p-Index From 2021 - 2026
5.807
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI NON VERBAL ARTIFAKTUAL MELALUI PAKAIAN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI PADA MAHASISWI BERCADAR DI UNIVERSITAS BENGKULU Yosi Merta Sari; Lisa Adhrianti; Rasianna BR Saragih
JOISCOM (Journal of Islamic Communication) Vol. 2 No. 2 (2021): JOISCOM (Journal Of Islamic Communication)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.553 KB) | DOI: 10.36085/joiscom.v2i2.1986

Abstract

Yosi Merta Sari1Dr. Lisa Adhrianti2Rasianna BR. Saragih3 Jurusan Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas BengkuluIndonesiaEmail : yosimerta@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cadar sebagai simbol yang dapat mengkomunikasikan secara non verbal artifaktual emosi, mempengaruhi tingkah laku dan mengkomunikasikan differensiasi mahasiswi bercadar Universitas Bengkulu dalam membentuk identitas diri. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik berdasarkan aspek (mind), (self) dan (society). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah lima orang yang di peroleh menggunakan teknik (purpose sampling). Tehnik kebasahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cadar tidak dapat mengkomunikasikan emosi dan suasana hati informan, karena mereka memilih menjalankan anjuran agama dengan menggunakan pakaian yang berwarna gelap, sehingga pemilihan pakaian dan cadar yang mereka kenakan tidak dipengaruhi emosi dan suasana hati mereka. Pakaian dan cadar dapat mempengaruhi tingkah laku informan, mereka merasa malu berperilaku kurang baik, sehingga informan lebih menjaga tutur kata, perilaku  dan batasan dengan lawan jenis. Pakaian dan cadar juga,  mempengaruhi tingkah laku orang lain terhadap informan, orang lain lebih menghormati, segan menjaga sikap, dan menjaga interaksi. Pakaian dan cadar dapat mengkomunikasikan Differensiasi (perbedaan) informan dengan mahasisiwi lainnya yang terlihat dari penampilan fisik, kepribadian serta tingkahlaku mereka saat berinteraksi yang menunjukan identitas perempuan muslimah yang taat, bertakwa, memiliki pemahaman agama yang baik, menjaga diri dari perilaku yang tercela, menjaga tutur kata, serta sangat menjaga interaksi dengan lawan jenis. Perbedaan yang dipahami mahasiswa lain tersebut adalah hasil dari pemaknaan terhadap simbol pakaian dan cadar yang tampak secara visual, kepribadian serta tingkah laku mereka, dan hal tersebut dipahami oleh mahasiswa lain sebagai identitas informan. Kata Kunci : Komunikasi non verbal artifaktual, mahasisiwi bercadar, identitas diri.   
Digital Marketing Communication Strategy For Strengthening Bengkulu City Tourism Brand Eceh Trisna Ayuh; Titi Darmi; Sri Ekowati; Lisa Adhrianti; Evi Hafizah
ARISTO Vol 10, No 3 (2022): December / Special Issue : Local Governance
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v10i3.6308

Abstract

Bengkulu City has various historical, cultural and natural tourism assets, this has allowed Bengkulu City to become a tourism city. The internet penetration rate of Indonesia's population continues to increase from year to year. However, the regional government of Bengkulu City has not read the opportunities for digital marketing platforms and made branding efforts for the Bengkulu tourism sector. This study aims to determine the digital marketing branding communication strategy for Bengkulu city tourism destinations. The research approach used is a qualitative approach based on the philosophy of postpositivism. This research is a case study research using the concept of AISAS theory which consists of Attention, Interest, Search, Action and share. The results of this study state that digital marketing communications carried out by the Bengkulu government focus on creating marketing content to create tourist attraction through social media. Image quality, content content, content duration and words in the content are important parts that must be considered. In addition, it is known that the creation of digital marketing content requires quite a lot of effort so that the content is of high quality and attractive, it is necessary to have human resources with special digital skills and a qualified team of creators.
INTERAKTIVITAS MASYARAKAT PADA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL BAGI PRODUK LOKAL BENGKULU (Studi Social Media Marketing Pada Produk MEIJISKINCARE) Lisa Adhrianti; Ananda Ayu Putri; Mas Agus Firmansyah
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.8.2.209-218

