Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MEMBANDINGKAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU: FINLANDIA, JEPANG, DAN JERMAN Muhammad Irsandi; Anggun Septia Nurrahmah; Hasby Ash Shiddiqi; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/x6m6q004

Abstract

Penelitian ini membandingkan sistem pendidikan tiga negara maju Finlandia, Jepang, dan Jerman dengan tujuan mengidentifikasi praktik kebijakan dan operasional yang berkontribusi pada mutu pendidikan serta menilai relevansinya untuk konteks Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, menelaah laporan internasional (mis. OECD, UNESCO), artikel ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan nasional terkini. Fokus analisis meliputi kebijakan pendanaan, struktur kurikulum, profesionalisme dan peran guru, mekanisme evaluasi, keterlibatan industri (terutama pada pendidikan vokasional), serta peran budaya dan masyarakat dalam mendukung proses belajar. Hasil kajian menunjukkan pola bersama: komitmen pendanaan jangka panjang, investasi signifikan pada kualitas guru, dan pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai pendukung pembelajaran. Namun setiap negara memiliki kekhasan: Finlandia menonjolkan pemerataan akses, otonomi guru, dan kurikulum holistik; Jepang menekankan disiplin, pendidikan karakter, dan praktik kolaboratif antar-guru (lesson study); sedangkan Jerman unggul pada sistem pendidikan vokasional ganda (dual system) dan keterkaitan erat antara sekolah dengan dunia industri. Implikasi utama bagi Indonesia adalah pentingnya penguatan profesionalisme guru, stabilitas pendanaan, pengembangan jalur vokasional yang terintegrasi dengan industri, serta penyesuaian kebijakan yang sensitif terhadap konteks budaya lokal. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup studi empiris implementasi adaptasi kebijakan di tingkat daerah.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU (NEGARA AMERIKA SERIKAT DAN NEGARA JERMAN) Citra Hariani; Annisa Indriani; Amelia Nur’aini; Irfan fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kechzb83

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi penting bagi perkembangan individu dan masyarakat. sistem pendidikan di berbagai negara memiliki karakteristik unik yang mencerminkan nilai-nilai, sejarah, dan kebutuhan sosial-ekonomi mereka. dalam konteks global, sistem pendidikan di amerika serikat dan jerman merupakan contoh dua pendekatan yang sangat berbeda namun sama-sama berpengaruh dalam membentuk masa depan generasi mudanya. pendidikan di amerika serikat dikenal dengan sistemnya yang beragam dan fleksibel. negara ini mengadopsi model desentralisasi, di mana tanggung jawab pendidikan sebagian besar berada pada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah. kurikulum sering kali bervariasi antar wilayah, memberikan kebebasan untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan kebutuhan lokal. Sistem ini juga mengutamakan prinsip inklusi, dengan berbagai program yang mendukung keberagaman dan akses pendidikan untuk semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sekolah menengah menawarkan berbagai jalur pendidikan, termasuk jalur akademik, kejuruan, dan seni, sehingga memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih sesuai minat dan bakat mereka. pendidikan di jerman terkenal dengan sistemnya yang terstruktur dan berfokus pada spesialisasi dini. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa di jerman mengikuti jalur pendidikan yang berbeda sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, melalui sistem yang dikenal sebagai Realschule atau Gymnasium. pendidikan kejuruan juga mendapatkan perhatian besar di jerman, dengan banyak siswa mengikuti sistem ganda yang menggabungkan pelatihan praktis di tempat kerja dengan pendidikan teoretis di sekolah.
GLOBALISASI DAN PERGESERAN OTORITAS DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN Aulia Laila Azzahra; Intan Tri Permatasari; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xmhmxm81

Abstract

Globalisasi telah menghadirkan perubahan signifikan terhadap arah kebijakan pendidikan melalui pergeseran otoritas negara, rekonstruksi tata kelola pendidikan, serta penguatan wacana global yang membingkai proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis mendalam terhadap buku, jurnal, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara tidak lagi memegang kendali tunggal dalam menetapkan kebijakan pendidikan, karena proses global membuka ruang intervensi bagi lembaga internasional, pasar global, dan aktor transnasional. Di sisi lain, globalisasi mendorong digitalisasi pembelajaran, standardisasi kualitas melalui indikator internasional, serta pergeseran kurikulum menuju kompetensi abad ke-21. Namun demikian, kajian ini juga menegaskan adanya bahaya reifikasi, yakni kecenderungan untuk menerima pengaruh global secara taken for granted tanpa mempertimbangkan konteks sosial-budaya masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan di era global sangat bergantung pada kemampuan negara menyeleksi, mengolah, dan mengadaptasi wacana global secara kritis sehingga tetap sejalan dengan identitas nasional, kebutuhan lokal, dan tujuan pembangunan pendidikan. Dengan demikian, globalisasi bukan sekadar tantangan, melainkan peluang strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan apabila dikelola dengan pemikiran yang reflektif dan selektif.
ANALISIS PERBANDINGAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN TIGA NEGARA: FINLANDIA, JEPANG, DAN QATAR Erny Wulandari; Asmah Naziha; Najib Shihab; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ygd6qy41

