Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN CREATIVE PROBLEM SOLVING Widiatmika, I Made; Suharta, I Gusti Putu; Pasek Suryawan, I Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i2.19905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemampuan komunikasimatematis siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Sukasada dan (2) respon siswa terhadappenerapan model pembelajaran creative problem solving. Jenis penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian iniadalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Sukasada sebanyak 32 siswa pada semestergenap tahun ajaran 2018/2019. Data komunikasi matematis siswa dikumpulkanmenggunakan tes komunikasi matematis dan tanggapan siswa dikumpulkanmenggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secaradeskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswadengan kemampuan komunikasi matematis yang berada pada kategori minimal tinggimeningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II dan siklus III berturut – turut yaitu: 21,87%, 46,87% dan 75%. Peningkatan optimal pada siklus III terjadi karena gurulebih menekankan pada pertanyaan arahan dalam mengemukakan gagasan –gagasan, memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyelesaikan permasalahansesuai dengan cara mereka sendiri, memberikan kesempatan lebih banyak kepadasiswa untuk menyampaikan pendapat, serta mengevaluasi jalannya diskusi pada akhirpembelajaran. Selain itu respon siswa terhadapa model pembelajaran creativeproblem solving tergolong positif dengan rata – rata respon siswa sebesar 55,53.Kata kunci: Creative Problem Solving, Komunikasi Matematis, Tanggapan
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA NON UNGGULAN SMA NEGERI 1 BANGLI Juliawati, N. K; Suharta, I Gusti Putu; Pasek Suryawan, I Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yangdibelajarkan dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pemahaman konsepmatematika yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas XI MIPA Non Unggulan SMA Negeri 1 Bangli pada semester II tahun ajaran2017/2018. Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Bangli tersebar ke dalam 7 kelas dan terdapat satukelas unggulan yaitu kelas XI MIPA 1 sehingga populasi dalam penelitian ini adalah kelas XIMIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, XI MIPA 6, dan XI MIPA 7. Sampel penelitianditentukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukandengan pengundian terhadap 6 kelas yang merupakan populasi. Setelah dilakukan pengundian,terpilih 2 kelas yakni kelas XI MIPA 2 dan kelas XI MIPA 3 sebagai sampel penelitian. Berikutnya,dilakukan uji kesetaraan dengan uji-t terhadap kedua kelas tersebut. Hasil uji kesetaraanmenunjukkan bahwa kedua kelas dinyatakan setara. Kemudian, dilakukan pengundian kembaliterhadap kedua kelas sehingga diperoleh kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelasXI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen semu dengandesain penelitian post-test only control group design. Data tentang kemampuan pemahamankonsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika siswa.Selanjutnya skor tes pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satuekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung = 1, 87sedangkan dengan gtaraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 1, 671. Nilai statistik ini memiliki maknabahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model penemuanterbimbing lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika siswa yangdibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci: model pembelajaran penemuan terbimbing, pemahaman konsep matematika siswa,Lembar Kerja Siswa Penemuan Terbimbing.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KEYAKINAN DIRI DALAM BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MELAYA Yoga Wisudawati, Mas Ayu Putu; Candiasa, I Made; Pasek Suryawan, I Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keyakinan diri dalam belajar matematikasiswa yang mengikuti pembelajaran tutor sebaya lebih tinggi dari pada keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini dikategorikan sebagaieksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian post-test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Melaya semester ganjil tahunajaran 2017/2018 sebanyak 189 siswa yang terdistribusi ke dalam 5 kelas. Pengambilan sampeldilakukan dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas VIII B sebagaikelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Data keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket keyakinan diri dalam belajarmatematika. Data keyakinan diri dalam belajar matematika dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney satu pihak pada taraf signifikan 5%, karena data keyakinan diri dalam belajar siswakelompok eksperimen tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan diridalam pelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Melaya yang mengikuti pembelajarandengan model pembelajaran tutor sebaya lebih tinggi daripada keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa model pembelajaran tutor sebaya berpengaruh positif terhadap keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran Tutor Sebaya, Keyakinan Diri
