p-Index From 2021 - 2026
5.002
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Jurnal Energi Dan Manufaktur Jurnal Simetris Jurnal Teknik Mesin Jurnal Teknik Mesin SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Rekayasa Mesin Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Jurnal Mechanical Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Elementer (Elektro dan Mesin Terapan) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JTM-ITI (Jurnal Teknik Mesin ITI) Machine : Jurnal Teknik Mesin Prosiding Seminar Nasional Darmajaya Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) INSIST (International Series on Interdisciplinary Research) JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Indonesia Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Journal of Innovation and Technology Indonesian Journal of Engineering and Science (IJES) ARMATUR : Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur Jurnal Teknik Mesin Jurnal Puruhita Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) AME (Aplikasi Mekanika dan Energi) : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Jurnal Polimesin Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri Dharmakayana: Journal of scientists, engineers, educators and scientific activists related to society development Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOEFISIEN PENGURANGAN TATAL (CHIP REDUCTION COEFFICIENT) PADA PEMESINAN BUBUT MAGNESIUM AZ31 MENGGUNAKAN PAHAT PUTAR Ibrahim, Gusri Akhyar; Hamni, Arinal; Libiru, Rofika
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 11, No 2 (2020): JURNAL SIMETRIS VOLUME 11 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v11i2.5338

Abstract

Coefficient reduction chip atau pengurangan tatap dianalisa menggunakan Metode Anova  untuk menentukan pengaruh dari parameter input untuk setiap variasi eksperimen pada proses permesinan, sekaligus juga menentukan persentase pengaruh parameter individual. Metode Taguchi dipilih untuk mengurangi jumlah total dari percobaan yang dilakukan dan menghilangkan aspek yang tidak perlu dipertahankan, mengurangi biaya percobaan, sederhana dan mendapatkan hasil yang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa koefisien pengurangan tatal yang terjadi pada saat pemesinan menggunakan material paduan magnesium AZ3. Pada penelitian ini, proses pemesinan dilakukan menggunakan mesin bubut dengan jenis pahat berputar, yang mana pahat yang digunakan adalah pahat karbida jenis round insert. Sementara itu metode pengujian yang diterapkan adalah menggunakan Metode Taguchi dan ANOVA. Sementara itu, diameter benda kerja  digunakan sebesar 35 mm dan Panjang 100 mm, kedalaman potong 1 mm dan kecepatan potong 80, 120, 160 mm/min, kadar pemakanan 0,10 0,15 0,20 mm/rev, kecepatan putaran pahat 50, 80, 120 rpm. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwan nilai koefisian pengurangan tatal terendah sebesar adalah 1,44, yang mana diperoleh pada parameter kecepatan potong 80 mm/min, kedalaman potong 1 mm, kadar pemakanan 0,10 mm/rev dan kecepatan putaran pahat 50 rpm. Dari semua faktor yang dianalisa, didapati bahwa faktor yang berpengaruh signifikan yaitu kecepatan potong da kadar pemakanan.
PENGARUH UKURAN FLY ASH PADA KEKUATAN BENDING KOMPOSIT RESIN EPOXY Zamzami, Yusman; Savetlana, Shirley; Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fly ash is one of the solid waste generated by industries that use coal as a fuel for the production process. Fly ash contains silica or alumina silica that has no adhesive properties (cementation) to himself. The purpose of this research was to determine the bending strength of composites reinforced fly ash (coal waste) through the bending test. In this study, fly ash was sieved with a sieve to obtain a variation of fly ash particle size of 40 mesh, 80 mesh and 120 mesh. Composite manufacturing using hand lay up with a mixture ratio of epoxy resin and hardener 1:1. Next step is mixing matrix and fly ash with mass fraction 60%: 40% use of fly ash particle size variation. Transform and then testing bending and for pure epoxy resin composites with various particle sizes. Photo fracture area with Scanning Electron Microscope (SEM) was used to analyze the causes of failure in composites. In this study the mechanical properties of the composite bending test in accordance with ASTM D790. The test results showed that the bending strength of the composite teringgi achieved with fly ash particle size of 120 mesh, the bending strength of 59.26 N/mm2 obtained. Factors that affect the bending strength is power tie fly ash particles with the matrix, the distribution and number of particles are evenly distributed in the composite particles. SEM image results in the fracture of composite particles of fly ash shows the tie between the matrix and the particles are quite good. Keywords: Fly ash, composite, bending strength
