Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

OPTIMASI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN PROYEK JLS PAKET 9 STA 0+000-3+000 Sarmada, Mochamad Hasan; Joko Setiono; Fadjar Purnomo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galian dan timbunan adalah salah satu pekerjaan yang harus dipertimbangkan penggunaan alat berat karena banyak tipe dan kapasitas yang berbeda. Karena kapasitasnya yang berbeda, alat berat harus dipilih dengan cermat dan benar untuk mengoptimalkan penggunaannya dan efisiensi biaya sewa alat berat yang digunakan dalam pekerjaan galian dan timbunan Proyek JLS Paket 9 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan produktifitas alat berat, menentukan jumlah dan biaya sewa alat berat, serta menentukan kombinasi yang optimal. Metode yang digunakan untuk mendapatkan hasil optimum menggunakan metode program linier . Data yang digunakan adalah spesifikasi alat berat, gambar potongan melintang, harga sewa alat berat. Hasil optimasi menunjukkan kebutuhan alat berat dan biaya operasional yang optimum pada setiap alternatif kombinasi. Pada pekerjaan galian dipilih kombinasi 3 dengan biaya Rp 3.155.871/Jam,dengan komposisi 1 unit excavator, 2 unit bulldozer, 3 unit dump truck. Pada pekerjaan timbunan dipilih kombinasi 4 dengan biaya 3.406.416/Jam dengan komposisi 1 unit motor grader, 2 unit vibro roller, dan 4 unit water tank truck. Total waktu pengerjaan pekerjaan galian didapatkan waktu pelaksanaan 98 hari dan pada pekerjaan timbunan didapatkan waktu pelaksanaan 19 hari dengan total biaya Rp 1.342.789.266,-
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN GEDUNG APARTEMEN BINTARO MANSION TANGERANG SELATAN JAKARTA Safira, Dyah; Sumardi; Joko Setiono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Gedung Apartemen Bintaro Mansion Tangerang Selatan Jakarta dengan nilai kontrak Rp. 283.428.000.000,00 selama 885 hari kerja. Keterbatasan jumlah sumber daya, waktu dan anggaran dan adanya keterlambatan progress pekerjaan pada saat pelaksanaan. Kondisi yang mungkin terjadi di lapangan harus sangat diperhatikan. Alternatif project planning yang tepat dibutuhkan agar pelaksanaan proyek tepat waktu, biaya dan mutu. Tujuan penyusunan project planning yaitu: 1) merencanakan struktur organisasi; 2) membuat strategi dan metode pelaksana; 3) membuat site layout; 4) membuat traffic management; 5) merencanakan penjadwalan; 6) menghitung biaya; 7) menentukan mutu; 8) merencanakan K3. Data yang dibutuhkan adalah data gambar kerja, spesifikasi teknis, Bill of Quantity dan harga satuan pekerjaan (AHSP) Jakarta 2020. Microsoft Excel 2016 digunakan untuk menghitung biaya dan Microsoft Project 2016 digunakan untuk penjadwalan. Hasil yang diperoleh berisi: 1) struktur organisasi fungsional; 2) strategi pelaksanaan menggunakan siklus per lantai dan penerapan zoning area dengan metode bottom-up; Critical Path Methode; 3) direksi keet diletakan dekat dengan pintu masuk; 4) satu pintu masuk dan keluar; 5) penjadwalan selama 885 hari kerja; 6) biaya pelaksanaan Rp. 283.428.000.000,00; 7) SOP-based untuk target mutu 8) safety talk yang dilakukan setiap pagi dan rutin melakukan safety patrol.
PROJECT PLANNING PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN DENGAN PENERAPAN BIM Darmawan, Bachtiar Rasyid; Moch. Khamim; Joko Setiono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Gedung Rektorat Universitas Yudharta Pasuruan ini memiliki luas bangunan 11.830 m2. Gedung bertingkat tinggi ini terdiri dari 12 lantai, yang terletak di Kabupaten Pasuruan dan merupakan gedung baru. Sehingga belum ada perencanaan sama sekali. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk membuat project planning dengan penerapan BIM di fungsikan untuk membantu mempercepat dalam perhitungan pekerjaan struktur dan juga membuat alternatif dalam hal traffic management, site layout, metode pelaksanaan, mutu, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kerja, biaya, dan penjadwalan. Data-data yang diperlukan dalam penyusunan Project Planning yaitu gambar proyek, rencana kerja dan syarat-syarat, daftar harga satuan upah, alat, dan material Kabupaten Pasuruan. Analisa Harga Satuan Pekerjaan ditinjau berdasarkan AHSP Kabupaten Pasuruan 2020. Hasil penyusunan diperoleh: (1) Strategi Pelaksanaan, (2) Struktur Organisasi, (3) Perhitungan volume pekerjaan, (4) Menggunakan metode zoning dengan pembagian 2 zona, (5) Mengenakan alat pelindung diri dan menempatkan rambu-rambu pekerjaan, (6) Durasi proyek dikerjakan dalam 228 hari kalender, (7) dengan biaya sebesar Rp62.004.421.127,00.
