Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Information literacy on the dangers of Covid-19 in Serang City Iman Mukhroman; Rangga Galura Gumelar
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 10, No 1 (2022): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v10i1.30693

Abstract

The rapid spread of information on the dangers of Covid-19 through social media is not directly proportional to the accuracy of the truth of the current news. People believe in various categories of hoax news developed in the community that cannot be justified. The public must control information literacy in this uncertain condition. This study examined information literacy about the dangers of Covid-19 in the community in Serang City, Banten Province. Method research used a quantitative approach with survey methods and also field observations. The sample in this study was 100 respondents spread over six sub-districts in Serang City. The study results showed that 75% of the people of Serang City used social media, meaning that the people of Serang City had the characteristics of an information society and were technology literate. People as many as 42% stated that they obtained most of the news related to Covid-19 from Facebook. It also discovered that people of 10% of Serang City's people could not choose and analyze news related to Covid-19, whether it was a hoax or genuine. People tended to share the news they received without checking first. News related to the dangers of Covid-19, which the government spread on conventional media and social media, did not change people's patterns and attitudes much. People were more likely to believe in beliefs and cultural values that were considered correct. This condition concludes that information literacy about the dangers of Covid-19 in the people of Serang City still needs improvements.
KEBIJAKAN MEWUJUDKAN PERAN DAN NORMA GENDER PADA KONDISI VIRUS COVID-19 Hasuri Waseh; Rangga Galura Gumelar
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jipags.v6i2.12344

Abstract

The Covid-19 Corona virus where getting up at the moment, has changes in many aspects such as social, economic and cultural. The impact of pandemic Covid-19, we can feel indirectly the different influence between men and women. In the context of patriarchal gender norms, the existence of men is always in the position as the main breadwinner. In this situation, the government made a policy by enforcing all work to be done at home, in purpose to  break the chain of virus transmission. This policy has an impact on men staying at home, so they cannot fulfill their gender norms as breadwinners and on the other hand the workload of women in the household is getting bigger. Through qualitative and quantitative approaches in the postpositivistic paradigm, this study tries to see how the policies that have been carried out by the Serang City Government in realizing gender roles so that there is no inequality and oppression for women. The results of the study show that so many cases of violence that occurred during this pandemic, then there was no direct policy taken by the Serang City Government to protect women, which was only limited to assistance and consultation for those who had violence problems. Keywords : Gender Norms and Roles, Policies, Covid-19, Serang City
Implementasi Teori Difusi Inovasi Pada Digital Payment Application Muhammad Ihsan Alifi; Maulia Pratiwi; Lista Faujiah; Rangga Galura Gumelar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.339 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7519204

Abstract

The research presented provides an explanation of how the theory of innovation diffusion applies to the process of using digital payment applications. This research was carried out by reading previous works that have been written on the subject that is now being investigated. The findings indicated that digital payment was an innovation that is widely adopted by the Early Adopters group. This group possesses a high level of opinion leadership, as can be seen from the provision of the role of testimonials to reduce doubts and uncertainty of innovation, in addition to knowledge and dissemination of innovations carried out. The results showed that digital payment was an innovation that was widely adopted by the early Adopters group.
Efektivitas Pembelajaran Terbaru Melalui Spada Untirta Sebagai Metode Kajian Difusi Inovasi Rabeka Herdiani; Yayan Saryani; Hanifa Fajriani; Rangga Galura Gumelar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.506 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7542711

Abstract

Demanded by the development of the times, which makes education staff and students inevitably, ready or not ready, must face advances in information technology that occur in educational institutions. SPADA Untirta is an Online Learning System developed by Sultan Ageng Tirtayasa University. This study uses the theory of Diffusion of Innovation to determine the effectiveness of the online learning system used by Untirta. Using a quantitative method with a population of Untirta master of communication students batch 2021. The results show that each stage of innovation diffusion in the use of SPADA UNTIRTA for online learning media has been exceeded even though there are still some obstacles. These obstacles include external obstacles but are still considered effective because 39.4% of students stated that they were quite satisfied in using SPADA UNTIRTA
Perencanaan Strategi Humas Pemprov Banten Pasca Ditetapkannya KEK Pariwisata Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten Iman Mukhroman; Rangga Galura Gumelar
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.551 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6045

