Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN KANKER PAYUDARA: CASE CONTROL STUDY di RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN Rusmiati - Rusmiati; Ika Yulianti; Ratnanengseh Ratnanengseh; Nur Indah Noviyanti; Yeti Mareta Undaryati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1756

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit multifaktorial berkontribusi terhadap kejadiannya. Klasifikasi wanita berdasarkan faktor risiko dapat efektif dalam meningkatkan metode bebas risiko dan merancang program skrining kanker payudara yang tepat sasaran. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko kejadian kanker payudara di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Case Control, responden kelompok kasus yakni pasien terdiagnosis kanker payudara sejumlah 41 orang, kelompok kontrol adalah pasien tidak terdiagnosis sejumlah 27 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis data menggunakan chi-square dan perhitungan Odd Ratio. Hasil: faktor resiko hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudara adalah Usia Menarche, Riwayat Kanker payudara keluarga, Hormon eksogen, Obesitas (P-Value= 0,04; 0,024; 0,017; 0,033). Sedangkan Usia terdiagnosis, Usia menopause, Riwayat menyusui, riwayat kehamilan, Merokok/terpapar asap rokok, konsumsi alkohol, serta riwayat penyakit payudara (P-Value = 1,000; 0,441; 0,740; 0,685; 0,235; 0,293; 0,143) tidak ditemukan adanya hubungan. Kesimpulan: Faktor usia menarche dini, riwayat kanker payudara keluarga, penggunaan hormon eksogen, dan obesitas berhubungan dengan kejadian kanker payudara di RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan, peningkatan upaya deteksi dini pada kelompok berisiko tinggi, penguatan edukasi kesehatan, serta pencatatan faktor risiko secara sistematis diharapkan dapat mendukung pencegahan dan pengendalian kanker payudara secara berkelanjutan.Kata kunci: Faktor Resiko; Kanker Payudara; Kasus Kontrol
The Relationship between Gymball use and the Duration of Active Phase 1 in Primigravida Mothers Rahmi Padlilah; Ika Yulianti; Doris Noviani; Ayu Hari Setiawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4054

Abstract

Prolonged labour can cause death, infection, exhaustion, ehydration, and postpartum hemorrhage. In a long fetus, there is a risk of causing infection, injury and asphyxia which can increase infant mortality. prolonged labour can be prevented by doing complementary care, relaxation techniques that relieve prolonged labour and provide healthy childbirth outcomes, yoga, pregnancy exercises and gymball techniques. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of gym ball on the duration of 1 active phase of primigravida labor. This type of quasy experimental research was conducted at Pertamina Hospital, Tarakan City, from April to June 2024. The sample in this study was 20 respondents using purposive sampling. The interventions given were gym balls on pelvic rocking movement patterns, rebozo, and child's pose techniques. Bivariate analysis using the chi square test. Multivariate analysis in the form of multiple logistic regression. The results of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the gym ball group and the duration of 1 active phase. This is shown by a p value of 0.020 <0.05.
Implementasi Komplementer Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga (IRT) Dalam Pencegahan, Penanganan Batuk Pilek Balita Di Malinau Kalimantan Utara Ika Yulianti; Andi Sri Hastuti Handayani Usman; Sri Wahyuni; Nurmasitah Nurmasitah; Yuliani Yuliani
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2088

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kondisi iklim yang lembab, kebiasaan pola asuh, dan keterbatasan pengetahuan mengenai pencegahan serta penanganan awal menjadi faktor risiko utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Ibu Rumah Tangga (IRT) melalui implementasi metode komplementer berbasis bahan alami dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dalam pencegahan dan penanganan batuk pilek balita. Metode yang digunakan adalah tutorial praktik selama 60 menit, mencakup pembukaan, penyampaian materi interaktif, demonstrasi langsung pembuatan ramuan herbal sederhana (wedang jahe madu dan inhalasi uap daun sirih), praktik penggunaan teknik pijat bayi untuk melegakan pernapasan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan IRT sebesar 85% dan keterampilan praktik sebesar 80% berdasarkan pre-post test dan observasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung dapat meningkatkan kemandirian IRT dalam menjaga kesehatan balita secara aman dan terjangkau.
OPTIMALISASI PERAN BIDAN DALAM DETEKSI DINI DAN TATALAKSANA PERDARAHAN POSTPARTUM MELALUI PENINGKATAN KOMPETENSI Rusmiati Rusmiati; Agus Purnama Sari; Gusriani; Nurrahmi Umami Syaputra; Idha Farahdiba; Ika Yulianti; Annisa Eka Permatasari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 7 No. 1 (2026): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v7i1.8481840

