p-Index From 2021 - 2026
5.807
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

MANAGEMENT PUBLIC RELATIONS MELALUI PROSES KOORIENTASI BAGI KEPENTINGAN PENGELOLAAN ARSIP BISNIS JASA PERHOTELAN: (Studi Kasus Upaya Promosi dan Peningkatan Citra Positif Marina Hotel Bengkulu) Adhrianti, Lisa
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.6.1.81-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses manajemen Public Relations pada hotel Grand Marina Pantai Panjang Bengkulu melalui proses koorientasi komunikasi. Teori Koorientasi yang dipilih akan menunjukkan derajat orientasi manager PR dengan petugas administrasi keuangan dan front office hotel terkait dengan efektifitas pengelolaan arsip bagi kepentingan promosi hotel untuk membentuk dan meningkatkan citra positif perusahaan.Metode penelitian studi kasus intrisnsik dengan pendekatan kualitatif akan mendeskripsikan kesimpulan dan rekomendasi bagi pengembangan keilmuan sosial di bidang komunikasi, kearsipan dan kehumasan.Kata kunci : Management, Public Relations, Teori Koorientasi, Pengelolaan Arsip, Perhotelan
EXAMINING THE COMMODIFICATION OF POVERTY NEWS: A CASE STUDY OF KOMPAS TV’S WEBSITE, MARCH 2022 Adhrianti, Lisa; Eka Vuspa Sari; M. Hik Wahyuda
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.3045

Abstract

Discussing poverty in the media is intriguing, as every broadcast on the subject has the potential to evoke empathy and sympathy from the public. Additionally, commodification refers to transforming the value of a product that previously held only use value into a marketable value. This qualitative descriptive research aimed to examine the commodification of poverty presented by Kompas TV in March 2022. To collect data, observation, and documentation of poverty-related news on Kompas TV were conducted, along with interviews with communication experts and journalists. Subsequently, the collected data underwent qualitative processing and analysis to achieve the research objectives. This study yielded the following results: 1) Two forms of commodification were identified in the March 2022 edition of Kompas TV's poverty news, content commodification and immanent commodification. 2) The commodification observed occurs across three stages of television news production: the news gathering stage, the news production stage, and the news presentation stage. 3) Content commodification takes place in two stages of television news production, which are the news gathering stage and the news production stage. This is evident in the selection of topics, points of view, dramatic shooting, grouping of types of news, script editing, and video and sound editing. 4) Immanent commodification is identified at the news presentation stage, involving the production of new commodities derived from previous commodities. Furthermore, the research results lead to the following suggestions: 1) Encourage the media to prioritize poverty news, ensuring that the issue of poverty consistently occupies a prominent place in public discourse 2) Advocate for the media to amplify the voices of the poor by presenting them as individuals experiencing poverty from a human standpoint
Komunikasi Debat Bagi Pembangunan Karakter Generasi Muda Bengkulu Lisa, Lisa Adhrianti
Artinara Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Artinara Februari 2023
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/art.v2i01.61

Abstract

Metode debat merupakan salah satu bentuk dari komunikasi publik. Komunikasi Publik merupakan bentuk komunikasi yang dijalankan di depan umum. Saat ini debat merupakan kegiatan yang akrab dengan generasi muda yang diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membentuk karakter positif bagi generasi muda. Setiap tahun berapa lomba atau pertandingan debat diadakan untuk membentuk karakter generasi muda Bengkulu. Namun beberapa kendala sering dihadapi sekolah dalam melakukan persiapan, di antaranya kurangnya motivasi dan kepercayaan menggunakan bahasa Indonesia melalui keterampilan berbicara; terbatasnya pengetahuan dan keterampilanya siswa dalam keterampilan berbicara; kurangnya termotivasi mengikuti lomba debat, karena minimnya informasi; debat belum diorganisir dengan baik; dan tidak ada pembimbing. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan cara berkomunikasi yang dapat digunakan untuk membangun karakter generasi muda melalui teknik debat. Metode pengabdian dilakukan dengan sistematika ceramah, tanya jawab dan simulasi debat. Pengabdian ini menghasilkan calon peserta debat yang memahami cara berkomunikasi dalam debat yang ditampilkan oleh perwakilan kelompok pro dan kontra. Metode pembelajaran debat dianggap berhasil menghidupkan interaktivitas dan memaksa peserta untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Peserta telah dianggap mampu memahami dan menerapkan aturan dan tata cara debat dengan memenuhi unsur dan struktur debat. Sedangkan kelemahannya adalah masih terdapat dominasi dari peserta yang menguasai dan percaya diri dengan peserta yang masih belum percaya diri dan menguasai materi debat kompetitif.
Strategy Destination Branding melalui Pemanfaatan Media Sosial Bagi Promosi Pariwisata Desa Panca Mukti Lisa Adhrianti; Janah, Fathiyyah; Muslimah Amalia, Puspa
Artinara Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Artinara Juni 2023
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/art.v2i2.101