STUDI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK BENDUNGAN SEMANTOK PAKET SATU Bagaskara, Andika Trah; Sumardi; Joko Setiono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 4 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Semantok adalah bendungan yang terletak di Desa Tritik dan Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 17.63 m³ diharapkan dapat mengairi lahan seluas 1554 Ha, dan menghasilkan listrik sebesar 1,01 MW. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan apakah penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Proyek Bendungan Semantok sudah berjalan dengan baik, sehingga proyek dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kecelaakaan kerja dan menjamin terwujudnya keselamatan kerja konstruksi yaitu pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan yang menjamin keselamatan para pekerja. Berdasarkan hasil penelitian hasil prosentase atas penerapan SMK3 proyek ini sebesar 88,54% yang sesuai dengan interval skala likert artinya dilaksanakan sangat baik. Untuk analisis tingkat resiko di lapangan dengan parameter IBPRP menunjukan bahwa proyek ini menempati tingkat resiko kecelakaan kerja tinggi. Sedangkan untuk analisis K3L dilakukan dengan pengendalian menggunakan progam kerja K3 dan pelaksanaannya dilakukan melalui pemantauan dampak lingkungan proyek. Hasil perhitungan biaya pengadaan K3 proyek ini yaitu sebesar Rp. 1,004,932,551.00 (satu milyar empat juta sembilan ratus tiga puluh dua ribu lima ratus lima puluh satu rupiah).
PROJECT PLANNING JALAN LINTAS SELATAN BALEKAMBANG – KEDUNGSALAM LOT 9 STA 0+000 - STA 10+000 Kamaliyah, Rofiqoh; Joko Setiono; Sumardi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Jalan Lintas Selatan LOT 9 ini menghubungkan kabupaten Malang dengan Kota Blitar dan terbentang sepanjang 18,062 KM serta memiliki total lebar 24 meter. Kesuksesan terlaksananya suatu proyek dapat diukur dari kesesuaian waktu, biaya, dan mutu yang telah dicapai, dengan Project Planning yang tepat sasaran, tiga tolak ukur tadi dapat terpenuhi. Tujuan dari perencanaan ini adalah menentukan : (1) Struktur Organisasi (2) Site installation (3) Metode pelaksanaan (4) Pengendalian mutu dan K3L (5) Rencana anggaran biaya (6) Penjadwalan. Data yang diperlukan antara lain gambar teknis; Work Breakdown Structure (WBS); Harga satuan pekerja, material, dan alat Kabupaten Malang 2022. Microsoft Project 2016 digunakan untuk membuat penjadwalan dengan Precedence Diagram Method (PDM) dan gantchart, Microsoft excel 2016 digunakan untuk menghitung rencana anggaran biaya dan membuat kurva – S. Project Planning menghasilkan (1) Struktur organisasi yang fungsional sesuai dengan daftar pekerjaan (2) Site installation sebagai penunjang pekerjaan pada proyek ini dan traffic management untuk mengatur lalu lintas di dalam maupun disekitar proyek (3) Metode pekerjaan yang sistematis (4) Pengendalian mutu dan K3L yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan (5) Durasi pekerjaan selama 420 hari kalender kerja (6) seharga Rp 224.896.743.050,00.
