Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Kekuasaan dalam Teks Pidato Presiden Joko Widodo: AWK Norman Fairclough Hajrah Hajrah; Jufri Jufri; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3858

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yakni (1) mengungkap nilai eksperensial, (2) mengungkap nilai relasional, (3) mengungkap nilai ekspresif dalam teks pidato Presiden Joko Widodo pada HUT RI ke-71, 73, 75, dan 77. Penelitian ini merupakan kajian analisis wacana dalam bentuk analisis wacana kritis (AWK). Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalusa, dan kalimat yang terindikasi nilai eksperensial, nilai relasional, dan nilai ekspresif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik pustaka, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan pada aspek nilai eksperensial ditemukan kata-kata ideologis yang diperjuangkan, proses leksikal, relasi makna ideologis, dan metafora. Nilai relasional ditemukan penggunaan modalitas (akan, harus, mampu, ingin), dan kata ganti. Nilai ekspresif ditemukan penggunaan ekspresi penguatan, ekspresi penolakan, ekspresi simbolik, evaluasi positif, dan evaluasi negatif.
Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa di SD Inpres Minasaupa 1 Ainun Oktaviani; Ramly Ramly; Hajrah Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengimplementasian Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di SD Inpres Minasaupa 1. (2) Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka Di SD Inpres Minasaupa 1. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan studi dokumentasi. Serta desain penelitian yang dilakukan yaitu penelitian lapangan (Field Research) ataua p enelitian lapangan merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang akan digunakan serta kemampuan tertentu dari pihak peneliti. Kemudian defenisi fokus pada penelitian ini adalah, Implementasi kurikulum merdeka yang dimaksud dalam hal ini adalah perangkat yang dijadikan sebagai pedoman di sekolah yang saat ini diterapkan baik sekolah untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa di SD Inpres Minasaupa 1 dengan implementasi kurikulum Merdeka. Maka dari itu pelaksanaan pembelajaran merupakan proses yang diatur melalui serangkaian langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu fokus pada perencenaan, Pelaksanaan dan penilaian pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka. Dan hasil belajar adalah sesuatu hal yang dicapai oleh seseorang dari suatu usaha yang telah dilakukan, serta dilihat dari faktor penghambat dan pendukung implementasi kurikulum Merdeka. Hasil penelitian (1) perencanaan pembelajaran (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan sumber belajar berupa buku Bahasa Indonesia pegangan guru, buku siswa, dan internet. Pendekatan yang digunakan berpusat pada peserta didik, berbasis projek, saintifik, dan pendekatan berdiferensiasi dengan strategi pembelajaran yang digunakan berpusat pada peserta didik dengan mempertimbangkan pembelajaran berdiferensiasi, inkuiri, dan pengalaman peserta didik. (3) Asesmen dalam kurikulum merdeka terdapat tiga bagian yaitu, Asesmen diagnostik memberikan dasar bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik. Asesmen formatif melibatkan pemantauan terus-menerus selama proses pembelajaran. Asesmen sumatif merupakan proses evaluasi berupa ujian pertengahan semester dan akhir semester.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berorientasi Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Berbasis Kecerdasan Majemuk Olivia Juni Rosita Hutagalung; Ramly Ramly; Hajrah Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4288

Abstract

Hasil Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat validitas, efektivitas, dan kepraktisan bahan ajar menulis berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis berbasis kecerdasan majemuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang menghasilkan bahan ajar dengan model pengembangan ADDIE. Subjek Penelitian adalah semua peserta didik kelas X di UPTD SMAN 2 Toppoyo dan UPTD SMAN 1 Budong-Budong. Bahan ajar yang dikembangkan adalah bahan ajar menulis dengan materi esensial Teks Informatif yang berfokus pada peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan memiliki ciri khas berbasis Kecerdasan Majemuk. Teknik pengumpulan data dengan analisis dokumen, survei dengan angket, wawancara, dan pengujian. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Hasil uji validitas dengan Uji Konsistensi Cohen’s Kappa bernilai 1 dengan interpretasi Perfect Agreement. 2) Hasil uji Efektivitas dengan Uji Non Parametrik Wilcoxon bernilai Asymp Sig (2-tailed) <0,001. Nilai <0,001 < 0,05 maka disimpulkan hipotesis diterima. 3) Hasil uji kepraktisan dengan Skala Guttman bernilai Kr=1 dan Ks=1. Nilai Kr=1≥0,9 maka skala dianggap layak dan Ks=1≥0,6 maka skala dianggap bagus. Hasil penelitian bahwa bahan ajar menulis berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis berbasis kecerdasan majemuk dinyatakan valid, efektif, dan praktis.
Deiksis dalam Novel Kado Terbaik Karya J.S Khairen dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Nurrahma Nurrahma; Jufri Jufri; Hajrah Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis dalam novel Kado Terbaik karya J.S Khairen dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahada Indonesia di Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutya, jenis penelitian ini ialah jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti menggunakan teori dari Dell Hymes (1974) dan George Yule (2006). Teknik pengumpulan data berupa teknik dokumnetasi, teknik baca, dan teknik catat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Kado Terbaik karya J.S Khairen yang berjumlah 245 halaman. Hasil dalam penelitian ini ditemukan deiksis pada novel sebanyak 719 data, deiksis yang ditemukan meliputi deiksis persona 425 data, deiksis tempat 65 data, deiksis waktu 110 data, deiksis sosial 98 data, dan deiksis wacana 21 data. Berdasarkan deiksis tersebut dapat diketahui bahwa deiksis yang banyak ditemukan adalah deiksis persona. Kajian deiksis ini berimplikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas XI pada pembelajaran karya sastra fiksi (novel). Deiksis dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar khususnya pada elemen menulis karena deiksis terkait dengan unsur-unsur karya sastra.
Pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio Kabupaten Pangkep Sri Wahyuni; Mantasiah R.; Hajrah Hajrah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5420