Abstract

Penelitian ini mengkaji sistem pendidikan di negara maju sebagai studi kasus untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pembangunan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada analisis kebijakan pemerintah, struktur kurikulum, kualitas tenaga pendidik, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kajian pustaka, dengan menelaah laporan internasional, artikel ilmiah, serta data resmi dari lembaga seperti OECD, UNESCO, dan kementerian pendidikan negara terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional dengan dukungan anggaran yang konsisten, perencanaan jangka panjang, dan sistem evaluasi yang ketat. Kurikulum disusun secara adaptif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja, sementara kualitas guru dijaga melalui program pelatihan berkelanjutan serta seleksi yang ketat. Selain itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan telah menciptakan budaya belajar sepanjang hayat, di mana keluarga, sekolah, dan komunitas berperan aktif. Pemerataan akses diwujudkan melalui kebijakan inklusif, dan teknologi dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Temuan ini memberi implikasi penting bagi Indonesia, yaitu perlunya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada kualitas sekaligus pemerataan agar daya saing pendidikan nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.
Rekonstruksi Pamali sebagai Jarimah Ta’zir: Analisis Fiqh al-Bi’ah dalam Preservasi Leuweung Larangan Irfan Fauzi; Arini Nabila Azzahra
Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/terang.v2i4.1537

Abstract

State-based conservation in Indonesia often faces institutional failure and social resistance, resulting in continued deforestation. Conversely, Indigenous conservation models in West Java, specifically the Leuweung Larangan (forbidden forest), demonstrate significant ecological resilience. However, the legal standing of these customary practices within Islamic jurisprudence remains under-theorized, creating a dichotomy between Adat (custom) and Sharia. This study proposes a juridical reconstruction of the Sundanese taboo mechanism (Pamali) as Jarimah Ta’zir (discretionary sanction) to strengthen environmental law enforcement. Utilizing a socio-legal approach and ecological hermeneutics, this research analyzes Yusuf al-Qardhawi’s concept of Fiqh al-Bi’ah and Seyyed Hossein Nasr’s sacred science, alongside relevant empirical data on Indigenous forest governance. The findings demonstrate that Leuweung Larangan structurally manifests as Hima Syar’i (sacred protected zone). Operationally, Pamali functions not merely as a cultural myth, but as a preventive legal instrument (Sadd al-Dzari’ah) where environmental violations constitute religious criminal acts. This creates a "Sundanese Eco-theology" model that establishes a double-layered compliance system—social sanctions and theological liability—proving more effective for carbon preservation than state regulations alone. The study recommends integrating this model into the Green Constitution framework to resolve tenurial conflicts and enhance climate resilience.
METODE PERBANDINGAN PENDIDIKAN Intan Kumala; Munadiya Nur Fadillah; Nurul Afiah; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode perbandingan pendidikan merupakan pendekatan sistematis yang bertujuan menganalisis, membandingkan, dan mengevaluasi sistem pendidikan dari berbagai negara atau daerah. Melalui metode ini, peneliti dapat mengidentifikasi persamaan dan perbedaan kurikulum, strategi pembelajaran, manajemen pendidikan, serta faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhinya. Hasil analisis tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh tentang kualitas dan efektivitas suatu sistem pendidikan, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih relevan dan inovatif. Dengan demikian, metode perbandingan pendidikan berperan penting sebagai sarana refleksi dan inspirasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara global.
SUPERVISI DAN KEBANGKITAN PENDIDIKAN INDONESIA Dinda Siti Azura; Candy Khairani; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebangkitan pendidikan Indonesia menuntut pendekatan supervisi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga transformatif. Dalam tantangan global dan kompleksitas internal lembaga pendidikan, dibutuhkan strategi yang adaptif dan progresif. Pertama, strategi bertahan yang berfokus pada ketahanan sistemik dan respon terhadap krisis. Kedua, strategi mempertahankan kehidupan lembaga yang menitikberatkan pada keberlanjutan kelembagaan melalui inovasi kebijakan, peningkatan mutu SDM, dan pengelolaan sumber daya secara efektif. Ketiga, strategi yang berorientasi pada persaingan dengan menumbuhkan budaya mutu, daya saing akademik, serta keunggulan program pendidikan. Dalam menggerakkan ketiga strategi tersebut, supervisi diposisikan bukan sekadar pengawasan, melainkan instrumen pembangunan institusi. Dengan demikian, supervisi pendidikan perlu didesain secara kolaboratif, partisipatif, dan berbasis data, demi mengantarkan pendidikan Indonesia menuju era keemasan yang berdaya saing global dan berbasis nilai.
CARA MENGEFEKTIFKAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SEKOLAH Azmi Ayu Fauziah Batubara; Intan Tri Permatasari; Asmah Naziha; Irfan Fauzi
Qalam lil Mubtadiin Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III Edisi II September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi pendidikan yang efektif merupakan elemen krusial dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas pendidik di lingkungan sekolah. Penguatan manajemen dan administrasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem supervisi yang terstruktur. Selanjutnya, partisipasi aktif seluruh warga sekolah dibangun melalui peningkatan kesadaran kolektif. Efektivitas supervisi juga didorong dengan optimalisasi rapat pimpinan dan guru, serta penyediaan media seperti papan karya guru dan perpustakaan yang representatif. Forum diskusi guru dan penerbitan buletin sekolah dijadikan sarana refleksi dan berbagi praktik baik. Inovasi lain dilakukan melalui pembentukan forum penelitian guru dan pelaksanaan workshop kurikulum untuk meningkatkan kapasitas pedagogis. Studi banding tahunan dilaksanakan sebagai sarana benchmarking yang konstruktif. Melalui pendekatan ini, supervisi pendidikan tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga media pembinaan, kolaborasi, dan pengembangan profesional yang berkesinambungan.
Power Relations and Gender Critique: Uncovering the Politics of Canonization in the Hadith of Al-Syu'm (Misfortune) Irfan Fauzi; Hilal Askary Syirwan
Diplomasi : Jurnal Demokrasi, Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/dpl.v4i1.87

