Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN SIKAP BELA NEGARA SISWA DI SMA NEGERI 3 MALANG Ningrum, Fitrianur Widya; Handayani, Trisakti; Ibrahim, M Mansur
Jurnal Civic Hukum Vol 3, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Civic Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i1.7727

Abstract

ABSTRAKPendidikan politik merupakan usaha yang dilakukan terus-menerus dan berproses untuk meningkatkan pengetahuan politik agar dapat berpartisipasi secara optimal untuk menyelesaikan masalah di bidang politik. Saat ini, praktik dan pemahaman mengenai pendidikan politik masih lemah. Hal itu dikarenakan, merosotnya nilai karakter pada peserta didik serta timbulnya sikap acuh yang disebabkan oleh arus perkembangan jaman dan teknologi yang canggih. Oleh karena itu, pendidikan politik perlu dimaksimalkan kembali agar dapat membina dan mengarahkan peserta didik untuk dapat memahami hak dan tanggungjawabnya sebagai warga negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan politik dalam meningkatkan sikap bela negara siswa di SMA Negeri 3 Malang, faktor penghambat dan pendukung beserta solusi untuk mengatasi hambatan yang muncul. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi secara langsung dan mendokumentasi hal-hal yang berkaitan dengan penelitian serta wawancara mendalam kepada sepuluh informan. Data dianalisis secara kualitatif yangterdiri dari empat alur kegiatan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Serta, tahapan terakhir ialah keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penguatan pendidikan politik dalam meningkatkan sikap bela negara siswa di SMA Negeri 3 Malang dalam pelaksanaannya dapat meningkatkan sikap bela negara bagi anggota OSIS, dan anggota Paskibra. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan dan hasil yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan tersebut, sehingga mendorong mereka untuk menjalankan hak nya sebagai warga negara yang bersedia membela NKRI. Faktor penghambat berupa adanya anggota OSIS dan anggota Paskibra yang kurang bisa memanejemen waktu dan kesulitan mendapatkan dispensasi dari guru. Faktor pendukungnya berupa dukungan dari sekolah, motivasi diri, komunikasi yang baik antar anggota, dan keteladanan dari guru.Kata Kunci : Pendidikan Politik, Sikap Bela Negara.ABSTRACTPolitical education is an ongoing effort and processes to increase politicalknowledge in order to participate optimally to solve political problems. At present, practices and understanding of political education are still weak. This is because, the decline in character values in students and the emergence of indifference caused by the current development of sophisticated times and technology. Therefore, political education needs to be maximized again in order to foster and direct students to understand their rights and responsibilities as Indonesian citizens. This study aims to find out the implementation of strengthening political education in improving the defense attitudes ofstudents in Senior High School 3 Malang, inhibiting and supporting factors along with solutions to overcome obstacles that arise. Data collection was obtained through direct observation and documenting matters relating to research and in-depth interviews with ten informants. The data were analyzed qualitatively consisting of four activities, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. And, the last stage is the validity of the data using technical triangulation. The results of this study indicate that the strengthening of political education in enhancing the state of defense of studentsin Senior High School 3 Malang in its implementation can improve state defense for members of the Student Council, and members of Flag Hoisting Troop. This can be seen from the activities carried out and the results obtained after participating in these activities, thus encouraging them to exercise their rights as citizens who are willing to defend the Republic of Indonesia. The inhibiting factor is the existence of student council members and Flag Hoisting Troop members who are not able to manage time and have difficulty getting dispensation from the teacher. Supporting factors include support from school, self motivation, good communication between members, and exemplary from the teacher.Keywords: Political Education, Defend the Country
ANALISIS DAMPAK PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI SMAN 1 BALAURING LEMBATA NTT Pattipeilohy, Adnan; Yusuf, Nurbani; Handayani, Trisakti
Jurnal Civic Hukum Vol 3, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Civic Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v3i2.8653

