Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis of Body Weight of Kacang Goats in the Soropia Subdistrict, Konawe Regency Lois Jasriani R.B; Farra Sasmita; Awal Maulid Sari; Inal Inal; Hajar Hajar; Natsir Sandiah
Journal of Agriculture, Agribusiness, Welfare, Technology, Humanity, Environment, Social, and Economy Vol. 2 No. 1 (2026): April - June 2026 Edition
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/agrones.v2i1.707

Abstract

This study aims to analyze the body weight characteristics of Kacang goats based on sex and to determine the level of body weight variation in Kacang goats in Soropia Subdistrict, Konawe Regency. The study was conducted from September to October 2025 using a quantitative approach with a descriptive-analytical method. The study sample consisted of 74 male and female Kacang goats ranging in age from 6 months to over 24 months. Data collection was performed through direct body weight measurements using a digital scale with a precision of 0.1 kg. Data analysis was performed descriptively to obtain the mean, standard deviation, and coefficient of variation, while differences in body weight between male and female goats were analyzed using a t-test with the assistance of SPSS version 20. The results of the study showed that the average body weight of male Kacang goats was 16.41 ± 1.31 kg with a coefficient of variation of 7.97%, while female Kacang goats had an average body weight of 15.89 ± 1.19 kg with a coefficient of variation of 7.46%. Statistical test results indicate a significant difference (P<0.05) between the body weights of male and female Kacang goats. Male goats tend to have higher body weights compared to female goats due to physiological and hormonal factors, particularly testosterone, which supports muscle and body growth. The low coefficient of variation indicates that the Kacang goat population exhibits a fairly high level of growth uniformity. This study concludes that sex has a significant effect on the body weight of Kacang goats in Soropia Subdistrict and that the livestock population exhibits relatively homogeneous growth characteristics.
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kasus Campak Di Indonesia: Literatur Review Amalinda, Finta; Ilmawati, Ilmawati; Hajar, Hajar; Sudirman, Sudirman; Yani, Ahmad
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4356

Abstract

Campak merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun vaksin efektif telah tersedia, dengan peningkatan kembali kasus dalam beberapa tahun terakhir akibat menurunnya cakupan imunisasi di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan meningkatnya kembali kasus campak di Indonesia melalui pendekatan systematic literature review. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada database Science Direct dan Springer. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli yang dipublikasikan tahun 2020-2026, bersifat open access, dan berlokasi penelitian di wilayah Indonesia. Dari 1618 artikel yang diidentifikasi, dilakukan proses screening dan seleksi sehingga diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang berhubungan dengan peningkatan kasus campak meliputi status imunisasi tidak lengkap, rendahnya pendidikan orang tua, kepercayaan agama yang mempengaruhi penerimaan vaksin, keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, serta adanya kontak dengan penderita campak. Penelitian juga mengidentifikasi bahwa strategi promosi kesehatan yang melibatkan tokoh agama dan pelayanan vaksinasi bergerak merupakan pendekatan efektif dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Simpulan penelitian ini adalah meningkatnya kembali kasus campak di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensi yang memerlukan upaya peningkatan cakupan imunisasi melalui penguatan promosi kesehatan, peningkatan akses pelayanan, serta keterlibatan tokoh masyarakat dan agama dalam program imunisasi.