PENGARUH UKURAN BUTIR SERBUK FLY ASH TERHADAP KEKUATAN IMPACT BAHAN KOMPOSIT BERMATRIKS EPOXY Setiawan, Agus; Savetlana, Shirley; Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mixing types of epoxy polymers with fly ash (fly ash) coal into composite materials is expected to be one of the ways to look for an alternative to metal materials. Mixing two different materials is intended to improve the mechanical properties of composites by utilizing waste coal as a reinforcing material. Making specimens was based on differences in particle size of the fly ash powder. Fly ash sifted with a sieve to obtain a variation of the size of the fly ash particles with a size of 40 mesh, 80 mesh and 120 mesh. While the epoxy resin used was a general purpose type (Bisphenol Aepichlorohydrin) Bakelite EPR 174 with a ratio between the epoxy resin and hardener 1:1. After getting the fly ash according to the desired size, made by mixing epoxy resin through the calculation of the mass fraction. The process of mixing epoxy resin with coal fly ash waste is done with matrix mixing ratio by 60% and 40% fly ash. Then do the impact test for pure epoxy resin and for composites. Fracture area photo by scanning electron microscope (SEM) was used to analyze the causes of failure in composites. Testing was conducted ann accordance with the standard impact test ASTM D 6110. The test results showed the addition of fly ash particles with increasing particle size of 40 mesh, 80 mesh and 120 mesh can improve the impact strength of the composite. Highest impact strength of the composite obtained at 120 mesh particle size of 3.967 x 10-3 J/mm2. With the decrease in the size of particles, extensive contact between the surface of fly ash with resin will be many more. So, to the improve impact strength. In the SEM image results look excellent interface bonding between the matrix with fly ash particles. In the composite looks much voids or porosity.Keywords: epoxy, composites, fly ash, impact test, SEM photos, the mechanical properties.
UNJUK KERJA VORTEX TUBE COOLER PADA PEMESINAN BAJA ST41 Pulungan, Akhmad Isnain; Ibrahim, Gusri Akhyar; Burhanuddin, Yanuar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 1 No. 4 (2013)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pemesinan merupakan proses manufaktur dimana objek dibentuk dengan cara membuang atau menghilangkan sebagian material dari benda kerjanya. Pada proses pembubutan, panas yang dihasilkan sangat tinggi sebagai akibat dari gesekan antara pahat bubut dan benda kerja. Salah satu faktor berpengaruh pada dalam proses pembubutan adalah media pendingin. Dalam penelitian ini pembubutan dilakukan menggunakan pahat HSS dan material uji baja ST41, dengan media pendingin system vortex tube (udara dingin bertekanan) menghasilkan suhu udara dingin 14,6 C, 18,5 C, 21, C. Udara dingin luaran vortex tube digunakan selama proses pembubutan dengan parameter feeding (f) 0,1 mm/rev, kecepatan spindel adalah 625(rpm) dan kedalaman potong konstan 2 mm. Hasil penelitian pendingin vortex tube bukaan 2 dengan gerak makan 0,11 mm/rev dan kecepatan potong 80,46 m/menit menghasilkan umur pahat mencapai 5,63 menit, pada bukaan 3 dengan kecepatan potong 72,61 m/menit dan gerak makan 0,11 mm/rev umur pahat mencapai 5,60 menit. Umur pahat terendah di dapat tanpa menggunakan pendingin dengan gerak makan 0,11 mm/rev, kecepatan potong 88,39 m/menit, yaitu mencapai 2,86 menit dan umur pahat tertinggi didapat menggunakan media pendingin vortex tube bukaan 1 dengan gerak potong 0,11 m/rev dan kecepatan potong 88,39m/min sebesar 6,29 menit. Oleh karena itu media pendingin vortex tube dapat meningkatkan umur pahat HSS hingga mencapai 52,76%.Kata Kunci: Pembubutan, baja ST41, HSS, vortex tube, kecepatan potong, gerak makan, umur pahat
PENGARUH PUTARAN DAN KECEPATAN TOOL TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052 Iqbal, Muhammad; Tarkono, .; Ibrahim, Gusri Akhyar
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium is a metal that has a good resistance against corrosion, this is because the occurrence of the phenomenon of pasivasi. In addition to its resistance to corrosion, aluminium also has a lighter weight compared to steel, so aluminium is frequently used as one of the materials used in the manufacture of ships, especially on the upper deck of the building, insulation, fuel tanks and  freshwater tank.Welding is the process of connecting between two or more metal parts by using thermal energy.In general aluminum welding using fusion welding processes such as Metal Inert Gas and Metal Inert Gas, but on both of these methods there is possibility formation of defects are porosity, cracks and prone to occurringdeformationduringcooling processof dan the formation ofmetalwelding. The purpose of this study was to determine