Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Nilai-Nilai Antikorupsi Berbasis Pendekatan Aksiologis kepada Peserta Didik SMA Rahmandani, Fahdian; Handayani, Trisakti; Kurniawan, Moh. Wahyu; Samsuri, Samsuri
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i4.26012

Abstract

Abstract: This research aims to assess the distribution of character integrity through an axiological approach, and determine the character integrity of high school level students. This research uses an unbalanced combination research method (concurrent embed) with a qualitative approach as the primary method and a quantitative approach as the secondary method. The qualitative approach is conducted using a case study method focused on corruption, while the quantitative approach is used to measure students' integrity scores. This research was conducted at SMAN 1 Sleman, SMAN 2 Bantul, and SMAN 6 Yogyakarta. The subjects of this research include the Deputy Principal for Student Affairs, Deputy Principal for Curriculum, Civics Teachers, and students. The sample in this study was 375 students. Qualitative data collection techniques use observation, interviews and documentation. Quantitative data collection techniques use questionnaires. The research results show that: (1) Strengthening the integrity character of students through an axiological approach carried out curricularly and extracurricularly. Curricularly this is done through Civics subjects and extracurricularly it is done through extracurricular activities by getting students accustomed to practicing the values of integrity in every activity. (2) Students have a character of integrity that is classified as very good. Student integrity score/value ≥ .1SBx. From this research, the axiological approach in strengthening anti-corruption values has a significant contribution to achieving a high level of integrity among students, equipping them with a strong understanding of integrity to prevent corruption in the future. Moving forward, this anti-corruption education model can not only be applied in DIY but is also expected to be adaptable in other regions with local context adjustments.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai penguatan karakter integritas melalui pendekatan aksiologi, dan mengetahui karakter integritas peserta didik tingkat SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi tidak berimbang (concurrent embed) yaitu pendekatan kualitatif sebagai metode primer dan pendekatan kuantitatif sebagai metode sekunder. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode studi kasus yaitu korupsi, sementara pendekatan kuantitatif dilakukan untuk mengukur skor/nilai integritas siswa. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Sleman, SMAN 2 Bantul, dan SMAN 6 Yogyakarta. Subjek penelitian ini meliputi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Guru PPKn, dan siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 375 siswa. Teknik pengumpulan data kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penguatan karakter integritas peserta didik melalui pendekatan aksiologi dilakukan secara kurikuler dan ekstrakurikuler. Secara kurikuler dilakukan melalui mata pelajaran PPKn dan secara ekstrakurikuler dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dengan membiasakan peserta didik untuk mengamalkan nilai-nilai integritas pada setiap aktivitasnya. (2) Peserta didik memiliki karakter integritas yang tergolong sangat baik. Skor/nilai integritas siswa ≥ .1SBx. Dari penelitian ini, pendekatan aksiologis dalam penguatan nilai-nilai antikorupsi memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaian tingkat integritas yang tinggi di kalangan siswa di mana siswa dibekali pemahaman yang kuat tentang integritas untuk mencegah tindakan korupsi di masa depan. Ke depan, model pendidikan antikorupsi ini tidak hanya dapat diterapkan di DIY, tetapi diharapkan juga di daerah lain dengan penyesuaian konteks lokal masing-masing.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik dengan Problem based learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Rahmandani, Fahdian; Kurniawati, Novia Rista; Handayani, Trisakti; Hamzah, Mohamad Rifqi
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 5 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v5i1.453

