p-Index From 2021 - 2026
9.115
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) COPING (Community of Publishing in Nursing) Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia MEDISAINS IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Health Sciences and Pharmacy Journal Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan Indonesian Journal of Community Services Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Peduli Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Journal of Health Community Service An Idea Health Journal Journal of Language and Health JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU International Journal of Islamic and Complementary Medicine Jurnal Keperawatan Journal of Nursing Science Update Prima Wiyata Health Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Jurnal Kesehatan Masa Depan Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keparawatan Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan childhood traumatic dengan phobia social pada remaja kelas XI SMAN 1 Banguntapan Bantul: The Relationship between traumatic childhood and social phobia in grade XI adolescents of SMAN 1 Banguntapan Bantul Hesti Damayanti; Niken Setyaningrum; Eka Oktavianto; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.106

Abstract

Latar belakang: Trauma masa kanak-kanak adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dapat berdampak jangka panjang, salah satunya menyebabkan phobia sosial, yaitu ketakutan dan kecemasan intens dalam situasi sosial. Tujuan: Mengetahui hubungan antara trauma masa kanak-kanak dengan phobia sosial pada remaja kelas XI di SMAN 1 Banguntapan, Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 155 siswa dari total 252 siswa, dipilih melalui simple random sampling dan perhitungan rumus Slovin. Instrumen penelitian meliputi kuesioner trauma masa kecil dan phobia sosial. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 72,3% responden tidak mengalami trauma masa kecil, dan 47,7% mengalami phobia sosial ringan. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara trauma masa kecil dengan phobia sosial (koefisien Kendall’s Tau = 0,671; p = 0,000). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara trauma masa kanak-kanak dengan phobia sosial pada remaja kelas XI di SMAN 1 Banguntapan, Bantul.
Pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman Yogyakarta : The impact of animation-based volcanic disaster education on the preparedness of students at Cangkringan 1 Public Elementary School Sleman Yogyakarta Alipvia Fadhilah; suib; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.108

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara rawan bencana, termasuk erupsi gunung merapi yang berisiko tinggi. Pendidikan kebencanaan sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi siswa sekolah dasar di daerah rawan. Salah satu cara efektif adalah melalui edukasi berbasis video animasi yang memudahkan anak-anak memahami cara menghadapi bencana gunung berapi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung merapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test–post-test. Populasi terdiri dari 33 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Cangkringan 1, Sleman, dengan teknik Total Sampling. Instrumen berupa kuesioner kesiapsiagaan sebagai data primer. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengukur pengaruh edukasi video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa. Hasil: Didapatkan kesiapsiagaan siswa sebelum intervensi yaitu 9 siswa (27,3%) Sangat Siap, 11 siswa (33,3%) Siap, 6 siswa (18,2%) Hampir Siap, 6 siswa (18,2%) Kurang Siap, dan 1 siswa (3,0%) Belum Siap. Setelah intervensi, 25 siswa (75,8%) berada pada kategori Sangat Siap,  6 siswa (18,2%) pada kategori Siap, 2 siswa (6,1%), dalam kategori hampir siap, 0 siswa (0,0%) pada kategori kurang siap dan 0 siswa (0,0%) dalam kategori belum siap. Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05). Sehingga dapat diinterprestasikan bahwa Ho ditolak da Ha diterima. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi berbasis video animasi gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Kabupaten Sleman.
Lived Experiences of Interpersonal Trauma and Spiritual Coping among Adolescents: A Transcendental Phenomenological Study Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan; Eriyono Budi Wijoyo; Tran Thien Nhan
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.633

Abstract

Background: Adolescents who experience interpersonal trauma, like bullying, family conflict, emotional neglect, or betrayal in a relationship, are at a higher risk for mental health problems, especially social anxiety and low self-esteem. A lot of research has been done on the effects of trauma, but not much has been done on how teens use spiritual coping as a way to make sense of what happened to them after trauma. Methods: This study utilized a qualitative transcendental phenomenological framework, employing Moustakas’ methodology to investigate adolescents lived experiences of interpersonal trauma and spiritual coping. We did in-depth, semi-structured interviews with 15 teens who had been through trauma in their relationships. The data underwent analysis via epoche, horizontalization, clustering of meaning units, and the formulation of textural and structural descriptions, resulting in a fundamental synthesis of the phenomenon. Results: The analysis showed that there are some things that don't change about experience, such as a broken sense of relational safety, internalized self-blame and silence, emotional withdrawal from social relationships, and increased social anxiety. Spiritual coping became a key experiential resource, providing a private and nonjudgmental space that helped people manage their emotions, think about themselves, and rebuild their confidence. Spiritual practices helped people look at traumatic events in a new way, feel better about themselves, and get their mental health back on track. Discussion: These results show that spiritual coping is more about finding meaning than just being religious. This makes spirituality an important psychological tool for teens who are recovering from trauma. The results add to trauma and coping theories by showing how spirituality can help teens rebuild their sense of self and become more emotionally strong. Conclusion: This study emphasizes the necessity of incorporating spiritual dimensions into trauma-informed psychological and mental health interventions for adolescents, providing phenomenological insights that can guide culturally and contextually appropriate support strategies.
Edukasi pemahaman masyarakat tentang depresi postpartum pada masyarakat di Perum Pondok Indah Banguntapan: Educate the public's understanding of postpartum depression in the community at Perum Pondok Indah Banguntapan Dian Nur Adkhana Sari; Suryati; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih; Ardhian Indra Darmawan; Endar Timiyatun
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.27

