Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi melalui Tes Three-Tier Berbasis Indikator HOTS Brookhart pada Pembelajaran IPA SMP Materi Ekologi Putriani Chayati Huda; Bayu Widiyanto; Muriani Nur Hayati
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.889

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini yaitu tuntutan kurikulum abad ke-21 yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa SMP pada materi ekologi menggunakan tes three-tier berbasis indikator HOTS Brookhart. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yakni kelas yang sedang atau pernah mempelajari materi ekologi. Hasilnya, sampel penelitian terdiri dari 62 siswa kelas VII A dan VII B SMP N 9 Tegal. Penelitian dilaksanakan pada semester genap, dari tanggal 9 hingga 20 Mei 2025Instrumen tes three-tier divalidasi dengan validitas konten (93,1%), psikometrik (89,1%), dan empiris, menghasilkan 15 butir soal valid. Data dianalisis menggunakan SPSS 26 dan Microsoft Excel. Hasil menunjukkan 48,60% siswa mencapai kategori cukup baik, dengan rata-rata pencapaian HOTS 84,03%, tertinggi pada indikator evaluasi (87,9%) dan terendah pada analisis (77,3%). Miskonsepsi terjadi pada 24,4% siswa, terutama pada daur biogeokimia. Tes three-tier efektif mengukur HOTS dan mendeteksi miskonsepsi, mendukung peningkatan kualitas penilaian di SMP.
Implementasi Pilar Lingkungan Education For Sustainable Development (ESD) dalam Program Sekolah Adiwiyata di Salah Satu SMK Negeri di Kabupaten Tegal Ahmad Yusron Khoeri; Bayu Widiyanto; Fahmi Fatkhomi
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/psej.v10i2.294

Abstract

Permasalahan lingkungan global menuntut peran strategis pendidikan dalam membentuk kesadaran keberlanjutan. Konsep Education for Sustainable Development (ESD) menjadi pendekatan holistik yang bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai ESD dalam program Sekolah Adiwiyata di SMK Negeri 1 Adiwerna, khususnya pada pilar lingkungan yang terkait dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah berhasil mengimplementasikan lima dari enam indikator ESD yang berkaitan dengan SDG 6 (air bersih), SDG 7 (energi bersih), SDG 12 (produksi-konsumsi bertanggung jawab), SDG 13 (Mitigasi perubahan iklim), dan SDG 15 (ekosistem darat). Namun, indikator SDG 14 (ekosistem perairan) belum terimplementasi secara optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Adiwerna telah menjadi contoh praktik baik dalam integrasi ESD di tingkat sekolah kejuruan, dengan berbagai inovasi, kebijakan, dan partisipasi aktif warga sekolah dalam mendukung budaya lingkungan yang berkelanjutan.
Implementasi Media Pembelajaran Ular Tangga untuk Mendorong Kemampuan Berpikir Kritis dalam Materi Bumi dan Tata Surya di Kelas VII Siti Nur Anjar; Bayu Widiyanto; Fahmi Fatkhomi
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik yang belajar menggunakan media pembelajaran ular tangga dengan belajar tanpa menggunakan media pembelajaran ular tangga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment dan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Soal pretest posttest dan media ular tangga digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan Adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik yang belajar menggunakan media pembelajaran ular tangga dengan belajar tanpa menggunakan media pembelajaran ular tanggadengab nilai rata-rata N-gain Score menunjukkan untuk kelas eksperimen adalah 0.74, termasuk dalam kategori tinggi, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata N-gain score 0.56, termasuk dalam kategori sedang.
Implementasi Model Pembelajaran Production Based Training Terintegrasi Science Entrepreneurship pada Pembelajaran IPA Materi Bioteknologi untuk Meningkatkan Sikap Wirausaha Peserta Didik Santi Apriyani; Bayu Widiyanto; Muriani Nur Hayati
JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jpmp.v10i1.131