the effect of tool rotation and welding speed on the mechanical aspect of Aluminium 5052 with the friction stir welding method.The parameters of the   welding process is done on the research this is is the round tool and welding spee is is the round tool and welding speed.Round tool used there are two namely 1800 rpm and 1100 rpm. The speed of welding is also used there are two variations,namely 11.4 mm/min and 19.8 mm/min. As for the mechanical tests conducted there are three, namely testing the hardness, impact test, and tensile testing.The result of this research was the discovery that the round tool and welding speed greatly affect the mechanical properties of aluminium that has been welded. Because the tool is rotating faster increases the tensile strength of aluminium, while the small welding speed will increase the hardness of aluminum that has been welded. Keywords : aluminium, welding, friction stir welding, mechanical aspect of metals
Pengaruh Gerak Makan Dan Kecepatan Putaran Terhadap Aus Pahat HSS Pada Pengeboran Baja ASTM A1011 Menggunakan Pelumas Minyak Goreng Wibowo, Dodi; Ibrahim, Gusri Akhyar; Hamni, Arinal
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat HSS yang digunakan dalam proses pengeboran memiliki umur dan tidak dapat digunakan secara terus menerus. Banyak faktor yang mempengaruhi umur pahat diataranya keausan pahat. Untuk menentukan keausan pahat pahat bor biasanya operator mesin hanya melakukan secara visual atau meraba pada bagian ujung mata pahat.  Cara ini yang sering dilakukan pada dunia industri dikarenakan keterbatasan alat dan efisiensi waktu dalam proses produksi. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan putaran (n), gerak makan (f) terhadap terbentuknya keausan tepi pahat HSS, dianalisis dengan dua metode, yaitu  metode kualitatif (grafik) dan metode kuantitatif (statis) dengan metode analisis variasi (ANOVA). Dalam penelitian ini, proses pengeboran menggunakan pahat HSS dan material uji baja ASTM A1011 dengan ketebalan  material 10 mm. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,1 mm/rev, 0,18 mm/rev,0,24 mm/rev sedangkan  kecepatan putaran (n) yang digunakan adalah 443 rpm, 635 rpm, 970 rpm. Dari hasil pengujian secara kualitatif didapat bahwa peningkatan gerak makan (f) akan meningkatkan keausan tepi pahat HSS. Begitu pula peningkatan nilai kecepatan putaran (n) akan meningkatkan keauasan tepi pahat HSS. Dari metode ANOVA ( pengujian kuantitatif) dengan menggunakan program diperoleh hasil  bahwa kecepatan putaran (n), dan gerak makan (f) secara bersama-sama mempunyai pengaruh timbulnya keausan pahat, namun secara signifikan hanya gerak makan yang berpengaruh terhadap timbulnya keausan tepi pahat HSS. Pada penelitian ini gerak makan (f) mempunyai pengaruh paling besar terhadap timbulnya keausan tepi yaitu 50,01% sedangkan kecepatan putaran hanya berpengaruh sebesar 37,42% terhadap timbulnya keausan tepi pahat HSS. Kata Kunci : kecepatan putaran (n), gerak makan (f), keausan pahat, baja ASTM A1011,ANNOVA
Aplikasi Cairan Pelumas Untuk Mengurangi Tingkat Keausan Mata Bor Pada Pengeboran Pelat ASTM A1011 Menggunakan Mata Bor HSS Gunadi, Anjar Tri; Ibrahim, Gusri Akhyar; Hamni, Arinal
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengakibatkan berkembangnya pula bidang-bidang kegiatan manusia. Salah satunya adalah berkembangnya bidang industri permesinan. Proses permesinan yang dilakukan secara terus menerus misalnya pada pengeboran akan menyebabkan aus nya mata bor yang digunakan, karena adanya peningkatan suhu pemesinan. Perlu adanya perlakuan khusus untuk menurunkan suhu pemesinan yang terjadi. Penggunaan beberapa jenis cairan pendingin seperti oli sintetis dan minyak kelapa diharapkan dapat menurunkan suhu permesinan sehingga mengurangi keausan yang terjadi pada mata bor HSS yang digunakan. Diaplikasikan dengan cara menyemprotkan cairan pelumas secara terus-menerus pada permukaan benda kerja yang bersinggungan dengan mata bor pada kecepatan putaran (n) konstan pada 443 rpm, sedangkan variasi pada gerak makan (f) sebesar  0.1 mm/rev, 0.18 mm/rev serta 0.24 mm/rev. Umur pakai mata bor yang didapat pada pengujian tanpa pelumas dengan putaran (n) = 443, gerak makan (f) = 0.1 mm/rev serta nilai keausan mata bor    (vb) = 0.3 mm adalah 2.02 menit. Untuk penggunaan oli sintetis dengan kecepatan putaran dan gerak makan yang sama, didapat umur pakai mata bor selama 4.71 menit atau meningkat sebesar 54%. Peningkatan itu dibandingkan pada proses pengeboran tanpa menggunakan cairan pelumas. Sedangkan dengan penggunaan minyak kelapa, umur pakai mata bor selama 4.05 menit atau meningkat  sebesar 48%. Dengan demikian nampak jelas bahwa penggunaan cairan pelumas mampu menurunkan tingkat keausan mata bor, terutama pada penggunaan oi sintetis. Kata Kunci : keausan mata bor HSS, gerak makan, cairan pelumas.