Validitas Bahan Ajar Berbasis Masalah Otentik dengan Pendekatan Induktif-Deduktif Suryawan, I Putu Pasek; Juniantari, Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier di Program Studi Pendidikan Matematika Undiksha cenderung hanya dihadapkan pada penyajian masalah yang kurang memberikan ruang pada mahasiswa untuk mengaitkan pengalaman nyatanya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Selain itu, penyajian materi pada bahan ajar yang yang tersedia lebih banyak disajikan dengan pendekatan deduktif, yang menyebabkan kesulitan mahasiswa dalam mempelajari materi, serta materi yang semestinya dapat dibayangkan oleh mahaiswa menjadi terlihat abstrak. Oleh karena itu, dikembangkanlah bahan ajar berbasis masalah otentik dengan pendekatan induktif-deduktif sebagai upaya meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Keuangan dan Program Linier. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp. Pada tahun pertama penelitian ini dilakukan sampai pada tahap tes, evaluasi, dan revisi yaitu sampai melakukan validasi bahan ajar. Validitas isi dilihat dari kesesuaian bahan ajar dengan teori pengembangan yang dijadikan pedoman dan sesuai dengan tuntutan karakteristik model pembelajarannya. Validitas konstruk dilihat dari adanya keterkaitan yang konsisten dari setiap komponen bahan ajar yang dikembangkan dengan karakteristik model pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian dua orang ahli. Hasil validasi ahli menyatakan bahwa bahan ajar yang dikembangkan tergolong kategori sangat valid dengan sedikit perbaikan.Kata kunci: bahan ajar, masalah otentik, pendekatan induktif-deduktif.
MEDIA MANIPULATIF PECAHAN BERBASIS MONTESSORI (IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN DESAINNYA DI SD GUGUS VI KECAMATAN BATURITI) Suryawan, I Putu Pasek; Yudi Hartawan, I Gusti Nyoman; Yuda Sukmana, Adrianus I Wayan Ilia
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17989

Abstract

Materi Pecahan merupakan kajian inti dari kurikulum matematika di tingkat SD, namun guru masih mengalami kesulitan dalam membelajarkannya. Pada dasarnya pembelajaran Pecahan dapat dilakukan dengan berbagai strategi dan variasi sajian, misalnya dengan pemanfaatan media manipulatif. Media manipulatif yang digunakan hendaknya sesuai dengan materi atau topik yang akan dibahas dan terencana dengan baik serta bermakna maksimal, sehingga seyogyanya media manipulatif tersebut dirancang dan dibuat langsung oleh guru. Oleh karena itu, tujuan tahap awal program pengabdian ini, yaitu untuk meningkatkan kemampuan guru SD Gugus VI Kecamatan Baturiti dalam mengidentifikasi karakteristik kebutuhan media manipulatif Pecahan yang dapat digunakan sebagai sarana belajar siswa dan bukan hanya sebagai sarana mengajar guru. Program pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi (1) berupa pemantapan pengetahuan guru terkait strategi pemanfaatan media manipulatif pecahan dalam pembelajaran di SD, dan sesi (2) pelatihan langsung mengidentifikasi karakteristik kebutuhan media manipulatif pecahan yang efektif digunakan pada pembelajaran kelas III sampai dengan kelas VI di SD Gugus VI Kecamatan Baturiti, yang dipandu langsung oleh tim pengabdian. Secara keseluruhan kegiatan telah berlangsung dengan baik dan berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi kebutuhan media manipulatif pecahan dalam pembelajaran matematika di SD Gugus VI Kecamatan Baturiti. Hal ini dapa dilihat dari persentase kehadiran peserta sebesar 96,86% dan seluruhnya secara penuh mengikuti diklat. Peserta juga menanggapi positif terhadap pelaksanaan diklat dengan persentase skornya sebesar 79,53%. Melalui kegiatan ini guru mampu mengidentifikasi kebutuhan media manipulatif yang akan dikembangkan, yaitu berupa media manipulatif pecahan berbasis metode Montessori dengan karakteristik media seperti: (1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto-education, (4) auto-correction, dan (5) kontekstual, serta siap untuk direalisasikan pada tahap selanjutnya. Guru mampu menghasilkan desain media manipulatif pecahan berbasis metode Montessori dengan rata-rata skor validasi sebesar 3,72 dan tergolong sangat baik.Kata-kata kunci: media manipulatif pecahan, metode Montessori, pendidikan, pelatihan.