Abstract

ABSTRAKUsaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif pengembangkan potensi yang dimiliki seperti kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan memiliki akhlak mulia. Untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtra tidak mudah tanpa keterlibatan pendidikan politik yang efektif.Pendidikan Politik yang efektif ialah mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Hak dan Kewajibannya dalam Bidang Politik. Hal demikian yang ditanamkan pada Pemilih Pemula khususnya Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Omesuri Balauring. Bukan hanya memberikan kesadaran akan Hak dan kewajibannya dalam momentum Demokratis Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati pada 15 Februari 2017 lalu tetapi juga memberikan pemahaman untuk menjadi Pemilih Cerdas yang tidak Dekriminatif kedaerahan dan Kesukuan ataupun sentiment Agama tetapi berdasarkan kemampuan memimpin tawaran visi misi yang ditawarkan para calon Bupati dan wakil bupati Lembata periode 2017 - 2022. Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah sebagai berikut: 1) Menjelaskan bentuk-bentuk pendidikan politik pada pemilih pemula yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan kecamatan pada pemilih pemula di SMAN 1 Balauring Kabupaten Lembata. 2) Mendeskripsikan dampak pendidikan politik yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan pada pemilih pemula di SMAN 1 Balauring Kabupaten Lembata. Penilitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif kualitatif. Dimana peneliti terjun langsung untuk menggali informasi terkait dengan judul dari penelitian. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Adapun informasi yang perlu digali informasinya adalah pemilih pemula SMAN 1 Balauring dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Pendidikan politik yang menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata yang dilaksanakan di sekolah-sekolah salah satunya SMAN 1 Balauring, melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Omesuri dilakukan dengan metode sosialisasi pemilih pemula dengan sasaran Siswa-siswi SMAN 1 Balauring dengan kisaran umur 17 Tahun keatas dengan metode penyampaian ke kelas-kelas layaknya metode pengajaran biasa dan melalui alat bantu ajar yaitu bahan tayang materi tentang kepemiluan yang disampaiakan oleh KPU dan PPK. Materi yang disampaikan antara lain: Pengertian umum tentang Pemilu, Pemilih Pemula, syarata-syarat menjadi pemilih, dan PPK juga menyampaikan tentang kategori pemilih cerdas yang memilih berdasarakan kemampuan kepemimpinan, visi dan misi yang ditawarkan oleh calon Bupati dan Wakil Bupati. 2) Tujuan dari adanya pendidikan politik oleh KPU dan PPK adalah selain memberikan kesadaran akan hak yang dimiliki oleh pemilih pemulah juga untuk menekan angkah golongan putih (Golput). Melalui wawancara yang dilakukan oleh peneliti, adapun dampak dilihat dari respon Siswasiswi setelah adanya sosialisasi atau pendidikan politik oleh PPK yaitu kesadaran untuk hadir dan ikut memilih pada tanggal 15 Februari 2017.Kata Kunci : Pendidikan, Politik, Efektif, Tujuan, Pemilih, Pemilih Pemula, Cerdas, Pemimpian,bupati, wakil bupati. ABSTRACTThe enterprises are conscious and planned to realize learning atmosphere and learning process so that students are actively developing the potential possessed such as spiritual strength, self-control, personality, intelligence, and have good morale. To realize it is not easy without effective political education. It is education to given understanding to the public about rights and obligations in the political field. That things should be instilled in the novice voter especially student of SMA Negeri 1 Balauring. It is not only about provides awareness of his rights and obligations in the election of regents and vice regents on 15 February 2017,but provide an understanding to be an intelligent voter who does not decriminate regionalism or ethnic or religious sentiments but based on the leadership ability and vision of the mission offered by candidates for the period 2017-2022.The purpose of this research is: 1). To explains the forms of political education in novice voters that conducted by the district election committee on the novice voters in SMA Negeri 1 Balauring Kabupaten Lembata. 2). To describe the impact of political education undertaken by the district election committee on the novice voters in SMA Negeri 1 Balauring Kabupaten Lembata. this research used qualitative descriptive research technique. For this case researchers go directly to search for information related to the title of the research. The technique to collected data is interview, observation and documentation. Any information that needs to be searched is the novice voter in SMA Negeri 1 Balauring and a member of Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).Based on the research results obtained the following results: 1). the political education which is the responsibility of the Komisi Pemilihan Umum (KPU) is implemented in the schools of one of the SMA Negeri 1 Balauring, through Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Omesuri is done with the method of socialization of novice voters with the target students of SMA Negeri 1 Balauring with the age range of 17 years and over with the method of delivering to the classroom as usual teaching methods and through teaching aids that material about the election submitted by KPU and PPK. The material presented is general understanding of elections, novice voters, voter conditions, and PKK also presented about the intelligent voter category that chooses based on leadership ability, vision and mission offered by candidates. 2) the purpose of political education by KPU and PKK is reduce the number of voters who do not vote (Golput). Through interviews conducted by the researchers obtained the results of the impact of student responses after the socialization or political education by PPK is the awareness to attend and vote on 15 February 2017.Keyword: Education, Political, Effective, Purpose, Votes, Novice voters, Intelligent, leader, Regents, Vice Regents
WANITA: ANTARA KARIER POLITIK DAN BUDAYA POLITIK DI INDONESIA Handayani, Trisakti
Jurnal Bestari No 16 (1994)
Publisher : Jurnal Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2548.848 KB)

