Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOSIAL RESPOSIBILITY (CSR) PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA DI DESA TANI HARAPAN KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Noor Wahyuningsih; Marlon Ivanhoe Aipassa; Enos Paselle
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v6i1.165

Abstract

Setiap perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya alam memiliki kewajiban untuk melakukan tanggungjawab sosialnya melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan PP No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Salah satunya adalah Perusahaan Swasta Nasional dengan komoditi batubara yang beroperasi di Desa Tani Harapan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebagai salah satu desa yang masuk dalam ring 1 wilayah terdampak baik oleh aktvitas pertambangan maupun kebijakan perusahaan yang sangat berpotensi untuk memunculkan konflik maupun permasalahan lingkungan, maka untuk mengatasi berbagai konflik yang ada, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan tanggungjawab sosialnya berupa pemberdayaan masyarakat lokal melalui program CSR perusahaan. Agar tujuan tersebut dapat tercapat, tentunya program CSR yang telah disusun dapat diimplementasikan dengan optimal oleh perusahaan. Untuk itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui implementasi Progam CSR perusahaan terhadap masyarakat Desa Tani Harapan. Penelitian ini dilakukan di Desa Tani Harapan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan jumlah sampel 96 responden dan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui kuesioner kepada masyarakat sedangkan data kualitatif didapat melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa secara keseluruhan telah diimplementasikan secara optimal dengan skoring 67,64 dengan persentase sebesar 44.79% responden dimana program kegiatan yang telah direncanakan atau disusun sering dilaksanakan, berkala dan berkesinambungan.  Namun untuk program CSR Bidang Lingkungan masih kurang optimal karena hanya bersifat insidentil atau berdasarkan kebutuhan masyarakat saja.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA HUTAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL KUTAI Rahmah, Rahmah; Rayatin, Yaya; Aipassa, Marlon Ivanhoe
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4298

Abstract

Kondisi masyarakat di sekitar TN Kutai perlu mendapat perhatian karena bisa berpengaruh terhadap kondisi TN Kutai baik langsung maupun tidak langsung.Data pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat sekitar kawasan bisa menjadi rujukan untuk pengelolaan TN Kutai yang lestari dan memperhatikan masyarakat sekitar.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat desa sekitar TN Kutai; (2) Mengetahui kontribusi pendapatan dari hasil hutan terhadap pendapatan totalmasyarakat desa sekitar TN Kutai. Lokasi penelitian merupakan desa yang penduduknya bermukim di sekitar Taman Nasional Kutai SPTN Wilayah II dan ada informasi awal tentang pemanfaatan sumber daya hutan oleh penduduk.Lokasi penelitian adalah 5 desa di sisi barat TN Kutai yaitu Desa Menamang Kanan dan Desa Menamang Kiri di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Desa Mawai Indah, Desa Beno Harapan dan Desa Himba Lestari di Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian ini adalah accidental sampling.Responden adalah kepala rumah tangga yang dipilih secara acak tersebar di areal pemukimandengan intensitas sampel 10%.Pemanfaatan sumber daya hutan oleh masyarakat berupa pengambilan tumbuhan dan satwa liar (TSL) bernilai ekonomis tinggi antara lain ulin, meranti, payau, kijang dan kancil. Lokasi pengambilanTSL sangat dekat dengan kawasan TN Kutai. sehingga dikhawatirkan mengancam kelestarian kawasan TN Kutai. Pendapatan dari hasil hutandan kontribusi terhadap pendapatan total responden dari yang tertinggihingga paling rendah adalah : (1) Desa Himba Lestari sebesar Rp36.700.000,- (70,04%); (2) Desa Beno Harapan sebesar Rp26.550.000,- (26,81%); (3) Desa Mawai Indah sebesar Rp27.000.000,- (25,27%); (4) Desa Menamang Kanan sebesar Rp6.700.000,- (4,89%). Desa Menamang Kiri tidak ada pendapatan dari hasil hutan.
KEANEKARAGAMAN MAMALIA KECIL DI HUTAN DATARAN RENDAH (LOW LAND FOREST) TAMAN NASIONAL KUTAI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Isnaini, Boedi; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Sukartiningsih, Sukartiningsih; Suba, Rachmad Budiwijaya; Rayadin, Yaya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7942

