Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi rasisme dalam film The Birth Of Nation (Analisis semiotika Roland Barthes) Danar Afrizal; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i4.16957

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) representasi rasisme dalam film The Birth Of Nation melalui adegan-adegan dalam film The Birth of Nation menurut pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual dari makna representasi rasisme pada film The Birth of Nation.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian yang dipilih adalah film The Birth of Nation karya Nate Parker. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung dalam film The Birth of Nation berdasarkan landasan teori yang ada. Analisis data menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang ditarik berdasarkan teori dari adegan dan shot yang dianalisis.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Rasisme yang muncul dalam film The Birth of Nation meliputi rasisme personal, institusional, dan stereotip.Sikap rasisme tersebut yang dilakukan secara terus menerus melahirkan suatu perilaku diskrimatif terhadap seseorang atau  kelompok tertentu. Seseorang atau kelompok tertentu yang menerima tindakan diskriminasi dengan periode lama, akan melakukan perlawanan. Perlawanan tersebut mengakibatkan banyak korban jatuh, hingga sampai terjadinya pembunuhan masal atau genosida seperti yang tergambar dalam film The Birth of Nation. 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual dalam film The Birth of Nation adalah a) Rasisme sulit dihapuskan karena adanya stereotip yang sudah mendarah daging. b)perjuangan melawan rasisme dan diskriminasi merupakan perjuangan yang tidak mudah This research aimed to: 1) representation of racism in the movie titled The Birth Of Nation through scenes according to Roland Barthes's semiotic approach; 2) the message conveyed through the audiovisual sign of the meaning of rasicm representation in movie titled The Birth Of Nation. This research employed qualitative approach by using the semiotics analysis proposed by Roland Barthes. The object of this research was the movie entitled The Birth of Nation by Nate Parker. The data collection techniques used were documentations and studying literature towards the content shown in The Birth of Nation. The literary studies were focused on the presented theoretical framework. The data were analyzed by employing the semiotics analysis proposed by Roland Barthes, which were signified, signifier, denotative meaning, connotative meaning, and myths. Those were seen in the scenes of the movie. The result of the research showed that 1) racism found in The Birth of Nation were including personal racism, institutional racism, and stereotypes racism. The act of racism was happened continuously. It ended up as acts of discrimination towards certain individuals or communities. Those people who suffered from discrimination showed an act against the other parties who discriminated them. The act would end up as a war and there were many people killed and suffered from genocides. 2) the messages delivered by the audiovisuals were a) it was difficult to stop the act of racism since there was a continuous stereotype in the community; b) the act against racism was not easy.
MANAJEMEN PRODUKSI PROGRAM ACARA TELEVISI ON THE SPOT TRANS 7 Ainun Rahma Asmoroweni; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16837

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen produksi yang dilakukan oleh tim produksi program On The Spot Trans 7 untuk mempertahankan eksistensinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode in-depth interview. Obyek penelitian ini yaitu manajemen produksi program On The Spot yang tayang setiap hari di stasiun televisi Trans 7. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi. Semua data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi metode dengan cara mengaitkan hasil sumber data satu dengan yang lainnya untuk diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen produksi program On The Spot mengedepankan informasi unik dan viral yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Produksi program acara dilakukan tanpa memperhatikan nilai dan pesan terhadap penonton yang diklasifikasikan program acara On The Spot sesuai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 SPS) yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai regulasi penyiaran di Indonesia. The purpose of this study was to examine  the production management carried out by the production team of On The Spot Trans 7 program to maintain its existence. The approach used in this research is qualitative with the in-depth interview method. The object of this research is the production team management of On The Spot program which airs every day on the Trans 7 television station. The data of this study were obtained through interviews, document study, and observation. All obtained data were then analyzed using source triangulation by linking the results of one data source with another to draw conclusions. The results of this study indicate that the production management of On The Spot program puts forward unique and viral information that is becoming the public's attention. Production of program programs is carried out without paying attention to values and messages to viewers which are classified as On The Spot programs according to Broadcast Code of Condact and Broadcast Program Standards  set by Indonesian Broadcasting Commision as broadcasting regulations in Indonesia. 
TWITTER DAN FENOMENA DINAMIKA INTERPRETASI K-POP (Analisis Isi Pesan Pada Twitter Dalam Akun @hi_chena) Kiki Salma Afrizalia; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 4 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i4.18537