Abstract

Interaktivitas masyarakat dalam konteks komunikasi pemasaran digital saat ini merupakan fenomena menarik untuk diamati. Format digital yang melingkupi kehidupan sosial masyarakat telah banyak merubah berbagai bentuk interaksi bagi berbagai tujuan, terlebih untuk kepentingan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi dari kegiatan komunikasi pemasaran digital pada produk lokal Bengkulu (Studi pemasaran media sosial pada produk Meijiskincare) yang akan memberikan gambaran mengenai proses interaksi yang terjadi melalui program digital. Penelitian ini menggunakan paradigm konstruktivis dengan pendekatan studi kasus dengan pemilihan informan berdasarkan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa interaktivitas yang terjadi dalam komunikasi pemasaran digital pada produk lokal meijiskincare dilakukan melalui peran merk ambassador,  influencer serta membagikan konten-konten edukasi pada media sosial dalam memasarkan produk. Terdapat kelemahan dalam pemasaran digital yang dilakukan terkait dengan membangun hubungan dengan komunitas daring, interaksi dalam pelayanan dan pengemasan produk.
Evaluasi Komunikasi Bisnis Promosi Pariwisata Pulau Tikus dalam Mendukung Program Wonderful Bengkulu 2020 Lisa Adhrianti; Dionni Ditya Perdana; Rasianna Br. Saragih
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i2.167

Abstract

Tren berwisata menjadi salah satu kebutuhan saat ini. Menyadari potensi yang dimiliki Provinsi Bengkulu, program Wonderful Bengkulu 2020 digaungkan oleh Pemerintah Daerah. Pulau Tikus merupakan bagian dari kota Bengkulu yang berjarak kurang lebih 8 mil dari pantai, memiliki potensi wisata yang bagus dan telah dikembangkan penyedia jasa perjalanan wisata, sehingga untuk melihat perkembangannya perlu ada evaluasi bagi strategi promosi pariwisata yang dilakukan oleh bisnis jasa penyedia paket wisata Pulau Tikus. Penelitian ini mengevaluasi strategi komunikasi bisnis untuk kepentingan promosi pariwisata Pulau Tikus dengan teknik wawancara mendalan kepada dua agent tour Pulau Tikus yaitu Tiga Putra dan Samudera Wisata dengan menelaah tentang aspek konsitensi, kesesuaian, keunggulan dan kelayakan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan oleh penyedia paket wisata Pulau Tikus dianggap telah konsisten, layak dan sesuai, namum masih memerlukan upaya untuk dapat menjadi unggul sebagai aset daerah untuk menunjang reputasi dan citra Propinsi Bengkulu bagi lingkup masyarakat local, nasional, maupun global.
STRATEGI KOMUNIKASI RESIKO BENCANA BAGI UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (STUDI PEMETAAN RESIKO BENCANA DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH) Alfarabi Alfarabi; Lisa Adhrianti
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v6i1.5529

