p-Index From 2021 - 2026
5.971
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Jurnal Energi Dan Manufaktur Jurnal Simetris Jurnal Teknik Mesin Jurnal Teknik Mesin SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Rekayasa Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Jurnal Mechanical Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Elementer (Elektro dan Mesin Terapan) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Machine : Jurnal Teknik Mesin Prosiding Seminar Nasional Darmajaya Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Indonesia Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Jurnal Mesin Nusantara Journal of Innovation and Technology Indonesian Journal of Engineering and Science (IJES) ARMATUR : Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Jurnal Puruhita METAL : Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurnal Polimesin Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Prosiding SNTTM Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemisahan Glukomanan Umbi Porang Berdasarkan Massa Partikel Menggunakan Metode Tiupan Blower pada Produk Hammer–Disk Mill Ibrahim, Gusri Akhyar; Subeki, Subeki; Valiandra, Tito; Sartika, Dewi; Dityamri, Arzaq Guruh; Arinal, Arinal
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Umbi porang (Amorphophallus spp.) mengandung polisakarida glukomanan yang bernilai ekonomi namun sering tercampur dengan kalsium oksalat sehingga menurunkan mutu tepung. Penelitian ini mengevaluasi pemisahan glukomanan berdasarkan massa partikel menggunakan kombinasi proses penggilingan Hammer–Disk Mill, pengayakan (mesh 40, 60, 80), dan tiupan blower pada kecepatan 7 m/s ke dalam terowongan udara. Sampel tepung (total 365 g per percobaan) diumpankan melalui konveyor dan ditiup; jarak jatuh partikel dicatat setiap 20 cm hingga 100 cm. Kadar glukomanan diindikasikan oleh kemampuan menyerap air: tiap sampel dicampur dengan 40 ml air, diaduk 1 menit, dan diamkan 60 s; selisih volume air dinyatakan sebagai daya serap (mL). Hasil menunjukkan fraksi lolos ayakan 60 mesh memiliki konsentrasi glukomanan tertinggi, dengan jarak jatuh dominan pada 20–40 cm. Nilai daya serap rata-rata untuk mesh 60 pada jarak ini adalah ≈26 mL, sedangkan mesh 40 dan 80 menunjukkan pola berbeda (mesh 80: daya serap lebih tinggi menandakan kontaminasi pati/kalsium oksalat lebih besar). Kesimpulannya, kombinasi penggilingan Hammer–Disk Mill, pengayakan, dan tiupan blower (7 m/s) efektif memisahkan fraksi glukomanan, dengan potensi aplikasi pada skala industri untuk meningkatkan mutu tepung porang. Kata kunci—glukomanan, porang, blower, hammer-disk mill, pengayakan, daya serap air.
Analisis Pengaruh Kecepatan Potong terhadap Progresivitas Aus dan Mekanisme Kerusakan Mata Bor Ortopedi SS316L pada Proses Pengeboran Tulang Kortikal Ibrahim, Gusri Akhyar; Tarkono, Tarkono; Ferdianto, Edo; Burhanuddin, Yanuar; Dityamri, Arzaq Guruh; Hamni, Arinal
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pengeboran tulang kortikal merupakan tahap penting dalam prosedur bedah ortopedi untuk pemasangan implan, di mana peningkatan suhu dan keausan mata bor dapat memengaruhi akurasi serta keamanan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan potong terhadap progresivitas aus dan mekanisme kerusakan mata bor ortopedi berbahan SS316L selama proses pengeboran tulang kortikal. Pengujian dilakukan menggunakan tulang kortikal sapi sebagai model biologis yang memiliki sifat mekanik mendekati tulang manusia. Variasi kecepatan potong yang digunakan meliputi 5,027 m/menit, 10,0 m/menit, dan 15,708 m/menit dengan laju pemakanan konstan sebesar 35 mm/menit serta penggunaan cairan pendingin OpSite Spray. Keausan mata bor dievaluasi berdasarkan nilai flank wear (Vb) menggunakan mikroskop digital dan dianalisis dengan perangkat lunak AutoCAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan potong 5,027 m/menit, waktu pengeboran hingga mencapai batas keausan 0,2 mm adalah 94,67 menit, sedangkan pada kecepatan 15,708 m/menit waktu tersebut menurun menjadi 38,88 menit. Fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan potong mempercepat laju keausan akibat kenaikan suhu dan intensitas gesekan pada zona pemotongan. Mekanisme keausan yang dominan adalah keausan abrasif dan adhesif yang dipicu oleh peningkatan energi gesek dan suhu lokal. Dengan demikian, kecepatan potong merupakan parameter kritis yang menentukan umur pakai serta keandalan mata bor ortopedi pada proses pengeboran tulang kortikal
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN MESIN PENYERUT TUSUK SATE MEKANIK Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i1.109