Abstract

In the several countries, women's position has existed. For instance Margareth Thatcher (United Kingdom), Corey Aquino (Philippine), and Benazir Bhuto (Pakistan) etc. They can be seen as one of indicators of women's roles and leaderships. Moreover, they have come before and led the public not to be caused by this femaleness but by their capacities and qualities to lead the country.
PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI KOTA MALANG: DALAM PERSPEKTIF KAJIAN BUDAYA Handayani, Trisakti; Parimartha, M.A., Prof. Dr. I Gde; Sukesi, M.S., Prof. Dr. Ir. Hj. Keppi; Ardika, M.A., Prof. Dr. I Wayan
E-Journal of Cultural Studies Vol. 2, No. 1 Mei 2008
Publisher : Cultural Studies Doctorate Program, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.786 KB)

Abstract

Keputusan pemerintah untuk merevitalisasi dan mengelompokkan organisasi perempuan di bawah departemen dalam federasi mengakibatkan lahirnya Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yaitu organisasi yang mewadahi perempuan yang tidak berada di bawah departemen. Kehadiran PKK selain diharapkan mampu membawa keluarga pada kondisi sejahtera dan mandiri, juga mampu membebaskan perempuan dari belenggu budaya patriarkhi. Namun, kenyataannya PKK belum sepenuhnya mampu mengubah kondisi keluarga dan perempuan, sehingga belum terwujud kesetaraan dan keadilan gender. Adanya kesenjangan ini menyebabkan perlunya melakukan penelitian terhadap PKK, khususnya di kota Malang. Penelitian ini bertujuan mengkaji: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya PKK; (2) paradigma kelembagaan yang dikembangkan PKK; dan (3) makna PKK dikaitkan dengan kesetaraan dan keadilan gender.Penelitian ini mengambil lokasi di kota Malang, dengan subjek: PKK kota Malang, kecamatan Lowokwaru dan kelurahan Lowokwaru. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data melalui: observasi partisipasi, wawancara dan, pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan interpretatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya PKK adalah: politik, ekonomi, sosial dan budaya. Faktor ekonomi merupakan faktor paling berpengaruh pada awal kemunculan PKK, namun dalam perkembangannya faktor politik menjadi dominan karena terjadinya politisasi gerakan perempuan; (2) paradigma kelembagaan yang dikembangkan PKK adalah paradigma dari atas ke bawah (top down) dan bergerak dari konsep pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan; (3) makna PKK dikaitkan dengan kesetaraan dan keadilan gender, yaitu makna keharmonisan, makna solidaritas, makna keadilan, makna keselarasan, dan makna keseimbangan.
Implementasi Tata Tertib Sekolah dalam Optimalisasi Budaya Disiplin Siswa Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure Fitriah, Fitriah; Handayani, Trisakti; Rahardjanto, Abdulkadir
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11567

