Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PARITAS DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSKIA KOTA BANDUNG TAHUN 2009-2010 Puspasari, Heny
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB)

Abstract

Penyebab kematian maternal secara langsung yang tertinggi disebabkan oleh perdarahan. Perdarahan postpartum merupakan penyebab kematian akibat perdarahan obstetri sekitar 25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa tinggi hubungan antara umur dan parsitas dengan pendarahan pada saat past partum di RSKIA Kota Bantung periode 2009-2010. Metode penelitian yang digunakan disini berbentuk metode analitik. Data diambil dari setiap catatan medik periode 2009-2010. Penelitian ini menemukan sedikitnya 76 pasien, atau 2,48% dari 3060 ibu mengalami pendarahan post partum pada saat bersalin. Perdarahan post partum tertinggi berada di kisaran 20-35 tahun yaitu 3,4 % secara statistik terdapat dampak yang cukup mencolok P<0,05 antara umur dengan perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum tertinggi pada paritas >4 yaitu 9,9 % secara statistik terdapat dampak yang cukup mencolok P<0,05 antara paritas dan perdarahan postpartum. Nilai risiko relative (RR) meningkat pada paritas >4, memiliki risiko 7 kali dibandingkan paritas 2-4. Dari seluruh pembahasan yang telah dikemukakan, penulis berkesimpulan bahwa secara statistik terdapat keterikatan yang cukup mencolok antara paritas dan perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum tinggi berada di kisaran usia 20-35 tahun yang mempunyai paritas ? 4 sebanyak 97,4 %.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN TINDAKAN PERAWATANNYA DI DESA SIGONG KABUPATEN CIREBON Heny Puspasari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.439 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendalami antara pengetahuan perawatan tali pusat Ibu nifas dengan tindakan perawatannya di Desa Sigong Kabupaten Cirebon. Peneliti memilih pendekatan korelasional sebagai metode penelitian yang digunakan. Metode korelasi merupakan pendekatan yang menjelaskan hubungan kedua variable pada suatu kelompok subyek penelitian. Metode ini digunakan dengan maksud untuk melihat secara jauh mengenai hubungan masalah penelitian dengan yang lainnya. Setelah melakukan pembahasan dan kajian penelitian, kemudian peneliti sendiri mendapatkan hasil dan berbagai alasan mengenai masalah pengetahuan responden adalah karena umur ibu yang sudah cukup matang, pendidikan yang sedang, pengalaman yang cukup, informasi yang cukup. Bagi peneliti sendiri, seorang Ibu nifas di harapkan bisa diberikan wawasan mengenai kesehatan dan perawatan tali pusar, baik secara lisan maupun tulisan untuk menambah pengetahuannya dan dapat bertanya kepada teman. Bisa juga dengan melakukan sharring pengetahuan atau pengalaman, bisa juga melalui cara lain seperti melalui program penyuluhan dan lain sebagainyan. Pada dasarnya informasi atau pengetahuan tersebut bisa didapatkan oleh seseorang melalui penyuluhan yang diselenggarakan Puskesmas dalam kegiatan posyandu. Kata Kunci: Nifas, Tali Pusat, Keperawatan
PENGARUH ENDORPHINE MASSAGE PADA PENGURANGAN RASA NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB CICIH RUKAESIH TAHUN 2018 Heny Puspasari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.635 KB)

Abstract

Menjadi wanita memang merupakan karunia yang sangat luarbiasa. Setiappekerajaan perempuan mungkin bisa di laksanakan juga dengan laki-laki, tapi satuhal yang perlu kita ingat yakni kehamilan dan melahirkan. Untuk itu penelitian iniberfokus pada apa-apa saja kemungkianan terjadi pada ibu hamil. Wanita selamakehamilannya memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahanpada dirinya. Perubahan-perubahan yang dialami sepanjang kehamilan biasanyamembuat rasa tidak nyaman dan kecemasan yang tinggi bagi beberapa ibu hamil.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian rancangan praeksperimental dengan one group pre test dan post test design. Sedangkan hasil danpembahasan dalam penelitian ini yakni maka dapat disimpulkan bahwa sebelumdilakukan endorphine massage ibu hamil trimester III mengalami nyeri beratsebanyak 18 (60,0%) dan setelah dilakukan endorphine massage mengalami nyerisedang sebanyak 20 (66,7%).Kata Kunci : Hamil, Perempuan, perubahan-perubahan.
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Terhadap Kejadian Menghadapi Premenstrual Syndrome Puspasari, Heny
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.738 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i3.977

Abstract

Kesehatan reproduksi pada remaja adalah suatu hal sangat harus diperhatikan oleh setiap individu khususnya remaja itu sendiri. Karena dengan perhatian akan muncul rasa sayang akan masa depan dirinya dan generasinya. Dengan demikian harus adanya pengetahuan akan kesehatan reroduksi remaja guna menghindari. Premenstrual syndrome yaitu suatu kondisi berupa gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi, gejala biasanya muncul 7-10 hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan cross sectional adalah suatu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dan efek, dengan cara pendekatan, observasional atau pengumpulan data sekaligus pada saat (point time approach). Adapun hasil yang diperoleh hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri terhadap kejadian menghadapi premenstrual syndrome adalah sebanyak 12 (85,7%) responden yang cemas karena tidak mengetahui pengetahuan PMS. Karena kurang tahunya remaja tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan kurangnya penyuluhan dari tenaga kesehatan. Sedangkan responden yang mengetahui pengetahuan PMS dan tidak cemas terdapat 14 (87,5%). Mereka mendapatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dari sekolah dan internet serta penyuluhan dari tenaga kesehatan. Kata kunci : Reproduksi, Observasional, Premenstrual Syndrome
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-24 Bulan Puspasari, Heny; Nurdiyana, Siti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.437 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i10.4363

Abstract

Masalah gizi pada anak terutama stunting perlu ditangani dengan tepat karena berpotensi terhadap tingginya angka kematian. Kejadian balita stunting di UPTD Puskesmas Talaga tahun 2017-2018 tidak mengalami penurunan yang signifikan yaitu dari 1,85% pada tahun 2017 menjadi 1,06% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 1 – 24 bulan di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitiannya yaitu penelitian analitik dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden dengan perbandingan 45 kasus (balita pendek) : 45 kontrol (balita normal). Penelitiannya dilakukan tanggal 3 Mei - 19 Juni 2019. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi balita yang mengalami kejadian stunting lebih tinggi terdapat pada ibu berpengetahuan kurang (31,1%), pendapatan keluarga rendah sebanyak (71,1%), dan pemberian ASI tidak eksklusif sebanyak (62,2%). Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu (r value = 0,049 dan OR = 2,548), pendapatan keluarga (r value = 0,006 dan OR = 3,368) dan riwayat pemberian ASI eksklusif (r value = 0,020 dan OR = 2,713) dengan kejadian stunting pada anak usia 1 – 24 bulan di UPTD Puskesmas Talaga Kabupaten Majalengka Tahun 2018. Petugas kesehatan bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan informasi kepada ibu menyusui untuk memberikan ASI secara eksklusif. Bagi ibu dan keluarga agar berkonsultasi kepada petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang stunting dan cara pencegahannya.