Abstract

Desa Panca Mukti adalah salah satu desa yang terletak di Kelurahan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Desa Panca Mukti terletak tidak jauh dari Kota Bengkulu dengan menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari pusat kota. Desa Panca Mukti ialah salah satu desa pemetaan untuk masyarakat transmigrasi dan merupakan desa binaan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNIB. Berdasarakan hasil survey awal di desa Panca Mukti tahun 2022 lalu, potensi desa sangat layak untuk dikembangkan. Desa Panca Mukti menyimpan potensi peternakan (8%), perikanan (16%), pertanian (50%) dan agro wisata melalui objek wisata Cekdam (25%). Beberapa potensi Desa Panca Mukti lain juga terdapat batik tenun khas desa. Namun, dukungan anggaran dan komitmen pemerintah daerah serta kreativitas sumber daya dianggap masih menjadi kendala yang berarti untuk menjadikan Desa Panca Mukti sebagai desa tujuan (destination branding). Sentuhan pengembangan untuk aspek pariwisata dapat menjadi strategi bagi Desa Panca Mukti untuk menarik kunjungan masyarakat. Pemanfaatan media sosial sangat diperlukan untuk menunjang hal ini. Saat ini promosi dan branding pariwisata Desa Panca Mukti belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari minimnya informasi yang bisa didapatkan mengenai wisata desa tersebut. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pariwisata Desa Panca Mukti melalui branding di media sosial. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu berupa pemahaman dan praktik berupa identifikasi potensi pariwisata Desa Panca Mukti, cara memposting feed di Instagram, membuat tagar, highlight dan deskripsi lokasi pariwisata yang menarik agar dapat menjadikan Desa Panca Mukti sebagai salah satu tujuan desa wisata bagi wisatawan lokal maupun manca negara.
DIGITALISASI UMKM: PEMANFAATAN MEDIA SOCIAL SEBAGAI STRATEGI DIGITAL MARKETING PRODUK UMKM GUNA MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DAN PENJUALAN PRODUK UMKM. yuliati, Yuliati; Adhrianti, Lisa; Alfarabi, Alfarabi
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.586 KB) | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v2i2.55

