Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Penyerapan Logam Berat Tembaga (Cu) pada Akar Avicennia marina di Perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu Geugeuh Geureuha Natadisastra; Zahidah - Hasan; Sriati - -; Walim - Lili
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.904 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan Mengkaji konsentrasi logam berat tembaga (Cu) di air laut dan sedimen, di perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu serta menganalisis kemampuan akar Avicennia marina dalam mengabsorbsi logam berat tembaga (Cu) di perairan Karangsong, Indramayu. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove perairan Karangsong pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik purposive sampling. Analisis konsentrasi logam berat dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat tembaga (Cu) di badan perairan sangat rendah yaitu <0,005 ppm. Konsentrasi Logam berat tembaga (Cu) pada sedimen dan akar Avicennia marina secara berturut-turut berkisar 0,387-0,837 ppm; 0,007-0,015 ppm. Avicennia marina kurang mampu mengakumulasi logam berat tembaga (Cu) berdasarkan perhitungan nilai BCF yaitu <1.
Efektivitas Berbagai Media Tanam Untuk Mengurangi Karbon Organik Total Pada Sistem Akuaponik dengan Tanaman Selada Muhamad Rakhman Firdaus; Zahidah Hasan; Iwang Gumilar; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.839 KB)

Abstract

Akuaponik adalah konsep pengembangan bio-integrated farming system, yaitu suatu rangkaian teknologi yang memadukan antara teknik budidaya perikanan dan teknik pertanian hidroponik. Air dari proses budidaya ikan yang masuk ke dalam wadah pemeliharaan tanaman akan digunakan kembali sebagai sumber air pada proses budidaya ikan. Air tersebut mengandung banyak bahan organik sehingga perlu diperhatikan dalam pengelolaan kualitas air budidaya. Karbon merupakan penyusun utama bahan organik. Bahan organik tersebut dapat diukur menggunakan pendekatan uji karbon organik total. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse, Komplek Kolam Percobaan Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor selama empat minggu. Percobaan dilakukan untuk menetapkan efisiensi media tanam terbaik dalam menurunkan konsentrasi karbon organik total di media air budidaya dan membuat pertumbuhan tanaman selada lebih baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan dan empat kelompok. Media tanam yang diuji adalah batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 3:1, batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 1:3, seluruhnya batu apung, serta seluruhnya arang sekam. Pengamatan dilakukan pada minggu ke-0, 1, 2, 3 dan 4 selama empat minggu. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi karbon organik total, amonia total, oksigen terlarut, pH, suhu, tinggi tanaman dan bobotnya, serta panjang ikan dan bobotnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa media tanam seluruhnya arang sekam memberikan hasil penurunan karbon organik total yang lebih baik dibandingkan seluruhnya batu apung hingga minggu kedua penelitian dan media tanam ini perlu diganti setiap dua atau tiga minggu sekali sejak penyemaian untuk mendapatkan produktivitas tanaman yang tinggi. Media tanam seluruhnya arang sekam memberikan pertambahan tinggi dan bobot selada terbaik yaitu masing-masing sebesar 18,6 cm dan 115,2 gram.  
Distribusi Spasial Komunitas Plankton sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Chitra Devi Amelia; Zahidah Hasan; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat telah dilaksanakan pada bulan 27 Mei – 17 Juni 2012. Penelitian ini dilakukan di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air Situ Bagendit untuk pengelolaan lebih lanjut dalam bidang kegiatan budidaya ikan hias. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan penetapan 11 stasiun, dan empat kali waktu sampling dengan periode penelitian setiap 7 hari sekali. Komunitas plankton yang ditemukan terdiri dari 44 spesies fitoplankton dan 23 spesies zooplankton. Nilai kelimpahan fitoplankton tertinggi adalah kelas Desmidiaceae dengan nilai kelimpahan rata-rata 34 ind/L, sedangkan nilai kelimpahan tertinggi zooplankton adalah kelas Rotatoria dengan kelimpahan rata-rata 3 individu/L. Secara spasial plankton berdasarkan kelimpahan dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok pertama (stasiun 1 dan 4) dengan kisaran kelimpahan plankton 100-240 ind/L, kelompok kedua (2, 3, 5, 8 dan 9) dengan nilai 66-85 ind/L, sedangkan kelompok ketiga (stasiun 6, 7, 10 dan 11) dengan nilai 35-65 ind/L.  Berdasarkan beberapa parameter fisik, kimiawi dan komunitas plankton di perairan Situ Bagendit sesuai sebagai areal budidaya ikan hias.
Analisis functional feeding group pada makrozoobentos di Situ Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Aiman Ibrahim; M. Faisal Rapsanjani; Isni Nurruhwati; Zahidah Zahidah
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.24706