Abstract

 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk (1) menganalisis isi pesan yang terkandung dalam unggahan akun @hi_chena pada media sosial twitter, (2) mengetahui bagaimana pesan tersebut disampaikan kepada khalayak, (3) mengetahui karakteristik pesan yang diunggah, (4) mengetahui bentuk penerimaan pesan terhadap teks maupun gambar yang diunggah. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan studi dokumentasi pada pesan dalam akun @hi_chena dengan ketentuan tingkat interaksi tinggi. Jumlah sampel dalam penelitian ini didapatkan 247 unggahan dengan kategori yang berbeda yaitu konten pribadi, retweet/quote tweet, dan penggunaan tagar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun label negatif yang diterima atas opini pribadinya, sebagian besar konten dalam akun @hi_chena bermuatan positif dan informatif. Pemilik akun @hi_chena menyampaikan kritik dan keluhannya dengan harapan-harapan tertentu. Karakteristik penyampaian pesan oleh akun @hi_chena yang tegas dan eksplisit serta didukung dengan penggunaan kata yang kurang terpilah menimbulkan arti yang berbeda-beda.This research is a qualitative research with descriptive method which aims to (1) analyze the message content contained in the @hi_chena account upload on twitter social media, (2) find out how the message is conveyed to public, (3) determine the characteristics of the uploaded message, (4) determine the form of receiving messages for uploaded texts and images. The research data was obtained through observation and documentation studies on messages in the @hi_chena account with a high  interaction. The number of samples in this study obtained 247 uploads with different categories, namely personal content, retweet/quote tweets, and the use of hashtags. The results showed that despite the negative label she/he received for his/her personal opinion, most of the content in the @hi_chena account was positive and informative. The account @hi_chena conveys his criticisms and complaints with certain expectations. The characteristics of the message delivery by @hi_chena that are firm and explicit and supported by the use of less segregated words give rise to different meanings
ANALISIS RESEPSI PROGRAM TALK SHOW MATA NAJWA EPISODE “PSSI BISA APA JILID 2” TAHUN 2018 DI TRANS 7 Imelda Dwi Kumala; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i1.18503

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana khalayak memaknai tayangan talk show Mata Najwa di Trans 7 episode “PSSI Bisa Apa Jilid 2: Membongkar Dalang Pengaturan Skor Sepak Bola”. Penelitian ini merupakan penelitian analisis resepsi khalayak dengan pendekatan kualitatif informan penelitian ini adalah khalayak yang telah berkomentar di YouTube pada tayangan Mata Najwa episode “PSSI Bisa Apa” Jilid 2 yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis resepsi dengan teori encoding-decoding Stuart Hall. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemaknaan khalayak terhadap tayangan talk show Mata Najwa di Trans 7 episode “PSSI Bisa Apa” jilid 2, terdapat empat narasumber dengan latar belakang berbeda, dikelompokkan dalam tiga posisi, yaitu satu narasumber termasuk ke dalam Dominant Position, satu narasumer juga berada dalam Negotiated Position, dan dua narasumber dikategorikan ke dalam Oppostional Position.Kata Kunci: analisis resepsi, talk show, khalayak, televisi AbstractThe purpose of this research is to find out how the audience interprets the Mata Najwa talk show on Trans 7 episode "PSSI Bisa Apa Volume 2: Uncovering the Mastermind of Football Score Setting". This research is an analysis of audience reception with a qualitative approach, the informants of this study are audiences who have commented on YouTube on the Mata Najwa episode of "PSSI Bisa Apa" Volume 2 which was determined by purposive sampling technique. Data analysis was carried out by reception analysis using Stuart Hall's encoding-decoding theory. The results of this study indicate that the audience's interpretation of the Mata Najwa talk show on Trans 7 episode "PSSI Bisa Apa" volume 2, there are four sources with different backgrounds, four are grouped into three positions, namely one resource person is included in the Dominant Position, one resource person are also in the Negotiated Position, and two informants are categorized into the Oppostional Position.Keywords: reception analysis, talk show, audience, television
ANALISIS SEMIOTIKA KOMODIFIKASI NILAI AGAMA DALAM IKLAN SASHA SIWAK VERSI SASHA PASTA GIGI HALAL PENCEGAH GIGI BERLUBANG Ina Himatul Shivania; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i1.18508