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Production Based Training terintegrasi Science Entrepreneurship pada materi bioteknologi dalam meningkatkan sikap wirausaha dan hasil belajar peserta didik. Penelitian didasarkan kebutuhan abad ke-21 yang menuntut agar memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan kewirausahaan berbasis sains. Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design digunakan dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket sikap wirausaha. Hasil analisis menunjukkan sikap wirausaha peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan dengan persentase respons sebesar 71,94%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,24%. Uji t menunjukkan signifikansi (0,043<0,05) artinya terdapat perbedaan peningkatan signifikan pada sikap wirausaha peserta didik, hal ini menunjukkan penerapan model Production Based Training memberikan pengaruh positif terhadap penguatan sikap wirausaha peserta didik. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada kedua kelas, dengan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen lebih tinggi yakni sebesar 73,70 dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,63. Uji t menunjukkan signifikansi (0,000<0,05), menandakan efektivitas model dalam meningkatkan hasil belajar.
POLA KETERKAITAN CLAIM, DATA, DAN WARRANT PADA JAWABAN SISWA SMP TERHADAP SOAL SAINS PISA Putri Dwiyanti; Muriani Nur Hayati; Mobinta Kusuma; Bayu Widiyanto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13582

Abstract

This study was motivated by the relatively low level of Indonesian students' scientific argumentation skills in solving science problems from the Programme for International Student Assessment (PISA), particularly in constructing logical relationships among claims, data, and warrants. The study focuses on mapping students' scientific argumentation structures based on Toulmin's Argument Pattern within the context of PISA science tasks developed according to the PISA 2025 Science Framework, an area that has received limited attention at the junior secondary school level. This research aimed to examine the relationship among the claim, data, and warrant components in students' scientific argumentation. A qualitative case study design was employed involving 84 ninth-grade junior high school students. Data were collected through students' responses to PISA-based science questions and analyzed using Toulmin's Argument Pattern by focusing on three essential components: claim, data, and warrant. The findings revealed that the most frequently identified argumentation structure was claim–data (C–D), accounting for 44.04%, followed by claim (C) at 30.35%, and claim–data–warrant (C–D–W) at 25.59%. The results indicate that most students were able to formulate claims supported by relevant data. However, many students experienced difficulties in constructing warrants that logically connected the supporting data with the proposed claims. These findings suggest that science instruction should place greater emphasis on developing students' ability to construct warrants in order to produce more coherent and evidence-based scientific arguments. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan masih rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa Indonesia dalam menjawab soal sains berbasis Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya dalam menyusun argumentasi yang menghubungkan claim, data, dan warrant secara logis. Penelitian ini memetakan struktur argumentasi ilmiah siswa berdasarkan model Toulmin dalam konteks soal sains PISA berbasis Framework PISA 2025 melalui pendekatan kualitatif, yang masih terbatas dikaji pada jenjang SMP. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola keterkaitan antara claim, data, dan warrant dalam struktur argumentasi ilmiah siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan sebanyak 84 siswa kelas IX SMP sebagai partisipan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal sains PISA kepada siswa. Selanjutnya, respons yang diperoleh dianalisis menggunakan model argumentasi Toulmin dengan memfokuskan pada tiga unsur utama, yaitu claim, data, dan warrant. Analisis terhadap jawaban siswa memperlihatkan bahwa struktur argumentasi yang paling dominan adalah claim–data (C–D) dengan persentase 44,04%. Selanjutnya, pola claim (C) ditemukan sebesar 30,35%, sedangkan struktur claim–data–warrant (C–D–W) muncul sebesar 25,59%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas siswa telah mampu menyampaikan claim yang diperkuat oleh data sebagai dasar pendukungnya. Meskipun demikian, sebagian besar siswa belum mampu membangun warrant yang berfungsi menjelaskan hubungan logis antara data yang digunakan dan claim yang diajukan. Oleh karena itu, pembelajaran sains perlu memberikan perhatian pada pengembangan kemampuan siswa dalam membangun warrant agar argumentasi ilmiah yang dihasilkan lebih utuh dan berbasis bukti.
FLIPPED CLASSROOM DAN EDPUZZLE: SINERGI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Rohmah, Vera Febriyanti; Arfiani, Yuni; Widiyanto, Bayu
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model flipped calssroom dengan pendekatan saintifik berbantuan Edpuzzle. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eskperimen dengan melibatkan dua kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Brebes. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian berdasarkan indikator Polya. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen sebesar 0,421 (katergori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,240 (kategori rendah). Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,002). Penemuan ini mengindikasi bahwa flipped classroom dengan pendekatan saintifik berbantuan Edpuzzle lebih baik dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dibanding model problem based learning.
Penerapan Metode Field trip pada MK. Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Meningkatkan Kepedulian Mahasiswa terhadap Permasalahan Sampah Bayu Widiyanto
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v11i2.124