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of school rules in optimizing the culture of student discipline, along with the obstacles encountered and the solutions implemented in the Muhammadiyah Nangahure Aliyah Madrasah. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of this study were the principal, teachers, and students. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis using data reduction, data display and conclusion drawing. The validity checking technique uses source triangulation. The results of the study show that the principal in implementing discipline in optimizing the culture of student discipline is carried out through the application of regulations, penalties, and rewards. The value of discipline is consistent in its application for students. The application of punishment and rewards made by school principals and teachers in the form of coaching to students. Teachers to optimize the culture of student discipline at school through advice to always be disciplined, give direct examples and familiarize children with disciplined life through four disciplinary elements namely fixed rules, strict punishment appreciation, and consistency. Constraints faced are lack of awareness or concern for parents about education and lack of teacher discipline at school.Keywords: School rules, Character, Discipline culture Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi tata tertib sekolah dalam optimalisasi budaya disiplin siswa, beserta kendala–kendala yang dihadapi serta solusi yang diterapkan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nangahure. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kepala sekolah, guru dan siswa.Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data analisis dengan menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan menggunakan triangulasi sumber.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah dalam mengimplementasikan tata tertib dalam optimalisasi budaya disiplin siswa dilakukan melalui penerapan peraturan, hukuman dan penghargaan. Nilai disiplin sudah konsisten penerapannnya bagi siswa. Penerapan hukuman dan penghargaan yang dilakukan kepala sekolah dan guru dalam bentuk pembinaan kepada siswa.Guru dalam upaya mengoptimalkan budaya disiplin siswa di sekolah melalui nasehat untuk selalu disiplin, memberi contoh langsung dan membiasakan anak hidup disiplin melalui empat unsur disiplin yaitu peraturan yang tetap, hukuman tegas, penghargaan dan konsistensi. Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya kesadaran atau kepedulian orang tua terhadap pendidikan dan kurangnya disiplin guru di sekolah.Kata kunci: Tata tertib sekolah, karakter, Budaya disiplin
Pengembangan Life Skill Entrepreneurship Siswa di SMAN 1 Maumere Melalui Ekstrakurikuler Kewirausahaan Susilowati, Hari; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v3i2.11558

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of entrepreneurial extracurricular activities in developing the life skills of entrepreneurship students at SMAN 1 Maumere. This type of research is descriptive qualitative. The place of research was at SMAN 1 Maumere. Research sources were obtained from primary and secondary data. Primary data in the form of recordings from interviews with the Principal, Student Affairs Waka, extracurricular coordinator, teacher extracurricular entrepreneurship coaches, as well as some students involved in these activities. Secondary data in the form of notes, school documents, school profiles, pictures or photographs of activities, and archives relating to the problem under study. Collection techniques used methods of observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data using source triangulation techniques. The results of the study are as follows: 1) the implementation of entrepreneurial extracurricular aims to develop students' interests and talents, 2) find out the factors that become obstacles in the implementation of activities, 3) Solutions to overcome these problems by intensifying all elements involved in the activities, as well as motivating students with various the event of the competition and exhibition of the results of entrepreneurial crafts.Keywords: Extracurricular Entrepreneurship, Entrepreneurship, Life Skills Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untukmenganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan dalam pengembangan life skill entrepreneurship siswa di SMAN 1 Maumere. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitataif. Tempat penelitian dilakukan di SMAN 1 Maumere. Sumber penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Data primer berupa hasil rekaman dari wawancara kepada Kepala Sekolah, Waka bidang Kesiswaan, koordinator ekstrakurikuler, guru pembina ekstrakurikuler kewirausahaan, serta beberapa siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Data Sekunder berupa catatan, dokumen sekolah, profil sekolah, gambar atau foto-foto kegiatan, serta arsip yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan ekstrakurikuler kewirausahaan bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, 2) mengetahui faktor yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan, 3) Solusi mengatasi masalah tersebut dengan mengintesifkan semua unsur yang terlibat dalam kegiatan, serta memberikan motivasi siswa dengan berbagai ajang perlombaan dan pameran hasil kerajinan kewirausahaan.Kata kunci: Ekstrakurikuler Kewirausahaan, Life SkillEntrepreneurship
Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Pada SMP Di Kabupaten Bima Ilham, Ilham; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11586