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) interpretasi tanda keagamaan pada iklan pasta gigi Sasha Siwak; 2) bentuk komodifikasi nilai agama yang ada dalam iklan pasta gigi Sasha Siwak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan model semiotika Charles Peirce. Penelitian dilakukan di televisi dan channel YouTube Sasha ID. Objek penelitian ini adalah video iklan Sasha Siwak versi Sasha Pasta Gigi Halal Pencegah Gigi Berlubang yang ditayangkan di televisi dan diunggah pada channel YouTube Sasha ID pada tahun 2020. Metode dan instumen yang digunakan yaitu studi pustaka dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis  data  dengan  mengunduh  video  iklan  dan mengumpulkan  sumber  data  relevan  kemudian dilakukan klasifikasi, identifikasi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) interpretasi tanda keagaman pada iklan Sasha Siwak menggunakan tanda-tanda keagamaan yang bertujuan untuk membentuk citra sebagai produk religius dibenak konsumen. Melalui tanda keagamaan Sasha Siwak mempersusasi khalayak agar produknya dipercaya memiliki keunggulan. 2) bentuk komodifikasi agama yang ada dalam iklan Sasha Siwak diantaranya: a) busana muslim dan nilai ketaqwaan; b) kayu siwak dan nilai sunah; c) kata dan label halal; d) brand ambassador dan citra islami; e) tagline merek dan representasi nilai kesalehan; dan f) slogan dan spesialisasi agama islam.Kata Kunci: Semiotika Peirce, interpretasi tanda, komodifikasi agama, analisis iklan Abstract                       This study aims to describe: 1) the interpretation of religious signs in Sasha Siwak's toothpaste ad; 2) a form of commodification of religious values in Sasha Siwak toothpaste advertisements. This research is a qualitative study using Charles Peirce's semiotic model. The research was conducted on the television and YouTube channel Sasha ID. The object of this research is the Sasha Siwak advertisement video with Sasha Halal Toothpaste to Prevent Cavities version which is broadcast on television and uploaded to the Sasha ID YouTube channel in 2020. The methods and instruments used are literature documentation studies. Testing the validity of the data using technical triangulation. The analyzing data technique is by downloading advertising videos and collecting relevant data sources and then classification, identification and interpretation are carried out. The results show that: 1) the interpretation of diversity signs in Sasha Siwak advertisements uses religious signs which aim to form an image as a religious product in the minds of consumers. Through a religious sign, Sasha Siwak delights the audience so that their products are believed to have advantages. 2) the forms of religious commodification in Sasha Siwak's advertisements include: a) Muslim clothing and devotion; b) siwak wood and the value of the sunah; c) halal words and labels; d) brand ambassadors and Islamic images; e) brand taglines and representations of piety values; and f) Islamic slogans and specialties.Keywords: Peirce's semiotics, sign interpretation, religious commodification, advertising analysis
Perdebatan Diskursif Dan Demokratisasi (Komunikasi Pengguna Instagram Pada Masa Pilpres 2019) Jihan Arrifa Mawaddah; Benni Setiawan
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16842

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk; 1) Untuk menganalisis sejauh mana komunikasi antar pengguna Instagram dalam menanggapi isu politik pada Pilpres 2019. 2) Untuk mendeskripsikan bagaimana dampak perdebatan diskursif di Instagram pada demokratisasi digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan menggunakan jenis penelitian analisis konten dengan pendekatan metode kualitatif. Objek penelitian yang dipilih ialah Instagram dari akun @ranahpolitik dan @duniapolitics. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis mendalam, mendefinisikan serta menyimpulkan makna dan simbol-simbol dari postingan Instagram @ranahpolitik dan @duniapolitics sebagai sumber data primer. Analisis data menggunakan teknik analisis deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;1) Komunikasi pengguna Instagram dalam menghadapi isu olitik pada masa Pilpres 2019 juga berdampak bagi realitas sosial yang menyebabkan masyarakat menjadi terpecah belah. Hal ini disebabkan minimnya literasi oleh pengguna media sosial sehingga mereka tidak dapat melawan derasnya arus informasi yang sangat banyak dan dari berbagai sumber. 2) Demokratisasi di ranah digital sangat berdampak bagi kerukunan bangsa Indonesia. New media menjadi tantangan baru untuk sistem demokrasi saat ini. Contoh perdebatan diskursif yang ditemui pada akun @ranahpolitik dan @duniapolitics di postingan yang terkait dengan salah satu kubu Capres entah 01 atau 02 dapat berdampak negatif bagi kestabilan dan kerukunan bangsa Indonesia. Penyebab perdebatan berasal dari komentar yang provokatif dan postingan yang ambigu. AbstractThis research aims to; 1) To analyze the extent of communication between Instagram users in responding to political issues in the 2019 Presidential Election. 2) To describe how the impact of the discursive debate on Instagram on digital democratization in Indonesia. This research uses content analysis research with a qualitative method approach. The research object chosen was Instagram from the @ranahpolitik and @duniapolitics accounts. Data collection techniques used are in-depth analysis, defining and inferring the meanings and symbols of Instagram @ranahpolitik and @duniapolitics as primary data sources. Data analysis uses deductive analysis techniques. The results showed that; 1) Instagram  user communication in dealing with political issues during the 2019 Presidential Election also had  an impact on social reality which caused the community to become divided. This is due to the lack of literacy by social media users so that they cannot resist the swift flow of information that is very much and from various sources. 2) Democratization in the digital sphere greatly impacts the harmony of the Indonesian people. New media is a new challenge for the current democratic system. Examples of discursive debates encountered on the @ranahpolitik and @duniapolitics accounts in posts related to one of the Presidential candidates either 01 or 02 can have a negative impact on the stability and harmony of the Indonesian nation. The cause of the debate stems from provocative comments and ambiguous posts.
Membangun Harmoni Melalui Komunikasi Antarbudaya Inklusif : Studi Kasus Aliran Kepercayaan Sapta Darma Wicaksono, Zola Panji; Setiawan, Benni
Biokultur Vol. 12 No. 2 (2023): Indonesia's Society and Culture
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v12i2.52513