Abstract

Provinsi Lampung, daerah yang terletak di ujung pulau Sumatera memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah bamboo. Saat ini, bambo banyak dimanfaatkan untuk menghasilkan kerajinan-kerajinan berupa industry kreatif. Desa Sidomulyo adalah salah satu daerah di Lampung Selatan yang sebagian besar masyarakatnya mengolah bambu menjadi bahan untuk tusuk sate. Proses pembuatan tusuk sate yang dilakukan saat ini dengan mengunak peralatan yang dioperasikan secara manual, sederhana dan tanpa bantuan mesin. Proses pembuatan tusuk sate antaranya adalah pembelahan, peranjangan, peruncingan, penyerutan dan pemolesan. Salah satu tahap proses yang penting adalah penyerutan, dimana dilakukan menggunakan pisau penyerut, ditarik menggunakan tang. Proses ini memerlukan waktu yang lama sehingga kapasitas produksinya sedikit, sementara kebutuhan akan tusuk sate sangat banyak permintaanya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas tusuk sate diperlukan mesin penyerut mekanik yang dapat memproduksi tusuk sate yang lebih efisien dan lebih efektif. Efisien yang dimaksud yaitu hemat, cepat dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengerjakan ini lebih sedikit. Sedangkan efektif disini yaitu untuk memaksimalkan tujuan yang diharapkan seperti memudahkan para pengerajin dalm membuat tusuk sate.Mesin tusuk sate dibuat menggunakan mesin setengah PK dengan untuk memutar puli dan puli disambungkan ke roda-roda yang berfungsi untuk menggerakan lidi menuju pisau serut. Setelah dilakukan pembuatan mesin penyerut tusuk sate mekanik, dapat meningkatkan produksi tusuk sate hingga mencapai 80 % dari hasil penyerutan dengan menggunakan cara manual. Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan usaha dan memenuhi keperluan tusuk sate di daerah sekitarnya.
PEMBUATAN MESIN PENYUIR IKAN SISTEM ROATRY UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ABON SKALA UMKM Ibrahim, Gusri Akhyar; Ramadhan, Bagus; Hamni, Arinal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i2.440

Abstract

Mesin penyuir daging dirancang dan dibuat dengan skala UMKM untuk diimplementasikan di salah satu UMKM pembuatan abon ikan. Ketersedian ikan dalam jumlah banyak hasil tangkapan pelayan berpotensi dikembangkan untuk produksi abom. Rancangan dibuat menggunakan aplikasi Autodesk untuk memudahkan dalam marakit komponen-komponen mesin penyuir daging ikan. Sedangkan pembuatan dilakukan dengan mempertimbangkan kegunaan dan funggsi. Rangka dibuat menggunakan besi hollow untuk mempertimbangak kekuatan sedangkan bak penampungan dibuat menggunakan pelat aluminium agar terhindar dari kontaminasi bahan terhadap daging ikat. Hasil rancangan dan pembuatan menunjukan bahwa mesin penyuir daging ikan dapat berfungsi dengan baik, dimana daya motor adalah sebesar ½ hp dan kecepatan putaran 1400 rpm. Hasil suwiran dating ikan menunjukan ukuran yang seragam sehingga dapat dikatakan lebih baik dibandingkan dengan pembuatan dilakukan secara manual.
Penguatan UMKM Anjosia Di Tengah Persaingan Global Melalui Inovasi Produk Kopi Tablet Hamni, Arinal; Ibrahim, Gusri Akhyar; Subeki; Sartika, Dewi
DHARMA RAFLESIA Vol 23 No 2 (2025): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v23i2.45840