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan lanjutan yang menyasar pada kelompok usahawan pada masyarakat sekitar lokasi objek wisata Sungai Suci di kecamatan desa Pondok Kelapa kabupaten Bengkulu Tengah. Jika pada tahun 2019 kegiatan pengabdian berupaya untuk membimbing kelompok usahawan agar dapat memikirkan ide bagi pembuatan proposal komunikasi bisnis yang berpotensi untuk didanai. Kemudian tahun 2020 kegiatan berupa proses penyuluhan dan pembimbingan kepada usahawan agar dapat mengenal karakteristik produk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang diupayakan memiliki kemasan yang layak jual dan memiliki penciri khusus untuk menunjang pariwisata daerah Sungai Suci, maka pada tahun 2021 ini kegiatan pengabdian diarahkan pada penyuluhan dan pembimbingan kepada para usahawan agar dapat memasarkan produk usaha mereka memalui pasar digital atau biasa disebut digital marketing. Dimana digital marketing dilakukan dengan memanfaatkan akun media social. Perspektif yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah komunikasi pemasaran digital (digital marketing communications). Metode pelaksanaan kegiatan yang akan diterapkan dalam pengabdian ini adalah pengenalan digital marketing berbasis media social sebagai media pemasaran produk UMKM agar dapat dikenal masyarakat secara luas sehingga UMKM mampu tetap bertahan ditengah masa pandemic. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya evaluasi pemikiran bagi jenis produk yang akan dijual, evaluasi kemasan produk UMKM yang telah dimiliki dan siap dipromosikan, serta publikasi hasil pengabdian pada jurnal pengabdian masyarakat Dharma Raflesia Universitas Bengkulu. Kata Kunci: Digital Marketing, Pariwisata Bengkulu, Digitalisasi UMKM
Peran Media Terhadap Fenomena Victim-Blaming dalam Kekerasan Seksual Berbasis Gender Adhrianti, Lisa; Yayantika; Marlina, Neneng Cucu
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i2.4334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media online pedomanbengkulu.com dalam menghadapi fenomena victim-blaming pada berita kekerasan seksual berbasis gender, menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan analisis ekologi media. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara serta dokumentasi. Didapatkan hasil pada media online pedomanbengkulu.com lebih meminimalisir fenomena victim-blaming pada berita kasus kekerasan seksual, dengan memperbanyak jumlah berita, karena pada media online pedomanbengkulu.com banyak rubrik berita yang disediakan, setiap hari kolom-kolom rubrik berita diisi dengan berita yang bermanfaat dan informatif, sehingga tidak perlu membuat berita dengan unsur fenomena victim-blaming dan lebih menerbitkan berita yang informatif dan bermanfaat untuk masyarakat. Saran dari penelitian ini meningkatkan kesadaran dan edukasi bagi pelaku jurnalisme di media online terkait dampak negatif dari victim-blaming serta pentingnya memberikan liputan yang lebih empatik dan sensitif terhadap korban kekerasan seksual. Diharapkan media online dapat menciptakan lingkungan informasi yang aman dan menghormati hak-hak korban kekerasan seksual berbasis gender dengan menghindari fenomena victim-blaming. Langkah-langkah seperti meningkatkan fokus pada pencegahan, edukasi, dan dukungan bagi korban, serta memberikan liputan yang empatik dan sensitif, dapat membangun kesadaran publik yang lebih luas tentang pentingnya mengubah pandangan dan sikap terhadap victim-blaming. Abstract. This study aims to examine the role of the online media pedomanbengkulu.com in addressing the phenomenon of victim-blaming in news related to gender-based sexual violence, using a qualitative descriptive analysis with a media ecology approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that pedomanbengkulu.com significantly minimizes victim-blaming in its news articles about sexual violence cases by increasing the quantity of informative and beneficial news content,  pedomanbengkulu.com offers various news rubrics, which provide useful and informative articles daily. As a result, there is no need to resort to victim-blaming elements in their news coverage, thus promoting informative and valuable content for the community. Recommendations arising from this study include increasing awareness and education among online media journalists about the negative impact of victim-blaming and the importance of providing more empathetic and sensitive coverage to victims of sexual violence. It is hoped that online media can take further steps to create a safe information environment that respects the rights and dignity of gender-based sexual violence victims. In doing so, news coverage can focus on prevention, education, and support for victims, while contributing to a broader public awareness of the significance of changing attitudes and behaviors towards victim-blaming phenomena.
Analisis Kompetensi Literasi Digital Guru Perempuan di SMP NEGERI 1 dan SMA NEGERI 5 Kota Bengkulu Fonika; Gushevinalti; Adhrianti, Lisa
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.8.2.116-125

Abstract

Literasi Digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, menciptakan, dan mengkomunikasikan informasi, yang membutuhkan keterampilan kognitif dan teknis. Literasi dilakukan karena pesatnya perkembangan teknologi digital, disertai dengan kemudahan mengakses informasi dalam berbagai bidang pengetahuan. Namun tidak semua warga digital mempunyai kecakapan menerima informasi dengan kritis. Informasi yang beredar di dunia digital belum semua mengandung kebenaran. Ini disebabkan masih rendahnya giat literasi digital, termasuk pada guru perempuan. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan dan menganalisa kompetensi literasi digital guru perempuan di Kota Bengkulu ditinjau dari 8 kompetensi literasi digital Tular Nalar dan tiga aspek berpikir kritis model komunikasi literasi digital tular nalar yaitu level tahu, tanggap dan tangguh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian berupa wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa 8 kompetensi literasi digital guru perempuan di Kota Bengkulu melalui program Tular Nalar Mafindo, terdiri dari mengakses, mengelola informasi, mendesain pesan, memperoleh informasi, berbagi pesan, membangun ketangguhan diri, perlindungan data dan kolaborasi, telah dimiliki dan telah mencapai pada jenjang berpikir kritis model komunikasi literasi digital tular nalar Mafindo, yaitu level Tahu, Tanggap dan Tangguh. Guru perempuan dapat menerapkan aspek berpikir kritis dalam komunikasi di media digital mulai dari mengakses dan mengoperasikan media digital. Mampu mengelola informasi, mendesain, berbagi pesan, membangun ketangguhan diri di media sosial dan dapat membedakan kebenaran informasi dan hoaks dengan dilakukannya literasi digital, sehingga membuat guru perempuan pada awalnya belum tahu menjadi tahu, yang tahu menjadi lebih tahu.
Strategi Personal Branding Content Creator Bengkulu (Studi Kasus pada Akun Media Sosial TikTok @cekelenehem) Agustin, Litami; Adhrianti, Lisa; Indiarma, Verani
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3525