Abstract

Isu agama merupakan salah satu dari faktor yang sering menimbulkan ketegangan dalam kehidupan sosial masyarakat Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika komunikasi antabudaya di Surokarsan kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu sekretaris umum kerokhanian Sapta Darma, ketua persatuan warga Sapta Darma (Persada) kota Yogyakarta, warga anggota penganut Sapta Darma. Hasil penelitian menujukkan bahwa Komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh Sapta Darma Yogyakarta menyajikan contoh bahwa eksklusivitas hanya akan menghambat terciptanya integrasi sosial. Sebaliknya, sikap terbuka dan menghomati perbedaan keyakinan merupakan kunci penting dalam memperkuat persatuan. Komunikasi antarbudaya yang inklusif dapat meredam potensi meletusnya konflik horizontal yang berbasis sentimen agama. Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Sapta Darma, Integrasi Sosial
Analisis framing Robert N. Entman pemberitaan kasus kekerasan seksual pada perempuan di media online Detikcom tahun 2022 Rahayu, Henik Tri; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21036

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui cara Detikcom membingkai pemberitaan kasus kekerasan seksual pada perempuan tahun 2022, dan 2) mengetahui wacana yang ingin ditekankan Detikcom terhadap kasus kekerasan seksual pada perempuan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data utama berupa lima berita kasus kekerasan seksual oleh Detikcom pada tahun 2022 yang didapat menggunakan teknik purposive sampling. Analisis framing menggunakan teknik empat elemen Robert N. Entman yakni mendefinisikan masalah (define problems), mencari sumber masalah (diagnose causes), membuat keputusan moral (make moral judgement) dan rekomendasi penyelesaian (suggest remedies). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Detikcom membingkai kasus kekerasan seksual pada perempuan dengan cara menonjolkan peristiwa dari segi hukum, kebijakan dan penyelesaian kasus dalam memperjuangkan keadilan dan upaya perlindungan bagi korban. 2) wacana yang ingin ditekankan Detikcom terkait pemberitaan kasus kekerasan seksual pada perempuan adalah prioritas bagi perempuan sebagai pihak korban yang memiliki hak untuk mendapatkan dukungan, keadilan hukum, perlindungan dan pemulihan.The purpose of this study is to 1) find out how Detikcom frames the news of sexual violence cases against women in 2022 and 2) find out the discourse that Detikcom wanted to emphasise on cases of sexual violence against women in 2022. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. The main data is in the form of five news articles on sexual violence cases by Detikcom in 2022, which were obtained using a purposive sampling technique. Framing analysis uses Robert N. Entman’s four-element technique: define problems, diagnose causes, make moral judgments and suggest remedies. The results showed that 1) Detikcom frames cases of sexual violence against women by raising events in terms of law, policy and case resolution in fighting for justice and protection efforts for victims. 2) The discourse that Detikcom wants to emphasise regarding the reporting of cases of sexual violence against women is the priority for women as victims who have the right to support, legal justice, protection and recovery.
Strategi komunikasi halal Wedding Organizer dalam membangun Brand Identity terhadap gen m Mahasin, Hanif Fawwaz; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i1.21040