Abstract

Usaha pengembangan kopi bubuk telah dilakukan dengan perbaikan proses pengolahan, pembuatan kemasan dan pengembangan penjualan. Bagaimanapun juga, hal ini berlum mampu menghasilkan peningkatan keberdayaan lembaga secara signifikan. Oleh karena itu, inovasi pembuatan varian produk baru berupa kopi tablet memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menghadapi tantangan. Kegiatan ini bertujuan membuat kopi tablet berbahan baku kopi serbuk, gula aren dan penguat serta labeling dan kemasan.. Pembuatan kopi tablet menggunakan cetak aluminiun dan penekanan dilakukan menggunakan alat press.  Kopi serbu, gula aren, dan PVP dicampurkan secara merata menggunakan mikser selama 15 menit. Setelah campuran merata kemudian dimasukan ke cetakan dan ditekan untuk mendapatkan kopi tablet.  Selanjutnya pengeringan dilakukan selama 30 menit pada suhu 150 ºC. Pengemasan dilakukan dalam bentuk botol plastik dan botol kaca. Hasil kegiatan ini berupa kopi tablet dengan diameter 12 mm dan ketebalan 8 mm, yang dikemas dalam bentuk kemasan botol dengan label.  Kopi tablet dengan cita rasa gula aren telah berhasil diproduksi yang sertai dengan kemasan bermerk Anjosia Coffee special.
Perancangan Pahat Ulir Kortikal Menggunakan Metode Reverse Engineering Akhyar Ibrahim, Gusri; Nanda Radigo Putra, Deky; Burhanuddin, Yanuar; Hamni, Arinal; Harun, Suryadiwansa
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat potong merupakan komponen penting untuk proses pemesinan, terutama untuk pengerjaan material titanium sebagai implant. Pembuatan baut ulir kortikal biasa diproduksi menggunakan proses whirling, akan tetapi ketersedian mesin tidak banyak tersedia. Cara lain membuat ulir kortikal adalah menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat khusus, yang mana peralatan ini juga tidak tersedia. Mengatasi persoalan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang pahat ulir kortikal yang dipasangkan pada mesin bubut menggunakan Reverse Engineering Method. Perancangan dilakukan dengan cara mendapatkan data hasil pembuatan ulir kortikal secara trial and error, sehingga didapatkan bentuk ulir yang diinginkan. Selanjutnya pahat yang sudah ditentukan dirancang dengan membuat gambar yang menyerupainya. Software Autodesk digunakan untuk membuat gambar 2D dan 3D. Proses desain pahat ini mengacu pada data standar ISO 5835 ulir kortikal sehingga didapatkan parametrik desainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa disain pahat bubut ulir menggunakan Reverse Engineering Method berhasil dilakukan dengan mengacu data pengujian lapangan secara uji coba, melalui tahapan penggambaran sketching menggunakan 2D. Perbedaan ukuran parameter model 3D pahat bubut ulir kortikal dengan parameter kritis dari pengukuran secara langsung relatif kecil, sehingga dapat dinyatakan bahwa hasil pemodelan 3D sama dengan ukuran yang sebenarnya. Kata kunci :  bubut; kortikal; pahat; reverse engineering; ulir.
Analisis kekasaran permukaan tulang pada pemesinan freis menggunakan metode Taguchi Ibrahim, Gusri Akhyar
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/mx47hb23