Abstract

Makrozoobentos merupakan biota yang berperan dalam fungsi ekosistem perairan dan umumnya digunakan dalam bioasesmen. Peranan dari makrozoobentos dalam fungsi ekosistem perairan dapat diketahui dengan menggunakan analisis Functional Feeding Group (FFG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Functional Feeding Group pada makrozoobentos di Situ Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di lima stasiun meliputi inlet dari kawasan industri dan pemukiman, midlet, kawasan pertanian, dan outlet. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan dengan menggunakan Ekman grab sebanyak tiga kali dikompositkan. Selain itu, dilakukan pula pengukuran parameter fisik kimiawi perairan dan substrat dasar. Berdasarkan hasil penelitian, secara keseluruhan ditemukan 22 spesies makrozoobentos yang tergolong ke dalam tiga kelompok FFG meliputi scrapers, collector gatherer, dan collector filterers. Kelompok scrapers memiliki kelimpahan tertinggi di semua stasiun pengamatan, diikuti kelompok collector gatherers dan collector filterers. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa kelompok collector gatherers memiliki korelasi yang sangat kuat dengan parameter kedalaman perairan, turbiditas, dan oksigen terlarut (r > 0,7).
Pelatihan Kader Posyandu dalam Pembuatan Biskuit Kaya Protein Ikan di Desa Cileles, Jatinangor, Sumedang Junianto Junianto; Zahidah Zahidah; Kiki Haetami
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2021): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.7.3.279-284

Abstract

The role of mothers is very important in increasing the consumption of fish protein for toddlers and children. Consumption of fish protein is very useful for maintaining health, accelerating growth and development of children, and increasing intelligence. The aim of this program is to provide knowledge and train skills in making biscuits rich in fish protein fortified with nilem fish meat flour to Posyandu women as the target audience in Cileles Village, Jatinangor Subdistrict, Sumedang District. This activity lasts for seven months, from May to December 2020. The methods used training in making fish potein – rich biscuit. Based on the results of the activities that have been carried out, it can be concluded that posyandu caders have been knowledge and skills in making fish protein-rich biscuits fortified with nilem fish meat flour. Organoleptically produced products are preferred by panelis.
Growth of different strains of three fishes and water spinach ( Ipomoea reptans Poir) based aquaponic Zahidah Hasan; Y. Andriani; Y. Dhahiyat; A. Sahidin; M. R. Rubiansyah
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 2 (2017): June 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i2.357

Abstract

This study aims to determine the growth of fish (Nile tilapia, North African catfish, and goldfish) which cultured along with water spinach in aquaponics system. The study was conducted at the Laboratory of Aquaculture, Ciparanje, Facul-ty of Fisheries and Marine Sciences, Padjadjaran University from February to April 2016. The experiment was designed using a completely randomized design with 5 treatments and 3 replicates. Treatment A: positive control, water spinach grown on soil and compost fertilizer, Treatment B: negative control, water spinach grown on soil without compost fertilizer, treatment C: aquaponics Nile tilapia and water spinach, Treatment D: aquaponics North African catfish and water spinach, and treatment E: aquaponics goldfish and water spinach. The measured parameters in this study were fish growth and water spinach growth include stem height, number of leaves, biomass as well as water quality included nitrates, ammonia and phosphates. The results showed that the highest fish growth, obtained in combination of catfish and water spinach with growth of 7.8±1.18 grams and the highest water spinach growth obtain in koi cultured with water spinach with average biomass 30.40±5.59 grams. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pertumbuhan tiga jenis ikan (lele, nila, dan koi) yang dipelihara bersama de-ngan kangkung darat dalam sistem akuaponik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Budi daya Perikanan, Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dari bulan Februari hingga April 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perla-kuan dan diulang empat kali. Perlakuan A: kontrol positif, tanaman kangkung darat ditanam menggunakan tanah dan pupuk kompos; perlakuan B: kontrol negatif, tanaman kangkung darat ditanam menggunakan tanah tanpa menggunakan pupuk kompos; perlakuan C: akuaponik dengan ikan nila dan tanaman kangkung darat; perlakuan D: akuaponik dengan ikan lele dan tanaman kangkung darat, dan perlakuan E: ikan koi dan tanaman kangkung darat. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah pertumbuhan bobot ikan, dan pertumbuhan kangkung yang meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan biomassa panen serta kualitas air yang mencakup nitrat, ammonia, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot ikan tertinggi diperoleh pada kombinasi lele dan kangkung darat dengan pertumbuhan sebe-sar 7,8±1,18 g dan pertumbuhan tanaman kangkung tertinggi diperoleh pada pemeliharaan bersama koi yang mengha-silkan biomassa sebesar 30,40±5,59 g.
Water quality and water spinach productivity in aquaponic systems using fine bubbles (FBS) zahidah hasan; Yuli Andriani; Drian Alif Anando; Sofiya Hasani; Rusky I Pratama
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/21491