Abstract

Keputusan pemerintah dalam PP.No.26/2012 yang menetapkan wilayah Tanjung Lesung Pandeglang Banten sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata harus menjadi prioritas bersama. Dalam konteks ini kepentingan Nasional tentunya membawa perubahan dan signifikansi kepada daerah baik dalam bidang ekonomi dan budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana sesungguhnya perencanaan strategi Humas Pemprov Banten pasca ditetapkannya PP tersebut dengan fokus pada model perencanaan strategi Public Relations dari Ronald D. Smith  yang terdiri  atas empat fase yang dimulai dengan fase Formative Research, Strategy, Tactics dan Evaluative Research. Pada setiap fase tersebut terdapat tahapan-tahapan perencanaan PR yang mana pada setiap tahapan  tersebut dilakukan analisis dengan menggunakan observasi, studi dokumentasi dan wawancara mendalam sebagai tehnik pengambilan data. Hasil pengolahan data memberikan jawaban bagaimana sesungguhnya peran dari Humas Pemprov Banten sangat kecil dan tidak banyak memiliki kontribusi dalam pelaksanaan KEK ini. Hal ini terjadi karena definisi dan perspektif Humas itu sendiri tidak sama dengan fungsi Humas yang telah kita kenal dalam dunia kerja. Peran Humas Pemprov Banten hanya sebagai pencatat seremonial dan penghubung media tanpa ada suatu kewenangan yang besar dalam menysusun dan mengembangkan pesan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Humas Pemprov Banten dalam menyelenggarakan dan mengaplikasikan PP tersebut  kurang maksimal. Oleh karenanya harus ada terobosan dan perubahan paradigma tentang fungsi dan peran Humas itu sendiri di lingkungan Pemprov BantenKata-kata kunci: Perencanaan, Strategi, Humas Pemprov Banten, Kawasan Ekonomi Khusus, Pariwisata, TanjungLesung.DOI: 10.24198/jkk.vol1n2.10
TATO: REPRESENTATIF GENDER DALAM PERSPEKTIF FEMINISME Rangga Galura Gumelar; Iman Mukhroman
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.332 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i1.7396

Abstract

Fenomena wanita bertato seringkali kita lihat bagaikan sebuah jaringan, yang berkembang dengan pesat layaknya sebuah virus yang masuk kedalam sel-sel jaringan dan akhirnya menyebabkan orang mengikutinya tanpa kemudian mereka takut ataupun memikirkan nilai yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi sebagai metode pengumpulan data yang didapatkan dari dua orang key informan yang diambil secara purposif. Indentitas diri dan keindahan estetis adalah bagian dari motivasi bagi kedua key informan ini. Bahwa mereka ingin membuktikan bahwa apa yang dipikirkan tentang stereotip yang negatif tentang wanita bertato sedikit demi sedikit terpatahkan. Pembuktian dengan cara bekerja dan memberikan kontribusi serta memiliki andil besar terhadap pekerjaan yang mereka emban adalah sebuah contoh pergerakan feminism, yang dapat diibaratkan sebagai perjuangan dalam meraih persamaan gender. Adapun masyarakat sebagai jaringan sosial yang terbentuk dari sebuah persepsi yang sama, dan juga suatu bentuk persepsi pengalaman yang sama, sehingga mereka merasa nyaman untuk saling terhubung satu sama lain. Ketika budaya tato ini menjadi popular maka tidaklah salah jika media memiliki andil yang sangat besar. Kognisi dari masyarakat kemudian dipenuhi dengan nilai dan norma yang sesuai dengan kebutuhan media. Tidaklah adil kita memberi sanksi sosial hanya dikarenakan mereka bukan publik figur. Harus diakui bahwasannya mengubah suatu paradigma adalah sesuatu yang sangat sulit, oleh karenanya memberikan pencerahan pada masyarakat adalah hal yang tidak dapat dielakan.
Analisis Difusi Inovasi Terhadap Aplikasi Mypertamina Ulfah Khaidarni; Hairun Nisa; Ahmad Hilal Fauzi; Rangga Galura Gumelar; Ail Muldi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.365 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7584912

Abstract

In the midst of an all-digital and multi-application era, Pertamina released an application in the form of MyPertamina. This is a breakthrough to provide convenience to the public in meeting fuel needs when filling up at gas stations. In addition to facilitating the smooth running of subsidized fuel so that it is right on target. However, in reality, MyPertamina experienced various obstacles. With the theory of innovation diffusion, analyzing various obstacles and finding solutions that can be used. The technology adoption model and the innovation diffusion theory are considered as suitable models to predict user interest in adopting new technology. Dissemination of new ideas or ideas through communication channels is sure to trigger various reactions from the public. In principle, society is not seen as a passive recipient of information, but also as the main participant in development and communication, as local culture and knowledge are valued as part of development.
Model Komunikasi Partisipatif Pada Corporate Social Responsibility Perusahaan Perbankan: Studi Kasus Bank BJB KCK Banten dan Bank Indonesia KPW Banten Ghassani Nur Sabrina; Rahmi Winangsih; Rangga Galura Gumelar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3611