Abstract

Tulang kortikal sebagai jenis tulang keras memainkan peran penting dalam mempertahankan stabilitas kekuatan tulang, terutama dalam kasus patah tulang. Sementara itu, sifarnya yang keras dan getas menyebabkan kerusakan pada saat pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter pemesinan frais terhadap nilai kekasaran permukaan tulang kortikal dalam kondisi kering menggunakan Metode Taguchi. Bedan kerja yang dipotong adalah jenis tulang kortikal sapi, bagian kaki belakang. Spesimen dibuat berbukuran panjang 6 cm, lebang 3 cm, dan tebal 1 cm. Aanalisis varians (ANOVA) dilakukan untuk menentukan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan. Pahat jenis HSS dipilih untuk pemotongan dan pemesinan dilakukan tanpa menggunakan pendingin atau pelumas. Sementara itu, nilai kekasaran permukaan diukur menggunakan surface roughness tester. Pengukuran dilakukan di  awal pemotongan dan akhir pemotongan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor gerak makan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekasaran permukaan, dimana nilai P, masing-masing sebesar 0,021 untuk pemotongan awal dan 0,047 untuk pemotongan akhir. Sementara itu, kontribusi masing-masing 93,51% dan 88,56%. Sedangkan faktor kedalaman potong tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Kondisi parameter optimal yang diperoleh untuk pemotongan awal adalah kecepatan putar 910 rpm, gerak makan 145 mm/min, dan kedalaman potong 0,15 mm, sedangkan untuk pemotongan akhir adalah kecepatan putar 910 rpm, gerak makan 145 mm/min, dan kedalaman potong 0,20 mm
Studi Eksperimental Pengaruh Parameter Pengeboran terhadap Karakteristik Burr pada Pengeboran Tulang Kortikal Arzaq Guruh Dityamri Arzaq; Gusri Akhyar Ibrahim; Muh Thohirin; Wisnaningsih; Syaipudin Anwar; An-Nisa Magnolia
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Armatur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i1.10934

Abstract

Cortical bone drilling represents an initial stage in orthopedic surgical procedures prior to implant screw insertion, where the quality of the drilled hole is strongly influenced by burr formation along the hole edges. Excessive burrs may increase the risk of tissue trauma, interfere with screw placement, and elevate the likelihood of postoperative complications. This study aims to investigate the effects of drilling parameters on burr characteristics during cortical bone machining and to determine the optimal parameter conditions that minimize burr formation. The research was conducted experimentally using fresh bovine cortical bone specimens and employed a Response Surface Methodology (RSM) experimental design. The investigated parameters included spindle speeds of 500, 1000, and 1500 rpm, feed rates of 35, 60, and 85 mm/min, and cooling conditions consisting of NaCl solution, Opsite Spray, and dry drilling. Drilling experiments were performed using a three-axis CNC machine, while burr characteristics were visually evaluated using a USB microscope. The results indicate that feed rate is the most influential parameter affecting burr formation, followed by spindle speed and cooling condition. Drilling conditions characterized by low feed rates, high spindle speeds, and the application of cooling fluids either NaCl solution or Opsite Spray produced smaller burrs and smoother hole-edge morphologies. The optimal condition was achieved through a specific combination of parameters that minimized burr formation, thereby demonstrating potential improvements in hole quality and procedural safety during cortical bone drilling.
Effect of Stirring Technique Variations and Roasting Time on the Chemical, Microbiological, and Sensory Characteristics of Shredded Spiced Fish Puan Mutia Ayunisa; Dewi Sartika; Gusri Akhyar; Sri Hidayati; Sussi Astuti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i1.277-289

