Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDIDIKAN Khairunisa; Dila Puspita Sari; Tia Isnani Putri; Irfan Fauzi
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 4 (2025): Vol III. Edisi IV. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan suatu bangsa. Namun, keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor internal seperti motivasi belajar, minat, kesehatan, dan kondisi psikologis siswa memiliki peran besar dalam pencapaian hasil belajar. Selain itu, faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, ketersediaan sarana dan prasarana, kualitas guru, kurikulum, serta kebijakan pemerintah juga turut menentukan kualitas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor utama yang memengaruhi pendidikan, baik dari segi internal maupun eksternal, serta implikasinya terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
TREN PENDIDIKAN GLOBAL Salsabila Nazhan Nasution; Kintanti Khairani; Irfan Fauzi
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 4 (2025): Vol III. Edisi IV. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun peradaban suatu bangsa dan memainkan peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks global, sistem pendidikan mengalami perubahan yang dinamis akibat pengaruh sosial, ekonomi, politik, budaya, serta perkembangan teknologi digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren pendidikan global dengan membandingkan kebijakan dan praktik pendidikan di beberapa kawasan dunia seperti Asia Timur, Eropa Barat, Amerika Serikat, negara-negara Nordik, dan Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah pustaka terhadap sumber nasional dan internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun setiap negara memiliki karakteristik dan orientasi pendidikan yang berbeda, terdapat konvergensi global menuju pendidikan berbasis kompetensi, digitalisasi pembelajaran, dan kesetaraan akses. Bagi Indonesia, pemahaman terhadap tren global ini penting untuk mengembangkan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21 namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kearifan budaya lokal.
MEMBANDINGKAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU: FINLANDIA, JEPANG, DAN JERMAN Muhammad Irsandi; Anggun Septia Nurrahmah; Hasby Ash Shiddiqi; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/x6m6q004

Abstract

Penelitian ini membandingkan sistem pendidikan tiga negara maju Finlandia, Jepang, dan Jerman dengan tujuan mengidentifikasi praktik kebijakan dan operasional yang berkontribusi pada mutu pendidikan serta menilai relevansinya untuk konteks Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, menelaah laporan internasional (mis. OECD, UNESCO), artikel ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan nasional terkini. Fokus analisis meliputi kebijakan pendanaan, struktur kurikulum, profesionalisme dan peran guru, mekanisme evaluasi, keterlibatan industri (terutama pada pendidikan vokasional), serta peran budaya dan masyarakat dalam mendukung proses belajar. Hasil kajian menunjukkan pola bersama: komitmen pendanaan jangka panjang, investasi signifikan pada kualitas guru, dan pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai pendukung pembelajaran. Namun setiap negara memiliki kekhasan: Finlandia menonjolkan pemerataan akses, otonomi guru, dan kurikulum holistik; Jepang menekankan disiplin, pendidikan karakter, dan praktik kolaboratif antar-guru (lesson study); sedangkan Jerman unggul pada sistem pendidikan vokasional ganda (dual system) dan keterkaitan erat antara sekolah dengan dunia industri. Implikasi utama bagi Indonesia adalah pentingnya penguatan profesionalisme guru, stabilitas pendanaan, pengembangan jalur vokasional yang terintegrasi dengan industri, serta penyesuaian kebijakan yang sensitif terhadap konteks budaya lokal. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup studi empiris implementasi adaptasi kebijakan di tingkat daerah.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU (NEGARA AMERIKA SERIKAT DAN NEGARA JERMAN) Citra Hariani; Annisa Indriani; Amelia Nur’aini; Irfan fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kechzb83

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi penting bagi perkembangan individu dan masyarakat. sistem pendidikan di berbagai negara memiliki karakteristik unik yang mencerminkan nilai-nilai, sejarah, dan kebutuhan sosial-ekonomi mereka. dalam konteks global, sistem pendidikan di amerika serikat dan jerman merupakan contoh dua pendekatan yang sangat berbeda namun sama-sama berpengaruh dalam membentuk masa depan generasi mudanya. pendidikan di amerika serikat dikenal dengan sistemnya yang beragam dan fleksibel. negara ini mengadopsi model desentralisasi, di mana tanggung jawab pendidikan sebagian besar berada pada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah. kurikulum sering kali bervariasi antar wilayah, memberikan kebebasan untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan kebutuhan lokal. Sistem ini juga mengutamakan prinsip inklusi, dengan berbagai program yang mendukung keberagaman dan akses pendidikan untuk semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sekolah menengah menawarkan berbagai jalur pendidikan, termasuk jalur akademik, kejuruan, dan seni, sehingga memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih sesuai minat dan bakat mereka. pendidikan di jerman terkenal dengan sistemnya yang terstruktur dan berfokus pada spesialisasi dini. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa di jerman mengikuti jalur pendidikan yang berbeda sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, melalui sistem yang dikenal sebagai Realschule atau Gymnasium. pendidikan kejuruan juga mendapatkan perhatian besar di jerman, dengan banyak siswa mengikuti sistem ganda yang menggabungkan pelatihan praktis di tempat kerja dengan pendidikan teoretis di sekolah.
GLOBALISASI DAN PERGESERAN OTORITAS DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN Aulia Laila Azzahra; Intan Tri Permatasari; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xmhmxm81

Abstract

Globalisasi telah menghadirkan perubahan signifikan terhadap arah kebijakan pendidikan melalui pergeseran otoritas negara, rekonstruksi tata kelola pendidikan, serta penguatan wacana global yang membingkai proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis mendalam terhadap buku, jurnal, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara tidak lagi memegang kendali tunggal dalam menetapkan kebijakan pendidikan, karena proses global membuka ruang intervensi bagi lembaga internasional, pasar global, dan aktor transnasional. Di sisi lain, globalisasi mendorong digitalisasi pembelajaran, standardisasi kualitas melalui indikator internasional, serta pergeseran kurikulum menuju kompetensi abad ke-21. Namun demikian, kajian ini juga menegaskan adanya bahaya reifikasi, yakni kecenderungan untuk menerima pengaruh global secara taken for granted tanpa mempertimbangkan konteks sosial-budaya masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan di era global sangat bergantung pada kemampuan negara menyeleksi, mengolah, dan mengadaptasi wacana global secara kritis sehingga tetap sejalan dengan identitas nasional, kebutuhan lokal, dan tujuan pembangunan pendidikan. Dengan demikian, globalisasi bukan sekadar tantangan, melainkan peluang strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan apabila dikelola dengan pemikiran yang reflektif dan selektif.