Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan Ameilia Zuliyanti Siregar; Meutia Nauly; Zaid Perdana Nasution; Arliza Juairini; Irli Masitah Marpaung; Syafiruddin Syafiruddin; Siti Meutia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38790

Abstract

AbstractThis study aims to explore the Mangalame  tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then, Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom AbstrakPengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur. Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.
Analisis Persepsi dan Nilai Ekonomi Implementasi Eco Enzyme dan Smart Farming di Pondok Pesantren Eumpe Awee Ichwana Ramli; Ameilia Zuliyanti Siregar; Indera Sakti Nasution; Mahidin Mahidin; Muhibbuddin Muhibbuddin; Nasrul Arahman; sulastri sulastri; melinda melinda; Zulkifli Nasution; meutia Nauly; Netti Herlina Siregar; Tulus Tulus
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 25, No 2 (2025): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.06420

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, minat, dan potensi ekonomi dari penerapan teknologi Eco Enzyme dan Smart Farming di Pondok Pesantren Eumpe Awee. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan 26 santri sebagai responden utama dan pelaku praktik pertanian. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar santri memiliki tingkat pengetahuan dan minat yang tinggi terhadap teknologi ini, didukung oleh tersedianya sarana seperti sensor kelembapan tanah, sistem irigasi otomatis, dan perlengkapan tanam lainnya yang diperoleh melalui program PMKI Universitas Syiah Kuala. Budidaya kangkung dan bayam yang dilakukan menghasilkan total penerimaan Rp 330.000 dengan biaya produksi Rp 237.000, menghasilkan R/C ratio sebesar 1,39 yang menunjukkan kelayakan finansial. Selain itu, teknologi Eco Enzyme yang dibuat dari limbah organik dan sistem irigasi otomatis berkontribusi terhadap efisiensi sumber daya dan pengurangan penggunaan bahan kimia, memperkuat aspek keberlanjutan lingkungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dengan pendekatan adaptif, pesantren dapat menjadi pusat edukasi sekaligus praktik pertanian berkelanjutan yang memberdayakan santri secara nyata dan aplikatif
Module Nusantara Programme 2024 Students Inbound Usu 'Siberu Dayang' Application of The Nusantara Concept, forever Meaningful from Holistic Activities (Diversity, Reflection, Inspiration) in North of Sumatra Ameilia Zuliyanti Siregar; M. Ikhsan Siregar; Mahathir Muhammad; Raihan Azhari Sagala
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i1.7586

Abstract

The 2024 Independent Student Exchange Program (PMM) is an activity launched by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology. One of the important components in PMM is the Nusantara Module, which is designed to provide students with direct experience of cultural diversity in various regions in Indonesia, especially in North Sumatra. PMM is a semester-long domestic student exchange program that invites students from various regions to study at the best universities outside their home region, with credit recognition of up to 20 credits. This program aims to improve students' hard skills and soft skills through various activities. The Nusantara Module in PMM 2024 includes four types of activities: diversity, inspiration, reflection and social contribution, which are guided by the Nusantara Module Supervisor. It is hoped that this activity can increase students' understanding of cultural diversity, strengthen their sense of nationality, encourage active participation in community service activities, and develop social and intercultural skills. The University of North Sumatra accepted 189 students from 82 universities in PMM 2024, with various teaching methods including lectures, FGDs, seminars, talk shows, and training conducted around Medan, as well as in several districts, such as Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Karo, and Tobasa.
Co-Authors Abdi Z.H. Barus Abdul Hafiz Ab. Majid Ahmad Baiquni Rangkuti Aimanda R. Nasution Alfian Mubaraq Andi Aznan Aznawi Angelica C. Silaen Arida Susilowati Iswanto Arliza Juairini Basyuni Basyuni Bejo Slamet Delvian Delvian Deni Elfiati Devira Evina Putri Iriana Dian Novita Erni Jumilawaty Etti Sartina Siregar Eva Syahfitri Nasution, Eva Syahfitri Febrimeli, Dwi Hairani Siregar Haryati Haryati Herawaty Herawaty Ichwana Ramli Ichwana Ramli Indera Sakti Nasution Irli Masitah Marpaung Irmayeny Irmayeny Iwan RISNASARI Juannita Arta Mulviyani Julianti, Elisa Karissa Divya A. Kemala Sari Lubis Krisna Indrawan Lindung Tri Puspasari M Hafizhan Lubis M. Basyuni M. Ikhsan Siregar Mahathir Muhammad Mahidin Mahidin Maryani Cyccu Tobing Masitta Tanjung Melinda Melinda Meutia Nauly Mira Yulianti Mohammad Basyuni Mohd Faiz Fansuri bin Mohd Affandy Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibuddin Muhibuddin Mukhtar Iskandar Pinem Mukhtar Iskandar Pinem Nadia Br Simanjuntak Nasrul Arahman Nasrul Nasrul Nasution, Zaid Perdana Nelly Anna Netti Herlina Netti Herlina Siregar Niza Ervia Seftiawati Noor Faizah Anak Abu Hassan Nurliana Harahap Oding affandi OK Hasnanda Paulina N. Hutapea Pratomi Simarmata Pujiati Pujiati Putri Chandra Ayu Raihan Azhari Sagala Raihan Azhari Sagala Ridwanti Batubara Ritha F Dalimunthe Ritha F. Dalimunthe Saidatulakmal Binti Mohd Sarah Mahesha Siti Meutia Sri Suharti Sulastri Sulastri Suputa Suputa Suyadi Suyadi Syafiruddin Syafiruddin Syahfitri Nasution Syarifah Syarifah Terima Jaya Laia Tika Ihtisari Tulus Tulus Tulus Tulus Virni Budi Arifanti Windy E. Siregar Yaya Ilhamuddin Yulizar Rahmila Yunasfi, Yunasfi Yusra Muharami Lestari Zulkifli Nasution