p-Index From 2021 - 2026
7.308
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh video edukasi pertolongan pertama luka bakar terhadap tingkat motivasi ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret Bantul Yogyakarta: The influence of first aid education videos burns on the level of Motivation of PKK Mothers in Trayeman Hamlet, Pleret Village, Pleret District, Yogyakarta. Winda Purwanti Nurind; Niken Setyaningrum
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.56

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan cedera yang terjadi pada jaringan kulit atau jaringan lain yang disebabkan karena benda panas atau radiasi, radioaktivitas, listrik, gesekan atau terkena bahan kimia. Pertolongan pertama luka bakar adalah salah satu upaya untuk menyelamatkan kehidupan dan mencegah tingkat keparahan luka bakar. Keberhasilan dalam melakukan pertolongan pertama dirumah dapat dilakukan dengan meningkatkan motivasi masyarakat terkait pertolongan pertama luka bakar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh video edukasi pertolongan pertama luka bakar terhadap motivasi ibu PKK di Dusun Trayeman, Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini pre eksperimen dengan menggunakan desain penelitian one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 143 ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling dengan jumlah sampel 23 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Skor rata-rata motivasi sebelum diberikan video edukasi sebesar 60,43 dan sesudah diberikan video edukasi 97,39. Terdapat perubahan nilai rata-rata sebesar 36,96. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.00 (p value <0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap motivasi ibu tentang luka bakar pada ibu PKK di Dusun Trayeman Kalurahan Pleret, Bantul, Yogyakarta.
Perbandingan efektifitas pijat oksitosin dengan pijat refleksi terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Queen Baby Spa Purwomartani: Comparison of the effectivitass of oxytocin massage with reflexology massage on breast milk adequacy in breastfeeding mothers 0 -6 months at Queen Baby Spa Purwomartani Putri Fatma Sari; Dian Nur Adkhana Sari; Eka Oktavianto; Niken Setyaningrum
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.101

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Manfaat ASI yang tak tergantikan dalam memberikan nutrisi terbaik dan melindungi bayi dari berbagai penyakit. Banyak ibu mengalami tantangan dalam memproduksi ASI, sehingga diperlukan intervensi yang dapat mendukung keberhasilan menyusuis seperti pijat oksitosin dan pijat refleksi. Tujuan: Mengetahui ada atau tidaknya perbedaan efektivitas antara pijat oksitosin dengan pijat refleksi terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui bayi 0 – 6 bulan. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design, yang dimana nantinya akan dijadikan kelompok eksperimen 1 pijat oksitosin dan kelompok eksperimen 2 pijat refleksi. Sampel dalam penelitian ini ibu menyusui bayi 0 – 6 bulan yang berada di Queen Baby Spa Purwomartani. Jumlah sampel 40 ibu menyusui dengan 20 ibu menyusui pada masing – masing kelompok. Uji ststistik menggunakan uji Wilcoxon. Tehnik yang dugunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner kecukupan ASI. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukan perubahan signifikan intensif kecukupan ASI. Sebelum diberikan intervensi sebesar 4,80 dan sesudah diberikan intervensi pijat oksitosin menjadi 7,56, selisih dari hasi pre-post yaitu 2,85 dengan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Sedangkan pijat refleksi sebelum diberikan 5,55 dan sesudah diberikan intervensi pijat refleksi 7,85, selisih dari hasil pre-post yaitu 2,85 dengan nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Simpulan: Pijat oksitosin maupun pijat refleksi sama–sama dapat meningkatkan kecukupan ASI dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
Hubungan childhood traumatic dengan phobia social pada remaja kelas XI SMAN 1 Banguntapan Bantul: The Relationship between traumatic childhood and social phobia in grade XI adolescents of SMAN 1 Banguntapan Bantul Hesti Damayanti; Niken Setyaningrum; Eka Oktavianto; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.106

Abstract

Latar belakang: Trauma masa kanak-kanak adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dapat berdampak jangka panjang, salah satunya menyebabkan phobia sosial, yaitu ketakutan dan kecemasan intens dalam situasi sosial. Tujuan: Mengetahui hubungan antara trauma masa kanak-kanak dengan phobia sosial pada remaja kelas XI di SMAN 1 Banguntapan, Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 155 siswa dari total 252 siswa, dipilih melalui simple random sampling dan perhitungan rumus Slovin. Instrumen penelitian meliputi kuesioner trauma masa kecil dan phobia sosial. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebanyak 72,3% responden tidak mengalami trauma masa kecil, dan 47,7% mengalami phobia sosial ringan. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara trauma masa kecil dengan phobia sosial (koefisien Kendall’s Tau = 0,671; p = 0,000). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara trauma masa kanak-kanak dengan phobia sosial pada remaja kelas XI di SMAN 1 Banguntapan, Bantul.
Pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman Yogyakarta : The impact of animation-based volcanic disaster education on the preparedness of students at Cangkringan 1 Public Elementary School Sleman Yogyakarta Alipvia Fadhilah; suib; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.108