THE INTEGRATION OF BALINESE LOCAL WISDOM INTO THE INFORMATION TECHNOLOGY SUPPORTED-GENERATIVE MODEL Suryawan, I Putu Pasek
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 50, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.704 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v50i1.10092

Abstract

This research aimed at increasing students’mathematical proving ability through the implementation of the Generative Model based on local wisdom assisted by video learning on Khan Academy website. The subjects of this Classroom Action Research were 30 students in class II B of the Department of Mathematics Education Universitas Pendidikan Ganesha in the year of 2015/2016. This research was completed in 2 cycles with the steps of each cycle were planning, treatment action, observation and evaluation, and reflection. The data was analyzed descriptively. The result shows that the students’ mathematical proving ability was increased from the average 13.20 in enough category in cycle I to the average 15.83 in the high category in cycle II. Therefore, the implementation of generative model based on local wisdom assisted by video learning in Khan Academy website increase the students’ mathematical proving ability.
PENGARUH STRATEGI ACTIVE LEARNING TYPE FIRING LINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., A.A. Istri Diah Maharani; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa dibelajarkan dengan strategiActive Learning Type Firing Line lebih tinggi daripada siswa dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015, yaitu 405 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII I sebanyak 32 siswa dan seluruh siswa kelas VII J sebanyak 33 siswa. Kelas VII I merupakan kelas eksperimen dan kelas VII J merupakan kelas kontrol. Kelas tersebut ditentukan dengan menggunkan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian dengan jumlah lima butir soal. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji-t. Hasil pengujian hipotesis mendapatkan thitung = 5,2082dan ttabel = 1,9983. Hasil pengujian hipotesis menujukan bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi Active Learning Type Firing Line lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Ini berarti terdapat pengaruh strategi Active Learning Type Firing Lineterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci : Strategi Active Learning Type Firing Line, kemampuan pemecahan masalah. This research is aimed to investigate whether the problem solving ability between students which are taught by using Active Learning Type Firing Linestrategy is higher than students which are taught by conventional learning strategy. The research is done in the design of Post-test Only Control Group Design. The population of this research is all 7th Grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015, which there are 405 students. Samples are VII I class, with 32 students and all students of VII J Class, as much as 33 students. VII I Class takes place as experimental class and VII J is the control class. Those classes are determined by using random sampling technique. The students’ problem solving data are gathered through problem solving tests which are formed in 5 essay tests. The students’ problem solving data are analyzed by using t-test. The result of hypothesis testing gets taritmatic = 5,2082 dan ttable = 1,9983. The result of hypothesis testing shows the students ‘level of mathematics problem solving ability which is treated by Active Learning Type Firing Line is higher than treated with conventional learning strategy. Thus, it can be concluded that Active Learning Type Firing Line can influence students’ problem solving ability.keyword : Active Learning Type Firing Line Strategy, Problem Solving Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWAN ., Made Arista Dewi; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5987

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connected Mathematics Project terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan Tahun Ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 257 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA5 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIIIA3 sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian yang diberikan diakhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Connected Mathematics Project sebesar 62,96 sedangkan nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional sebesar 51,18. Dari hasil analisa data diperoleh, thitung = 2,832 dan ttabel= 1,668. Jika dibandingkan thitung ≥ ttabel sehingga tolak H0. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Connected Mathematic Project lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Connected Mathematic Project memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata Kunci : Komunikasi matematis, Connected Mathematics Project This quasi experimental research aimed to find out the effect of Connected Mathematics Project learning model toward students’ mathematical communication ability. The research design used in this study was Post Test Only Control Group Design. The population was eighth grade students of SMP N 3 Sawan in the academic year of 2014/2015 which involved 257 students. Random sampling used as a sampling technique. The samples were the students’ in class VIIIA5 as the experiment group and class VIIIA3 as the control group. Data of student’s mathematical communication ability were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data were obtained then analyzed by using t-test with 5% level of significance. The result of post-test showed that the mean of students’ mathematical communication ability with Connected Mathematics Project learning model is 62,96 while the mean of students’ mathematical communication ability with conventional learning is 51,18. From the data analyzed, obtained tobserved = 2,8322 and tcritical value = 1,668. Then tobserved ≥ tcritical value so that H0 was rejected. This is means that students’ mathematical communication ability by using Connected Mathematics Project learning model was higher than those who were taught by using conventional learning. Thus can be concluded that Connected Mathematics Project learning model gave a positive contribution toward the student’s mathematical communication ability.keyword : Mathematical communication, Connected Mathematics Project