Abstract

Kesulitan dalam keterampilan komunikasi interpersonal dapat menghambat perkembangan siswa secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa melalui model Problem based learning dalam konteks Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas, penelitian ini melibatkan 34 siswa kelas sepuluh SMAN 7 Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang dibagikan kepada seluruh peserta, dilengkapi dengan observasi langsung untuk menilai karakteristik siswa dan lingkungan belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan komunikasi interpersonal siswa, data menunjukkan rata-rata peningkatan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 81% mencapai tingkat yang sangat tinggi. Oleh karena itu, optimalisasi Pembelajaran Berbasis Masalah sangat penting sebagai strategi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa untuk pembangunan kehidupan berkelanjutan.
The Role of Education in Cultivating Patriotism Among Children at ICC Muar Baswara, Daffa; Rumandhani, Aditiya Eka; Julfian, Julfian; Adika, Muhammad; Handayani, Trisakti; Fitria, Munaya
International Conference on Education for All Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Peguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article delves into the role of education in instilling a love for the homeland in children. As a nation blessed with diverse cultures and natural biodiversity, Indonesia requires an education system capable of nurturing a generation that cherishes their homeland. Education plays a pivotal role in nurturing this sense of patriotism in children. Through education, children can learn about the history and culture of Indonesia, as well as comprehend the natural diversity within the country. By immersing themselves in these aspects, children can grasp the importance of preserving Indonesias environment and cultural heritage. Furthermore, education helps children understand nationalistic values such as unity and the spirit of mutual cooperation, fostering a deep love and pride for Indonesia. Education also empowers children to actively participate in activities aimed at advancing Indonesia, including environmental initiatives, social projects, and humanitarian efforts. Through such participation, children can directly experience the benefits of endeavors made to progress Indonesia. In conclusion, education plays a fundamental role in nurturing patriotism in children. Through education, children learn about Indonesias history, culture, and natural diversity, understand nationalistic values, and develop the ability to contribute to activities that advance Indonesia. Consequently, education has the power to shape a generation that loves and takes immense pride in Indonesia.
Implementasi Program Kerja Kampus Mengajar untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar Ramadhani, Fatimah Nurul; Huda, Miftakhul; Fitriyya, Munaaya; Handayani, Trisakti
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 5, No. 1, April 2025
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v5i1.213

Abstract

Program ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program kampus mengajar 8 dalam mendukung peningkatan literasi siswa di SD Negeri 1 Kragilan. Penelitian ini menggunkana pendekatan kualitatif dengan metode desktiptif. Program Kampus Mengajar 8 dilaksanakan dengan rentang waktu 9 september-27 Desember 2024 yang bertepatan di sekolah penugasan, SD Negeri 1 Kragilan Kabupaten Sukoharjo.  Objek pada penelitian ini adalah program kerja kampus mengajar 8 khususnya pada bidang literasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik, dan guru di SD Negeri 1 Kragilan. Data dalam penelitian ini berupa program kerja yang disusun oleh mahasiswa khususnya dalam bidang literasi untuk meningkatkan minat literasi peserta didik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara secara lagsung di sekolah penugasan. Validasi data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori triangulasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil yang didapatkan dari implementasi program kerja bidang literasi di SD N 1 Kragilan yaitu adanya peningkatan kemampuan literasi peserta didik.
Digital Literacy Improvisation in Improving Teacher’s Pedagogical Competence Rahmandani, Fahdian; Trisakti Handayani; Moh. Wahyu Kurniawan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 58 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v58i1.83835

Abstract

There are still many teachers who feel less confident and do not have adequate technology skills in managing learning. This condition has an impact on the low pedagogical ability of teachers in integrating technology optimally in the learning process. This study aims to analyze the contribution of the TPACK approach in improvising digital literacy to significantly improve teachers' pedagogical competence. The type of research used is quantitative with a concurrent triangulation design. The subjects of this study were 428 teachers participating in professional education from various regions in Indonesia. Data collection techniques were conducted through questionnaires, interviews, and documentation, with instruments in the form of questionnaire sheets. Data analysis used product moment correlation and multiple correlation tests. The results showed a significant relationship between the application of the TPACK approach and teachers' pedagogical competence. The conclusion of this study is that digital literacy through the TPACK approach can effectively improve teachers' pedagogical competence. The implication of this study shows the importance of strengthening TPACK training programs in professional education to support teachers' readiness to face the challenges of technology-based learning in the 21st century.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI DALAM MENINGKATKAN KEBEBASAN BERPENDAPAT SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP N 1 SEMPU BANYUWANGI Christian Eka Widiawati; Budiono; Trisakti Handayani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.28160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana implementasi nilai-nilai demokrasi dalam pembelajaran PKn di SMP N 1 Sempu. 2) Kebebasan berpendapat siswa dalam pembelajaran PKn di SMP N 1 Sempu. 3) Implementasi nilai-nilai demokrasi apakah dapat meningkatkan kebebasan berpendapat di SMP N 1 Sempu. 4) Faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kebebasan berpendapat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) PKn berperan penting dalam membentuk karakter dan sikap siswa, dan hal ini sudah diimplementasikan melalui diskusi kelompok dan kerja sama dalam menyelesaikan tugas. Implementasi terhadap kebebasan berpendapat dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan, dilakukan melalui pemilihan ketua kelas dan OSIS. 2) Di SMP N 1 Sempu, kebebasan berpendapat penting untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis, meskipun partisipasi siswa masih terbatas dan banyak yang apatis untuk menyampaikan pendapat mereka. 3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai demokrasi, seperti toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat, secara signifikan meningkatkan kebebasan berpendapat. 4) Faktor pendukung dan penghambat di SMP N 1 Sempu antara lain: a) Kegiatan Praktis siswa dilakukan b)Kurikulum yang relevan c) Dukungan dari kepala sekolah dan guru. Faktor penghambat anatara lain: a) Sikap apatis siswa b) Perbedaan karakter individu.
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam Peningkatan Keaktifan dan Motivasi Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 2 Batu Rahmandani, Fahdian; Hamzah, Mohamad Rifqi; Handayani, Trisakti; Fatimah, Synaroch
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.674