Abstract

Latar Belakang: Postpartum blues merupakan masalah yang paling sering terjadi dalam bidang obstetric. Kejadian postpartum blues merupakan salah satu masalah kegawatdaruratan yang sering terjadi pada ibu postpartum. Postpartum blues adalah sindrom gangguan mental ringan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan. Pencegahan yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan pada masyarakat. Tujuan: melakukan upaya pencegahan depresi postpartum di Perum Pondok Indah Banguntapan Metode: Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang depresi postpartum. Sebelum konseling dilakukan pretest dan diakhiri dengan postest. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 21 peserta  (60%) dan skor pengetahuan seteha dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 35 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, sebagian besar warga mengalami kenaikan pengetahuan tentang depresi postpartum. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.  
Penerapan terapi spiritual dzikir pada kesehatan mental remaja: Application of dhikr spiritual therapy on adolescent mental health Aris Setyawan; Suryati Suryati; Dian Nur Adkhana Sari; Niken Setyaningrum; Relda Rahmah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.29

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan keadaan seseorang yang terhindar dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam kehidupan. Tujuan: memberikan pendampingan penerapan dzikir untuk mencegah gangguan  kesehatan mental yang terjadi pada remaja di sekolah. Metode: Instrument yang digunakan untuk mengukur kesehatan mental remaja dalam pengabdian masyarakat ini adalah Kuesioner Mental Health Continum-Short From (MHC-SF). Jumlah responden dalam pengabdian kepada masyarakat sejumlah 32 siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan memeriksa kesehatan mental responden menggunakan kuesioner kemudian diberikan edukasi terkait penerapan dzikir. Penerapan dzikir dilakukan selama 1 bulan  kemudian diakhiri dengan posttest. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa  setelah menerapkan dzikir selama 1 bulan, sebagian besar siswa merasakan lebih rileks dan tenang. Siswa menjadi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang membuat hati dan pikiran mereka menjadi tenang dan kesehatan mental siswa tetap terjaga. Simpulan: Penerapan terapi spiritual dzikir dapat mencegah gangguan kesehatan jiwa pada remaja.
Optimalisasi sekolah siaga bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan di zona merah rawan bencana gempa bumi dan tsunami di SDN 1 Pundong Bantul : Optimization of disaster preparedness schools to increase preparedness in the red zone prone to earthquakes and tsunamis at SDN 1 Pundong Bantul Anjasmara; Janusari; Winda Purwanti Nurind; Niken Setyaningrum; Andri Setyorini; Dwi Suharyanta
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.50

Abstract

Latar Belakang: Wilayah Indonesia terletak di antara tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Hindia-Australia. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan jenis-jenis bencana geologi lainnya. Mitigasi bencana sangat dianjurkan pada pendidikan anak usia dini. Anak-anak perlu dikenalkan faktor faktor penyebab terjadinya bencana agar mereka tahu penyebab Indonesia sebagai daerah rawan bencana. Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa, guru, dan masyarakat sekolah terhadap bencana alam serta mengoptimalkan fungsi sekolah sebagai pusat evakuasi dalam menghadapi bencana alam. Metode: Kegiatan pengabdian ini berjenis CBR (Community-Based Research). Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi dengan menggunakan media PPT,video animasi dan alat peraga,setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh siswa yang  di laksanakan pada hari Rabu, 16 oktober 2024 di SDN 1 Pundong. Untuk pihak pihak yang ikut serta ada dari guru, orang tua siswa dan para siswa siswi. Hasil Pengabdian: Sebelum dilakukan edukasi didapatkan nilai rata-rata pre-test 82,90 dan setelah dilakukan edukasi nilai rata-rata post-test 91,60. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan video edukasi dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Kesimpulan: Pengetahuan anak meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa tentang bencana gempa bumi dan tsunami dengan memberikan video edukasi tentang bencana gempa bumi dan tsunami.
Edukasi kesiapsiagaan bencana di SDN 1 Pundong Bantul Yogyakarta: Disaster preparedness education at SDN 1 Pundong Bantul Yogyakarta Niken Setyaningrum; Arnia Ningsih Hamid; Hesti Damayanti; Sholikhul Huda; Ardhian Indra Darmawan; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.53

