Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EVALUASI KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE BINA MARGA PADA JL RAYA CONDONG PROBOLINGGO Pratama, Aditya; Kurniawan, Achendri M.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan di Jl.Raya Condong Kabupaten Probolinggo, mengetahui kondisi kerusakan di Jl.Raya Condong Kabupaten Probolinggo, menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai pada Jalan Raya Condong, dan mengestimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk perbaikan Jalan tersebut. Berdasarkan analisis kerusakan pada Jalan Raya Condong, digunakan metode Indeks Kondisi Perkerasan yang datanya bersumber dari survei visual jumlah dan jenis kerusakan di lapangan. Hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan bahwa pada perkerasan lentur ditemukan kerusakan retak kulit buaya, retak blok, jembul dan penurunan, retak tepi, penurunan bahu, retak memanjang & melintang, tambalan, pengausan agregat, lubang, dan pelepasan butir. Sedangkan pada perkerasan kaku ditemukan kerusakan pengausan dan penurunan bahu. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada perkerasan lentur nilai rata-rata IKP sebesar 56 (kategori sedang), dan pada perkerasan kaku nilai rata-rata IKP sebesar 80 (kategori baik). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruas jalan ini memerlukan perbaikan dan pemeliharaan pada perkerasan lentur berupa Cold Milling Machinne (CMM) untuk mengangkat lapisan aspal lama, pekerjaan Concrete – Wearing Course (AC-WC), pelapisan tipis aspal pasir (Latasir), pengisian celah, pekerjaan penimbunan ulang, pekerjaan laburan aspal, pekerjaan galian dan tambalan, pembersihan drainase, serta penerapan marka termoplastik. Sedangkan penanganan pada perkerasan kaku dilakukan pekerjaan pengasaran permukaan dan perbaikan bahu jalan. Total annggaran biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 1.667.100.000,00.
PENATAAN ULANG PARKIR DI STASIUN KOTA LAMA MALANG Assalam, Imam Hanafi; Kurniawan, Achendri M.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8281

Abstract

Stasiun Kota Lama Malang merupakan stasiun bersejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1878. Meski memiliki nilai historis dan peran strategis dalam konektivitas antar kota, fasilitas parkir di stasiun ini belum mengalami perbaikan signifikan sejak dievaluasi pada 2015. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperbaiki tata ruang parkir di Stasiun Kota Lama Malang melalui identifikasi karakteristik, kapasitas, dan kebutuhan parkir. Selanjutnya, dilakukan perancangan ulang tata letak parkir berdasarkan pedoman teknis yang berlaku agar lebih efisien dan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat keterisian parkir saat ini sebesar 63,84%, namun sering penuh bahkan meluap ke luar area stasiun saat akhir pekan. Desain ulang menghasilkan tiga alternatif konfigurasi parkir. Konfigurasi I dipilih karena memberikan kapasitas petak motor tertinggi, yang berpotensi meningkatkan pendapatan parkir tanpa mengorbankan efisiensi lahan dan proporsi bagi jenis kendaraan lainnya. Penerapan desain ini menurunkan rasio penggunaan ruang parkir menjadi 51,66%, dengan indeks parkir maksimum sebesar 0,44 untuk mobil dan 0,56 untuk motor. Berdasarkan proyeksi pertumbuhan pengguna, kapasitas parkir diperkirakan akan mencapai batas maksimum dalam waktu 4,2 tahun atau pada tahun 2029.
PERBANDINGAN DEFLEKSI DAN BERAT MENARA PLTB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RANGKA DAN MONOPOLE Raharjo, Bobby Asukmajaya; Riyanto, sugeng; Kurniawan, Achendri M.; Suhariyanto, Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.9347