Abstract

Peningkatan keaktifan dan motivasi belajar berasal dari temuan permasalahan yang menunjukkan sebagian peserta ddik kurang konsentrasi pada saat proses pembelajaran di kelas, ada pula yang bermain game atau mengerjakan tugas di luar pelajaran Pancasila. Selain itu, kurangnya partisipasi dan cenderung pasif dalam mengajukan solusi terhadap permasalahan yang sedang didiskusikan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat keaktifan dan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menggunakan model PBL. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas XI-3 SMAN 2 Batu dengan subjek 36 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan angket. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi motivasi belajar dan keaktifan, lembar angket motivasi belajar dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data pada penelitian menggunakan angket, studi dokumentasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model PBL siklus 1 sebesar 83% dan siklus 2 mencapai 91%. Observasi keaktifan siklus 1 sebesar 72% ke siklus 2 sebesar 81%. Observasi motivasi belajar siklus 1 sebesar 71% ke siklus 2 sebesar 79%. Sedangkan temuan angket motivasi belajar siswa mengalami perubahan dari 71% pada siklus 1 menjadi 78% pada siklus 2 sehingga hal ini menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik dan motivasi belajar peserta didik lebih baik paradigma model pebelajaran PBL dipadukan dengan pembelajaran berbasis permainan.
THE ROLE OF INDONESIAN YOUNG DIASPORA IN CULTURAL DIPLOMACY FOR STRENGTHENING INTERNATIONAL RELATIONS Efendi, Adellia Syafira; Handayani, Trisakti; Wibowo, Arif Prasetyo
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i1.1304

Abstract

This study aims to analyze the role of Indonesian youth living abroad as cultural agents in the practice of cultural diplomacy, especially in maintaining the sustainability of Indonesian cultural values, facing the challenge of cultural identity in the destination country, and utilizing cultural diplomacy as a strategy to strengthen sustainable international networks and cooperation. This study uses a qualitative approach with a case study method on the Indonesian Student Association (PPI) organization located in Japan, South Korea, Germany, and Austria The results of the study show that Indonesian youth living abroad actively carry out cultural diplomacy through various cultural, academic, social, and community activities that are adapted to the socio-cultural context in the destination country. Activities such as cultural festivals, art exhibitions, traditional performances, academic forums, and the use of digital media have proven to play an important role in building cultural attraction and strengthening Indonesia's positive image at the international level. In addition, this study found that cultural diplomacy carried out by diaspora youth not only functions as a means of cultural representation, but also as a strategic mechanism in building international networks based on trust, exchange of ideas, and cross-cultural interaction. These findings confirm that Indonesian diaspora youth have a strategic position as non-state actors in supporting the strengthening of Indonesian cultural diplomacy in the era of globalization, as well as contributing to strengthening international relations through a sustainable soft power approach.
Reconstruction of the Ethics of Artificial Intelligence Development in Islamic Philosophy and Muhammadiyah Thought Ismiyanto, Mazwar; Anif, Sofyan; Prayitno, Harun Joko; Muhibbin, Ahmad; Kusumaningtyas, Dian Artha; Handayani, Trisakti
Jurnal Penelitian Sains Teknologi Vol. 2, No. 1, March 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/saintek.v2i1.16201