Abstract

Keberadaan mamalia kecil dalam sebuah ekosistem memiliki peranan penting. Taman Nasional Kutai merupakan kawasan hutan konservasi di Kalimantan Timur yang memiliki kekayaan flora dan fauna, termasuk mamalia kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman spesies mamalia kecil di Taman Nasional Kutai, mengkaji dominasi spesies mamalia kecil di Taman Nasional Kutai dan menganalisis status perlindungan mamalia kecil di Taman Nasional Kutai (TNK). Penelitian di lakukan di tiga lokasi yaitu Sangkima, Prevab, dan Mentoko. Pada setiap lokasi dibuat transek di jalur yang tidak dilalui wisata, jalur track, dan sempadan sungai. Metode yang digunakan adalah dengan kamera trap, perangkap hidup, dan pengamatan langsung. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah jenis mamalia yang ditemukan adalah 15 jenis yang termasuk kedalam 11 famili. Indeks keanekaragaman tertinggi di TNK adalah di Prevab pada jalur track, sedangkan terendah adalah di Sangkima pada jalur bukit. Indeks keanekaragaman di TNK secara keseluruhan adalah sedang. Tidak ada dominansi pada setiap jalur track di Sangkima, Prevab, dan Mentoko. Spesies yang terdaftar dalam IUCN terdiri dari 2 VU, 2 NT, dan 2 DD.  Spesies yang terdaftar dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) terdiri dari 5 Appendix II dan 1 Appendix I.  Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua jenis mamalia kecil yang dilindungi yaitu, binatang hantu darat (Cephalopachus bancanus borneanus) dan Kukang (Nycticebus menagensis).
Kajian strategi pengembangan Ekowisata Batu Dinding di Tahura Bukit Soeharto Wijaya, Anang Adi; Matius, Paulus; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Rujehan, Rujehan; Sulistioadi, Yohanes Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13707

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pada sektor pariwisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Hal ini disebabkan karena dengan adanya sektor pariwisata dapat mengembangkan atau menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan hal ini pemerintah sebagai pemangku kepentingan harus bisa bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga dan membantu mengembangkan wisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui kondisi Batu Dinding yang berada di Tahura Bukit Soeharto, Dapat menjelaskan potensi pemanfaatan dan pengembangan Batu Dinding sebagai ekowisata, Dapat mengetahui presepsi masyarakat terhadap Batu Dinding sebagai ekowisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto sangat menjanjikan dan menguntungkan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, namun. Pemerintah dan pengelola ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto harus bisa berupaya untuk melakukan pengembangan di beberapa area menuju ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto serta konsisten dalam memberikan fasilitas kepada pengunjung.
Implementasi baseline penggunaan kawasan hutan pada perusahaan pertambangan batubara di Provinsi Kalimantan Timur Aipassa, Marlon Ivanhoe; Ilyas, Qodimatul Unshuri; Ruslim, Yosep; Rosmini, Rosmini
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.18912

Abstract

Baseline penggunaan kawasan hutan merupakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai konsekuensi diterbitkan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk kegiatan operasi produksi batubara di dalam kawasan hutan. Realisasi penggunaan kawasan hutan merupakan gambaran kondisi aktual penggunaan kawasan hutan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi baseline terhadap realisasi penggunaan kawasan hutan yang dilakukan oleh pemegang PPKH di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan dengan studi literatur, interptretasi citra satelit seara visual, kuisoner dan wawancara kepada pemegang PPKH. Data yang diperoleh dilakukan analisa dengan skala likert. Hasil penelitain menunjukkan bahwa baseline penggunaan kawasan hutan telah terimplementasi cukup baik dengan persentase 66,40%. Pemegang PPKH telah mengetahui peran baseline penggunaan kawasan hutan namun dalam realisasi pelaksanaan di lapangan belum optimal
Evaluasi Pelaksanaan Program Pascatambang Pengembangbiakan Sapi PT. Kitadin Tandung Mayang Di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur Toni, Toni; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Pardosi, Jawatir; Hasan, Harjuni; Saptiani, Gina; Ibrahim, Ibrahim
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.259

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan menganalisis pelaksanaan dan dampak program tersebut terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan program mencapai 100% dari kriteria yang ditetapkan dalam rencana pascatambang. Populasi sapi meningkat dengan kesehatan yang baik, menggunakan pakan seperti rerumputan dan batang pisang. Pola pemeliharaan sapi mayoritas dilakukan secara ekstensif. Dampak sosial positif terlihat dari hubungan baik antar peternak, sementara dampak ekonomi terwujud melalui peningkatan pendapatan dari penjualan sapi. Dampak lingkungan diminimalkan dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk. Partisipasi peternak aktif, didukung komunikasi baik antar peternak, PPL, dan perusahaan, dengan minat tinggi dalam menerapkan teknologi ternak seperti inseminasi buatan.
Kajian Tentang Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Slamet Riadi; Marlon Ivanhoe Aipassa; Yohanes Budi Sulistioadi
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 5 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i5.3469

