Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS KONSEP, TUJUAN, DAN MANFAAT DALAM STUDI PERBANDINGAN PENDIDIKAN Dinda Siti Azura; Yunita Febrianti; Arivia Amanda Saragih; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/djbhvn81

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif konsep dasar perbandingan pendidikan yang meliputi pengertian, ruang lingkup, tujuan, dan manfaatnya dalam membentuk sistem pendidikan yang adaptif terhadap dinamika global. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, kajian ini menelusuri berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan pendidikan bukan hanya berfungsi untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sistem pendidikan antarnegara, tetapi juga sebagai alat analisis ilmiah yang membantu memahami pengaruh faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan historis terhadap pembentukan sistem pendidikan di suatu wilayah. Lebih jauh, penelitian ini menegaskan bahwa perbandingan pendidikan memiliki nilai strategis dalam merumuskan kebijakan dan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global. Dengan memahami keragaman sistem pendidikan, para pendidik dan pembuat kebijakan dapat menyesuaikan praktik terbaik internasional dengan konteks nasional secara bijak dan proporsional. Selain memberikan landasan teoretis bagi pengembangan ilmu pendidikan, penelitian ini juga menumbuhkan kesadaran humanistik, kultural, dan intelektual bahwa pendidikan adalah jembatan untuk membangun peradaban yang saling menghargai, terbuka, dan berkeadilan.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA, MALAYSIA, DAN INDIA Fadila Ramadona Wijaya; Andi Nugraha; Candy Khairani; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jbqpmk74

Abstract

Penelitian ini merupakan studi komparatif deskriptif yang mengkaji secara mendalam sistem pendidikan di tiga negara Asia, yaitu Indonesia, Malaysia, dan India. Meskipun memiliki latar belakang sejarah, budaya, dan sosial-ekonomi yang berbeda, ketiganya menunjukkan komitmen yang sama dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen strategis untuk pembangunan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kajian ini menelusuri struktur pendidikan, kebijakan utama, tantangan, dan capaian pada tingkat dasar, menengah, serta tinggi. Analisis tematik yang digunakan mengungkapkan bahwa Indonesia menonjol dalam desentralisasi pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka, Malaysia berfokus pada kohesi sosial dan internasionalisasi pendidikan melalui Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia (PPPM), sementara India menunjukkan inovasi melalui National Education Policy (NEP) 2020 yang menekankan fleksibilitas dan digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan, namun juga perbedaan mencolok terkait tata kelola, kebijakan bahasa, dan skala tantangan nasional. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan tentang perlunya konteks lokal dalam reformasi pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kualitas pembelajaran di abad ke-21.
Dampak Keterbatasan Sumber Daya Manusia terhadap EfektivitasPengelolaan Keuangan pada BLUD RSUD Campurdarat Ibravita Dwi Annisa; Sindy Nur Aisyah; Riska Amellia Putri; Elysia Septi Amanda; Aqilla Nabbihah; Irfan Fauzi
Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jekombis.v4i4.5622

Abstract

This study aims to examine how the limited human resources of the Regional Public Service Agency (BLUD) of Campurdarat Regional Hospital affect the efficiency of financial management. The background of this study is the lack of professional human resources (HR) in the financial sector, which can hinder the effectiveness, accuracy of reporting, and transparency of hospital financial governance. To obtain a comprehensive picture of the financial management situation at Campurdarat Regional Hospital, the methodology used was interviews, observation, and documentation studies. This research in the study findings shows that although financial management has been implemented in accordance with regulations, such as the values of transparency and accountability, the lack of human resources causes a number of problems, including high employee workloads, delays in financial reporting, and errors in recording drug receivables to third parties. This condition will hamper cooperation between units and reduce the effectiveness of internal supervision. The quality of human resources is a crucial component in realizing effective and efficient public financial governance, according to institutional and resource theories. Therefore, to ensure more effective, accountable, and sustainable financial management in the Campurdarat Regional Public Service Agency (BLUD), capacity building through continuous training, recruitment of professional staff, and optimization of the role of the Internal Supervisory Unit (SPI) is very crucial.
SINTESIS PERBANDINGAN PENDIDIKAN: PENGERTIAN, TUJUAN, DAN IMPLEMENTASINYA Rena Hari Saputri; Muhammad Wisnu; Riza Wahyuni Sinaga; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xcpbn550

