Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

BEST PRACTICES IN MBKM CURRICULUM IMPLEMENTATION AT STATE UNIVERSITIES IN INDONESIA Kusumaningrum, Hesti; Munawwaroh, Zahrotul; Lolytasari, Lolytasari; Azahra, Salsabila
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 03 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i03.8335

Abstract

The Freedom of Learning–Independent Campus (MBKM) policy serves as a key strategy for higher education reform in Indonesia. This study explores the implementation of the MBKM curriculum in the Educational Management Study Program at Universitas Negeri Jakarta and Universitas Negeri Malang using a qualitative approach. The findings indicate that internship programs, social projects, and teaching assistance enhance students’ competencies and the relevance of learning to labor market demands. However, challenges remain in terms of coordination, lecturers’ digital readiness, differences in academic culture. Therefore, strengthening the role of lecturers, expanding external partnerships, developing an adaptive curriculum are required to ensure the sustainability of MBKM implementation and improve the quality of higher education in Indonesia
Strategi Komunikasi Pemasaran di Sekolah Dasar Negeri Munawwaroh, Zahrotul; Putri, Adzka Awaliyah; Samroh, Siti; Salsabila, Siti Anisa
Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbmp.v14i1.135334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran di SDN Cempaka Putih 03 sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat daya saing sekolah negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, keterlibatan pemangku kepentingan, pengembangan kompetensi guru, serta evaluasi rutin. Implementasi strategi berhasil meningkatkan jumlah pendaftar, memperkuat citra positif sekolah, dan memperluas kolaborasi dengan masyarakat, khususnya melalui promosi digital yang efektif. Namun demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana prasarana, minimnya dukungan sumber daya, dan belum terpenuhinya kebutuhan lokal yang memengaruhi optimalisasi strategi. Tindak lanjut dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan, pelatihan intensif, penyesuaian strategi, dan komunikasi adaptif yang menekankan penguatan identitas merek sekolah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi pemasaran pendidikan di sekolah negeri tidak hanya ditentukan oleh promosi, tetapi juga oleh integrasi partisipasi sivitas akademika, dukungan pemangku kepentingan, serta mekanisme evaluasi berkelanjutan
Strategi Pemasaran Online dalam Membentuk Branding Sekolah TK Islam Kencana Zahrotul Munawwaroh; Nabila Alifia; Muna Mumtazah Syahidah; Muhammad Aidil Kurniawan
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i4.5398

Abstract

Building a positive perception of educational institutions requires an effective online marketing strategy to maintain its presence among competitors, establish a school brand, and reach a target market aligned with the school's vision and mission. Without a targeted and measurable marketing strategy, the quality of the school's reputation will be compromised. This research aims to describe the online marketing strategy implemented by Kencana Islamic Kindergarten (TK Islam Kencana) in building its school brand. The research approach used a qualitative descriptive method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The analysis shows that Kencana Islamic Kindergarten actively engages in online marketing to shape and strengthen the school's image (branding). The branding established at Kencana Kindergarten is that of an early childhood education institution with the motto "cheerful, independent, high-achieving, and virtuous." These findings demonstrate that utilizing appropriate digital marketing strategies can enhance branding, enabling educational institutions to compete with their competitors, particularly in gaining public trust and loyalty. This study recommends the need for professional digital content enhancement and regular evaluation of the effectiveness of online promotions in building the school's image.
Strategi Digital Marketing Dalam Meningkatkan School Branding Ayu Suci Saputri, Sonia; Kusumaningrum, Hesti; Munawwaroh, Zahrotul
Educational Journal of Bhayangkara Vol. 3 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/s2r3fj13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi digital marketing dalam meningkatkan school branding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diambil dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengnan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk pemeriksaan keabsahan data yakni dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian yang dilakukan di SMA Yadika 6 Pondok Aren menunjukkan bahwa strategi digital marketing dalam meningkatkan school branding sudah dilaksanakan dengan baik, hal tersebut ditunjukkan oleh adanya penerapan strategi digital marketing dalam meningkatkan school branding yang didukung dengan faktor pendukung dan faktor penghambat. Strategi yang dilakukan sekolah antara lain traffic,coversion, engagement dalam konteks digital marketing guna meningkatkan school branding. Adapun faktor pendukung sekolah dalam melakukan school branding antara lain pemanfaatan media sosial sebagai digital marketing dan didukung oleh direct marketingsedangkan faktor penghambat yaitu tim pemasaran sekolah belum memiliki tim secara khusus dan kurangnya keterampilan dalam pemanfaatan digital marketing.
Strategy for Application of Risk Management on the Implementation of Renstra Asyari, Hasyim; Munawwaroh, Zahrotul; Kurniatun, Taufani Chusnul; Aedi, Nur
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9528

