Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS KONDISI PERKERASAN JALAN PADA JALAN PARE – KANDANGAN KABUPATEN KEDIRI MENGGUNAKAN PEDOMAN INDEKS KONDISI PERKERASAN PD 01-2016-B Fany Febiyanti; Achendri M. Kurniawan; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5950

Abstract

Ruas Jalan Pare – Kandangan termasuk jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Malang serta Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Jombang. Terdapat kerusakan jalan sepanjang 5 km berupa Retak Kulit buaya, Tambalan, Lubang, Retak Memanjang, Retak blok dan Retak Tepi. Jalan ini biasanya dilewati oleh kendaraan besar seperti bus dan truk tronton. Dengan adanya kendaraan tersebut dapat dimungkinkan menjadi salah satu penyebab kerusakan sehingga, dapat memperburuk kondisi perkerasan pada ruas jalan Pare-Kandangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan, dan mengetahui kondisi perkerasan jalan. Metode analisis yang digunakan ialah metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Binamarga Pd 01-2016-B yaitu melakukan penilaian Indeks Kondisi Perkerasan (IKP). Dari hasil analisis, diperoleh jenis kerusakan jalan berupa Retak Kulit buaya, Tambalan, Lubang, Retak Memanjang, Retak blok dan Retak Tepi. Hasil penilaian kondisi perkerasan jalan untuk lajur 1 dengan kondisi Sangat baik 69%, Baik 16%, Sedang 6%, Jelek 5%, Parah 3%, dan Sangat parah 1%. Sedangkan Lajur 2 dengan Sangat baik 87%, Baik 4%, Sedang 4%, dan Parah 5%.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KARAKTERISTIK RUANG PARKIR DI RSUD A.M. PARIKESIT TENGGARONG Aqilah Shabirina Putri; Achendri M. Kurniawan; Helik Susilo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6017

Abstract

Peningkatan jumlah pasien yang terus bertambah akan berdampak pada bertambahnya luas lahan parkir yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parkir yang ada dan mengetahui apakah kebutuhan ruang parkir sudah memenuhi atau belum. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data, mengolah data, dan menganalisa karakteristik kondisi parkir eksisting, dengan menggunakan Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir, Direktorat Bina Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya tahun 1998. Dari penelitian ini didapat hasil analisis karakteristik parkir eksisting mobil dan motor dengan total luas lahan mobil sebesar 2.461 m2 didapatkan kapasitas parkir mobil 197 kendaraan, indeks parkir sebesar 1,13 (area parkir bermasalah), sedangkan karakteristik parkir motor dengan total luas lahan motor sebesar 1441 m2 didapatkan kapasitas parkir motor 641 kendaraan, indeks parkir sebesar 1,34 (area parkir bermasalah) setelah dilakukannya alternatif perubahan pola parkir, didapatkan total kapasitas parkir mobil adalah 280 kendaraan, sedangkan total kapasitas parkir motor adalah 884 kendaraan. Peningkatan kebutuhan lahan parkir mobil dan motor di area RSUD A.M. Parikesit Tenggarong yaitu dengan perencanaan lahan parkir baru, perencanaan lahan parkir baru mobil yaitu seluas 3150m2 dan perencanaan lahan parkir baru motor yaitu seluas 900m2. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan dalam perencanaan lahan parkir baru mobil sebesar Rp 7.467.276.354,89 dan perencanaan lahan parkir baru motor sebesar Rp 1.979.384.295,10.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN METODE INDEKS KONDISI PERKERASAN PADA JALAN NASIONAL GEMEKAN – JOMBANG KABUPATEN JOMBANG Willy Anderson Sigalingging; Dwi Ratnaningsih; Achendri M. Kurniawan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6170

Abstract

Jalan Nasional Gemekan – Jombang merupakan jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto. Sepanjang ruas jalan ditemukan banyak kerusakan sehingga mengganggu kenyamanan pengendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi kerusakan jalan. Jalan Nasional Gemekan – Jombang yang diteliti sepanjang 4 KM yaitu terdapat pada KM 70+775 – 73+175 dan KM 75+425 – 77+025 menggunakan metode indeks kondisi perkerasan (IKP). Berdasarkan metode indeks kondisi perkerasan (IKP), kondisi permukaan jalan pada KM 70+775 – 73+175 dan 75+425 – 77+025 diperoleh nilai IKP rata – rata pada ruas kiri sebesar 57,15 dengan kelas kondisi sedang dan ruas kanan sebesar 55,08 dengan kelas kondisi sedang, terdapat kerusakan seperti lubang, alur, retak tepi, depresi, jembul, keriting, pelapukan/pelepasan butir, retak blok, retak kulit buaya, retak memanjang, retak selip.
EVALUASI KERUSAKAN JALAN SITIREJO – RAYA MULYOREJO MALANG BERDASARKAN PEDOMAN IKP PD-01-2016-B Ivand Azriel Hekmatiar; Achendri M. Kurniawan; Muhamad Fajar Subkhan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6221