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik merupakan aspek fundamental pada era saat ini, mengingat hampir seluruh aktivitas manusia sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat penyediaan listrik yang baik di wilayah yang mudah dijangkau, pada wilayah kepulauan terpencil penyediaan listrik masih menjadi permasalahan, terutama karena ketergantungan pada bahan bakar minyak yang kurang efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan solusi penyediaan energi listrik yang lebih ekonomis, salah satunya melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). PLTB memiliki keunggulan berupa kebutuhan investasi awal yang relatif rendah serta ramah lingkungan dengan emisi karbon mendekati nol. Dalam konteks ini, peran menara (tower) sebagai struktur penyangga turbin angin untuk menangkap energi angin di wilayah terpencil menjadi sangat penting. Pembangunan tower di daerah tersebut menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan transportasi peralatan dan material ke lokasi, sehingga material yang dapat diangkut umumnya terbatas baik dari segi ukuran maupun berat. Oleh karena itu, tower direncanakan dalam bentuk rangka (lattice/truss) dan monopole. Perbandingan efisiensi kedua model, khususnya dari aspek berat struktur, diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan tipe tower. Penelitian ini membandingkan penggunaan model tower rangka (lattice) dan monopole pada PLTB dengan mengevaluasi respons lendutan (defleksi) akibat beban turbin serta beban lateral akibat angin.  Hasil analisis menunjukkan bahwa model lattice memiliki defleksi lateral yang lebih kecil, yaitu sebesar 0,021 m, sedangkan model monopole menunjukkan defleksi lateral terbesar sebesar 0,213 m. Nilai batas maksimum defleksi lateral yang diizinkan berdasarkan ketentuan peraturan adalah sebesar 1% dari tinggi tower (24 m), yaitu 0,24 m. Hasil ini menunjukkan bahwa model lattice memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengendalikan defleksi lateral dengan tingkat optimalitas rasio penampang yang setara. Dengan demikian, model lattice lebih sesuai diterapkan pada wilayah dengan kondisi angin yang tidak stabil atau memiliki variasi dan fluktuasi kecepatan angin yang tinggi.
ANALISA KECELAKAAN LALU LINTAS DAN MASS ACTION PLAN PADA JALAN TLOGOMAS KOTA MALANG Dinan, Arya Fedayeen; Kurniawan, Achendri M.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v7i1.8753

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan global yang berdampak signifikan terhadap aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat. Jalan Tlogomas di Kota Malang merupakan jalan provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi, yang memicu potensi kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan lalu lintas, peta lokasi kecelakaan, tingkat pelayanan jalan, titik rawan kecelakaan (black spot), serta merumuskan upaya peningkatan keselamatan melalui mass action plan pada ruas Jalan Tlogomas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi lokasi rawan kecelakaan dengan menggunakan metode Equivalent Property Damage Only (EPDO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam enam tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas didominasi oleh korban luka ringan (88%), terjadi paling sering pada hari kerja (77%) dan pagi hari (48%), serta melibatkan sepeda motor (68%). Tingkat pelayanan jalan berada pada kategori C dengan volume maksimum 1818.1 SMP/jam dan rasio V/C sebesar 0,58. Titik rawan kecelakaan tertinggi berada pada segmen 5 dengan nilai AEK sebesar 141. Rekomendasi peningkatan keselamatan lalu lintas disusun melalui mass action plan berdasarkan hasil observasi dan data kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Tlogomas. Beberapa upaya yang dapat dilakukan mencakup pelebaran jalan, penambahan trotoar, pemasangan pembatas fisik sebagai jalur pemisah, serta perbaikan dan pemeliharaan rutin terhadap lampu jalan dan rambu lalu lintas.
Penguatan Manajemen Produksi Keju melalui Digitalisasi Pencatatan dan Peningkatan Fasilitas Produksi pada KUB Mustarika Jaya Makmur Malang Rosiani, Ulla Delfana; Irfin, Zakijah; Arystianto, Deni Putra; Kurniawan, Achendri M.; Saputra, Pramana Yoga; Rachmawati, Diana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.9290

Abstract

KUB Mustarika Jaya Makmur di Ngantang, Kabupaten Malang, merupakan kelompok peternak sapi perah yang mengembangkan produk keju sebagai diversifikasi bernilai tambah. Mitra menghadapi dua permasalahan utama, yaitu belum adanya sistem pencatatan produksi yang sistematis sehingga kualitas dan kuantitas produk belum konsisten, serta kondisi ruang produksi yang belum memenuhi standar higienitas pangan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra melalui digitalisasi pencatatan produksi dan perbaikan fasilitas produksi. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, pengembangan aplikasi pencatatan produksi berbasis web menggunakan framework Laravel, serta renovasi ruang produksi untuk meningkatkan standar kebersihan. Hasil menunjukkan aplikasi berhasil diimplementasikan dan digunakan secara rutin, dengan peningkatan keteraturan pencatatan produksi dari 30% menjadi 75%. Renovasi fasilitas meningkatkan skor kelayakan higienitas dari 30% menjadi 90%, serta menaikkan kualitas hasil produksi keju sebesar 40% berdasarkan isian kuisioner kepuasan dari mitra. Program ini memperkuat manajemen produksi, meningkatkan konsistensi kualitas keju, dan mendukung kesiapan sertifikasi halal dan BPOM guna keberlanjutan usaha.