Abstract

 Penelitian ini bertujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi Halal Wedding Organizer dalam membangun Brand Identity terhadap generasi muslim modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data utama diperoleh dari hasil wawancara kepada owner, crew freelance, dan client Halal Wedding Organizer. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian dengan alat pedoman observasi, wawancara serta dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Analisis menggunakan prosedur milik Miles Huberman, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membangun Brand Identity terdapat 4 tahapan, yaitu: (1) Analisis pasar, dengan bersegmentasi kepada masyarakat muslim modern; (2) Dalam membangun brand melalui product dan corporate yang senada dengan nilai keislaman ; (3) Membangun identitas melalui visual dengan peci, jilbab, henna; (4) Didukung oleh elemen identity approach, yaitu adanya adzan dan sholat; (5) Termanifestasikan dalam organizational identity/culture yakni symbols audio dengan backsound islam dan control systems yang melarang crew untuk merokok.This research aims to find out and describe the communication strategy of Halal Wedding Organizer in building brand identity for the modern Muslim generation. This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The main data was obtained from interviews with owners, freelance crew, and clients of Halal Wedding Organizer. Researchers act as research instruments with observational guides, interviews and documentation. The validity of the data is tested by triangulation of sources. The analysis uses Miles Huberman's proprietary procedures: collection, reduction, presentation and conclusion. The results showed that in building Brand Identity, there are 4 stages, namely: (1) Market analysis, by segmenting the modern Muslim community; (2) building a brand through products and corporations that are in line with Islamic values; (3) Building identity through visuals with peci, jilbab, henna; (4) Supported by identity approach elements, namely the presence of adzan and prayer; (5) Manifested in organisational identity/culture, namely audio symbols with Islamic background and control systems that prohibit crew from smoking. 
Analisis wacana kritis nasionalisme banal dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail Yudha Leksana, Tegar Satria; Setiawan, Benni
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2024): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v7i2.21772

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kritik terhadap wacana nasionalisme banal dihadirkan serta mengetahui kontestasi wacana nasionalisme yang terbentuk dalam film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis berupa analisis wacana krits model Norman Fairclough. Analisis dilakukan pada tataran teks yang hadir dalam film Lewat Djam Malam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dengan coding sheet sebagai instrtumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan dan menyiapkan data, membaca dan melihat seluruh data, membuat koding seluruh data, membuat koding sebagai bahan membuat deskripsi, menghubungkan antar tema, dan memberi interpretasi dan makna tentang nasionalisme banal Hasi penelitian ini adalah kritik Usmar Ismail terhadap nasionalisme banal dalam film Lewat Djam Malam dapat dikelompokan menjadi tiga pokok pikiran, diantaranya adalah: (1) Nasionalisme banal dapat melegitimasi kekuasaan pemerintah yang otoriter, (2) Nasionalisme banal dapat menyebabkan sikap apatis dan tidak kritis terhadap pemerintah, dan (3) Nasionalisme banal dapat menyebabkan pengabaian terhadap nilai-nilai HAM. Peneliti juga menemukan adanya kontestasi wacana dalam film Lewat Djam Malam di mana terdapat wacana nasionalisme progresif yang muncul sebagai wacana tandingan terhadap nasionalisme banal.Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Film, Nasionalisme Banal, Usmar Islmail Abstract            This research aims to understand how critiques of banal nationalism discourse are presented and to identify the contestation of nationalist discourse formed in the film "Lewat Djam Malam" by Usmar Ismail. The study employs a qualitative approach with analytical methods using Norman Fairclough's critical discourse analysis model. The analysis is conducted on the textual level present in the film "Lewat Djam Malam". Data collection techniques involve document analysis with a coding sheet as the research instrument. Data analysis is carried out by organizing and preparing the data, reading and examining all the data, coding all the data, coding to create descriptions, connecting themes, and providing interpretation and meaning regarding banal nationalism. The result of this research is that Usmar Ismail's critique of banal nationalism in the film "Lewat Djam Malam" can be grouped into three main ideas, namely: (1) Banal nationalism can legitimize authoritarian government power, (2) Banal nationalism can lead to apathetic and uncritical attitudes towards the government, and (3) Banal nationalism can lead to neglect of human rights values. The researcher also found a discourse contestation in the film "Lewat Djam Malam" where there is a progressive nationalist discourse emerging as a competing discourse against banal nationalism.Keywords : Critical Discourse Analysis, Film, Banal Nationalism, Usmar Ismail