Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai Iman dan Akhlak Mulia Di Sekolah Ghufron, Muhammad; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1662

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai iman dan akhlak mulia pada peserta didik sebagai bagian dari pembentukan karakter di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai iman dan akhlak mulia di lingkungan sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian peserta didik pada satuan pendidikan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan secara kontekstual, disertai keteladanan guru dan pembiasaan di sekolah, mampu mendukung penanaman nilai iman dan akhlak mulia pada peserta didik. Penerapan Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, penerapan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat turut memperkuat pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI JAMUR TIRAM DESA DUYUNG KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO Sulistyanto, Muhammad Priyono Tri; Pranata, Kurriawan Budi; Solikhan, Solikhan; Ghufron, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v1i3.108-116

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Duyung Kecamatan trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur dengan mitra kelompok petani budidaya jamur tiram. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini berupa transfer teknologi mekanik guna mengurangi potensi gagal panen dan meningkatkan kapasitas produksi jamur tiram di wilayah kecamatan Trawas. Transfer teknologi yang diterapkan berupa pembuatan mesin steamer untuk sterilisasi baglog dengan metode pengaturan suhu konstan di dalam ruangan mesin steamer. Monitoring suhu menggunakan sensor termokopel analog, sedangkan pengaturan suhu dilakukan secara konvensional. Metode pelaksanaan dari program ini terdiri dari empat tahap meliputi. 1) Sosialisai dan koordinasi kegiatan dengan pihak mitra 2) Kegiatan survey teknologi mekanik mengenai kebutuhan alat penunjang dalam pembuatan mesin steamer 3) Pelatihan dan demonstrasi penggunaan mesin steamer 4) Evaluasi dan kerangka monitoring efektifitas penggunaan mesin. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi a) Mempersingkat proses pembuatan baglog yang semula membutuhkan waktu 15 jam sekarang menjadi 8 jam. b) Kapasitas produksi baglog meningkat yang sejalan dengan meningkatnya produksi jamur tiram serta menambah nilai asset dan omzet kepada pihak mitra c) Mengurangi kekhawatiran potensi gagal panen akibat proses pembuatan baglog,  Sehingga diharapkan dapat memunculkan wirausahawan baru tentang budidaya jamur tiram
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM WORKSHOP PRESENTASI INTERAKTIF DAN EFEKTIF MENGGUNAKAN CANVA DI PONDOK PESANTREN DARUL ARIFIN Sandra, Dodi; Jasmir; Sani Wijaya, Ibnu; Mulyadi; Sadikin, Ali; Winanto, Eko Arip; Ghufron, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat UNAMA Vol 4 No 2 (2025): JPMU Volume 4 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Dinamika Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33998/jpmu.2025.4.2.2557

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui media presentasi interaktif. Namun, sebagian besar guru di Pondok Pesantren Darul Arifin masih terbatas dalam pemanfaatan aplikasi desain presentasi modern. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat presentasi interaktif dan efektif dengan menggunakan aplikasi Canva. Pelatihan dilakukan melalui workshop interaktif yang mencakup sesi teori, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan tiga indikator utama: Pengetahuan Dasar, Keterampilan Teknis, dan Evaluasi Dampak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga indikator. Nilai rata-rata Pre-test 58,3% meningkat menjadi 87,6% pada Post-test. Secara rinci: Pengetahuan Dasar meningkat 28 poin (57% → 85%), Keterampilan Teknis meningkat 31 poin (59% → 90%), dan Evaluasi Dampak meningkat 29 poin (59% → 88%). Sebanyak 85% guru menyatakan kegiatan sangat membantu, dan 90% mampu menghasilkan presentasi yang lebih menarik dan sistematis. Dengan demikian, workshop ini berkontribusi positif dalam.
Prophetic Moral Education Based On Uswah Hasanah In Surah Al-Ahzab Verse 21 Mutaqin, Dadang Falah; Sumardi; Ghufron, Muhammad; Prasetiya, Benny
JDP (JURNAL DINAMIKA PENDIDIKAN) Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL (JURNAL DINAMIKA PENDIDIKAN)
Publisher : Educational Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/bck65q35

Abstract

This study examines the concept of uswah hasanah in Surah Al-Ahzab verse 21 as a theological and pedagogical foundation for prophetic moral education in Islam. The background of this research is the global moral crisis, marked by the rise of individualism, materialism, and the reduction of education to a merely technical-cognitive process that neglects ethical and spiritual dimensions. The objective of this research is to analyze the theological and pedagogical dimensions of uswah hasanah, to explore the relevance of Prophet Muhammad’s ﷺ moral values in the context of modern Islamic education, and to formulate a prophetic educational model that is responsive to the challenges of globalization and digitalization. This study employs a qualitative approach based on a literature review, using content analysis of classical Ahlussunnah wal Jama‘ah tafsir, classical Islamic educational works, and contemporary educational literature. The findings indicate that uswah hasanah embodies three main dimensions of prophetic education: the spiritual dimension (tazkiyah al-nafs), the moral dimension (ta’dib), and the social dimension (mas’uliyyah insaniyyah). The Prophet Muhammad’s ﷺ exemplary character is understood not merely as a normative principle but as a pedagogical paradigm that integrates faith (iman), knowledge (‘ilm), and action (‘amal) in the character formation process. This study emphasizes the need to reorient Islamic education from an instructional-cognitive approach toward character development grounded in the lived example of the Prophet. Practically, this research proposes a prophetic education model that positions the teacher as a living example (uswah amaliyah), integrates prophetic values into the curriculum, and fosters a cultured, ethical educational environment in response to the contemporary moral crisis.
Transformation Of Soul Education In The Digital Era: A Synthesis Of Al-Ghazali And Ibn Qayyim Al-Jawziyyah’s Thought Ghufron, Muhammad; Anam, Rifqi Khairul; Khoiriyah, Khoiriyah
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 15 No. 01 (2026): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v15i01.2715

Abstract

This study aims to formulate a framework of Tazkiyah-Based Digital Resilience through a hermeneutical synthesis of the educational thoughts of Al-Ghazali and Ibn Qayyim al-Jawziyyah in response to the moral and psychological crises faced by students in the digital era. Using a qualitative library research design grounded in Hans-Georg Gadamer’s philosophical hermeneutics, this research applies the concept of fusion of horizons to integrate classical Islamic texts with contemporary digital challenges such as doomscrolling, algorithmic addiction, and ethical disorientation on social media. The findings reveal that Al-Ghazali provides an epistemological foundation by positioning the qalb (heart) as the center of moral consciousness and knowledge discernment, while Ibn Qayyim contributes a transformative methodological framework through the stages of maqāmāt and practices of mujāhadah. The synthesis of both perspectives results in an applicative pedagogical model in which mujāhadah is reinterpreted as digital self-discipline, muraqabah as digital integrity, and muhāsabah as reflective information auditing. This framework offers a conceptual contribution to Islamic Religious Education by shifting moral education from external regulation toward internalized spiritual resilience, enabling students to navigate digital environments with ethical awareness, self-control, and spiritual maturity.