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara rawan bencana, termasuk erupsi gunung merapi yang berisiko tinggi. Pendidikan kebencanaan sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi siswa sekolah dasar di daerah rawan. Salah satu cara efektif adalah melalui edukasi berbasis video animasi yang memudahkan anak-anak memahami cara menghadapi bencana gunung berapi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video animasi bencana gunung merapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Sleman, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test–post-test. Populasi terdiri dari 33 siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Cangkringan 1, Sleman, dengan teknik Total Sampling. Instrumen berupa kuesioner kesiapsiagaan sebagai data primer. Analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk mengukur pengaruh edukasi video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa. Hasil: Didapatkan kesiapsiagaan siswa sebelum intervensi yaitu 9 siswa (27,3%) Sangat Siap, 11 siswa (33,3%) Siap, 6 siswa (18,2%) Hampir Siap, 6 siswa (18,2%) Kurang Siap, dan 1 siswa (3,0%) Belum Siap. Setelah intervensi, 25 siswa (75,8%) berada pada kategori Sangat Siap,  6 siswa (18,2%) pada kategori Siap, 2 siswa (6,1%), dalam kategori hampir siap, 0 siswa (0,0%) pada kategori kurang siap dan 0 siswa (0,0%) dalam kategori belum siap. Hasil uji statistic diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05). Sehingga dapat diinterprestasikan bahwa Ho ditolak da Ha diterima. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi berbasis video animasi gunung berapi terhadap kesiapsiagaan siswa SD Negeri Cangkringan 1 Kabupaten Sleman.
Lived Experiences of Interpersonal Trauma and Spiritual Coping among Adolescents: A Transcendental Phenomenological Study Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan; Eriyono Budi Wijoyo; Tran Thien Nhan
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.633

Abstract

Background: Adolescents who experience interpersonal trauma, like bullying, family conflict, emotional neglect, or betrayal in a relationship, are at a higher risk for mental health problems, especially social anxiety and low self-esteem. A lot of research has been done on the effects of trauma, but not much has been done on how teens use spiritual coping as a way to make sense of what happened to them after trauma. Methods: This study utilized a qualitative transcendental phenomenological framework, employing Moustakas’ methodology to investigate adolescents lived experiences of interpersonal trauma and spiritual coping. We did in-depth, semi-structured interviews with 15 teens who had been through trauma in their relationships. The data underwent analysis via epoche, horizontalization, clustering of meaning units, and the formulation of textural and structural descriptions, resulting in a fundamental synthesis of the phenomenon. Results: The analysis showed that there are some things that don't change about experience, such as a broken sense of relational safety, internalized self-blame and silence, emotional withdrawal from social relationships, and increased social anxiety. Spiritual coping became a key experiential resource, providing a private and nonjudgmental space that helped people manage their emotions, think about themselves, and rebuild their confidence. Spiritual practices helped people look at traumatic events in a new way, feel better about themselves, and get their mental health back on track. Discussion: These results show that spiritual coping is more about finding meaning than just being religious. This makes spirituality an important psychological tool for teens who are recovering from trauma. The results add to trauma and coping theories by showing how spirituality can help teens rebuild their sense of self and become more emotionally strong. Conclusion: This study emphasizes the necessity of incorporating spiritual dimensions into trauma-informed psychological and mental health interventions for adolescents, providing phenomenological insights that can guide culturally and contextually appropriate support strategies.
Co-Authors Agnes Destika Swacahaya Wati Agung Rejecky Agung Rejecky Alipvia Fadhilah Anjasmara Antari, Rizkika Dwi Ardhian Indra Darmawan Ardhian Indra Darmawan Ardhian Indra Darmawan Aris Setyawan Aris Setyawan Aris Setyawan Arnia Ningsih Hamid Ayu Putri Darsono Badi’ah, Atik Badi’ah, Atik Binoriang, Dinasti Pudang Darmawan, Ardhian Darmawan, Ardhian Indra Darmawan, Ardian Indra Deviayana Usmawati Dharmawan, Ardian Indra Dian Nur Adhkana Sari Difran Nobel Bistara Dwi Febryanto Dwi Suharyanta Eliyana, Eliyana Eriyono Budi Wijoyo Fachruddin Tri Fitrianta Falasifah Ani Yuniarti Fitria Melina Handayan, Kristiana Prasetia Handayani, Kristiana Prasetya Hesti Damayanti Iman Permana Jannah, Ni’matul Khotimah, Anis Lismawati, Wulan Tri Mayang Mahmudah, Ani Mashunatul Mardiyono, Mardiyono Miftakhul Aziz Mirawati Nila Titis Asrining Tyas Nurfadhilah, Kinasih Nurhayati, Pipin Nurhidayah Nurhidayah Nurul Hidayati Oktavianto, Eka Ongebele, Martha Gita Putri Fatma Sari RAIMONDA AMAYU IDA VITANI, RAIMONDA AMAYU Ramadhan, Tazkia Aulia Rejecky, Agung Rizal Rumagutawan Rohmah, Nur Saily Roro Viantik Kusumasari Safira Wastiningsih Saifudin, I Made Moh. Yanuar SARI, DIAN NUR ADKHANA Selano, Maria Karolina Setyorini, Andri Sri Nur Hartiningsih suib Suib Suib Suib, Suib Supriyadi Suryati Suryati Suryati . Suryati Suryati Suryati Suryati Suud, Fitriah M Suyatno Suyatno Syahruramdhani Syahruramdhani Syahruramdhani, Syahruramdhani Taen, Cindy Valla Timiyatun, Endar Tomayahu, Widya Tran Thien Nhan Triasa Firdausy, Shafira Ulfa Jumrotin Abutalib Untung Sujianto Veronica Ririn Marwaningsih Viani , Dela Okta Winda Purwanti Nurind Yeni Isnaeni