Abstract

Abstract: This research aim is to find out; (1) The implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (2) Supporting and inhibiting factors for the implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 in the Regency of Bima, West Nusa Tenggara; (3)Efforts to overcome the inhibiting factors. This type of research is a qualitative descriptive approach. Location; Dikpora, BKD, and SMP. Data type; primary and secondary. Informant; Head of KPMP Dikmen, Head of BKD Mutation, and Head of Junior High School. Instruments, researchers themselves. Data Clumping; observation, interview, and documentation. Analysis; Data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data; source triangulation and data collection techniques. Results and conclusions; 1) Recruitment of candidates for junior high school based on Ministry of Education Regulation No.28 / 2010principals through; First, the announcement by Diaspora. Second, the proposal by the school principal. Third, administrative selection. Fourth, proposing by Dikpora; General and special lines; 2) The inhibiting factor, Dikpora is difficult to understand the Permendiknas, the politicization of position by the Regent. Supporting factors for the increase in prospective principals with S2 qualifications. 3) Efforts to overcome the inhibiting factors, Dikpora adjusts the application of Permendiknas No.28 / 2010 with Permendiknas No.13 / 2007 by providing dispensations to prospective principals related to administrative completeness. Efforts to appoint the headmaster directly appointed by the Bupati with the status of Plt were assigned to the SATAP school.Keywords: Minister of Education Regulation No. 20, Recruitment Mechanism, Appointment Process, Teacher's Task as a Principal Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui; (1) Implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (2) Faktor pendukung dan penghambat implementasi Permendiknas No. 28 Tahun 2010 di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat; (3) Upaya mengatasi faktor penghambat. Jenis penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Lokasi; Dikpora, BKD dan SMP. Jenis data; primer dan sekunder. Informan; Kasi KPMP Dikmen, Kepala Mutasi BKD, dan Kepala SMP. Instrumen, peniliti sendiri. Pengumpulan data; observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis; Reduksi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data; triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil dan kesimpulan; 1) Perekrutan calon kepala SMP berdasar Permendiknas No.28/2010melalui; Pertama, pengumuman oleh Dikpora. Kedua, pengusulan oleh kepala sekolah. Ketiga, seleksi administrasi. Keempat, pengusulan oleh Dikpora; Jalur umum dan khusus; 2) Faktor penghambat, Dikpora sukar memahami Permendiknas tersebut, politisasi jabatan oleh Bupati. Faktor pendukung bertambahnya calon kepala sekolah berkualifikasi S2;3) Upaya mengatasi faktor penghambat, Dikpora menyesuaikan penerapan Permendiknas No.28/2010 dengan Permendiknas No.13/2007 dengan memberikan dispensasi kepada calon kepala sekolah terkait kelengkapan administrasi. Upaya pengangkatan kepala sekolah yang ditunjuk langsung Bupati yang berstatus Plt, ditugaskan pada sekolah SATAP.Kata kunci: Permendiknas No. 20, Mekanisme Perekrutan, Proses Pengangkatan, Tugas Guru Sebagai Kepala Sekolah
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Melalui Ekstrakurikuler Paduan Suara Di SMA Negeri 1 Nita Koten, Florentinus P.N.; Handayani, Trisakti; Rahardjanto, Abdulkadir
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11574