Abstract

Dengan perkembangan media sosial, personal branding menjadi penting bagi content creator untuk membangun identitas diri yang kuat dan menarik perhatian audiens. Menciptakan identitas yang kuat semakin sulit karena fenomena content creator yang semakin meningkat di Indonesia, salah satunya di Bengkulu. Untuk melakukan personal branding, content creator harus memiliki ciri khas unik yang membedakannya dari content creator lain dan juga kredibilitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi personal branding content creator TikTok @cekelenehem menggunakan delapan konsep personal branding dari Montoya dan Vandehey. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam paradigma interpretif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipant dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang dibangun oleh Adi Idham Siregar telah memenuhi kedelapan konsep dari Montoya dan Vandehey. Personal brand yang dibangun oleh Adi Idham lebih fokus pada konsep spesialisasi dan perbedaan, sehingga dapat disimpulkan ia berhasil membangun personal brand sebagai content creator TikTok dengan fokus utama konten pada bidang UMKM kuliner dengan kepribadian yang cheerful, ramah, dan percaya diri.
Implementation of Brand Equity for Disaster Management Preparedness in Bengkulu Adhrianti, Lisa
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2024): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v17i2.3170

Abstract

Bengkulu Province is a disaster-prone area in Indonesia, frequently experiencing floods, landslides, earthquakes, and tsunamis. The flooding in Bengkulu City is primarily caused by coal mining activities in the upstream areas of the Bengkulu River, combined with extreme weather conditions. Effective disaster management in such regions requires not only logistical, health, and accommodation support but also robust information systems for efficient communication. This study aims to evaluate the implementation of brand equity principles by the Regional Disaster Management Agency in Indonesia, known as Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), in Bengkulu City to enhance disaster management effectiveness. The research adopts a qualitative method, utilizing case studies and in-depth interviews with key BPBD officials. The analysis focuses on seven indicators of brand equity: leadership, stability, market, internationality, trends, support, and protection. Findings reveal that while BPBD demonstrates strong leadership and market presence, it faces challenges in achieving stability and consistent community engagement. Additionally, BPBD has successfully established international collaborations and maintained a good public image through effective media use and ethical practices. However, promotional activities are not consistently executed, and there is a need for better budget management to support disaster mitigation infrastructure. The study concludes that strengthening brand equity in disaster management agencies can significantly improve their operational efficiency and public trust, ultimately reducing disaster impact and enhancing community resilience.
COMMUNICATION ORGANIZATIONAL PATTERNS TO REGIONAL DISASTER MITIGATION AFTER THE COVID-19 PANDEMIC Adhrianti, Lisa; Ayyash, Muhammad Yahya; Alfarabi, Alfarabi; Warsah, Idi; Firmansyah, Mas Agus
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.13.2.387-403

Abstract

The COVID-19 pandemic, classified as a social disaster, continues to present challenges even in the post-pandemic era, especially in regions where public awareness and belief in the existence of COVID-19 remain low. This study focuses on identifying and analyzing the communication patterns employed by the Regional Disaster Management Agency (RDMA) of North Bengkulu Regency, Bengkulu Province, in mitigating the impact of the pandemic. The research aims to determine the organizational communication patterns within RDMA post-COVID-19 pandemic. A qualitative descriptive method was applied to explore the types and effectiveness of communication patterns—vertical, horizontal, and diagonal—used within the organization. The findings reveal that RDMA adopts a "wheel communication pattern" to coordinate disaster mitigation efforts, emphasizing the strategic use of digital platforms such as WhatsApp groups for instructions, reporting, and coordination among team members. This study provides insights into effective organizational communication strategies for regional disaster management and offers recommendations for future research to explore disaster mitigation efforts through digital communication channels and social media dissemination