The Search, Solve, Create, and Share (SSCS) Model with Strengthening Information Literacy for High School Students Islami, Nelita Indah; Sastromiharjo, Andoyo; Kurniawan, Khaerudin
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 3 (2024): September
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i3.12484

Abstract

This study aims to develop the search, Solve, Create, and Share (SSCS) Model with information literacy reinforcement to improve students' ability to write explanatory texts. This study used the research and development with the ADDIE model, which involved Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate. This study employs various data collection techniques, including interviews to understand learning issues, questionnaires to identify student needs and assess product validity, and tests to measure writing skills. The instruments used include observation sheets, questionnaires, interview guidelines, and scoring rubrics, all aimed at supporting the development of the instructional model. The results showed that the SSCS model with information literacy succeeded in improving students' skills that had been tested on 85 students in three high schools in Brebes Regency. The results showed that 16% of students received excellent ratings, 80% of students received good ratings, and 4% received fair ratings. Evaluations from teachers and students indicated positive acceptance of the model, although there were certain aspects which required further adjustments. This study provides a strong foundation for implementing the development of this model in the practice of learning to write explanatory texts in senior high schools.
Development of News Text Writing E-Module Designing The Concept of Differentiation for Senior High School Students Aegustinawati, Aegustinawati; Mulyati, Yeti; Kurniawan, Khaerudin
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 1 (2025): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14790

Abstract

This research aims to produce a product as an e-module for writing news texts with the concept of differentiation. The research method used was Research and Development (R&D) with the ADDIE model consisting of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and initial tests of news text writing ability. The data sources were teachers and students of grade XI grade XI high school. Based on the needs analysis data, the e-module was designed and developed, then validated by material experts, learning experts, media experts, and expert practitioners. The data analysis technique used quantitative and qualitative analysis. Expert validation showed that this product was "very feasible" to be used as teaching material for writing news texts with an average assessment percentage reaching 96%. The results showed that the news text writing e-module designed with the concept of differentiation proved to be effective in improving the ability of grade XI students to write news texts. This is evidenced by the significant improvement of the initial and final test results of the ability to write news texts with a significance value of <0.001 through the Wilcoxon test. The research product also received positive responses from users both in terms of students and teachers with achievement of 93% and 91% feasibility percentages respectively. It can be concluded that the news text writing e-module designed with the concept of differentiation meets the needs and expectations of users and can be used to improve the ability to write news texts for high school students.
Modul Pembelajaran Multimodal Berbasis Teknologi Augmented Reality untuk Meningkatkan Literasi Informasi dan Digital Siswa Talitha, Stella; Mulyati, Yeti; Yulianeta, Yulianeta; Kurniawan, Khaerudin
Jurnal Sosioteknologi Vol. 24 No. 3 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2025.24.3.5

Abstract

This study investigates the multimodal representation in the Grade 10 Bahasa Indonesia textbook published under the Kurikulum Merdeka, focusing on how various semiotic modes verbal, visual, typographic, layout, and color are functionally integrated to support meaning-making and student comprehension. Employing a qualitative content analysis method, data were collected through document analysis and analyzed using a multimodal categorization instrument. This instrument classified modes by type, communicative function, and modal integration. The analysis involved identifying modes on selected pages, evaluating the communicative function of each mode, and interpreting the relationships among modes, categorized as complementary, redundant, dominant, or incoherent, to assess cohesion and pedagogical relevance. The results show that visual modes are the most dominant, with typographic and layout features providing emphasis and structural clarity. Complementary relations were most frequent, demonstrating a high degree of synergy between modes in conveying meaning. Instances of redundancy, dominance, or incoherence were minimal but signal areas for improvement. The study concludes that the textbook reflects a pedagogical shift toward multimodal literacy aligned with 21st-century competencies. Practically, the findings inform educators and textbook designers on how to optimize visual-verbal coordination, design layout more coherently, and utilize typography and color meaningfully to foster more inclusive, engaging, and effective language instruction.