Abstract

Pemertahanan bahasa berkaitan erat dengan identitas budaya, di mana bahasa sering kali menjadi simbol dari identitas suatu komunitas. Oleh karena itu, sosiolinguistik membantu memahami dinamika pemertahanan bahasa, seperti faktor-faktor yang menyebabkan suatu bahasa bisa bertahan atau bahkan terancam punah.peneitian ini di maksudkan untuk memahami dinamika penggunaan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio, Kabupaten Pangkep, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemertahanannya.penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang di fokuskan untuk memahami secara mendalam dinamika pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio, Kabupaten Pangkep.penelitian ini menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio dipengaruhi oleh berbagai faktor signifikan. Pergeseran bahasa lebih cepat terjadi di kalangan generasi muda yang lebih sering menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memainkan peran kunci dalam memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Makassar,serta tantangan dalam proses pemertahanan Bahasa Makassar di Kelurahan Bontokio terlihat dari pergeseran signifikan dalam penggunaannya, di mana Bahasa Makassar semakin terbatas pada situasi tertentu, seperti acara adat dan tradisional, sementara generasi muda lebih memilih menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam ranah formal seperti sekolah dan pekerjaan. Ketidakseimbangan penggunaan bahasa antar generasi, minimnya dukungan dari institusi pendidikan dan media, serta tekanan sosial dan modernisasi, semakin memperburuk pelestarian bahasa ini
Development of Formative Assessment Based on Educational Games Integrated with QR Code on Popular Scientific Article Material Dewi Rahayu; Kembong Daeng; Hajrah Hajrah
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1569

Abstract

The Indonesian language subject presents various types of text-based materials. One of the less popular topics among students is popular scientific articles. This material is taught in Grade VIII of junior high schools across Indonesia. A key factor contributing to students' lack of interest in this topic is the continued use of conventional assessment methods by teachers, which makes the evaluation process less engaging. To address this issue, a more creative approach such as implementing educational game-based formative assessment can help increase students' interest and understanding of popular scientific articles. This study aims to describe the feasibility, practicality, and effectiveness of a QR code integrated educational game-based formative assessment on the topic of popular scientific articles. This research and development was conducted following the steps developed by Thiagarajan through the 4-D model, which includes four stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. The results of the study show that the feasibility validation of the QR code-integrated educational game-based assessment reached 87%, indicating a very feasible level. In terms of practicality, it achieved a score of 92%, categorized as very practical, and for effectiveness, the score was 76.25%, falling into the effective category. AbstrakMata pelajaran Bahasa Indonesia menyajikan berbagai jenis materi dalam berbasis teks. Salah satu materi yang kurang diminati oleh siswa yaitu materi artikel ilmiah populer. Materi ini diajarkan di kelas VIII jenjang SMP di seluruh Indonesia. Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat siswa terhadap materi ini adalah guru masih menggunakan metode penilaian konvensional, yang membuat proses evaluasi menjadi kurang menarik. Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan yang lebih kreatif seperti penerapan asesmen formatif berbasis game edukatif dapat membantu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi artikel ilmiah populer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan asesmen formatif berbasis game edukatif yang terintegrasi qr code pada materi artikel ilmiah populer. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan mengikuti tahapan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, yang meliputi empat tahap: Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebarluasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi kelayakan asesmen berbasis game edukatif yang terintegrasi qr code mencapai 87%, yang menunjukkan kategori sangat layak. Dari segi kepraktisan, diperoleh persentase sebesar 92% yang termasuk dalam kategori sangat praktis, dan dari segi keefektifan, persentase yang dicapai adalah 76,25%, yang tergolong dalam kategori efektif.