Abstract

Fine bubbles (FBs) merupakan teknologi baru dalam sistem akuaponik yang diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan dan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pemberian tekanan fine bubbles (FBs) yang dapat meningkatkan kualitas air dan produktivitas kangkung dalam sistem akuaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2022 di Green House Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian tekanan FBs masing-masing 0 atm (A), 5,25 atm (B), 5,5 atm (C), 5,75 atm (D). Parameter kualitas air yang diukur terdiri atas parameter fisika (suhu) dan kimia (oksigen terlarut, pH, amonia, dan nitrat). Hasil penelitian menunjukkan pemberian tekanan FBs 5,75 atm menghasilkan suhu berkisar 24,4℃ - 26,5℃, kandungan oksigen terlarut sebesar 7,83 mg, pH 6,98 – 8,07, konsentrasi amonia 0,002 mg L-1, yang berpengaruh pada pertumbuhan ikan yang baik serta konsentrasi nitrat 0,316 mg L-1 yang berpengaruh pada produktivitas tanaman yang lebih tinggi, menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman 128,83 cm, bobot tanaman 140,60 g, dan jumlah daun 284 helai.ABSTRACTThe fine bubbles (FBs) is a new technology in aquaponic system that is expected to improve the fish and plant productivity. This study aimed to determine the application of fine bubbles pressure in improving water quality and water spinach in an aquaponic system. The research was conducted from January to March 2022 at Ciparanje Green House, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. This study used an experimental method of Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The treatments used were FBs pressure of 0 atm (A), 5.25 atm (B), 5.5 atm (C), 5.75 atm (D). The water quality parameters measured consisted of physical (temperature) and chemical (dissolved oxygen, pH, ammonia, and nitrate) parameters. The results showed that the pressure of FBs 5.75 atm generated temperatures ranging from 24.4oC - 26.5 oC, dissolved oxygen content of 7.83 mg L-1, pH 6.98 – 8.07, ammonia concentration 0.002 mg L-1 which affected on good fish growth and nitrate concentration 0.316 mg L-1 which affected higher plant productivity, resulting plant height of 128.83 cm, a plant weight of 140.60 g, and the number of leaves of 284 leaves.
A Study on Characteristics of Semi-Natural Hatchery Habitat for Olive Ridley Sea Turtle Lepidochelys olivacea (Eschscholtz, 1829) Conservation: A Case Study of Batu Hiu Beach, Pangandaran, West Java, Indonesia Faddilah, Thallita Nasywa; Hasan, Zahidah; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Herawati, Titin
Journal Omni-Akuatika Vol 20, No 2 (2024): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2024.20.2.1146

Abstract

Sea turtle populations have declined due to habitat destruction and the widespread collection of eggs for commercial purposes. This study assessed the characteristics and suitability of semi-natural hatchery habitats for Olive Ridley Sea Turtles (Lepidochelys olivacea) at Batu Hiu Beach, Pangandaran, West Java, Indonesia, from June 1-July 31, 2023. The survey method and purposive sampling were employed to determine nesting sites based on turtle landing points.Biophysical habitat measurements were analyzed descriptively and statistically using one-way ANOVA and Tukey's post hoc test to compare sand temperature, sand humidity, and air humidity. An L. olivacea landed at site 4, laying 73 eggs in a natural nest with 34 cm nest depth and 24 cm nest diameter. Semi-natural nests measured 37 cm nest depth and 26 cm in nest diameter. The sand type at Batu Hiu Beach was characterized by black sand grains and fine sand substrate with a percentage of 51.02%. The temperature within the hatchery ranged from 25.3°C to 42.1°C.  with average of 29.7 ± 1.88 °C.The sand humidity in the hatchery ranged from 2% to 14%, with an average daily humidity of 10 ± 0.22 %. The air humidity within the hatchery ranged from 56% to 94%, with a daily average of 85 ± 0.05 %. Based on all the analyzed parameters, the hatchery at Batu Hiu Sea Turtle Preservation were suitable with the nest criteria by Technical Guidelines for Sea Turtle Conservation Management by DKP for the hatching of L. olivacea eggs, with a hatching success rate of 85%.Keywords: Lepidochelys olivacea, temperature, humidity, sand type, hatching success
The effectiveness of filters on catfish Clarias gariepinus fry performance in the aquaponic system Andriani, Yuli; Hasan, Zahidah; Zidni, Irfan; Nurruhwati, Isni; Iskandar, Iskandar; Kusumoputra, Rahmadi
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 20 No. 2 (2021): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.20.2.101-114