Abstract

AbstractOne of the problems is the low quality of education due to the lack of maximum education institutions in managing the risks that occur in the process of implementing education. The purpose of this study is to find out and obtain data on risk management analysis and what risks faced by Development Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) Pembangunan (MIP) in the implementation of the 2011-2012 Renstra. Through interviews and observations that are known the main subject is a person or group of people who can provide information, they consist of management managers, management leaders to the strategic management staff. This study uses Descriptive Qualitative Analysis Method, to collect data, direct observation at the relevant institution (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). The results of this study explain that Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan (MIP) belongs to the risk averter, term namely the people who are reluctant to risk. The risk management stages carried out are risk identification (internal analysis, external and SWOT analysis), risk measurement (cross-linking SWOT, ST, WT, SO, and WO analysis), risk control (risk mitigation, risk retention, risk advoidance and risk risk transfer) and risk evaluation (consortium meetings, education unit meetings, leadership meetings and management review meetings).AbstrakSalah satu masalah rendahnya kualitas pendidikan karena kurangnya lembaga pendidikan yang maksimal dalam mengelola risiko yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh data tentang analisis manajemen risiko dan risiko apa yang dihadapi oleh Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan (MIP) dalam pelaksanaan Renstra 2011-2012. Melalui wawancara dan observasi yang diketahui subjek utama adalah orang atau sekelompok orang yang dapat memberikan informasi, mereka terdiri dari manajer manajemen, pimpinan manajemen hingga staf manajemen strategis. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Kualitatif Deskriptif, untuk mengumpulkan data, observasi langsung di instansi terkait (Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa MIP memiliki risk averter, yaitu istilah orang yang enggan mengambil risiko. Tahapan manajemen risiko yang dilakukan adalah identifikasi risiko (analisis internal, analisis eksternal dan SWOT), pengukuran risiko (analisis SWOT, ST, WT, SO, dan WO), pengendalian risiko (risk mitigation, risk retention, risk advoidance and risk risk transfer) dan evaluasi risiko (pertemuan konsorsium, pertemuan unit pendidikan, rapat pimpinan dan rapat tinjauan manajemen).How to Cite : Asy'ari, H., Munawwaroh, Z., Salwa. (2018).  Strategy for Application of Risk Management on the Implementation of Renstra. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v5i1.9528.
Hubungan layanan perpustakaan sekolah dengan minat baca peserta didik di SMAN 4 Kota Tangerang Selatan Rahman, Aditiya; Lolytasari, Lolytasari; Munawwaroh, Zahrotul
Daluang: Journal of Library and Information Science Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/daluang.v3i1.2023.13517

Abstract

Introduction. Providing school library services to increase students' interest in reading is still an important study for school libraries. Increasing reading interest in the SMAN 4 Tangerang Selatan Library is carried out by providing collaborative services to improve scientific communication. This research needs to be carried out so that the services provided by the library can accommodate all students in reading interest services and become basic research for school libraries in the South Tangerang area.Methodology. This study uses a quantitative approach, with a correlation coefficient test to answer the hypothesis. The population is 346 students, so a sample of 186 respondents is obtained using a simple random sampling technique. Questionnaires were distributed to 186 students with Likert scale scores with four alternative answers and documentation studies to complete data collection.Results and Discussion. This study found a relationship between library services and students' reading interest, as evidenced by the contribution of 24.6% between library services and students' reading interest. In comparison, the remaining 75.4% was explained by other variables not examined. The tendency of library services to increase reading interest is still in the moderate category.Conclusion. This study describes the school's efforts to increase student's interest in reading with the strength of the services provided by the library. Reading skills need to be trained so that the more the library can provide the facilities needed for reading, the more trained students will be.
DIGITALISASI SALURAN KOMUNIKASI PEMBELAJARAN DI TK INTAN SIDOARJO MELALUI APLIKASI CLASS DOJO Munawwaroh, Zahrotul; Putri, Dhelittya Finaliyani; Syarrafah, Mohammad; Andrianto, Sigit; Fauzi, Reza Mehdi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37692