PENGARUH STRATEGI NHT DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII ., Kadek Dwi Septia Angga Suari; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Matematika (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestatsi belajar matematika siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah 12 kelas, 4 kelas dijadikan sebagai sampel penelitian. Jumlah total sampel adalah 92 siswa. Kelas VIIA dan VIID sebagai kelompok eksperimen dan VIIE dan VIIF sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan strategi NHT dan kelompok kontrol dibelajarkan dengan strategi konvensional. Desain penelitian ini adalah Posttest only control group design dengan treatment by level. Instrumen yang digunakan mengukur motivasi berprestasi adalah kuesioner motivasi berprestasi, sedangkan instrumen mengukur prestasi belajar matematika siswa adalah tes prestasi belajar matematika. Penganalisisan data menggunakan Anova dua jalur dan pengujian tindak lanjut (post hoc testing). Hasil dari penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: a) ada pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar matematika siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT dan konvensional dimana skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi NHT lebih tinggi daripada skor rata-rata siswa yang dibelajarkan dengan strategi konvensional, b) terdapat interaksi yang signifikan antara strategi pembelajaran (strategi NHT dan konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika siswa, c) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dibelajarkan dengan strategi konvensional, d) ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi NHT dengan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dibelajarkan dengan strategi konvensional.Kata Kunci : strategi NHT, motivasi berprestasi, prestasi belajar matematika siswa This study was aimed at investigating the effect of teaching strategy (NHT and conventional) and achievement motivation on students’ math achievement. The subjects were seventh year student of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015. The population was 12 classes which 4 classes were taken as the sample of the study. The total number of sample was 92 students. The VIIA and VIID class were assigned as the experimental group and VIIE and VIIF class as the control group. The experimental group was taught by using NHT strategy and the control group by using conventional strategy. The research design was post test only control group design. Analysis data used two way Anova and then continued by post hoc testing using Tukey test. The findings of the study were: a) there was significant difference in math achievement between the students who were taught by using NHT strategy and conventional strategy, where the mean score of students taught by using NHT strategy was higher than the mean score of students’ math achievement for students taught by using conventional strategy, b) there was interaction between of teaching strategy (NHT and conventional) and the achievement motivation on students’ math achievement, c) there was a significant difference in math achievement between the students with high achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy, d) there was a significant difference in math achievement between the students with low achievement motivation taught by using NHT and conventional strategy. keyword : NHT strategy, achievement motivation, students’ math achievement
PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING MODEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI ., Ni Kadek Ari Dama Yanti; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika (level 3) siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Singaraja dan mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap penerapan Collaborative Learning Model. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 30 orang siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data kemampuan literasi matematika (level 3) siswa diukur dengan menggunakan tes literasi matematika (level 3) berbentuk soal uraian dan data tanggapan siswa diukur dengan angket tanggapan siswa. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan kemampuan literasi matematika (level 3) siswa mengalami peningkatan dari sebelum tindakan yaitu dengan persentase ketuntasan 0% menjadi 60% sesudah tindakan pada akhir siklus III. Tanggapan siswa terhadap penerapan Collaborative Learning Model dalam pembelajaran matematika tergolong sangat positif yaitu sebesar 51,4 dari skor maksimal 60. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Collaborative Learning Model dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 5 Singaraja.Kata Kunci : Collaborative Learning Model, Literasi Matematika, Tanggapan. This research aimed to improve mathematical literacy (level 3) ability of students at class VIII E in SMP Negeri 5 Singaraja, and to know students’ response of Collaborative Learning Model application. This research design was classroom action research which is involving 30 students at class VIII E in SMP Negeri 5 Singaraja as the subjects. This research was implemented in three cycles, each cycle consisting of planning, action, observation and evaluation, as well as reflections phase. Mathematical literacy (level 3) ability was measured by using mathematical literacy (level 3) description test and student response data was measured by using student responses questionnaires. The collected data then analyzed descriptively. The results of this research show that the completeness percentage of mathematical literacy (level 3) ability has increased from before the action that completeness percentage was about 0% to 60% after the action in the end of the third cycle. Students’ response of Collaborative Learning Model application in mathematics belong to very positive category in the amount of 51,4 from maximum score was about 60. Based on these results it can be concluded that the Collaborative Learning Model application can improve mathematical literacy ability of students at class VIII E in SMP Negeri 5 Singaraja.keyword : Collaborative Learning Model, Mathematical Literacy, Response.