Abstract

Bengkulu Tengah sebagai bagian dari Provinsi Bengkulu yang merupakan daerah di wilayah kepulauan Sumatera termasuk daerah rawan bencana dengan spesifikasi identik pada bencana alam gempa dan banjir yang kerap berulang. Penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemetaan risiko bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah Bengkulu Tengah. Jika dalam penelitian sebelumnya, baru sampai pada tahapan melihat upaya komunikasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah kota Bengkulu, maka penelitian ini akan secara khusus melihat upaya pemerintah kabupaten Bengkulu Tengah yang merupakan daerah rawan bencana di Provinsi Bengkulu. Dalam penelitian ini akan mengkaji konsep data (data), information (informasi), knowledge (pengetahuan) dan wisdom (kebijakan) dari pandangan Russell Lincoln Ackoff berdasarkan metode kualitatif studi kasus instrumental tunggal. Hasil penelitian menunjukkan kajian pemetaan resiko bencana di Kabupaten Bengkulu Tengah menghasilkan data berupa identifikasi bencana spesifik, lokasi berupa desa rawan bencana serta peta yang menunjukkan jenis bencana dan lokasi rawan bencana yang mampu menghasilkan kebijakan (wisdom) dari pemerintah daerah, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui pendekatan Customer Focus yang menitikberatkan kepada masyarakat sebagai unsur utama dengan upaya sosialisasi melalui Perda no. 2 tahun 2013 tentang bangunan gedung, strategi tanggap langsung turun yang dilakukan oleh satuan tugas BPBD yang diterjukan untuk mengawasi setiap lokasi rawan bencana, serta menginformasikan pemetaan bencana melalui media surat kabar juga brosur yang dapat diambil di lokasi kantor BPBD dan Sekeretariat Pemerintah Daerah Bengkulu Tengah. BPBD juga memiliki poster yang dipasang dalam ukuran besar untuk menunjukkan titik-titik lokasi rawan bencana di Bengkulu Tengah.
Pengawasan Partisipatif Sebagai Upaya Menciptakan Siaran Sehat dan Berkualitas Di Provinsi Bengkulu Fonika Fonika; Gushevinalti Gushevinalti; Lisa Adhrianti
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol. 4 No. 2 (2021): Vol 4. No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is entitled "Participatory Monitoring as an Effort to Create Healthy and Quality Broadcasts in Bengkulu Province". The purpose of this study is to understand the concept of participatory monitoring of broadcast content by the public, both on television and radio. Furthermore, participatory supervision will encourage the public to participate in determining healthy and quality broadcast content. A qualitative approach with a descriptive method is used as a reference for writing articles, because the data studied are in the form of social realities. The results of the study indicate that in controlling the content of state television and radio broadcasts, independent state institutions have been established at the Center and the Regions, namely KPI and KPID. The number of KPID commissioners is limited to only 7 (seven) people assisted by limited staff and monitoring staff with their main tupoksi. Not to mention that broadcasting institutions spread throughout Bengkulu Province are still monitored manually, have not used streaming technology and the majority of broadcasting institutions have not adapted to technological changes in the current digitalization era. Broadcasting institutions have not yet carried out media convergence that can be accessed on various new media platforms quickly. So this condition certainly requires the participation of the community as participatory supervision to become an extension of the eyes and ears of the Bengkulu KPID. Strengthening media literacy for audiences is a necessity, so that audiences have the competence to be able to understand which broadcast content is good and which is not. If the audience already has the competence to receive information or known as media literacy and in the end they will be empowered in front of the media.
Disaster Communication in Reducing the Impact of Regional Losses in Bengkulu City by Local Government Lisa Adhrianti; Alfarabi Alfarabi
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 1 (2023): June 2023 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v8i1.779

Abstract

The purpose of this research is to find out and explain the forms of communication that are considered effective and efficient by the Bengkulu regional government in the context of overcoming the impact of losses due to this specific disaster. This research uses a post-positivistic paradigm with a case study research method to find out and evaluate the role of the Bengkulu Regional Government in reducing the impact of losses due to disasters. Data collection will be carried out through interviews and FGDs. The results of the study show that disaster communication in reducing the impact of regional losses is carried out effectively through four aspects, namely: (1) Customer Focus, through efforts to build disaster-related information needed by the community through a flow mechanism for delivering disaster information, starting from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) info to the Regional Disaster Mitigation Agency (BPBD) and passed on to emergency operation center  (Pusdalops) and the media; (2) Leadership Commitment, through the efforts of leaders who are enthusiastic enough to lead disaster resolution in accordance with their main tasks and functions of disasters. In addition, BPBD Leadership elements always go directly to disaster-affected areas; (3) Situational Awareness, through effective communication based on disaster research conducted   independently to  the results of handling and regional operations (disaster exposure area); (4) Media Partnership, through the involvement of the media in the form of collaborative disaster management such as with state-owned radio station RRI Bengkulu, in addition to using social media accounts such as Instagram and holding press conferences during disasters.
Memenangkan Suara Generasi Z: Strategi Dempo Xler di Pemilu 2024 Silvia Amanda Putri; Lisa Adhrianti; Neneng Cucu Marlina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 2 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i2.1948

