Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pemahaman Ibu Dalam Pemberian MP-ASI Di Klinik Anisa Tahun 2024 Ria Wulandari; Muhammad Romadhon; Yazika Rimbawati
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia belum menyelesaikan masalah gizi balita; kekurangan gizi dan gangguan pertumbuhan adalah salah satu alasan pemberian MP ASI yang salah. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berusia enam hingga dua puluh empat bulan, makanan pendamping ASI (MP-ASI) diberikan sebagai pengganti ASI. Meskipun demikian, banyak ibu menyusui tidak tahu cara memberi MP-ASI yang tepat kepada bayi mereka. Di Klinik Anisa, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Desa Mainan. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, yaitu ibu-ibu dapat memahami kegiatan edukasi
Edukasi Perawatan Luka Berbasis Sistem Informasi Home Care di Puskesmas Ujanmas Kabupaten Muara Enim Yazika Rimbawati; Alex Atmasubrata; Alex Cardo
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, dengan risiko infeksi dan keterlambatan penyembuhan yang tinggi apabila penanganannya tidak dilakukan secara tepat. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah, sementara pemanfaatan sistem informasi kesehatan berbasis home care di fasilitas kesehatan primer belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien serta kader kesehatan dalam melakukan perawatan luka yang benar melalui pendampingan berbasis Sistem Informasi Home Care. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, pelaksanaan pretest, penyuluhan, demonstrasi perawatan luka, pelatihan penggunaan Sistem Informasi Home Care, pendampingan, posttest, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi keluarga pasien, kader kesehatan, dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, booklet digital, video tutorial, kode QR, grup WhatsApp, dan website Sistem Informasi Home Care. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam perawatan luka mandiri serta peningkatan kemampuan peserta dalam mengakses layanan kesehatan melalui sistem informasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis teknologi yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer, khususnya dalam mendukung continuity of care bagi pasien dengan luka di lingkungan keluarga.
Upaya Peningkatan Pemahaman Ibu Dalam Pemberian MP-ASI Di Klinik Anisa Tahun 2024 Ria Wulandari; Muhammad Romadhon; Yazika Rimbawati
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia belum menyelesaikan masalah gizi balita; kekurangan gizi dan gangguan pertumbuhan adalah salah satu alasan pemberian MP ASI yang salah. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi berusia enam hingga dua puluh empat bulan, makanan pendamping ASI (MP-ASI) diberikan sebagai pengganti ASI. Meskipun demikian, banyak ibu menyusui tidak tahu cara memberi MP-ASI yang tepat kepada bayi mereka. Di Klinik Anisa, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Desa Mainan. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, yaitu ibu-ibu dapat memahami kegiatan edukasi
Edukasi Perawatan Luka Berbasis Sistem Informasi Home Care di Puskesmas Ujanmas Kabupaten Muara Enim Yazika Rimbawati; Alex Atmasubrata; Alex Cardo
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia, dengan risiko infeksi dan keterlambatan penyembuhan yang tinggi apabila penanganannya tidak dilakukan secara tepat. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dalam melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah, sementara pemanfaatan sistem informasi kesehatan berbasis home care di fasilitas kesehatan primer belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien serta kader kesehatan dalam melakukan perawatan luka yang benar melalui pendampingan berbasis Sistem Informasi Home Care. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, koordinasi dengan mitra, penyusunan media edukasi, pelaksanaan pretest, penyuluhan, demonstrasi perawatan luka, pelatihan penggunaan Sistem Informasi Home Care, pendampingan, posttest, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan meliputi keluarga pasien, kader kesehatan, dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ujanmas. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, booklet digital, video tutorial, kode QR, grup WhatsApp, dan website Sistem Informasi Home Care. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest, observasi keterampilan, serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam perawatan luka mandiri serta peningkatan kemampuan peserta dalam mengakses layanan kesehatan melalui sistem informasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan berbasis teknologi yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer, khususnya dalam mendukung continuity of care bagi pasien dengan luka di lingkungan keluarga.