Claim Missing Document
Check
Articles

Hermeneutics Study in Pappaseng Tau Ugi of the Bugis Bone Community on the Interpretation of Warani Values and Getteng Values Ana Suka Dema; Hajrah Hajrah; Suarni Syam Saguni
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 1, No 1 (2021): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.322 KB)

Abstract

Abstract. This study aims to describe the interpretation of the value of warani and the value of getting on pappaseng ugi of the Bugis Bone community using Hermeneutics studies. This research is a descriptive qualitative research type. The data source of this research is pappaseng ugi of the Bugis Bone community from the results of the interview. The data of this study is the pappaseng citation which is included in the warani value or the value of getting pappaseng tau ugi of the Bugis Bone community. The data were collected using interview techniques by following the reduction steps, including presenting the data, concluding and verifying the data. The results showed that pappaseng tau ugi is still used and believed by the people of Bone to this day, and pappaseng consists of various kinds, one of which is pappaseng which contains warani values and getteng values.Keywords: Culture, pappaseng, warani, getteng
Spiritualitas Alam dalam Kumpulan Cerita Pendek Digital Lakon Hidup.com (Perspektif Ekofeminisme) A. Shabirah Alfiyyah W.; Hajrah Hajrah; Faisal Faisal
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 3, No 1 (2023): INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v3i1.45850

Abstract

Abstract.This study aims to describe the representation of immanence, interconnectedness, and caring lifestyle of Starhawk contained in the collection of short stories Lakon Hidup which is used as the source of the analyzed data. This study uses a descriptive qualitative method by describing the data obtained based on the theory of Spiritual Ecofeminism Starhawk. The data source of this research is a collection of shorts stories on the life play page published by Kompas in 2017-2021 as many as 5 short stories. The result of this study is to indicate the woman’s representation in short stories as a symbol of fertility and mother role in nature preservation. Keywords: Ecofeminism, Nature Spirituality, Starhawk Spritual Ecofeminism.
Makna Simbolik Appassili Tujuh Bulanan di Pasuleang II Kabupaten Takalar Nurfadilah Nurfadilah; Hajrah Hajrah; Andi Fatimah Yunus
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 2, No 1 (2022): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.418 KB) | DOI: 10.26858/.v2i1.46625

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to describe the meaning of icons, indices and symbols contained in the process of implementing the seven-monthly appassili in Pasuleang II Takalar Regency seen from Charles Sanders Peirce's semiotic theory. This type of research is qualitative research. The data in this study is a form of interpretation related to the meaning contained in the symbols used in the seven monthly appassili in Pasuleang II Takalar District. Sources of data in this study using data sources or informants who act as information centers. The methods used in collecting this research data are observation, interviews and documentation. The results of this study are as follows. The meaning of icons contained in the seven-monthly appassili procession are: (1) buras (burasak), (2) white and black glutinous rice / songkolok (songkolok kebok na lekleng), (3) native chicken (jangang kampong), (4) betel leaf (lekok). The meaning of the index contained in the seven-monthly appassili procession lies in the procession of the tradition, namely: (1) paddupang, (2) bathing, (3) wearing clean clothes, (4) reading appassili intentions and prayers of kindness, (5) massaging the stomach, (6) clamping uring butta. The meaning of the symbols contained in the seven-monthly appassili procession lies in the procession of the tradition, namely: (1) passili leaves (lekok passili), (2) banana leaf shoots (bombong unti), (3) kakdok massingkuluk, (5) pots from the ground (uring butta), (6) lime (pakleok), (7) areca nut (pakrappo), (8) coins (doek rancing), (9) coconut (kaluku), (10) brown sugar ( golla eja), (11) water (jeknek), (12) candle (tai bani), (13) rice (berasak), (14) knife (lading), (15) wooden ladder (tukak pammakkang), (16) cake (kanrejawa picuru), (17) sweet banana (unti tekne), (18) fruits (rappo), (19) cooked eggs (bayao pallu), (20) grilled milkfish (jukuk bolu tunu), (21) pan (pammaja), (22) sarong (lipak ). In general, the meaning contained in the seven-monthly appassili procession of the Pasuleang II community of Takalar Regency is to obtain safety, sustenance, avoid danger / misfortune, a good life and prosperity in the family.Keywords: Symbolic meaning, Appassili seven-monthly, Semiotics of Charles Sanders Pierce
Culture Invasion dalam Kearifan Lokal Makassar pada Era Milenial (Studi Kasus Bahasa Makassar) Hajrah Hajrah; Nurhusna Nurhusna; Aswat Asri
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.688 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan culture invasion dalam kearifan lokal makassar pada era milenial. Penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan data penelitian berupa bahasa verbal dan nonverbal yang digunakan oleh anak milenial dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui angket penelitian. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahasa verbal dalam kearifan lokal makassar terdiri dari budaya, a) sipakatau, b) sipakalebbi, dan c) sipakainge; (2) bahasa nonverbal dalam kearifan lokal makassar a) menunduk saat  lewat di depan orang (tabe), b) menatap mata lawan bicara saat berbicara. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk melestarikan dan mempertahankan bahasa Makassar melalui kearifan lokal Makassar. Kata Kunci:  Culture Invasion, Bahasa Makassar, Bahasa Verbal, Bahasa Non-verbal
Demistifikasi Mitos dan Kontra Mitos pada Kehidupan Sosial Masyarakat Makassar dalam Novel Natisha-Persembahan Terakhir Hajrah Hajrah; Suarni Syam Saguni; Faisal Faisal
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.239 KB)