OPTIMASI PENGGUNAAN ALAT BERAT (STUDI KASUS : PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN PEMBANNGUNAN LANDFILL CELLS ERIC-I JOMBANG) Nursabita, Ayusha; Joko Setiono; Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Landfill Cells pada proyek Emission Reduction in Cities (ERIC-I) Solid Waste Management in Jombang RegencyDalam melakukan penyiapan lahan tersebut dibutuhkan bantuan dari alat berat. Penggunaan alat berat yang kurang tepat padapekerjaan dapat berdampak pada meningkatnya biaya pada pekerjaan sehingga perlu dilakukan optimasi menggunakan programlinier dengan aplikasi LINDO 6.1 agar alat berat yang digunakan pada pelaksanaan dapat berjalan secara optimal sehingga dapatterwujud sesuai dengan apa yang diinginkan. Data yang diperlukan adalah gambar rencana, spesifikasi alat berat, harga sewaoperator dan pembantu operator. Pelaksanaan pekerjaan galian dan timbunan dilakukan selama 85 hari. Hasil optimasi padapekerjaan galian landfill zona 1, zona 2, zona 3 dipilih kombinasi 2 dengan biaya sebesar Rp. Rp2.690.748 terdiri dari 1 unitbulldozer, 1 unit Excavator dan 3 unit dump truck. Hasil optimasi pada pekerjaan galian material zona 1 dipilih kombinasi 2dengan biaya total sebesar Rp. 2.024.585 membutuhkan 1 unit Excavator dan 3 unit dump truck. Hasil optimasi galian materialzona 2 digunakan kombinasi 2 dengan biaya total sebesar Rp. 1.576.769 terdiri dari 1 unit dan 2 unit dump Truck. Hasil optimasipekerjaan galian material zona 3 dipilih kombinasi 2 dengan biaya sebesar Rp. 2.024.585 membutuhkan 1 unit Excavator dan 3unit dump truck. dan zona 4 dipilih alternatif kombinasi 3 dengan biaya total sebesar Rp. 1.980.105 membutuhkan 1 unitExcavator dan 2 unit dump truck. Hasil optimasi pekerjaan timbunan tanggul landfill zona 1, zona 2, zona 3, dan zona 4 dipilihalternatif Kombinasi 1 dengan biaya total sebesar Rp. 1.711.212, yang terdiri dari 1 unit Motor grader, 1 unit Water tank tuck,dan 1 unit Vibratory roller.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL SANTIKA WONOSARI D.I.YOGYAKARTA Baihaqi, Muhammad Baihaqi Ramadhan; Suselo Utoyo; Joko Setiono
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya beberapa faktor risiko dalam pelaksanaan pembangunan sebuah proyek dapat menjadi salah satu penyebab keterlambatan kinerja pelaksanaan proyek pembangunan. Keterlambatan kinerja merupakan hal yang sangat kritis dalam kegiatan konstruksi. Hal inilah yang berkaitan dengan manajemen risiko serta berkaitan dengan sasaran utama proyek Hotel Santika Wonosari. Keterlambatan proyek konstruksi bisa juga diakibatkan oleh beberapa faktor risiko seperti manajemen yang mengenai material, sumber daya manusia, dan peralatan yang tidak mendukung serta risiko lainnya yang mempengaruhi kinerja pelaksanaan sehingga menimbulkan kerugian. Untuk meminimalisir kendala yang terjadi pada proyek konstruksi maka diperlukan analisa risiko yang dapat dilakukan dengan tujuan mengurangi dan menghindari risiko terhadap material, sumber daya manusia, dan peralatan yang terjadi pada pelaksanaan proyek pembangunan gedung Hotel Santika Wonosari agar proyek tersebut dapat segera terselesaikan. Metode yang digunakan untuk menganalisis risiko pada proyek pembangunan gedung Hotel Santika Wonosari adalah metode Severity Index. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini terdapat 7 risiko paling dominan dengan kategori ‘Tidak Dapat Diterima’ yaitu risiko Pengaruh keamanan lingkungan terhadap proyek (8,7%), pengaruh cuaca pada aktivitas konstruksi (8,7%), metode pelaksanaan yang kurang tepat (8,7%), ketidakpastian waktu pemesanan bahan (8,7%), kesalahan penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan keahlian (8,7%), kekurangan tenaga kerja (8,7%), penjadwalan yang kurang tepat (8,7%).