Abstract

Latar Belakang: Letusan gunung merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan kerusakan dan dapat terjadi kapan saja tanpa memberikan peringatan. Kurangnnya kesiapsiagaan, menyebabkan anak berada dalam situasi krisis. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa, guru, dan masyarakat sekolah terhadap bencana alam serta mengoptimalkan fungsi sekolah sebagai pusat evakuasi dalam menghadapi bencana alam. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi dengan menggunakan media powerpoint, video animasi, dan alat praga gunung meletus, setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh siswa yang di laksanakan pada hari Rabu, 16 oktober 2024 di SDN 1 Pundong. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 24 siswa. Kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab, media video dan demonstrasi selama 90 menit. Hasil: Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan rata-rata nilai pre-test siswa 86,25 dan setelahnya nilai post-test 95,83. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan video edukasi dapat meningkatkan pengetahuan siswa meningkat menjadi 95,83. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media powerpoint, video animasi dan demonstrasi alat peraga gunung meletus efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang bencana gunung meletus.
Pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi kanker payudara pada remaja: Health education with phantoms on knowledge about breast cancer detection in adolescents Renanda Eka Yuliana; Yeni Isnaeni; Eka Oktavianto; Niken Setyaningrum
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.134

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara merupakan penyebab kematian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia. Perilaku SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan upaya deteksi dini kanker payudara. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian kanker payudara adalah kurangnya pengetahuan dan pendidikan tentang kanker payudara di kalangan remaja. SADARI merupakan cara pencegahan paling sederhana yang dapat dilakukan oleh remaja. Media phantom digunakan karena lebih efektif memberikan pengalaman belajar demonstrasi secara langsung dam menarik perhatian sehingga peserta dapat memvisualkan dan mempraktikkan teknik SADARI secara nyata. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community-Based Research). Dilakukan dengan menggunakan metode demonstrasi dan diskusi terkait SADARI. Sebelum kegiatan dilakukan pretest dan diakhiri dengan postest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan phantom payudara saat demonstrasi SADARI. Kegiatan ini diikuti oleh 30 remaja putri. Hasil: Pengaruh pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja putri SMA N 5 Yogyakarta terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 8,1. Nilai dari uji Wilcoxon P= 0.000 (p-value= .000 < 0.05) Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media phantom terhadap pengetahuan tentang SADARI pada siswi SMA. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media phantom sebesar 6,83 setelah diberikan pendidikan kesehatan sebesar 14,97. Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan phantom terhadap pengetahuan SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja putri SMA N 5 Yogyakarta.
Skreening tumbuh kembang psikososial sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan mental pada remaja di MAN 2 Yogyakarta: Psychosocial development screening as an effort to prevent mental health problems in adolescents at MAN 2 Yogyakarta Aris Setyawan; Suryati Suryati; Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.361

Abstract

Latar belakang: remaja merupakan individu yang rentan mengalami masalah kesehatan mental. Ketidaksiapan tumbuh kembang psikososial seringkali disebut sebagai penyebabnya. Pencegahan dan penanganan masalah emosi dan perilaku pada secara tepat sejak dini diharapkan dapat membantu remaja untuk perkembangan lebih baik bagi masa depannya. Tujuan: kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk mendeteksi adanya potensi gangguan emosional dan tingkah laku sebagai upaya mendeteksi dini masalah kesehatan mental remaja. Metode: metode kegiatan pengabdian menggunakan CBR (Community-Based Research), diantaranya skreening gangguan kesehatan mental dan pendidikan kesehatan tentang pencegahan masalah kesehatan mental remaja di MAN 2 Yogyakarta. Pelaksanaan skrining menggunakan instrument SDQ-25 (Strengths and Difficulties Questionnaire) secara offline namun dalam pengisian kuesioner dengan  google form. kegiatan ini diikuti oleh 40 remaja di MAN 2 Yogyakarta. Hasil: hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang diperoleh dari 40 siswa, menggambarkan bahwa kesehatan mental siswa dalam kategori normal terdapat 20 siswa, kesehatan mental dalam kategori borderline sejumlah 4 siswa, dan kesehatan mental dalam kategori abnormal sejumlah 16 siswa.   Simpulan: kegiatan pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa mayoritas kesehatan mental siswa dalam kategori normal.
Deep breathing dan kombinasi dzikir sebagai terapi menurunkan kecemasan pada remaja di MAN 2 Yogyakarta: Deep breathing and a combination of dhikr as a therapy to reduce anxiety in adolescents at MAN 2 Yogyakarta Ardhian Indra Darmawan; Niken Setyaningrum; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.370