Abstract

This study discusses the green open space needed by every urban area in Tenggarong District. For this reason, this action aims to find out the condition of the area and the community's response to the existence of green open spaces in Tenggarong District. This research used a descriptive qualitative method. All the data used in the research came from observation, interviews and documentation which were then supported by other relevant data. The results show that green open space is a very vital need and must exist in urban areas with conditions that are progressing in development at any time. The condition is still below the minimum standard required for green open space, which is only 18.17%. For other results, it was stated that 46.7% agreed with green open spaces, 33.3% agreed, 20% disagreed. For this reason, green open space facilities and infrastructure must be considered by the government for the convenience of the community.
STUDY OF LAND COVER AND BIODIVERSITY IN RELATION TO ROAD DEVELOPMENT IN MUARA KAMAN SEDULANG NATURE RESERVE Apansyah, Apansyah; Kristiningrum, Rochadi Kristiningrum; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Pardosi, Jawatir; Sarwono, Edhi; Duakaju, Nella Naomi
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i2.3743

Abstract

This study evaluates the environmental impact of road construction in the Muara Kaman Sedulang Nature Reserve (CAMKS), with a particular focus on land cover changes and biodiversity loss. The 8.189 km road construction aims to connect the isolated areas between Kupang Baru Village and Liang Buaya Village. Satellite imagery was used to analyze land cover changes due to road construction, while field surveys were conducted to assess the biodiversity of flora and fauna affected by the development. Findings research indicate that  majority of land covers consist of shrub/swamp thicket. Additionally, no protected plant species were found in either village, but naturally growing tree species were identified, and approximately 26% of protected wildlife were located within the CAMKS area. This means the impacts include habitat loss, disruption of natural behaviors, and increased risk of vehicle-related fatalities, and that the area holds high conservation value.
THE IMPACT OF MINING EXCAVATIONS (VOIDS) ON THE WATER QUALITY MANAGEMENT IN THE NORTH KALIMANTAN PROVINCE Ardian, Sandy; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Oktaviani, Reva; Imang, Ndan; Devy, Shalaho Dina; Susilo, Heru Ivanhoe; Kristiningrum, Rochadi Kristiningrum; Sarwono, Edy Kristiningrum; Arifin, Dawamul Ivanhoe
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i1.3304

Abstract

The presence of a coal mining business permit not only has an economic impact but can also cause environmental problems. The objectives of this research are (1) to analyze the impact of PT XXX's overflowing voids on water management and water quality, and (2) to carry out spatial analysis, mapping and estimation of coal reserves that cannot be extracted by PT YYY. The research method is a case study selected by purposive sampling at two companies in North Kalimantan Province using water quality test analysis with grab sampling and estimating the potential loss of coal reserves using the rule of gradual changes and rule of nearest point methods as well as aerial photography. The research results show that in general the water use meets Class 3, namely: Water that can be used for cultivating freshwater fish, animal husbandry, water for irrigating crops, and/or other uses that require the same water quality as that use. Apart from that, PT XXX has built an overflow water channel into the PT YYY area without management approval, thus having a negative impact on PT YYY's mining plans which are dominated by peat land. Map of PT YYY's lost coal potential of 714,688 MT with an affected area of 15.16 hectares with details of 6.4 ha being the void area included in PT YYY's IUP area, 1.86 ha being the road and buffer zone area and 6.9 ha is a potential lost area of PT YYY.
Evaluasi Status Mutu Air Sungai Samboja di Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara Noor, Alfian; Abdunnur, Abdunnur; Kristiningrum, Rochadi; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Ruslim, Yosep
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v11i1.486

Abstract

Evaluation of the Water Quality Status of the Samboja River in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency. The depletion of clean water due to pollution in rivers as part of the impact of decreasing water quality. Knowing the status of the water quality and quality of the Samboja River in Samboja District, Kutai Kartanegara Regency is the goal of this study. Data analysis to evaluate the status and water quality of the Samboja River is to take water quality samples at three points, namely downstream, middle, and upstream in two conditions of no rain and after rain. Then the water quality parameters are tested and compared with water quality standards using the Storet method and the pollution index method which refers to the Decree of the Minister of the Environment Number 115 of 2003 concerning Guidelines for Determining the Status of Water Quality. The results showed that the water quality status of the Samboja river spatially and temporally using the Storet method, class II water allocation was categorized as "moderately polluted" and "severely polluted" with a score of -12 to -34. Meanwhile, using the class II pollution index method including "meeting the quality standard" to "lightly polluted" with an IP value of 0.69 to 3.57.