Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strengthening Students' Character Through Local Wisdom: The Role of Tiba Meka Dance in Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Activities Wibowo, Arif Prasetyo; Lutfiana, Rose Fitria; Budiono; Yusuf, Nurbani; Zuriah, Nurul; Alfaqi, Mifdal Zusron; Ismail, Alice Sabrina; Jha, Gautam Kumar
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.68256

Abstract

The implementation of character values through the Pancasila Student Profile is a complex task, facing various obstacles, particularly due to the rapid and often uncontrolled technological developments in the era of Society 5.0. This study employs a qualitative descriptive method, utilizing thematic analysis to identify key patterns in student character development, along with source triangulation to ensure the validity of findings. Based on this research, strengthening students' character through the integration of local wisdom in P5 activities at SMA Muhammadiyah Boleng, specifically through the Tiba Meka dance, has proven to be effective. Observations and interviews indicate a 30% increase in students’ cultural awareness, demonstrating that learning the Tiba Meka dance not only helps students recognize and preserve their cultural heritage but also cultivates discipline, responsibility, cooperation, and cultural pride. Furthermore, the active involvement of teachers and strong parental support significantly contribute to the success of this program. The findings highlight that the P5 initiative, through traditional dance, fosters character formation rooted in local identity and strengthens students' connection to their cultural heritage. This study suggests that integrating local wisdom into education, particularly through performing arts, is a practical and effective strategy for shaping students with strong personal and cultural values, offering valuable insights for the broader Indonesian educational system.
WANUA NUSANTARA: PRAKTIK PEMBUMIAN NILAI-NILAI PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA Shofa, Abd. Mu’id Aris; Kodir, Abdul; Alfaqi, Mifdal Zusron; Subekti, Arif
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pemuda di kelurahan sisir dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan untun mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk memotivasi pemuda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Metode pelakasanaan yang digunakan adalah pertama, analisis situasi masyarakat dengan dua tahapan yaitu khalayak sasaran dan menentukan bidang permasalahan yang akan dianalisis. Setelah itu ada rencana pemecahan masalah dan rencana pelaksanaan kegiatan serta yang terakhir yaitu evaluasi kegiatan dan hasil, adapun lokasi kegiatan di kelurahan sisir kecamatan batu kota batu, hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa ketidak tahuan akan realitas keindonesian yang sangat multicultural dan penuh keberagaman, sehingga membuat para pemuda belum mampu secara konkrit untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Upaya pemberian pelatihan kader Pancasila mempunyai dampak yang sangat positif bagi pemuda khususnya di kelurahan sisir kecamatan batu kota batu sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PERAN E.F.E. DOUWES DEKKER PADA ERA PERGERAKAN NASIONAL MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) GURU BANGSA Alfaqi, Mifdal Zusron; Shofa, Abd. Mu’id Aris; Mawarti, Rista Ayu; Habibi, Muhammad Mujtaba
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada generasi muda khususnya mahasiswa bagaimana peran E.F.E. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi) pada era pergerakan nasional. Nama E.F.E. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi) atau biasa dipanggil dengan istilah DD seakan kalah bersinar dengan tokoh-tokoh pergerakan yang lainnya. Generasi muda saat ini banyak yang tidak mengetahui peran besar DD dalam membakar api semangat nasionalisme pemuda pada era pergerakan nasional, bahkan Bung Karno menjuluki DD sebagai mentor nasionalismenya. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan adalah dengan menganalisis situasi masyarakat yang akan menjadi khalayak sasaran untuk diberikan pemahaman dalam hal ini adalah mahasiswa yang tergabung di dalam Focus Group Discussion Guru Bangsa. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa para generasi muda pada awalnya belum terlalu mengenal dengan DD, banyak generasi muda yang mengenal DD hanya sebatas anggota tiga serangkai dan tidak banyak tahu kalau DD memiliki peran besar dalam proses pergerakan nasional. Upaya pemberian pemahaman tentang perjalanan hidup DD ini memiliki dampak yang sangat positif bagi generasi muda khususnya mahasiswa, karena setelah pelaksanaan pengabdian ini para generasi muda khususnya mahasiswa lebih memahami tentang peran DD pada era pergerakan nasional.
EKSISTENSI DAN PEROBLEMATIKA PELESTARIAN WAYANG KULIT PADA GENERASI MUDA KEC. RINGINREJO KAB. KEDIRI Zusron Alfaqi, Mifdal
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The younger generation has a big responsibility to continue the preservation of culture, one of which is wayang. The problems that occur in the interest of the younger generation with low prevalence in wayang performances require philosophical exploration to find out the basic problems and the strategies needed. The aims of this study are a) to describe the history and values contained in wayang kulit; b) Describe the existence of shadow puppets among the younger generation; c) Preservation of shadow puppets in Ringinrejo District, Kediri Regency. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of the study show that a) the existence of wayang kulit is caused because there are problems in preserving wayang kulit due to basic problems; b) the existence of the younger generation in the industrial revolution era is based on factors not understanding the storyline brought by the dalang, not understanding the language used by the dalang, feeling bored and having no interest in wayang kulit art because it is not integrated with modern culture, when wayang kulit shows are relatively old, and wayang kulit is an ancient culture. The rapid development of technology and cultural exchange without boundaries requires the right strategy; c) Ringinrejo Village is trying to preserve it by holding wayang kulit performances on big days and as a place for approaching and learning wayang kulit to the younger generation. Generasi muda memiliki tanggung yang besar untuk meneruskan pelestarian budaya salah satunya wayang. Problematika yang terjadi minat generasi muda dengan prevalensi yang rendah atas pagelaran wayang membutuhkan penggalian secara filosofi untuk mengetahui permasalahan mendasar dan strategi yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah a) Mendeskripsikan sejarah dan nilai yang terkandung pada wayang kulit; b) Mendeskripsikan eksistensi wayang kulit di kalangan generasi muda; c) Pelestarian wayang kulit di Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan a) eksistensi wayang kulit disebabkan karena terdapat problematika pelestarian wayang kulit terkendala masalah mendasar; b) eksistensi generasi muda atas era revolusi industri didasarkan atas faktor tidak memahami alur cerita yang dibawakan oleh dalang, tidak memahami bahasa yang digunakan dalang, perasaan bosan dan tidak ada ketertarikan pada kesenian wayang kulit karena kurang terpadu dengan kebudayaan modern, waktu pertunjukan wayang kulit yang relatif lama, dan wayang kulit merupakan kebudayaan yang kuno. Perkembangan teknologi dan pertukaran budaya yang berjalan secara cepat tanpa batas membutuhkan strategi yang tepat; c) Desa Ringinrejo berusaha melestarikan dengan menggelar pagelaran wayang kulit pada hari-hari besar dan sebagai tempat untuk pendekatan dan pembelajaran wayang kulit kepada generasi muda.