Abstract

Berkembangnya berbagai unit usaha dari tingkat nasional, daerah sampai dengan swasta dengan segala dinamika yang muncul di tengah-tengah aktifitas usaha, maka kesadaran terhadap tanggung jawab sosial perusahaan juga mengalami peningkatan dengan melakukan corporate social responsibility (CSR) yang semakin tahun semakin beragam bentuk pelaksanannya. Di Indonesia sendiri, pelaksanaan CSR merupakan sebuah kewajiban yang perlu dilakukan setiap perusahaan di Indonesia sesuai Pasal 74 UU PT. Pada penelitian ini peneliti memilih Bank BJB KCK Banten dan Bank Indonesia KPW Banten yang keduanya adalah perusahaaan perbankan BUMD dan BUMN yang bertugas dilingkup regional Banten, kedua perusahaan ini diwajibkan melaksanakan CSR sesuai dengan peraturan POJK Nomor 51 Pasal 1 Nomor 5 POJK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yakni studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan penerapan komunikasi partisipatif di kedua perusahaan perbankan ini. Bank BJB KCK Banten masih memfokuskan CSR mereka pada bentuk fisik dan pembangunan infrastruktur dan kurang berfokus pada pengembangan masyarakat di sekitar. Selain itu, meskipun sudah menggunakan metode yang cukup terstruktur, Bank BJB KCK Banten masih memiliki celah dalam memaksimalkan penggunaan komunikasi partisipatif dalam kegiatan CSR mereka. Di lain sisi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Bank Indonesia KPW Banten memiliki pendekatan berbeda mengenai program CSR mereka. Bank Indonesia KPW Banten menjadikan komunikasi partisipatif sebagai tujuan dari pelaksanaan CSR mereka. Bank Indonesia KPW Banten menjadikan GenBI sebagai perpanjangan tangan yang menjadi penghubung kedua pihak. Pelatihan dan pengembangan skill anggota GenBI telah membuat GenBI lebih dari sekedar komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia, namun menjadi agen terdepan Bank Indonesia Provinsi Banten dalam memperkecil jarak dengan masyarakat.
Pembentukan Opini Publik pada Pemilihan Umum 2024 (Studi Kasus Opini Publik – Survey Elektabilitas Capres-Cawapres 2024 Pasca Debat Pertama) Iman Mukhroman; Ikhsan Ahmad; Rangga Galura Gumelar
Syntax Idea 2471-2482
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i6.3436

Abstract

Lazimnya pesta demokrasi rakyat lima tahunan, Pemilihan Umum 2024 di Indonesia selalu memunculkan ketegangan politik seiring kampanye calon legislatif dan Presiden-Wakil Presiden, terlebih PEMILU 2024 merupakan Pemilu serentak pertama yang memilih calon legislatif dan Capres-Cawapres bersamaan. Survey -survey yang dilakukan oleh Lembaga survey yang dideminasikan melalui media massa utamanya media sosial turut menyertai pembentukan Opini Publik terkait Partai Politik dan elit Partai yang berkontestasi pada PEMILU 2024, khususnya terkait dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk 5 tahun yang akan datang. Pasangan Prabowo-Gibran, memimpin dalam survei elektabilitas dari mayoritas Lembaga survey, meskipunpada debat pertama pada 12 Desember 2023 memicu kontroversi di media sosial. Dalam debat perdana yang ditayangkan secara langsung, dapat dikatakan bahwa Anies Baswedan memiliki keunggulan dalam penyampaian gagasan terkait visi-misinya menjadi Presiden, disusul oleh Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, tetapi dalam hal opini yang mengemuka di media sosial kecenderungan Prabowo Subianto yang sedikit unggul dibanding 2 calon lainya. Terdapat kecenderungan calon yang bisa menguasai pesan-pesan melalui media sosial, dialah yang akan kemudian bisa membentuk opini publik yang positif baginya untuk bisa memenangkan kontestasi menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada PEMILU 2024.
Kontribusi Media Digital dalam Membangun Opini Publik Pemilu 2024 (Studi Kasus Narasi Newsroom) Lulu Nur Zalzillah; Rangga Galura Gumelar
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v6i1.19527

Abstract

Pemilihan umum (Pemilu) merupakan implementasi komunikasi politik secara optimal yang disesuaikandengan strategi komunikasi. Pada era 4.0, strategi komunikasi politik cenderung menggunakan mediadigital untuk menyampaikan pesan politik (kampanye). Hal ini bertujuan untuk menerima dukunganmasyarakat. Di sisi lain, kondisi tersebut membentuk opini-opini di masyarakat yang menimbulkan reaksimasyarakat. Maka, penelitian ini menganalisis bagaimana NarasiNewsroom sebagai media digital dalampembentukan opini publik pada pemilu 2024. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif (studikasus) yang berpedoman pada teori kepala batu dan media baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwaNarasiNewsroom memiliki peran sebagai media baru. NarasiNewsroom menjadi media baru yangmenyediakan informasi secara cepat,aktual dan berbasis internet guna membantu dalam melakukanpenelitian dan analisis secara cepat,aktual dan berbasis internet terkait pemilu 2024 yang menimbulkansudut pandang dan penyampaian opini-opini yang menjadi opini publik. Jadi, NarasiNewsRoommenjadi media baru dalam memberikan informasi yang terjamin kredibilitas dan validitasnya.