Aplikasi Udara Dingin Vortex Tubepada Pembubutan Baja ST 41 Menggunakan Pahat HSS Purnomo, Henddy; Ibrahim, Gusri Akhyar; Yahya TP, Ahmad
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin FEMA Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : FT UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pahat merupakan komponen utama dalam proses pemesinan selain mesin bubut dan benda kerja. Umur pahat merupakan suatu data pemesinan yang sangat penting dalam perencanaan pemesinan. Vortextube merupakan alat yang dapat memisahkan aliran udara yang bertekanan menjadi udara panas dan dingin. Dalam penelitian ini pengaruh kecepatan potong, gerak makan, dan kedalaman potong terhadap keausan pahat yang digunakan akan diteliti. Metode Taguchi digunakan menganalisa faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap keausan. Pada penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif (grafik) dan kuantitatif (statistic) dengan metode analisa varian (ANOVA). Dalam penelitian ini, proses pembubutan menggunakan pahat HSS dan material benda kerja baja ST 41. Dalam proses pengujian, gerak makan (f) yang digunakan adalah 0,09 mm/rev, 0,12 mm/rev,0,18 mm/rev, sedangkan kecepatan potong (v) yang digunakan adalah 58,72 mm/min, 86,35 m/min, 113,25 m/min dan untuk kedalaman potong (a) 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm. Udara  dingin vortextube yang sudah ada dilakukan pada penelitian sebelumnya yaitu suhu 15º dan tekanan udara 5 bar/psi. Dari analisa varian  yang dilakukan, kecepatan potong memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kondisi parameter pemesinan yang optimal diperoleh pada kecepatan potong (v): 58,72, gerak makan (f) 0,09 mm/rev dan kedalaman potong (a) : 1,0 mm dengan umur pahat mencapai 139 menit. Laju keausan tepi pahat semakin meningkat dengan bertambahnya kecepatan potong. Dari analisa  S/N ratio  diperoleh parameter pemesinan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keausan pahat adalah  kecepatan potong  dengan nilai kontribusi  = 0,024  karena tidak melebihi > 0,05. Kata Kunci : keausan pahat, Metode Taguchi, baja ST 41, pahat HSS, kecepatan potong
PEMBUATAN BIOPELET DENGAN MESIN EXTRUDER BERBAHAN BAKU LIMBAH PENYULINGAN BUAH PALA Ibrahim, Gusri Akhyar
JURNAL MECHANICAL Vol 15 No 2 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v15i2.4815

Abstract

Fossil energy is running low, causing an increase in the selling price of fossil fuels. This causes the global community to become aware and consider using renewable fuels which are more environmentally friendly. Utilizing nutmeg refining waste into biopellets can be a solution for managing waste and producing alternative fuel. This research focuses on utilizing nutmeg refining waste into biopellets with a mixture of 0%, 3% and 5% tapioca flour using an extruder machine with engine rotation speeds of 1700 RPM and 2800 RPM. The aim of this research is to determine the composition of the adhesive mixture and the engine rotation speed to obtain optimal heating value. The materials in this research were solid waste from nutmeg distillation and tapioca as adhesive. Making biopellets uses 2 treatments, namely 3 variations of adhesive mixture (0 gram, 90 grams, 150 grams) and 2 variations of machine rotation speed (1700 RPM and 2800 RPM). Meanwhile, the tools used are a pellet printing machine, tachometer, digital balance and caloribomb. The results obtained from testing the calorific value in this study were sample A 5,094.27 cal/g, Sample B 5,603.14 cal/g, Sample C 5,346.24 cal/g, Sample D 5,604.85, Sample E 5,789.10 cal/g, Sample F 5,571.65. So it can be concluded that the addition of adhesive and the engine rotation speed on the extruder machine affect the heating value obtained. Keywords: Biopellets, Extruder Machine, Nutmeg Refining Waste, Calorific Value