EVALUASI KELAYAKAN GREEN BUILDING PADA GEDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL POLINEMA Ariansyah, Nasrullah Khairil; JOKO SETIONO; Utami Retno Pudjowati
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, setiap rangkaian kegiatan pembangunan mempunyai potensi dampak negatif terhadap lingkungan sehingga diperlukan kesadaran dan pengetahuan bagi pelaku konstruksi dalam meminimalkan pengaruh negatif tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan para pelaku konstruksi dalam membangun diantaranya adalah menerapkan konsep Green Building. Dengan Adanya program Eco-campus yang sedang berkembang di Indonesia sebagai dukungan terhadap peduli lingkungan, memacu berbagai perguruan tinggi untuk mewujudkannya, termasuk di Gedung Jurusan Teknik Sipil Polinema. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran kriteria green building berdasarkan standar Greenship-GBCI pada gedung dengan cara melakukan pengamatan langsung dan wawancara verifikasi. Berdasarkan data yang terkumpul dan perhitungan yang telah dilakukan pada Gedung Jurusan Teknik Sipil terhadap 7 kriteria Greenship yaitu Sumber Daya Air Alternatif, Kenyamanan Suhu, Kenyamanan Visual, Tindakan Efisiensi Energi, Pengurangan Penggunaan Air , Pencahayaan Alami dan Pengendalian Asap Rokok , gedung memperoleh total poin sebesar 14 poin dari 23 poin maksimal. Dengan demikian, gedung dianggap belum memenuhi kriteria sebagai gedung terbangun yang menerapkan konsep Green Building sesuai perangkat penilaian dari GBCI dengan tingkat rating 52%
Transformation of Counter-Terrorism Strategies Based on Artificial Intelligence and Legal Challenges Regarding the use of Autonomous Weapons Deden Rahmad Hidayat; Joko Setiono; Supardi Hamid
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v3i3.435

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has transformed various sectors, including national security and counter-terrorism strategies. The utilization of AI, particularly through intelligent surveillance systems and autonomous weapons systems (AWS), strengthens the state's capability to detect, analyze, and respond to potential terrorist threats swiftly and efficiently. However, the presence of this technology does not escape legal challenges, particularly concerning regulatory gaps and accountability for the use of autonomous weapons that can operate without human intervention. This study uses a normative juridical approach to examine the transformation of counter-terrorism strategies based on AI, as well as to analyze the absence of legal norms governing the use of AWS in Indonesia and within the context of international law. The findings show that national legal instruments such as Law No. 5 of 2018 on the Eradication of Criminal Acts of Terrorism and Law No. 3 of 2002 on State Defense are not yet adequate to address the new challenges posed by AI. On the other hand, international forums such as the Convention on Certain Conventional Weapons (UN CCW) are still debating the ethical and legal boundaries of AWS without producing a binding consensus. This research recommends the establishment of a new legal framework that is responsive to technological developments, ensuring the protection of human rights and the principle of accountability in the use of AI for security purposes. Without clear regulations, this transformation has the potential to result in abuse of power and serious violations of civil rights.
Analysis of the Effectiveness of the Assessment Center as A Competency Testing Method for Police Sector Chiefs (KAPOLSEK) in Improving Police Performance within the Metro Jaya Regional Police Afriska Nababan; Vita Mayastinasari; Joko Setiono
Jurnal Greenation Sosial dan Politik Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Greenation Sosial dan Politik (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgsp.v3i3.438

Abstract

The position of Sector Police Chief (Kapolsek) holds a strategic role within the operational structure of the Indonesian National Police (Polri), especially in maintaining security and public order at the sub-district level. To ensure professionalism and accountability of Kapolsek officials, a selection method is needed that can objectively measure competence. The Assessment Center emerges as a competency-based mechanism considered to have high validity in assessing managerial, technical, and socio-cultural dimensions. This study analyzes the effectiveness of the Assessment Center in competency testing for the Kapolsek position within the Metro Jaya Regional Police, using a normative juridical approach and descriptive analysis. The legal foundations used include Law Number 2 of 2002 concerning the Indonesian National Police, Government Regulation Number 11 of 2017 in conjunction with Government Regulation Number 17 of 2020 concerning Civil Servant Management, as well as the Regulation of the Indonesian National Police Number 12 of 2024 concerning the Assessment Center within the Police environment. The results of the study show that the Assessment Center is a method that is normatively and technically in line with the principles of meritocracy and good human resource governance. However, its implementation still faces challenges such as a lack of assessors, infrastructure limitations, and organizational culture resistance to a competency-based selection system. Institutional strengthening and consistent enforcement of the merit system are required so that the results of the Assessment Center truly serve as an objective basis for the appointment of Kapolsek positions. With the optimization of this system, the National Police is expected to form sectoral leadership that is professional, adaptive, and oriented toward public service.