Abstract

Komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan dan pencapaian belajar anak dalam usia emas. Program pengabdian masyarakat tim UPN “Veteran” Jawa Timur di Sekolah Intan Sidoarjo ini bertujuan menyelesaikan hambatan komunikasi antara guru dan orang tua dengan memperkenalkan aplikasi Class Dojo sebagai platform komunikasi digital yang terstruktur. Program ini menggunakan model Participatory Action Research (PAR) melalui enam tahapan observasi, perencanaan, implementasi, refleksi, dan evaluasi. Melalui metode pembelajaran andragogi dan peer tutoring, sebanyak 10 guru anak usia dini dilatih untuk membuat akun, mengeksplorasi fitur, dan menggunakan aplikasi Class Dojo dalam komunikasi sehari-hari. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran guru terhadap literasi digital dan praktik komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan orang tua. Meskipun terdapat kendala minor seperti keterbatasan perangkat keras dan kegagapan awal terhadap teknologi, program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas komunikasi dan efisiensi administrasi. Kegiatan ini menunjukkan potensi alat digital seperti Class Dojo untuk meningkatkan kolaborasi dan mendukung pendidikan anak secara berkelanjutan. Temuan ini menjadi rekomendasi bagi sekolah yang menghadapi masalah serupa untuk mengadopsi platform komunikasi digital yang terstruktur.
Media Sosial sebagai Alat Pemasaran Jasa Pendidikan Munawwaroh, Zahrotul; Safira, Tasya; Azhar, Tamara; Arianto, Muhammad Dwi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i5.8511

Abstract

Media Sosial saat ini bukan sekedar platform hiburan, tetapi menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk memasarkan pendidikan karena saat ini penggunaan media sosial sangat tinggi dikalangan masyarakat serta meningkatnya persaingan lembaga pendidikan dalam meningkatkan minat calon peserta didik. Selain itu, dengan media social jangkauan pelanggan jasa pendidikan akan semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media sosial dalam meningkatkan branding sekolah dan bagaimana media sosial dapat menjadi alat promosi yang efektif dan optimal untuk mencapai target pemasaran yang telah ditentukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat dijadikan sebagai alat pemasaran karena terbukti dapat meningkatkan jangakaun pelanggan jasa pendidikan. Adapun media sosial yang digunakan oleh sekolah terdiri dari Instagram, tiktok, youtube. Media social tersebut. Dari platform tersebut Instagram dan tiktok efektif dalam menjangkau pelanggan, mampu membangun interaksi dengan audiens juga memperkuat citra sekolah. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah minat calon peserta didik, engagement rate yang tinggi. Media sosial sebagai alat pemasaran jasa pendidikan memiliki efesiensi dari segi biaya dibandingkan dengan pemasaran secara konvensional. Adapun rekomendasi dari penelitian ini terkait optimalisasi strategi dalam pengembangan konten yang lebih kreatif lagi guna meningkatkan keberhasilan pemasaran pendidikan melalui media sosial.
Deteksi Kematangan Buah Mangga secara Destruktif dan Non-Destruktif Mulyaningtyas, Awit; Azzahra, Gaida Zulfa; Munawwaroh, Zahrotul; Listanti, Riana
Journal of Applied Agriculture, Health, and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jaht.v4i1.1362

Abstract

Mango (Mangifera indica L.) is a fruit rich in fiber, vitamin C and β-carotene. Mango production in Indonesia is quite high, but export value is still low due to various post-harvest problems. Maturity level is one of the keys in the mango trade, but it is difficult to maintain due to the climatic nature of the fruit. A grading process is required to separate mangoes with optimal ripeness levels until they reach consumers. Maturity level can be measured through various parameters, including physical and chemical attributes. There are two methods to determine the ripeness of mango fruit, destructive and non-destructive. The destructive method uses bay flower extract as a pH indicator. The non-destructive method uses double ring resonator technology, HSI color space transformation, and fruit position in water. The results show that the HSI color space transformation method is more recommended because it is simpler and more efficient.
Representasi Stigmatisasi Obesitas: Analisis Semiotika Karakter Don dalam Film JUMBO dan Implikasinya terhadap Persepsi Tubuh Ideal Reza Mehdi Fauzi; Zahrotul Munawwaroh; Mohammad Syarrafah
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i4.5321

Abstract

This research analyzes the representation of obesity stigmatization through the character Don in the film "Jumbo" by Ryan Adriandhy using Roland Barthes' semiotic approach. Through denotative, connotative, and mythological analysis, the research reveals how the film constructs obesity as a visual and moral anomaly with implications for social perceptions of the ideal body. At the denotative level, Don's character is represented with cinematic techniques that emphasize his body proportions as a deviation from the norm.Connotatively, this representation activates associations between obesity and social incapacity and failure of self-control. At the mythological level, the film naturalizes the view that obesity is a consequence of misguided personal choices. Although there are moments of resistance that acknowledge Don's complexity as an individual, this resistance is limited and does not threaten the dominant structure that idealizes the slender body. The implications are significant for the construction of social perception and the development of body positivity discourse, where media plays a role in reinforcing stigma through a "semiotic circle" that perpetuates body-based discrimination. This research emphasizes the importance of representational transformation in media to build more inclusive perceptions of body diversity, with theoretical implications for media studies and practical implications for media policy, public education, and mental health advocacy.