Abstract

Abstract: This study aims to describe the efforts to improve student discipline through choir extracurricular activities at SMA Nita 1. This research uses a descriptive qualitative approach. This research was carried out in SMA Nita 1. Primary data sources in this study are the principal, vice-principals in the field of students and students, counseling guidance teachers, teacher choir extra coaches, students, school committees. Secondary data sources were obtained from documents in the form of school profiles, school vision and mission documents, teacher data documents, choir extracurricular program activities documents. Data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using an interactive model that is data reduction, data presentation, and data verification. Data validity techniques through source triangulation. The results showed that efforts to improve student discipline through choir extracurricular activities in SMA Nita 1 were applied in habituation, role models, awareness, and supervision. Supporting factors to improve student discipline through choir extracurricular activities at SMA Nita 1 include school policies, cooperation between coaches, parents and also community leaders. the inhibiting factors are students, extra coaches, education personnel, facilities and infrastructure, parents, weather, distance from home school.Keywords: Discipline, Character Education, Extracurricular, Choir Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya meningkatkan kedisiplinan siswa melaui kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Nita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Nita. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang dan kesiswaan, guru bimbingan konseling, guru pembina ekstra paduan suara, siswa, komite sekolah. Sumber data sekunder diperoleh dari dokumen berupa profil sekolah, dokumen visi dan misi sekolah, dokumen data guru, dokumen program kegiatan ekstrakurikuler Paduan Suara. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Teknik keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kedisiplinan siswa melaui kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Nita diterapkan dalam kegiatan pembiasaan, teladan, penyadaran, pengawasan. Faktor pendukung dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa melalui ekstrakurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Nita meliputi kebijakan sekolah, kerja sama antara guru Pembina, orang tua dan juga tokoh masyarakat. faktor penghambatnya adalah siswa, Pembina ekstra, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, orang tua, cuaca, jarak dari rumah kesekolah.Kata kunci: Disiplin, Pendidikan Karakte, Ekstrakurikuler, Paduan suara
Analisis Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Agama Islam Di MA AT-Taqwa Maumere Kasim, Abdullah Muis; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v5i1.11588

Abstract

Abstract: This research aims to (a) describe the implementation of character education-based Islamic religious values in MA At-Taqwa Maumere. (b) describe the factor endowments and a barrier to the implementation of education policy analysis the character-based values of Islam in MA At-Taqwa Maumere. (c) describe the solution character education-based Islamic religious values MA At-Taqwa Maumere. This research uses qualitative descriptive approach. Data collection procedure using the method of interview, observation, and document. The results of the study are as follows: (1) how can the implementation of character education in MA Islamic be basis At-Taqwa, aims to improve the quality and results of education in madrasah can formation character of learners. (2) factor endowments and a barrier to the implementation of character education-based Islamic religious values, find solutions in overcoming obstacles faced by learners. (3) the solution constraints the implementation of character education through activities fostering religion.Keywords: Implementation, Character Education, Islamic Values Abstrak: Penelitian ini bertujun (a) Mendeskripsikan Pelaksanaan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam di MA At-Taqwa Maumere;(b) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan analisis kebijakan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam di MA At-Taqwa Maumere; (c) Mendeskripsikan solusi mengatasi pendidikan karakter berbasis nilai- nilai agama Islam MA At-Taqwa Maumere. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumen.Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Bagaiman pelaksanaan pendidikan karakter berbasisi agama Islam di MA At-Taqwa, bertujuan untuk meningkatkan mutu   dan hasil pendidikan di madrasah  dapat pembentukan karakter peserta didik; (2) Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter  berbasis nilai-nilai  agama Islam, mencari solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi oleh peserta didik; (3) Solusi mengatasi kendala pelaksanaan pendidikan karakter melalui kegiatan pembinaan keagamaan.Kata Kunci: Pelaksanaan, Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Agama Islam
Analisis Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah Di SMA Bhaktyasra Maumere Heret, Stephanus Petrus; Handayani, Trisakti
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i1.11571

