Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Reklamasi Lahan Bekas Tambang Batubara di PT Mahakam Sumber Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Kurniasih, Titin; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Ibrahim, Ibrahim; Kiswanto, Kiswanto; Marjenah, Marjenah; Karyati, Karyati; Ruslim, Yosep
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.23974

Abstract

Reklamasi lahan bekas tambang batubara sebagai bentuk tanggung jawab PT Mahakam Sumber Jaya terhadap pemulihan ekosistem yang terdampak oleh kegiatan pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas reklamasi lahan pascatambang batuara di PT. Mahakam Sumber Jaya kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan melakukan kajian dan analisis pengaruh kondisi fisik tanah dan kondisi iklim mikro terhadap keberhasilan revegetasi Lokasi penelitian berada pada areal reklamasi tahun 2005 dan 2010. Pembuatan plot penelitian berukuran 20 m x 20 m berbentuk persegi. Setiap tahun tanam ditetapkan 3 plot ukur. Data primer dan sekunder dikumpulkan berupa data kedalaman tanah pucuk, data pertumbuhan vegetasi, data ikim mikro Terdapat variasi yang cukup besar dalam kedalaman solum di lokasi reklamasi, dengan rentang dari 54.88 cm hingga 77.64 cm. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam kapasitas tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman di berbagai area dalam lokasi reklamasi. Variasi ini berpotensi mempengaruhi ketersediaan air dan nutrisi, yang merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menunjukkan bahwa reklamasi lahan bekas tambang batubara di PT Mahakam Sumber Jaya mengalami perkembangan yang cukup baik, meskipun terdapat variasi dalam hasil revegetasi antara lokasi yang direklamasi pada tahun 2005 dan 2010.
Dinamika Permudaan Alam dan Perannya dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Kawasan Ibu Kota Nusantara Nilaywaty, Rintan; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Sukartiningsih, Sukartiningsih; Wahyuningsih, Sri; Imang, Ndan; Kristiningrum, Rochadi; Rosmini, Rosmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.26044

Abstract

Dinamika permudaan alam merupakan indikator penting keberhasilan restorasi hutan karena mencerminkan kapasitas ekosistem untuk pulih secara mandiri. Penelitian ini mengkaji dinamika permudaan alam di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan mengevaluasi perannya terkait konsep pembangunan kota hutan. Analisis vegetasi dilakukan pada tiga periode pengamatan (2022-2024) menggunakan jalur transek sistematis pada tiga tipe lahan: eks-hutan tanaman industri, area terbuka terdegradasi, dan kawasan sekitar Persemaian Mentawir. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Nilai Penting (INP), frekuensi relatif  dan kerapatan individu (individu ha⁻¹). Hasil penelitian menunjukkan kerapatan permudaan alam awalnya rendah dan didominasi jenis pionir namun meningkat konsisten pada periode  berikutnya, mengindikasikan proses suksesi awal. Jenis- endemik Kalimantan seperti Shorea spp., Dryobalanops spp., dan Eusideroxylon zwageri (Ulin) mulai teridentifikasi, menandai transisi menuju hutan sekunder. Namun, kontribusi permudaan alam terhadap Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) belum optimal akibat tumpang tindih dengan kegiatan konstruksi, lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan, serta kurangnya integrasi perencanaan RHL dengan pengelolaan persemaian. Integrasi indikator kuantitatif permudaan alam kedalam perencanaan RHL sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekosistem dan mewujudkan konsep kota hutan berbasis hutan hujan tropis di IKN.
A Study on the Changes in Seawater Quality Due to Dumping of Trenching Materials Gita Oktarina Eka Putri; Marlon Ivanhoe Aipassa; Henny Pagoray
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6723

Abstract

The dumping of trenching materials in offshore areas poses a potential risk to environmental quality and requires proper management to prevent disruption of ecosystem balance. Objective: This study aims to analyze changes in seawater quality, focusing on key parameters such as Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), Ammonia (NH₃), Orthophosphate (PO₄-P), and Oil and Grease. Method: This study employed a quantitative descriptive research design aimed at assessing marine water quality. Primary data were collected through direct seawater sampling at three observation points in the coastal waters of Tanjung Jumlai, Penajam District, North Penajam Paser Regency. Seawater sampling was conducted using a Horizontal Water Sampler to ensure representative sample collection from each location.The collected samples were subsequently analyzed in a laboratory to determine the concentrations of five key water quality parameters. The results were then compared with baseline conditions and the marine water quality standards as stipulated in Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of 2021. Based on the laboratory results, the Marine Water Quality Index (IKAL) was calculated, and the water quality category was determined in accordance with the Minister of Environment and Forestry Regulation No. 27 of 2021.Results: "The analysis results showed an increase in TSS and ammonia levels, while DO slightly decreased after the dumping activity; however, these values remained below the quality standards. In contrast, orthophosphate and oil and grease levels increased beyond the permissible limits. Orthophosphate concentrations ranged from 0.020 to 0.030 mg/L, exceeding the quality standard of 0.015 mg/L, likely due to the release of nutrients contained in the sediments. Oil and grease concentrations reached 1.7 mg/L at all three observation sites, surpassing the standard of 1 mg/L, primarily due to vessel and heavy equipment operations during the dumping process. The rise in phosphorus and oil and grease levels serves as an early indicator of environmental pressure on marine waters and poses a risk of reducing aquatic biodiversity. Therefore, regular environmental quality monitoring is necessary to prevent more severe impacts. Although the Marine Water Quality Index decreased after the dumping activity, it remained within the range of 70–90, classified as 'good'.