Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

An Analysis of the Concept of Dalālah Al-Mafhūm Al-Muwāfaqah in Usul Fiqh and Its Implications for the Establishment of Islamic Law Nur Aidah Fauziah; Fatmawati Fatmawati; Zaenal Abidin
Ushul Al-Hukm: Jurnal Syariah dan Hukum Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ushulalhukm.v1i2.24

Abstract

Dalalah al-mahfûm al-muwâfaqah is one of the methods of understanding texts in ushul fiqh which plays an important role in exploring the legal meaning of the syar'i text. This study aims to analyze the concept of mahfûm al-muwâfaqah, its basis in the syar'i text, and how it is implied in determining Islamic law. The methodology used is qualitative-descriptive with a normative analysis approach. The results of the study show that mahfûm al-muwâfaqah has strong legitimacy in the Qur'an and Sunnah, and is an important instrument in building legal analogies and ijtihad. The implications are very broad, especially in responding to modern legal problems that are not explicitly mentioned in the text.
Sinergi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Yurisprudensi Mahkamah Agung dalam Penguatan Hukum Kewarisan Beda Agama di Indonesia Ria Sukmawidari; Nur Halisah; Dian Adriani; Zaenal Abidin
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 08 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i08.1920

Abstract

Isu kewarisan beda agama di Indonesia menimbulkan persoalan normatif dan yuridis yang melibatkan dua otoritas hukum, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Mahkamah Agung (MA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergi antara Fatwa MUI dan yurisprudensi MA dalam penguatan hukum kewarisan beda agama di Indonesia serta mengkaji kendala implementasinya dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan komparatif-normatif dan sosiologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap fatwa, yurisprudensi, dan peraturan perundang-undangan, serta wawancara terhadap masyarakat untuk melihat penerapannya secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya memiliki kesesuaian substansi dalam menegakkan keadilan tanpa menyalahi prinsip hukum Islam, namun sinergi tersebut belum terimplementasi optimal karena lemahnya dasar normatif dan rendahnya pemahaman masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi sinergi Fatwa MUI dan Yurisprudensi MA memerlukan penguatan dasar hukum yang lebih mengikat serta peningkatan pemahaman masyarakat, dengan menjadikan maqāṣid al-syarī’ah dan ijtihad sebagai landasan konseptual pengembangan hukum kewarisan beda agama.