Abstract

Ruas Jalan Sitirejo – Raya Mulyorejo di Malang merupakan jalan dengan lalu lintas padat, sehingga sering mengalami kerusakan yang mengganggu kenyamanan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan jalan, kondisi kerusakan jalan, menentukan bentuk penanganan jalan, serta menghitung rencana anggaran biaya. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data primer (survei kondisi jalan) yaitu melakukan penentuan jenis dan tingkat setiap kerusakan, melakukan perhitungan pada setiap segmen. untuk data sekunder (lokasi penelitian, harga satuan pokok kegiatan kota Malang tahun 2024 dan standar harga satuan kabupaten Malang 2023). Analisis kondisi jalan mengacu pada pedoman Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Pd-01-2016-B. Hasil analisis menunjukkan jenis dan tingkat kerusakan seperti lubang, retak buaya, retak tepi, retak blok, tambalan, retak memanjang/melintang. Kondisi kerusakan di ruas Jalan Sitirejo – Raya Mulyorejo STA 0+000 – 5+000 pada lajur 1 memiliki kondisi jalan sangat baik 54%, baik 13%, sedang 11%, jelek 16%, parah 6%, serta lajur 2 memiliki kondisi jalan sangat baik 68%, baik 8%, sedang 12%, jelek 9%, parah 3%. Pemeliharaan berkala meliputi Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir), penambalan lubang, dan pengisian celah (sealing). Untuk peningkatan struktural dan rekonstruksi, dilakukan penggalian perkerasan beraspal tanpa Cold Milling Machine dan Laston Lapis Aus (AC-WC). Rencana anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp1.053.641,000 (Satu Miliar Lima Puluh Tiga Juta Enam Ratus Empat Puluh Satu Ribu Rupiah).
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN COUNTDOWN TIMER SAAT NYALA MERAH DAN KUNING DI SIMPANG ARAYA KOTA MALANG Mukhammad Akhlis Abdalah; Supiyono; Achendri M. Kurniawan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6328

Abstract

Simpang Araya Kota Malang memiliki lampu lalu lintas atau APILL, meliputi lampu lalu lintas merah, hijau dan kuning. Pada Simpang Araya juga terdapat countdown timer atau alat hitung mundur pada lengan utara. Countdown timer merupakan alat hitung mundur yang menampilkan angka dari besar menuju kecil. Pada Simpang Araya masih terdapat banyak para pelanggar lalu lintas yang melanggar lampu lalu lintas saat nyala merah dan kuning. Pemasangan countdown timer bertujuan untuk mengurangi jumlah pelangggar lalu lintas pada Simpang Araya. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kinerja simpang, jumlah pelanggaran lalu lintas saat countdown timer nyala dan mati, dan aggaran biaya untuk memasang countdown timer. Setelah dilakukan analisis didapatkan Pengaruh Pemasangan Countdown Timer Saat Nyala Merah dan Kuning di Simpang Araya Kota Malang menggunakan metode perhitungan SA-1 sampai SA-V dan time slice didapat nilai kelayakan simpang rata-rata E menggunakan metode perhitngan PKJI 2023 yang berarti kondisi dari simpang tersebut buruk. Dilakukan alternatif rencana dengan mengubah lebar lengan utara menjadi 10,8 meter dan merah waktu hijau pada masing-masing simpang pada lengan utara 25 detik, lengan selatan 30 detik dan lengan timur 20 detik. Jumlah pelanggaran lalu lintas Jumlah pelanggaran lalu lintas pada Simpang Araya diperoleh jumlah 433 pelanggar saat countdown timer mati dan 653 pelanggaran saat countdown timer nyala. Perhitungan jumlah pelanggaran lalu lintas menggunakan metode time slice. Sedangkan untuk anggaran biaya pemasangan alat countdown timer pada Simpang Araya sebesar Rp. 17.296.655,00 (Tujuh Belas Juta Dua Ratus Sembilan Puluh Enam Enam Ratus Lima Puluh Lima Rupiah)
EVALUASI KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE BINA MARGA PADA JL RAYA CONDONG PROBOLINGGO Aditya Pratama; Achendri M. Kurniawan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan di Jl.Raya Condong Kabupaten Probolinggo, mengetahui kondisi kerusakan di Jl.Raya Condong Kabupaten Probolinggo, menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai pada Jalan Raya Condong, dan mengestimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk perbaikan Jalan tersebut. Berdasarkan analisis kerusakan pada Jalan Raya Condong, digunakan metode Indeks Kondisi Perkerasan yang datanya bersumber dari survei visual jumlah dan jenis kerusakan di lapangan. Hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan bahwa pada perkerasan lentur ditemukan kerusakan retak kulit buaya, retak blok, jembul dan penurunan, retak tepi, penurunan bahu, retak memanjang & melintang, tambalan, pengausan agregat, lubang, dan pelepasan butir. Sedangkan pada perkerasan kaku ditemukan kerusakan pengausan dan penurunan bahu. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada perkerasan lentur nilai rata-rata IKP sebesar 56 (kategori sedang), dan pada perkerasan kaku nilai rata-rata IKP sebesar 80 (kategori baik). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruas jalan ini memerlukan perbaikan dan pemeliharaan pada perkerasan lentur berupa Cold Milling Machinne (CMM) untuk mengangkat lapisan aspal lama, pekerjaan Concrete – Wearing Course (AC-WC), pelapisan tipis aspal pasir (Latasir), pengisian celah, pekerjaan penimbunan ulang, pekerjaan laburan aspal, pekerjaan galian dan tambalan, pembersihan drainase, serta penerapan marka termoplastik. Sedangkan penanganan pada perkerasan kaku dilakukan pekerjaan pengasaran permukaan dan perbaikan bahu jalan. Total annggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 1.667.100.000,00.
PENATAAN ULANG PARKIR DI STASIUN KOTA LAMA MALANG Imam Hanafi Assalam; Achendri M. Kurniawan
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8281