Abstract

Penelitian ini membahas sintesis perbandingan pendidikan sebagai pendekatan integratif untuk memahami dan mengembangkan sistem pendidikan lintas negara secara lebih komprehensif. Berbasis metode kualitatif dengan studi pustaka, penelitian ini menghimpun teori, kebijakan, dan praktik pendidikan dari berbagai literatur otoritatif untuk mengidentifikasi pola, hubungan, serta relevansi konteks sosial-budaya dalam setiap sistem pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sintesis perbandingan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengenali persamaan dan perbedaan, tetapi juga sebagai sarana untuk merumuskan pemahaman baru yang lebih adaptif terhadap tuntutan global. Studi perbandingan antara Kurikulum Merdeka Indonesia dan sistem pendidikan vokasional Jerman menunjukkan potensi integrasi yang saling menguatkan, terutama dalam peningkatan kompetensi praktis, karakter, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja modern. Penelitian ini menegaskan bahwa sintesis perbandingan pendidikan dapat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti, penguatan inovasi pendidikan, dan penciptaan model pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, sintesis perbandingan pendidikan memiliki kontribusi strategis dalam membangun sistem pendidikan yang unggul, humanis, dan berdaya saing global.
METODE PERBANDINGAN PENDIDIKAN: PENGERTIAN, TAHAPAN, MANFAAT, DAN CONTOH PENERAPAN Fehan Alya Rahmi Lubis; Azmi Ayu Fauziah Batubara; Ukhti Hafnida Aurilie; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/952k0972

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif metode perbandingan pendidikan sebagai pendekatan ilmiah dalam memahami dinamika, struktur, dan arah perkembangan sistem pendidikan lintas negara. Kajian ini menempatkan perbandingan pendidikan bukan sekadar sebagai analisis persamaan dan perbedaan, tetapi sebagai proses sistematis yang meliputi deskripsi empiris, interpretasi faktor historis-kultural, penilaian kritis, serta aplikasi kebijakan yang memungkinkan suatu negara mengadaptasi praktik terbaik (best practices) secara kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menelaah beragam literatur klasik hingga kontemporer untuk menyingkap bagaimana pendidikan dipengaruhi oleh variabel sosial, politik, ekonomi, dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode perbandingan pendidikan berperan penting dalam memperluas wawasan global, memperkuat kualitas pengambilan kebijakan, dan mendorong pembaruan sistem pendidikan nasional. Contoh penerapannya tampak ketika Indonesia membandingkan diri dengan Finlandia dan Mesir untuk meningkatkan kualitas guru, modernisasi kurikulum, serta penguatan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menegaskan bahwa metode perbandingan pendidikan bukan hanya bernilai teoretis, tetapi juga strategis dalam merancang pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berdaya saing global.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDIDIKAN Khairunisa; Dila Puspita Sari; Tia Isnani Putri; Irfan Fauzi
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 4 (2025): Vol III. Edisi IV. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan suatu bangsa. Namun, keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor internal seperti motivasi belajar, minat, kesehatan, dan kondisi psikologis siswa memiliki peran besar dalam pencapaian hasil belajar. Selain itu, faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga, ketersediaan sarana dan prasarana, kualitas guru, kurikulum, serta kebijakan pemerintah juga turut menentukan kualitas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor utama yang memengaruhi pendidikan, baik dari segi internal maupun eksternal, serta implikasinya terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
TREN PENDIDIKAN GLOBAL Salsabila Nazhan Nasution; Kintanti Khairani; Irfan Fauzi
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 4 (2025): Vol III. Edisi IV. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun peradaban suatu bangsa dan memainkan peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks global, sistem pendidikan mengalami perubahan yang dinamis akibat pengaruh sosial, ekonomi, politik, budaya, serta perkembangan teknologi digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren pendidikan global dengan membandingkan kebijakan dan praktik pendidikan di beberapa kawasan dunia seperti Asia Timur, Eropa Barat, Amerika Serikat, negara-negara Nordik, dan Indonesia. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah pustaka terhadap sumber nasional dan internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun setiap negara memiliki karakteristik dan orientasi pendidikan yang berbeda, terdapat konvergensi global menuju pendidikan berbasis kompetensi, digitalisasi pembelajaran, dan kesetaraan akses. Bagi Indonesia, pemahaman terhadap tren global ini penting untuk mengembangkan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21 namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kearifan budaya lokal.
MEMBANDINGKAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU: FINLANDIA, JEPANG, DAN JERMAN Muhammad Irsandi; Anggun Septia Nurrahmah; Hasby Ash Shiddiqi; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/x6m6q004