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the implementation of school culture-based character education in SMA BhaktyasraMaumere. This research is a descriptive study that used a qualitative approach. The research subjects were the principal, vice-principal, teacher, and students. The selection of research subjects using purposive. Data collection techniques using interviews. Data analysis using the Miles and Huberman analysis model. Data obtained through interviews, observations and documentation studies. Data validity testing techniques through triangulation. The results of this study indicate that school culture is a model for implementing character education in schools. The activities of the implementation of character values through habituation, role models, education and learning, structured assistance, various writings, and guidebooks. Character values include 5 basic foundations, namely: Discipline, responsibility, cooperation, honesty, and manners, which are internalized in 18 national character values.Keywords: Analisis, Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di SMA BhaktyasraMaumere. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakasek, guru, dan siswa. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data yang menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Data dipeoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengujian keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah menjadi model dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah. Adapun kegiatan implementasi nilai karakter melalui pembiasaan, keteladanan, pendidikan dan pembelajaran, Pendampingan secara terstruktur, berbagai tulisan, dan buku panduan. Nilai-nilai karakter meliputi 5 nilai dasar yayasan yakni: Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, jujur, dan sopan santun, yang terinternalisai dalam 18 nilai karakter bangsa. Kata kunci: Analisis, Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdulkadir Rahardjanto, Abdulkadir Abdullah Muis Kasim Adawiyah, Rubiyatul Adelita Arifatur Putri Adi Sutanto Adika, Muhammad Adnan Pattipeilohy Aflahul Awwalina Mey R Agus Tinus Alan Wahyu Ardhi Ansyah Almani, Almani Annafas, Tazkia Apriliana Devi Anggraini Ariana Restian Arina Restian Asorfi, Bangkit Alfan Baswara, Daffa Budiono Budiono Budiono Cahyo Aulia Andi Putra Christian Eka Widiawati Chusnul Chotimah Devy Marini Endah Dewi Lestari Eny Pemilu Kusparlina Fahdian Rahmandani Febriani, Viviolita Nur Fiky Inmandari Fitria, Munaya Fitriah Fitriah Fitriah Fitriah Fitrianur Widya Ningrum Fitriyya, Munaaya Florentinus P.N. Koten Fujiyama, Heka Fitria Gumoyo Mumpuni Ningsih Hamzah, Mohamad Rifqi Hari Sunaryo Hari Susilowati Heka Fitria Fujiyama Heret, Stephanus Petrus Hidayansyah, Muhammad I Wayan Ardika Ibrahim, M Mansur Ilham Ilham Imbang Dwi Rahayu Inmandari, Fiky Ir. Muhtadawati, Ir. Muhtadawati,, Ir. Irfan Miftahul Fauzi Iswari, Dian Ardhifa Julfian, Julfian Koten, Florentinus P.N. Kurniawati, Novia Rista Lenny Puspita Dewi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra M Mansur Ibrahim M Syahri M. Mansur M. Mansur Mafruzah Mafruzah Mafruzah, Mafruzah Marini, Devy Marini, Devy Maulana, Muhammad Iqbal MELLYTA HANUNG PRATIWI Miftakhul Huda Mitra Permatasari MOH. MUDZAKKIR Moh. Wahyu Kurniawan Moh. Wahyu Kurniawan Muhammad Hidayansyah Muhammad Iqbal Maulana Ningrum, Fitrianur Widya Nurbani Yusuf Nurul Zuriah Pattipeilohy, Adnan Permatasari, Mitra Pramudito, Wysnu Pratiwi, Mita Adi Pristiwanto, Yanuar Pristiwanto, Yanuar Prof. Dr. I Gde M.A. Parimartha Prof. Dr. Ir. Hj. Keppi M.S. Sukesi Putri, Adelita Arifatur R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahardjanto, Abdulkadir Rahayu, Winanjar Ramadhani, Fatimah Nurul Ratnasari Diah Utami Rebianto, Slamet Rohmad Widodo Rose Fitria Lutfiana Rosmiati Rosmiati Rosmiati Rosmiati Rubiyatul Adawiyah Rumandhani, Aditiya Eka Rusfa, Indra Ramdhanatul Samsuri Samsuri Santosa Pradana Putra Setya Negara Selvina Khoirunnisa' Sofiana, Juni Sofyanhadi, Sofyanhadi Stephanus Petrus Heret Sukri Sukri sukri Sukri, sukri Sulistiani Sulistiani Susilowati, Hari Syahri, M Syamsurijal Syamsurijal Synaroch Fatimah, Synaroch Tinus, Agus Tri Susilowati Wahyu Widodo Winanjar Rahayu Wiwik Handayani YAN ADITYA PRADANA Yanuar Pristiwanto