Abstract

Stasiun Kota Lama Malang merupakan stasiun bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1878. Meski memiliki nilai historis dan peran strategis dalam konektivitas antar kota, fasilitas parkir di stasiun ini belum mengalami perbaikan signifikan sejak dievaluasi pada 2015. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperbaiki tata ruang parkir di Stasiun Kota Lama Malang melalui identifikasi karakteristik, kapasitas, dan kebutuhan parkir. Selanjutnya, dilakukan perancangan ulang tata letak parkir berdasarkan pedoman teknis yang berlaku agar lebih efisien dan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat keterisian parkir saat ini sebesar 63,84%, namun sering penuh bahkan meluap ke luar area stasiun saat akhir pekan. Desain ulang menghasilkan tiga alternatif konfigurasi parkir. Konfigurasi I dipilih karena memberikan kapasitas petak motor tertinggi, yang berpotensi meningkatkan pendapatan parkir tanpa mengorbankan efisiensi lahan dan proporsi bagi jenis kendaraan lainnya. Penerapan desain ini menurunkan rasio penggunaan ruang parkir menjadi 51,66%, dengan indeks parkir maksimum sebesar 0,44 untuk mobil dan 0,56 untuk motor. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna, kapasitas parkir diperkirakan akan mencapai batas maksimum dalam waktu 4,2 tahun atau pada tahun 2029.
PERBANDINGAN DEFLEKSI DAN BERAT MENARA PLTB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RANGKA DAN MONOPOLE Bobby Asukmajaya Raharjo; sugeng Riyanto; Achendri M. Kurniawan; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.9347

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik merupakan aspek fundamental pada era saat ini, mengingat hampir seluruh aktivitas manusia sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat penyediaan listrik yang baik di wilayah yang mudah dijangkau, pada wilayah kepulauan terpencil penyediaan listrik masih menjadi permasalahan, terutama karena ketergantungan pada bahan bakar minyak yang kurang efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan solusi penyediaan energi listrik yang lebih ekonomis, salah satunya melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). PLTB memiliki keunggulan berupa kebutuhan investasi awal yang relatif rendah serta ramah lingkungan dengan emisi karbon mendekati nol. Dalam konteks ini, peran menara (tower) sebagai struktur penyangga turbin angin untuk menangkap energi angin di wilayah terpencil menjadi sangat penting. Pembangunan tower di daerah tersebut menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan transportasi peralatan dan material ke lokasi, sehingga material yang dapat diangkut umumnya terbatas baik dari segi ukuran maupun berat. Oleh karena itu, tower direncanakan dalam bentuk rangka (lattice/truss) dan monopole. Perbandingan efisiensi kedua model, khususnya dari aspek berat struktur, diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan tipe tower. Penelitian ini membandingkan penggunaan model tower rangka (lattice) dan monopole pada PLTB dengan mengevaluasi respons lendutan (defleksi) akibat beban turbin serta beban lateral akibat angin.  Hasil analisis menunjukkan bahwa model lattice memiliki defleksi lateral yang lebih kecil, yaitu sebesar 0,021 m, sedangkan model monopole menunjukkan defleksi lateral terbesar sebesar 0,213 m. Nilai batas maksimum defleksi lateral yang diizinkan berdasarkan ketentuan peraturan adalah sebesar 1% dari tinggi tower (24 m), yaitu 0,24 m. Hasil ini menunjukkan bahwa model lattice memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengendalikan defleksi lateral dengan tingkat optimalitas rasio penampang yang setara. Dengan demikian, model lattice lebih sesuai diterapkan pada wilayah dengan kondisi angin yang tidak stabil atau memiliki variasi dan fluktuasi kecepatan angin yang tinggi.