Abstract

Abstrak. Demistifikasi mitos dan kontra mitos dalam novel natisha-persembahan terakhir dalam penelitian ini menguraikan tentang fenomena kehidupan sosial  yang terjadi pada masyarakat Makassar, salah satu suku di Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang mitos dan kontra mitos pada kehidupan social masyarakat Makassar. Novel Natisha Persembahan Terakhir ini merefresentasikan tentang kehidupan sosial para tokohnya yang berlatar kehidupan masyarakat Makassar khususnya masyarakat Turatea. Maknanya syarat dengan kehidupan sehari masyarakat yang terjadi pada Tahun 1998 saat kondisi Indonesia sedang kacau. Tulisan ini menyimpulkan tentang mitos  dan kontra mitos tentang (1) kesenjangan yang terjadi karena perbedaan haluan politik dan kekuasaan. Tokoh Karaeng Liwang sebagai pendukung partai pemenang menggunakan kesempatan untuk melakukan tindakan sewenag-wenang terhadap masyarakat yang ada disekitarnya (2) kesenjangan yang disebabkan oleh perbedaan status sosia. Perbedaan status sosial tokoh menimbulkan banyak masalah dalam memperjuangkan cinta sejatinya (3) kesenjangan yang disebabkan faktor ekonomi. Tokoh utama dalam novel Natisha Persembahan Terakhir mengalami banyak penghinaan dari tokoh Karaeng Liwang yang berkuasa karena merasa memilki segalanya. Kata Kunci: Demistifikasi, Mitos, Kontra Mitos, Novel
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Konspirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari Tinjauan Psikologi Sastra Nur Zamzam; Azis Azis; Hajrah Hajrah
TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.647 KB) | DOI: 10.59562/titikdua.v2i3.24074

Abstract

Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Konspirasi Alam Semesta Karya Fiersa Besari Tinjauan Psikologi Sastra. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan berbagai konflik batin yang dialami tokoh utama, (2) penyebab terjadinya konflik  (3) upaya penyelesaian konflik batin tokoh utama novel Konspirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif menggunakan teori Sigmund Freud. Desain penelitian  yang digunakan yaitu deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa wujud konflik batin yang dialami tokoh utama dalam novel Konspirasi Alam Semesta yang terdiri dari sakit hati, benci, kebimbangan, takut, cemas, penyesalan. Faktor penyebab konflik batin yang dialami tokoh utama yaitu: (1) keluarga yang kurang harmonis, (2) penghianatan, (3) kehilangan, dan (4) ambisius. Upaya penyelesaian konflik batin yang dilakukan oleh tokoh utama dengan cara kesadaran diri, kompromi, dan berdamai dengan keadaan.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI VIDEO YOUTUBE “KOMPAS TV” SISWA KELAS VIII SMPN 3 SUNGGUMINASA Agustina Merdekawati Jumatik; Usman Usman; Hajrah Hajrah
Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/titikdua.v3i2.47021

Abstract

Ability to Write News Text via Kompas TV Youtube Video for Class VIII Students of SMPN 3 Sungguminasa. The purpose of this study was to describe the ability to write news text on YouTube Kompas TV videos for Grade VIII students of SMPN 3 Sungguminasa in terms of the structure and language rules of news. This research is a descriptive quantitative research. The method used in the writing test is to measure students' understanding of the main points of the news. The results of the study obtained the average value of the ability to write news text in the structural aspect, namely 70 which was categorized as sufficient. The average value of the ability to write news texts based on rules is 63 which is categorized as sufficient. This shows that the ability to write video news texts for Youtube Kompas TV Class VIII students of SMPN 3 Sungguminasa is in the quite capable category.
Makna Simbolik Tradisi Ménréq Bola Baru Masyarakat Bugis di Desa Tinco Berdasarkan Teori Semiotika Charles Sanders Pierce Firdayani Firdayani; Syamsuddha Syamsudduha; Hajrah Hajrah
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2023): Human: South Asean Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v3i1.49130