Abstract

One way to develop human awareness of the environment is by applying field trip method on learning. This study aimed to examine the effectiveness of field trip (observation of waste management in the field) approach to develop learning outcomes of waste chapters and students' awareness of the environment. Field trip method is a method of learning outside the classroom, where students is invited to visit a location. By visiting the location directly related to the subject matter, students are expected to be more understand and get a real picture of the material being studied. This research used pretest-posttest control design. The sample of this research was students of Science Education of Teacher Trainning Education Faculty of UPS Tegal who took environmental education subject. Data collection techniques used unstructured interviews, documentation, reports and tests. The results showed that student learning outcomes increased proved by classical completeness from 76% to 88% after field trip method being implemented Therefore it is expected that field trip method becomes one of the reference for teacher in creating learning science field especially on Environmental Education subject (PLH).
Penguatan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik melalui Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Berbasis Model Problem Base Learning (PBL) Eriana Cahyaningtyas; Bayu Widiyanto; Mobinta Kusuma
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v13i2.208

Abstract

This study aims to determine the effect of the “Jelajah Alam Sekitar”/ Approach of Natural Around (JAS) Based on the Problem Base Learning Model (PBL) Through Observation of Pollution Indicators Towards Learners' Environmental Care Attitudes. The data analysis of this study was divided into two, namely the initial data analysis in the form of a validity test using product moment correlation, reliability test and final data analysis in the form of a final data test covering descriptive analysis, normality test, homogeneity test, t test (paired sample t test) , descriptive attitude care about the environment. The results showed that the learning of science based on the JAS approach with the PBL method on environmental attitudes of students on the theme of pollution is influential because by using the t test (paired sample t test) the sig (2-tailed) value of 0,000 <0.05 was obtained. Learning by using a Natural Approach to explore around the PBL Model based can be applied in the eyes of natural science students, especially in environmental pollution material because according to this research Approach to the Natural Approach Around the PBL model based can improve students' environmental care attitudes
Efektivitas Model Pembelajaran Sets Metode Praktikum Pada Materi Pemanasan Global Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Danty Kusmianty; Bayu Widiyanto; Mobinta Kusuma
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 14 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v14i1.218

Abstract

This research aims to improve the ability of critical thinking learners with learning SETS practicum methods. The methods used in this research is quantitative research. This is the kind of research experiments. The research design used was pre test post test design. The population of the research was the students of Class VII. Samples were taken using the technique of sampling culture i.e. Class VII D totaled 32 child and Class VII E totaled 32. The instruments used are the form of test questions test the ability of critical thinking, question form to measure the response of the students against the model of learning and teaching method SETS the observation sheet. Analysis of the tested using T-test and test N-Gain. Based on the results of the analysis of the T test data obtained sig 2 tailed 0.00< 0.05 indicate an increased in critical thinking skills. The results of the N-Gain test in experimental class of 68% indicate quite effectively. It can be concluded that the SETS learning model practicum method is quite effective applied to learning and there is an increase in critical thinking skills in students.
Peningkatan Literasi Digital Siswa SMP melalui Asesmen Berbantuan “GALAKSI” Terintegrasi Augmented Reality pada Materi Sistem Tata Surya Bunga Lady Aliza; Fahmi Fatkhomi; Mobinta Kusuma; Bayu Widiyanto
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2884

Abstract

Digital literacy is a fundamental competency that junior high school students need to master. However, science assessment practices in schools are still largely conventional and have not been integrated with interactive digital media, limiting their potential to foster students' digital literacy. This study aimed to determine the improvement in students' digital literacy after the implementation of assessment assisted by the "GALAKSI" (Game Aktif Luar Angkasa Kuis Stacko Ilmu) media integrated with Augmented Reality in the Solar System topic. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 32 seventh-grade students at SMP Negeri 1 Slawi, selected through purposive sampling. Data were collected using a digital literacy test on the Solar System topic and analyzed using the Paired Sample t-test and the N-Gain test. The results showed that the mean pretest score increased from 56.25 to 80.94 on the posttest. The Paired Sample t-test revealed a significance value of p < 0.001, indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest scores. The N-Gain analysis produced a score of 0.59, which falls into the moderate category. Improvements were observed across all digital literacy indicators, with the highest increase found in the Problem Solving indicator. Therefore, assessment assisted by the "GALAKSI" media integrated with Augmented Reality was proven to effectively improve junior high school students' digital literacy in learning the Solar System topic.