Co-Authors ., Ni Komang Tri Puspayanti A.A Istri Mirah Dharmadewi A.A. Istri Diah Maharani . A.A. Istri Diah Maharani ., A.A. Istri Diah Maharani Adnyani, I Gusti Ketut Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Ardanantya, I Gusti Ayu Mira Damayanti, Ni Komang Ari Desak Made Echa Herawati Dewi, Ni Wayan Ina Suksma Dinasty, Arga Dr. I Made Sugiarta, M.Si. . Gavrila Tamariska Gst. Ayu Mahayukti Gusti Ayu Mahayukti Gusti Ngurah Sastra Agustika Hartawan, IGN Yudi Heni Purnamayanti, Ni Luh Herawati, Desak Made Echa Hilda Aulia Hilman Cahyadin I G N Pujawan I Gede Ratnaya I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika I Gusti Ayu Mira Ardanantya I Gusti Ketut Adnyani I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Gusti Putu Sudiarta I Gusti Putu Suharta I Kadek Yudha Pranata I Kadek Yudha Pranata I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Made Sutajaya I Made Widiatmika I Nyoman Bagus Suweta Nugraha I Nyoman Gita I Putu Ade Andre Payadnya I Putu Darma Yuda I Putu Wisna Ariawan I Wayan Lasmawan I Wayan Suja I Wayan Sumandya I Wayan Widana Isumunuartha, Gde Rama Juliawati, N. K K. Ratna Udayani Kadek Dwi Septia Angga Suari . Kadek Dwi Septia Angga Suari ., Kadek Dwi Septia Angga Suari Leonita, A Tiurma Silvia Luh Novi Kristiana Made Agus Wijaya Made Arista Dewi . Made Arista Dewi ., Made Arista Dewi Made Juniantari Made Juniantari, Made Mas Ayu Putu Yoga Wisudawati Mira Dharma Susilawaty N. K Juliawati Ni Kadek Ari Dama Yanti . Ni Kadek Ari Dama Yanti ., Ni Kadek Ari Dama Yanti Ni Komang Ari Damayanti Ni Komang Tri Puspayanti . Ni Luh Heni Purnamayanti Ni Luh Sherlita Indraliani Kubayan Ni Made Sanistiawati Ni Made Sri Mertasari Ni Nyoman Parwati Ni Putu Asri Wijayanti Ni Putu Gita Candrika Dewi Ni Putu Parastuti Lestari Ni Putu Sri Jayanti Ni Putu Sri Ratna Dewi Ni Wayan Ina Suksma Dewi Ni Wayan Widia Astuti Permana, Dodi Pratiwi, Kadek Ayu Mutiara Pujawa, I Gusti Ngurah Pujawan, I G N Putu Kerti Nitiasih Putu Nanci Riastini Putu Nanci Riastini, Putu Nanci Saida Ulfa Sanistiawati, Ni Made Sanjaya, I Putu Ari Sariyasa . Sri Jayanti, Ni Putu Tiurma Silvia Leonita Udayani, K. Ratna Widiatmika, I Made Wijayanti, Ni Putu Asri Wirabrata, Dewa Gede Firstia Witraguna, Kadek Yudista yani, santika Yoga Wisudawati, Mas Ayu Putu Yuda, I Putu Darma