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to describe the symbolic meaning of the Ménréq Bola Baru tradition of the Bugis community in Tinco village, Citta sub-district, Soppeng district using Pierce's Semiotics theory. In Pierce's Semiotics theory there are representamen, interpretants and objects. The data in this study are oral data obtained from interviews, observation, and documentation techniques. The results showed that objects and foods contained in the Ménréq Bola Baru tradition are representatives of symbolic meanings in the Ménréq Bola Baru tradition (1) mappasili, (2) mapputara mattulili bola bekka pitu, (3) mabbeqda bola, (4) mappénréq tau. Interpretation (1) mappasili, (2) mapputara mattulili bola bekka pitu (3) mabbeqda bola 4) mappénréq tau, (5) when burning incense there are embers, (6) when sprinkling incense on incense that has smoke and fire (7) coconut, (8) banana bunches, (9) jackfruit bunches, (10) pabberesseng and rice, (11) water, (12) tampi, (13) pumpkin, (14) layer cake, (15) apang, (16) ondé-ondé, and (17) indo béppa. Objects (1) bunched coconut, (2) bunched banana, (3) bunched jackfruit, (4) pabberesseng, (5) water, (6) winnow, (7) pumpkin, (8) layer cake, (9) apang, (10) ondé-ondé, and (11) indo béppa.Keywords: Meaning, Symbolic, Ménréq bola baru
Nilai Pendidikan Karakter dalam Buku Puisi Pakrimpungang Sanjak Mangkasarak Borik Malabbiritta Karya Kembong Daeng Nurul Hikmah Syahrul; Kembong Daeng; Hajrah Hajrah
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2023): Human: South Asean Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v3i1.49119

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam buku puisi "Pakrimpungang Sanjak Mangkasarak Borik Malabbirik" karya Kembong Daeng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa larik-larik puisi dalam buku puisi Pakrimpungang Sanjak Mangkasarak Borik Malabbirik karya Kembong Daeng tahun 2022. Tekik analisis data melalui teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pembacaan heuristik merupakan pembacaan tingkat pertama untuk memahami makna secara linguistik. Dalam pembacaan heuristik buku puisi Pakrimpungang Sanjak Mangksarak Borik Malabbirik karya Kembong ini ditemukan banyak makna yang terkandung dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menanamkan nilai pendidikan karakter. (2) Pembacaan hermeneutik merupakan pembacaan tingkat kedua untuk menginterpretasikan makna. Dalam pembacaan hermeneutik buku puisi Pakrimpungang Sanjak Mangksarak Borik Malabbirik karya Kembong ini ditemukan banyak makna yang terkandung dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menanamkan nilai pendidikan karakter. (3) adapun nilai pendidikan karakternya yaitu (1) nilai religius yang meliputi nilai religius, nilai toleransi, dan nilai peduli sosial, (2) nilai nasionalis yang meliputi nilai cinta tanah air dan nilai disiplin, (3) nilai mandiri yang meliputi nilai kerja keras, nilai mandiri, nilai rasa ingin tahu, dan nilai menghargai prestasi, (4) nilai gotong royong yang meliputi nilai peduli lingkungan, nilai bersahabat/komunikatif, nilai cinta damai, dan nilai demokratis, (5) nilai integritas yang meliputi nilai jujur dan nilai tanggung jawab.                            Kata Kunci: Nilai Pendidikan Karakter, Puisi, Sajak, Mangkasarak
Makna Doangang Kasalamakkang Dalam Masyarakat Makassar Annisa Asywa Fahrani; Johar Amir; Hajrah Hajrah
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2023): Human: South Asean Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v3i1.49141

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to describe the meaning of denotation and the meaning of connotation in doangang kasalamakang in Makassar society using Roland Barthes' theory of Semiotics in the theory of denotation meaning and connotation meaning. The data in this study used interview, record, document, and record research techniques. The results of this study show that (1) The meaning of the denotation obtained from doangang kasalamakkang as a whole has a meaning about a situation, when a person wants to realize his desires, prosper his life, and can strengthen his stance. Through this desire, it can be blessed and protected by Allah SWT. Then, the meaning of connotation (2) obtained refers to a person's request, namely the user of doangang kasalamakkang as a person who wants his request to come true. Doangang kasalamakkang users also describe that he has always prayed in his daily life, so users hope that his wishes will come true. Hoping that he will always be under the protection of Allah Almighty. Doangang Kasalamakkang users also want to tell readers that Doangang is a guide on how to live and protect themselves, and how to establish relationships between humans and creators.Keywords: Meaning, Doangang Kasalamakkang, Roland Barthes Semiotics