Abstract

Postpartum Hemorrhage (PPH) masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di fasilitas pelayanan primer. Bidan memiliki peran sentral dalam deteksi dini, pencegahan, dan tatalaksana awal PPH, sehingga peningkatan kompetensi menjadi faktor kunci dalam menurunkan Angka Kematian Ibu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan maternal, khususnya PPH, di Kabupaten Malinau. Pelaksanaan kegiatan selama tiga hari melalui metode Online dan On-Site, yang mencakup pemberian materi, demonstrasi, serta simulasi keterampilan (skill station). Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan penilaian keterampilan menggunakan daftar tilik kompetensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 65,7 menjadi 84 setelah pelatihan, dengan nilai keterampilan rata-rata 87,27 yang menunjukkan seluruh peserta kompeten dalam penatalaksanaan stabilisasi pasien, KBI, KBE, serta penggunaan kondom kateter sebagai tamponade uterus sederhana. Pelatihan berbasis simulasi terbukti meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan klinis, dan pengambilan keputusan cepat dalam menghadapi PPH. Optimalisasi peran bidan melalui peningkatan kompetensi, dukungan sistem logistik, serta supervisi klinis berkelanjutan sangat penting untuk memperkuat manajemen PPH di tingkat layanan primer.
The Determinant of Anemia in Tarakan City Aquartuti Tri Darmayanti; Ika Yulianti; Ifa Yulia; Hakim Anasulfalah; Ahmad Syauqi Mubarok; Joko Tri Atmojo; Aris Widiyanto
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i4.2452

Abstract

Anemia remains a major global public health problem, particularly among pregnant women, where it contributes to adverse maternal and fetal outcomes. Its etiology is multifactorial, involving nutritional, biological, and healthcare-related determinants. Objective: This study aimed to analyze the determinants of anemia among pregnant women in Tarakan City, focusing on maternal age, parity, pregnancy spacing, chronic energy deficiency (CED), and timing of the first antenatal care (ANC) visit. Methods: A retrospective cohort study was conducted using medical record data from 187 pregnant women who attended their first antenatal care (K1) visit at the Pantai Amal Community Health Center between January and December 2025. Data were analyzed using chi-square tests for bivariate analysis and multiple logistic regression to identify dominant risk factors, with a significance level of p ≤ 0.05. Results: The prevalence of anemia was 28.9%. Bivariate analysis showed significant associations between anemia and pregnancy spacing (p=0.05), chronic energy deficiency (p=0.007), and timing of the first ANC visit (p<0.001). Multivariate analysis identified pregnancy spacing (aOR=0.45; 95% CI: 0.21–0.94; p=0.033), CED (aOR=3.24; 95% CI: 1.26–8.30; p=0.014), and timing of the first ANC visit (aOR=8.06; 95% CI: 3.73–17.41; p<0.001) as significant determinants. The timing of the first ANC visit emerged as the most dominant factor, with late initiation associated with an approximately eightfold increased risk of anemia. Conclusion: Anemia among pregnant women in Tarakan City is significantly influenced by pregnancy spacing, nutritional status, and particularly the timing of antenatal care initiation. Early ANC attendance and improved maternal nutritional status are critical strategies for reducing anemia prevalence. Targeted interventions focusing on optimal birth spacing and early pregnancy monitoring are strongly recommended.