Abstract

Currently, technology is being used in political campaigns on social media. The 2024 Legislative Election has provided the latest color in the current campaign situation, this was also carried out by one of the legislative candidates from Bengkulu City, Dempo Xler. Generation Z had a big impact on the 2024 elections. This study aims to find out how Dempo Xler's social media political strategy is to win the Z generic vote in the 2024 election. This study used a descriptive qualitative method. This study uses interviews and observations as research instruments. The results showed the strategy carried out by Dempo Xler in gaining Gen Z votes by forming personal branding and conducting persuasive communication. The strategy has a positive impact and response from Gen Z in Bengkulu City, both support, suggestions, and constructive criticism so that later this can help in achieving goals in the 2024 election. This research concludes that Dempo Xler makes social media in line with the correlation of personal branding and persuasive communication as a form of perfection in political campaign strategies to get Generation Z votes in the 2024 election.
Jurnalisme Lingkungan dalam Pemberitaan Wisata Taman Hutan Mangrove di Kampung Sejahtera Kota Bengkulu Wardani, Indriati Triea; Adhrianti, Lisa; Perdana, Dionni Ditya
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 8 No 2 (2024): APRIL-JUNE 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v8i2.1926

Abstract

Environmental conditions around the world today face significant challenges and changes such as climate change, loss of biodiversity, environmental pollution, and water crisis. This study aims to find out how the news of mangrove forest park tourism in the prosperous urban village of Bengkulu on Radar media Bengkulu.diwsay.id and Mongabay.co.id .  This study used descriptive qualitative research using Zhongdang Pan and Gerald M's model framing analysis methods. Kosicki has four analysis blades: syntax, script, thematic, and rhetorical. Data collection techniques use primary data and secondary data. The research was conducted via online news text observation on the media radarbengkulu.disway.id and mongabay.co.id with 1 news on each media portal. Based on the data found, the comparison of the discrepancies in the information that emerged from the media mongabay.co.id and radarbengkulu.disway.id is often seen in the way of presenting facts and selecting sources
Implementasi Tata Laksana Pedoman Master of Ceremony (MC) bagi siswa-siswi Sekolah Dasar: Pelatihan MC bagi siswa-siswi SD Alam Mahira Kota Bengkulu Hafizah, Evi; Lisa Adhrianti
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v3i2.5290

Abstract

Penyelenggaraan acara/upacara sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa penting, baik itu dengan kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat, berorganisasi maupun berkeluarga dalam berbagai sifat acara untuk berbagai macam tujuan. Selama ini praktek pembawa acara lazim diperkenalkan dan dilakukan oleh orang dewasa. Padahal bagi kepentingan pengembangan bakat, minat dan kreativitas pedoman membawakan acara ini juga layak diketahui oleh anak-anak dan dapat diperkenalkan pada usia sekolah dasar. Hal ini tentunya akan dapat bermanfaat bagi berbagai kegiatan yang diadakan oleh anak-anak di sekolah mereka maupun diluar sekolah yang memerlukan kemampuan anak-anak untuk berani berbicara di depan publik. Anggapan ini selaras dengan konsep pengajaran di Sekolah Dasar Alam Mahira Bengkulu yang berusaha memberi kebebasan untuk mengembangkan minat dan bakat anak didik. Setiap bakat dan potensi anak menjadi perhatian sekolah, sehingga kegiatan ini dipandang diperlukan bagi sekolah tersebut untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar tentang implementasi tata laksana pedoman Master Of Ceremony (MC) dan menumbuhkan kepercayaan diri pada siswa-siswi Sekolah Dasar untuk bisa tampil dan berbicara di depan publik dengan baik, khususnya sebagai Master of Ceremony (MC). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa siswi kelas 5 dan 6 Sekolah Alam Mahira Kota Bengkulu yang telah mengikuti kegiatan ini dapat memahami dan menerapkan tentang implementasi tata laksana pedoman master of ceremony (MC), siswa siswi kelas 5 dan 6 tersebut juga sudah mampu untuk tampil didepan publik dengan lebih percaya diri sebagai master of ceremony (MC) atau pembawa acara.