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of filters on the growth performances of catfish fry (Clarias gariepinus) in the aquaponic system. The study was conducted in the Ciparanje Green House, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. A completely randomized design with four treatments and three replications was applied, namely treatment A: Water circulation using bioball filter medium, B: Water circulation using water spinach filter medium, C: Water circulation using bioball and water spinach filter media, and D: Water circulation using sponge filter medium (control). The container used for the maintenance was a fiber tank at 70 cm × 70 cm × 70 cm size filled with 257 L water and a stocking density of 15 fish/fiber. The parameters observed were survival rate, growth, feed conversion, and water quality. The results showed that the use of biological filter using water spinach produced the best growth performance of catfish. The best survival rate was also obtained by using water spinach filter (100%) with the absolute growth of 98.32 ± 15.6 g. The water quality an aquaponic system with water spinach filter supported the growth performance of catfish fry. Keywords: absolute growth, aquaponic, Clarias gariepinus, filters. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas filter terhadap performa pertumbuhan benih ikan lele Clarias gariepinus dalam sistem akuaponik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Rumah Kaca Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A: sirkulasi menggunakan media filter bioball, B: Sirkulasi menggunakan media filter bayam air, C: Sirkulasi menggunakan media filter bioball dan tanaman kangkung, dan D : Sirkulasi menggunakan media spons (kontrol). Wadah yang digunakan untuk pemeliharaan bak fiber dengan ukuran 70 cm × 70 cm × 70 cm diisi dengan air sebanyak 257 L dengan padat tebar 15 ekor / bak. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertumbuhan ikan, konversi pakan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan filter biologis menggunakan tanaman kangkung menghasilkan performa pertumbuhan ikan lele yang terbaik. Tingkat kelangsungan hidup terbaik juga ditunjukkan oleh pelakuran dengan filter berupa tanaman kankung (100%) dan pertumbuhan mutlak 98,32 ± 15,6 g. Kualitas air sistem akuaponik dengan filter tanaman kangkung mendukung performa pertumbuhan benih ikan lele.
Budidaya Cacing Sutera Untuk Pakan Ikan Hias: Studi Kasus Corrydoras Di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang Subhan, Ujang; Aisyah, Aisyah; Herawati, Heti; Hasan, Zahidah
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60517

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pelatihan tentang budidaya cacing sutera (Tubifex sp.) sebagai alternatif pakan alami bagi ikan hias, khususnya Corydoras, di Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah ketergantungan pada pakan alami yang bergantung pada musim, seperti larva Chironomus. Melalui pelatihan dan pendampingan, anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan Minasari Barokah) diajarkan teknik budidaya cacing sutera yang efektif dan efisien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dan memberikan alternatif pakan alami yang berkelanjutan, sehingga dapat mendukung keberlanjutan budidaya ikan hias. Evaluasi menunjukkan dampak positif terhadap produksi ikan hias dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Co-Authors A. Sahidin Adie Wijaya Putra Adinda Kurnia Putri Afisha, Fauziyah Nur Aghnia Nur Islami Aiman Ibrahim Aisyah Aisyah Alfiansyah, Robby Alfina Andani Alvetta, Della Rena Apriliani, Izza M Arief, Mochamad Candra W. Arief, Mochamad Candra Wirawan Asep Sahidin Asep Sahidin Awalludin, Nur Ayi - Yustiati Chitra Devi Amelia Drian Alif Anando Eddy Afrianto Emma Rochima Eni Sumiarsih Eviyanti Simanjorang Faddilah, Thallita Nasywa Fadhilah Silviana Putri Fahriansyah, Rifan Faqih Baihaqi Febrry A. Putra Geugeuh Geureuha Natadisastra Herman Hamdani Herman Hamdani Heryanti, Rika Heti Herawati Heti Herawati Hilman - Heriyanto Indah Riyantini Iskandar - Iskandar Iskandar Isni - Nurruhwati Isni Nurruhwati Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Junianto Junianto Kiki Haetami Kusumoputra, Rahmadi M. Faisal Rapsanjani M. R. Rubiansyah Manuel, David Reivaldo Marchelin, Shefia Masjamir - Maysabila, Annisa Meyllianawaty, Fittrie Muhamad Rakhman Firdaus Muhammad Surya Fajar Pradana Nabila, Tiara Nurul Nia Kurniawati Noir Primadona Purba Otong Suhara Djunaedi Prameswari, Rhiana Pratiwy, Fittrie Meyllianawaty Rega Permana Roffi Grandiosa Rudy Kurniadi Rusky I Pratama Satrio Hadisnugroho Sewiko, Roni Sofiya Hasani Sriati - - sunarto sunarto Syamsuddin, Mega Laksmini Syawaludin Alisyahbana Harahap Taufanputri, Melati Teguh Firmansyah Titin Herawati Try Setiani Budi Utami Ujang Subhan W. Gunawan Wahyudi, Rifki Walim Lili Widi Restu Gumelar Y. Andriani Y. Dhahiyat Yayat Dhahiyat Yeni Mulyani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuniar Mulyani Zidni, Irfan Zuzy Anna