Abstract

This study aims to analyze the perspectives of al-Islam and Muhammadiyah on the development of Artificial Intelligence (AI) within the framework of ethics, epistemology, and the concept of blessing (barakah). The research employs a qualitative approach using a library research method, through the analysis of literature on Islamic philosophy, Muhammadiyah thought, and studies on technology ethics and AI. The data were analyzed using content analysis and hermeneutic techniques to identify normative principles relevant to responding to AI development. The findings indicate that Islam views technology as an instrument of the human mandate of khalifah (vicegerency), which must be directed toward public welfare (maslahah), justice, and balance between worldly life and the hereafter. The concept of Islamic ethics including tawhid, adl, moral character (akhlaq), and social responsibility serves as the normative foundation for evaluating and utilizing AI. Knowledge (ilm) is understood as a religious obligation that is not morally neutral; therefore, AI development must be oriented toward truth and benefit. Meanwhile, the concept of blessing (barakah) emphasizes sustainability and the spiritual dimension in the use of technology. From the Muhammadiyah perspective, the integration of religion and science, the strengthening of education, and community empowerment constitute the primary principles in AI development. AI is positioned as a means of civilizational renewal that must be guided by ethical values to prevent injustice or dehumanization. Thus, al-Islam and Muhammadiyah offer an integrative and normative philosophical framework for directing AI development in a responsible, just, and spiritually meaningful manner.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdulkadir Rahardjanto, Abdulkadir Abdullah Muis Kasim Adawiyah, Rubiyatul Adelita Arifatur Putri Adi Sutanto Adika, Muhammad Adnan Pattipeilohy Aflahul Awwalina Mey R Agus Tinus Ahmad Muhibbin Alan Wahyu Ardhi Ansyah Almani, Almani Annafas, Tazkia Apriliana Devi Anggraini Ariana Restian Arif Prasetyo Wibowo Arina Restian Asorfi, Bangkit Alfan Baswara, Daffa Budiono Budiono Budiono Cahyo Aulia Andi Putra Christian Eka Widiawati Chusnul Chotimah Devy Marini Dian Artha Kusumaningtyas Efendi, Adellia Syafira Endah Dewi Lestari Eny Pemilu Kusparlina Fahdian Rahmandani Febriani, Viviolita Nur Fiky Inmandari Fitria, Munaya Fitriah Fitriah Fitriah Fitriah Fitrianur Widya Ningrum Fitriyya, Munaaya Florentinus P.N. Koten Fujiyama, Heka Fitria Gumoyo Mumpuni Ningsih Hamzah, Mohamad Rifqi Hari Sunaryo Hari Susilowati Harun Joko Prayitno Heka Fitria Fujiyama Heret, Stephanus Petrus Hidayansyah, Muhammad I Wayan Ardika Ibrahim, M Mansur Ilham Ilham Imbang Dwi Rahayu Inmandari, Fiky Ir. Muhtadawati, Ir. Muhtadawati,, Ir. Irfan Miftahul Fauzi Ismiyanto, Mazwar Iswari, Dian Ardhifa Julfian, Julfian Koten, Florentinus P.N. Kurniawati, Novia Rista Lenny Puspita Dewi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra M Mansur Ibrahim M Syahri M. Mansur M. Mansur Mafruzah Mafruzah Mafruzah, Mafruzah Marini, Devy Marini, Devy Maulana, Muhammad Iqbal MELLYTA HANUNG PRATIWI Miftakhul Huda Mitra Permatasari MOH. MUDZAKKIR Moh. Wahyu Kurniawan Moh. Wahyu Kurniawan Muhammad Hidayansyah Muhammad Iqbal Maulana Ningrum, Fitrianur Widya Nurbani Yusuf Nurul Zuriah Pattipeilohy, Adnan Permatasari, Mitra Pramudito, Wysnu Pratiwi, Mita Adi Pristiwanto, Yanuar Pristiwanto, Yanuar Prof. Dr. I Gde M.A. Parimartha Prof. Dr. Ir. Hj. Keppi M.S. Sukesi Putri, Adelita Arifatur R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahardjanto, Abdulkadir Rahayu, Winanjar Ramadhani, Fatimah Nurul Ratnasari Diah Utami Rebianto, Slamet Rohmad Widodo Rose Fitria Lutfiana Rosmiati Rosmiati Rosmiati Rosmiati Rubiyatul Adawiyah Rumandhani, Aditiya Eka Rusfa, Indra Ramdhanatul Samsuri Samsuri Santosa Pradana Putra Setya Negara Selvina Khoirunnisa' Sofiana, Juni Sofyan Anif Sofyanhadi, Sofyanhadi Stephanus Petrus Heret Sukri Sukri sukri Sukri, sukri Sulistiani Sulistiani Susilowati, Hari Syahri, M Syamsurijal Syamsurijal Synaroch Fatimah, Synaroch Tinus, Agus Tri Susilowati Wahyu Widodo Winanjar Rahayu Wiwik Handayani YAN ADITYA PRADANA Yanuar Pristiwanto