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan fase eksplorasi identitas. Fase ini menghadirkan tantangan bagi remaja dalam memahami, menilai, dan merespons situasi yang terjadi. Potensi stresor dapat terjadi pada remaja selama proses interaksi yang akhirnya berdampak pada kondisi emosional. Tujuan: Menurunkan kecemasan pada siswa di MAN 2 Yogyakarta dengan melakukan kombinasi teknik deep breathing dan dzikir. Metode:  Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan pendidikan kesehatan berbasis praktik (practice-based community intervention). Pada tahap awal  responden diminta mengisi kuesioner generalized anxiety disorder assment (GAD-7), kemudian tahap kedua dilakukan deep birthing dan kombinasi dzikir, kegiatan pengandian ini dilakukan pada pagi hari,  dengan total waktu kegiatan selama 180 menit.  Tahap akhir dilakukan postes. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 48 remaja. Tempat pelaksanaan dilakukan di halaman sekolah MAN 2 Yogyakarta. Hasil: Pada penelitian menunjukkan adanya penuruan kecemasan yang dirasakan oleh peserta. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai kecemasan sebelum kegiatan terdapat kecemasan berat sebanyak 8 orang dan setelah kegiatan tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Terjadi peningkatan jumlah kecemasan ringan dan antisipatif yang menunjukkan perbedaan signifikan ke arah positif (nilai kecemasan menurun) setelah terapi deep breathing dan dzikir. Simpulan: Terapi pernapasan dalam dan dzikir menunjukkan efek positif terhadap penurunan kecemasan. Hal ini terjadi karena terapi tersebut merangsang aktivasi saraf parasimpatis, dan dzikir meningkatkan ketenangan psikologis serta memperkuat makna spiritual.
Co-Authors Agnes Destika Swacahaya Wati Agung Rejecky Agung Rejecky Alipvia Fadhilah Anjasmara Anniez Rachmawati Musslifah Antari, Rizkika Dwi Ardhian Darmawan Ardhian Indra Darmawan Ardhian Indra Darmawan Ardhian Indra Darmawan Aris Setyawan Aris Setyawan Aris Setyawan Aris Setyawan Arnia Ningsih Hamid Ayu Putri Darsono Badi’ah, Atik Badi’ah, Atik Binoriang, Dinasti Pudang Budiyati, Gani Apriningtyas Darmawan, Ardhian Darmawan, Ardhian Indra Darmawan, Ardian Indra Deviayana Usmawati Dharmawan, Ardian Indra Dian Nur Adhkana Sari Dian Nur Adkhana Sari Difran Nobel Bistara Dwi Febryanto Dwi Suharyanta Dwi Suharyanta Eliyana, Eliyana Eriyono Budi Wijoyo Fachruddin Tri Fitrianta Falasifah Ani Yuniarti Fitria Melina Handayan, Kristiana Prasetia Handayani, Kristiana Prasetya Hesti Damayanti Iman Permana Jannah, Ni’matul Janu Sari Janusari Khotimah, Anis Lismawati, Wulan Tri Mayang Mahmudah, Ani Mashunatul Mardiyono, Mardiyono Miftakhul Aziz Mirawati Nila Titis Asrining Tyas Nurfadhilah, Kinasih Nurhayati, Pipin Nurhidayah Nurhidayah Nurul Hidayati Oktavianto, Eka Ongebele, Martha Gita Pipin Nurhayati Putri Fatma Sari Rahayu, Bety Agustina RAIMONDA AMAYU IDA VITANI, RAIMONDA AMAYU Ramadhan, Tazkia Aulia Rani Destin Safitri Rejecky, Agung Relda Rahmah Renanda Eka Yuliana Rizal Rumagutawan Rohmah, Nur Saily Roro Viantik Kusumasari Safira Wastiningsih Saifudin, I Made Moh. Yanuar SARI, DIAN NUR ADKHANA Selano, Maria Karolina Setyorini, Andri Sholikhul Huda Siti Aisah Sri Nur Hartiningsih suib Suib Suib Suib, Suib Supriyadi Suryati Suryati Suryati . Suryati Suryati Suryati Suryati Suud, Fitriah M Suyatno Suyatno Syahruramdhani Syahruramdhani Syahruramdhani, Syahruramdhani Taen, Cindy Valla Timiyatun, Endar Tomayahu, Widya Tran Thien Nhan Triasa Firdausy, Shafira Ulfa Jumrotin Abutalib Untung Sujianto Veronica Ririn Marwaningsih Viani , Dela Okta Winda Purwanti Nurind Yeni Isnaeni