Abstract

Theological stigmatization positioning women as objects of misfortune (bad omen) remains deeply entrenched due to the dominance of textual hadith readings that contradict Aisyah’s contextual correction. Unlike previous research, which has primarily focused on sanad criticism, this study addresses a scholarly gap by highlighting the politics of memory. Employing an interdisciplinary approach drawing on Foucault, Mernissi, and Gadamer and utilizing library research methods, this study aims to deconstruct the power relations underlying the canonization of the hadith in question. The findings reveal that the marginalization of Aisyah’s narrative is not a historical coincidence, but the product of a patriarchal epistemological hegemony that domesticates female intellectual authority to preserve the integrity of male narrators. In conclusion, the validity of misogynistic hadiths in the contemporary era cannot be established solely through sanad continuity; instead, they must be critically examined through the lens of matan content and the Tawhid paradigm to restore women as dignified subjects rather than sources of misfortune.
Meningkatkan Kapasitas Literasi Digital pada Komunitas Pengajian Ibu-Ibu Masjid Al Ridwan Jati Padang Selamat Ginting; Samatan, Nuriyati; Nursatyo, Nursatyo; Tantri Relatami; Irfan Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Januari - Maret 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i1.1926

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang Literasi Digital Ibu-Ibu Pengajian Masjid Al Ridwan Jati Padang. Teori yang digunakan adalah Teori Literasi Media James Potter, dengan tiga asumsi utama: Personal Locus;Knowledge Structures, Skils. Metode yang dilakukan dalam Pengabdian Masyarakat, dilakukan dengan beberapa langkah, yakni: Observasi; pendekatan kepada Ibu Ibu Pengajian; intensitas komunikasi kepada pengurus DKM Masjid Al Ridwan; membuat Proposal dan mengajukan ke Universitas Nasional; intensitas komunikasi dan mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan Ibu Ibu Pengajian Masjid Al Ridwan; mengajukan proposal Pengabdian Masyarakat; menyepakati waktu untuk melakukan edukasi literasi digital; dan pelaksanaan literasi digital. Hasil Pengabdian Masyarakat ini menunjukkan, bahwa Ibu Ibu Pengajian memiliki personal locus masing-masing, Ibu Ibu yang telah agak sepuh, smartphone digunakan untuk menghubungi keluarga; pada Ibu Ibu yang masih agak muda, menggunakan smartphone untuk berbagai kegiatan: mendapatkan informasi, berjejaring sosial dan melakukan koordinasi dan berbagai keperluan lainnya; analisis berdasarkan Knowledge Structures, ditemukan bahwa struktur pengetahuan Ibu Ibu bervariasi, berdasarkan Tingkat Pendidikan mereka, dan memengaruhi aktivitas mereka dalam menggunakan smartphone dan juga mencari informasi. Analisis berdasarkan Skills atau Kemampuan. Kemampuan Ibu Ibu dalam literasi media, secara umum berada pada kemampuan: Analisis, Evaluasi dan Pengelompokkan, sementara beberapa Ibu Ibu memiliki kemampuan Induksi, Deduksi, Sintesis dan Abstraksi.