Optimasi Mesin Pengayak Rotary Dalam Pemisahan Glukomanan Menggunakan Metode Full Factorial Hamni, Arinal; Ibrahim, Gusri Akhyar; Yahya, Achmad; Tarkono; Taqwa, Muhammad
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung porang diperoleh dari proses pengeringan dan pengayakan umbi porang, yang mana memiliki kadar glukomanan yang tinggi. Glukomanan merupakan serat pangan larut air yang mengandung kalori yang rendah dan banyak digunakan sebagai bahan pengental dalam industri pangan. Salah satu proses pengolahan porang menjadi glukomanan diantaranya adalah pengayakan rotary screen, yaitu suatu proses pemisahan bahan berdasarkan ukuran lubang kawat atau mesh yang terdapat pada ayakan yang berputar. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut kemiringan dan kecepatan putaran ayakan terhadap kinerja mesin rotary screen dan menentukan kondisi terbaik mesin rotary screen dalam pemisahan glukomanan tepung porang. Mesin pemisah yang digunakan jenis rotary screen dengan dua jenis ukuran mesh. Sudut kemiringan yang digunakan 5°, 10°, dan 15°, kecepatan putaran ayakan divariasikan pada 30 rpm, 40 rpm,dan 50 rpm. Desain penelitian yang dipilih untuk dua faktor dan dua level adalah full factorial, dimana massa input awal tepung porang sebanyak 1 kg. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa kedua parameter, baik sudut kemiringan ataupun kecepatan putaran berpengaruh secara signifikan terhadap massa glukomanan dengan nilai P-value sebesar 0,03, sedangkan kecepatan putaran ayakan sebesar 0,017. Berdasarkan hasil respon parameter terbaik diperoleh bahwa variasi sudut kemiringan 5° dan kecepatan putaran ayakan 30 rpm memberikan hasil terbesar dengan rendemen glukomanan sebesar 340 gram.
Co-Authors . Tarkono, . Achmad Yahya Teguh Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Afriani, Lusmelia Agus Haryanto Agus Setiawan Agus Setiawan Ahmad Su’udi Ahmad Yahya Ahmad Yahya TP Ahmad Yahya TP, Ahmad Akhmad Isnain Pulungan Akhmad Isnain Pulungan, Akhmad Isnain Alan Suseno Alim Fadila Rahman Amrizal Amrizal Anjar Tri Gunadi Anjar Tri Gunadi, Anjar Tri Arinal Hamni Arinal Hamni Arinal Hamni Arinal, Arinal Armulani Patihawa Aufadhia Bagus Ramadhan Bagus Saputra Burhanuddin, Yanuar Deky Nanda Radigo Putra Dewi Sartika DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Didiek Embrijakto Dimas Rizky Hermanto Dityamri, Arzaq Guruh Dityamri, Arzaq Guruh Dodi Wibowo Dodi Wibowo, Dodi Dwiastanto, Lucius Patria Giri Eko Agus Supriyanto Endra Saputra Endro Prasetyo Wahono Ferdianto, Edo Firmansyah, Andre Gustiyawan, Ahmad Hamni, Arinal Henddy Purnomo Henddy Purnomo, Henddy Hendra Hendra Indra Hermawan Irwan Sukri Banuwa Joni Iskandar Joni Iskandar Julita, Sela Karina Gracia Agatha Tambunan Leksono, Panji Mario Lestari, Sri Maria Puji Libiru, Rofika Lusmeilia Afriani Lusmelia Afriani M. Dyan Susila M. Ridho Ulya Mahyudin, Yovial Milyanti, Rita Muhammad Daud Aria Falah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Taqwa Niswah, hamimatun Novri Tanti, Novri Nur Efendi NUR EFENDI Patihawa, Armulani Pramono, Atik Pratondo, Tanto Ramadhan, Bagus Rantaujaya, Agus Rizki Ramadhan Robby Saputra Sahid Ar Rafi Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Endra Seldi Prayoga Shirley Savetlana Shirley Savetlana, Shirley Sri Hidayati Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sri Puji Maria Sri Ratna Sulistiyanti Sri Waluyo Subeki Subeki Subeki Subeki, Subeki suci hardina rahmawati Supriyadi, Eko Agus Suryadiwansa Harun Suryadiwansa Harun Tanto Pratondo Utomo Tarkono Tarkono Tarkono Tarkono, Tarkono Trisya Septiana Udin Hasanudin Valiandra, Tito Valiandra, Tito Wahyu Budiono Wahyu Hidayat Wibowo, Muhammad Pandu Wijaya, Bayu Frans Yahya, Achmad Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yanuar Burhanuddin Yusman Zamzami Yusman Zamzami, Yusman