Abstract

Penelitian ini membandingkan sistem pendidikan tiga negara maju Finlandia, Jepang, dan Jerman dengan tujuan mengidentifikasi praktik kebijakan dan operasional yang berkontribusi pada mutu pendidikan serta menilai relevansinya untuk konteks Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, menelaah laporan internasional (mis. OECD, UNESCO), artikel ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan nasional terkini. Fokus analisis meliputi kebijakan pendanaan, struktur kurikulum, profesionalisme dan peran guru, mekanisme evaluasi, keterlibatan industri (terutama pada pendidikan vokasional), serta peran budaya dan masyarakat dalam mendukung proses belajar. Hasil kajian menunjukkan pola bersama: komitmen pendanaan jangka panjang, investasi signifikan pada kualitas guru, dan pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai pendukung pembelajaran. Namun setiap negara memiliki kekhasan: Finlandia menonjolkan pemerataan akses, otonomi guru, dan kurikulum holistik; Jepang menekankan disiplin, pendidikan karakter, dan praktik kolaboratif antar-guru (lesson study); sedangkan Jerman unggul pada sistem pendidikan vokasional ganda (dual system) dan keterkaitan erat antara sekolah dengan dunia industri. Implikasi utama bagi Indonesia adalah pentingnya penguatan profesionalisme guru, stabilitas pendanaan, pengembangan jalur vokasional yang terintegrasi dengan industri, serta penyesuaian kebijakan yang sensitif terhadap konteks budaya lokal. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup studi empiris implementasi adaptasi kebijakan di tingkat daerah.
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA MAJU (NEGARA AMERIKA SERIKAT DAN NEGARA JERMAN) Citra Hariani; Annisa Indriani; Amelia Nur’aini; Irfan fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/kechzb83

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi penting bagi perkembangan individu dan masyarakat. sistem pendidikan di berbagai negara memiliki karakteristik unik yang mencerminkan nilai-nilai, sejarah, dan kebutuhan sosial-ekonomi mereka. dalam konteks global, sistem pendidikan di amerika serikat dan jerman merupakan contoh dua pendekatan yang sangat berbeda namun sama-sama berpengaruh dalam membentuk masa depan generasi mudanya. pendidikan di amerika serikat dikenal dengan sistemnya yang beragam dan fleksibel. negara ini mengadopsi model desentralisasi, di mana tanggung jawab pendidikan sebagian besar berada pada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah. kurikulum sering kali bervariasi antar wilayah, memberikan kebebasan untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan kebutuhan lokal. Sistem ini juga mengutamakan prinsip inklusi, dengan berbagai program yang mendukung keberagaman dan akses pendidikan untuk semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sekolah menengah menawarkan berbagai jalur pendidikan, termasuk jalur akademik, kejuruan, dan seni, sehingga memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih sesuai minat dan bakat mereka. pendidikan di jerman terkenal dengan sistemnya yang terstruktur dan berfokus pada spesialisasi dini. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa di jerman mengikuti jalur pendidikan yang berbeda sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, melalui sistem yang dikenal sebagai Realschule atau Gymnasium. pendidikan kejuruan juga mendapatkan perhatian besar di jerman, dengan banyak siswa mengikuti sistem ganda yang menggabungkan pelatihan praktis di tempat kerja dengan pendidikan teoretis di sekolah.
GLOBALISASI DAN PERGESERAN OTORITAS DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN Aulia Laila Azzahra; Intan Tri Permatasari; Irfan Fauzi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xmhmxm81

Abstract

Globalisasi telah menghadirkan perubahan signifikan terhadap arah kebijakan pendidikan melalui pergeseran otoritas negara, rekonstruksi tata kelola pendidikan, serta penguatan wacana global yang membingkai proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis mendalam terhadap buku, jurnal, serta berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara tidak lagi memegang kendali tunggal dalam menetapkan kebijakan pendidikan, karena proses global membuka ruang intervensi bagi lembaga internasional, pasar global, dan aktor transnasional. Di sisi lain, globalisasi mendorong digitalisasi pembelajaran, standardisasi kualitas melalui indikator internasional, serta pergeseran kurikulum menuju kompetensi abad ke-21. Namun demikian, kajian ini juga menegaskan adanya bahaya reifikasi, yakni kecenderungan untuk menerima pengaruh global secara taken for granted tanpa mempertimbangkan konteks sosial-budaya masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan di era global sangat bergantung pada kemampuan negara menyeleksi, mengolah, dan mengadaptasi wacana global secara kritis sehingga tetap sejalan dengan identitas nasional, kebutuhan lokal, dan tujuan pembangunan pendidikan. Dengan demikian, globalisasi bukan sekadar tantangan, melainkan peluang strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan apabila dikelola dengan pemikiran yang reflektif dan selektif.