Abstract

Lampung Province is known as one of the producers of freshwater fish in Indonesia, with Ranau tilapia as its superior commodity. This fish is known for its thick, dense flesh and free from muddy odor, making it very suitable for use as a raw material for processed value-added products such as shredded spiced fish. However, traditional production methods still have limitations in terms of efficiency and risk of contamination. This study aims to determine the interaction and optimal results between mechanical and conventional stirring methods combined with five variations of roasting time (60, 75, 90, 105, and 120 min). Fresh Ranau tilapia was mixed with selected spices and processed based on these variations. The results showed that the interaction between stirring technique and roasting time significantly influenced the chemical, microbiological, and sensory characteristics of the final product. Optimal treatment, stirring using a machine for 105 min (M2S4), produces shredded spiced fish that meets the Indonesian National Standard (SNI), with a moisture content of 9.80%, ash content of 4.06%, protein content of 38.57%, and microbiological safety of 1.53 log CFU/g. Sensory evaluation also shows a high level of consumer acceptance. This technological innovation increases production efficiency, ensures consistent product quality, and becomes a reference model for MSMEs in developing a competitive and sustainable local food industry.
Co-Authors . Tarkono, . A Hamni Achmad Yahya Teguh Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Afriani, Lusmelia Agus Haryanto Agus Setiawan Ahmad Su’udi Ahmad Yahya Ahmad Yahya TP Ahmad Yahya TP, Ahmad Akbar, G I Akhmad Isnain Pulungan Akhmad Isnain Pulungan, Akhmad Isnain Alan Suseno Alim Fadila Rahman Amrizal Amrizal An Nisa Magnolia Andi Kusnadi Anjar Tri Gunadi Anjar Tri Gunadi, Anjar Tri Arinal Hamni Arinal Hamni Arinal, Arinal Armulani Patihawa Arzaq Guruh Dityamri Arzaq Aufadhia Bagus Ramadhan Bagus Saputra Burhanuddin, Y Burhanuddin, Yanuar Dewi Sartika DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Didiek Embrijakto Dimas Rizky Hermanto Dio Restu Putra Ardhika Dityamri, Arzaq Guruh Dityamri, Arzaq Guruh Dodi Wibowo Dodi Wibowo, Dodi Dwiastanto, Lucius Patria Giri Eko Agus Supriyanto Endra Saputra Endro Prasetyo Wahono Ferdianto, Edo Firmansyah, Andre Gustiyawan, Ahmad Hamni, A Hamni, Arinal Henddy Purnomo Henddy Purnomo, Henddy Hendra H Hermiyetti Hernadewita Indra Hermawan Irwan Sukri Banuwa Joni Iskandar Joni Iskandar Julita, Sela Karina Gracia Agatha Tambunan Leksono, Panji Mario Lestari, Sri Maria Puji Libiru, Rofika Lusmeilia Afriani Lusmelia Afriani M. Dyan Susila M. Ridho Ulya Mahyudin, Yovial Milyanti, Rita Muh Thohirin Muhammad Daud Aria Falah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Taqwa N Tanti Nanda Radigo Putra, Deky Niswah, hamimatun Novri Tanti, Novri Nur Efendi NUR EFENDI Nurwijayanti P N Putinela Panuju, A YT Patihawa, Armulani Pramono, Atik Pratondo, Tanto Puan Mutia Ayunisa Putinela, P N R Ramadhan Rafi, S A Rahmayetty Ramadhan, Bagus Ramadhan, R Rantaujaya, Agus Reski Septiana Rispandi Rizki Ramadhan Robby Saputra S A Rafi Sahid Ar Rafi Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Endra Seldi Prayoga Septiani, Cici Shirley Savetlana Shirley Savetlana, Shirley Sri Hidayati Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Puji Maria Sri Ratna Sulistiyanti Sri Waluyo Subeki Subeki Subeki Subeki, Subeki suci hardina rahmawati Supriyadi, Eko Agus Suryadiwansa Harun Sussi Astuti Syaipudin Anwar T. Tarkono Tanti, N Tanto Pratondo Utomo Tarkono Tarkono Tarkono Tarkono, Tarkono Trisya Septiana Udin Hasanudin Valiandra, Tito Valiandra, Tito Wahyu Budiono Wahyu Hidayat Wibowo, Muhammad Pandu Wijaya, Bayu Frans Wisnaningsih Yahya, Achmad Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yusman Zamzami Yusman Zamzami, Yusman