Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis of Nutritional Status and Macronutrient Intake in Toddlers in Matraman District, East Jakarta Rita Fitriyanti; Ratih Agustina Prikhatina; Slamet Santoso Kurniawan; Ratna Mutu Manikam; Titi Indriyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3465

Abstract

In supporting the improvement of community nutrition, it is necessary to collect data as an effort to analyze problems so that it is easier to find the priority of the problem. From some of the problems obtained, an analysis of the causes of the problem can be carried out. Problem-solving is carried out by preparation and planning with the aim of improving community problems, especially in Matraman District, East Jakarta City, in 2025. The purpose of this study is to find out the characteristics, nutritional status, intake of macro and micro nutrients, and nutritional knowledge in the target group, namely toddlers. This study uses a cross-sectional design with a population of all toddlers aged 6-59 months residing in Matraman District in December 2025. The data was analyzed by Chi-Square test. The results showed that there was no significant relationship between macronutrient intake and BB/U, TB/U, BB/TB. These results show that although the nutritional status of toddlers is generally in the good category, there are still problems related to nutritional consumption patterns and low maternal knowledge that have the potential to affect the nutritional status of toddlers in the future. Therefore, it is necessary to increase nutrition education for mothers under five regarding a balanced diet and meeting nutritional needs according to the age of the child. The next study is recommended to examine other factors related to the nutritional status of toddlers in order to obtain a more comprehensive picture.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dan Kualitas Tidur Pasien Congestive Heart Failure Di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara Tk 1 Pusdokkes Polri Jakarta Seven Sitorus; Ilah Muhafilah; Suwarningsih; Titi Indriyati; Apriliani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3547

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas tidur pasien. Kecemasan selama menjalani perawatan diduga berhubungan dengan penurunan kualitas tidur sehingga dapat menghambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CHF di Ruang Cendana 2 RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Jakarta. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 49,1% responden mengalami kecemasan sedang–berat dan 54,5% memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p = 0,002; OR = 7,389; 95% CI: 2,214–24,657). Pasien dengan kecemasan sedang–berat memiliki peluang 7,4 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan pasien dengan kecemasan minimal–ringan. Disimpulkan bahwa tingkat kecemasan berhubungan signifikan dengan kualitas tidur pada pasien CHF. Pengkajian dan intervensi keperawatan terhadap kecemasan perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas tidur dan mendukung proses pemulihan pasien.
Determinan Status Gizi Remaja: Peran Pengetahuan Gizi, Konsumsi TTD, dan Pola Konsumsi Fast Food Rita Fitriyanti; Titi Indriyati; Ratna Mutu Manikam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3567

Abstract

Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi, periode pertumbuhan yang pesat pada masa remaja membutuhkan peningkatan zat gizi terutama pada remaja putri. Selain faktor biologis tersebut, status gizi remaja juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan gizi, kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengetahuan gizi, konsumsi TTD, dan pola konsumsi fast food terhadap status gizi remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  dengan populasi remaja usia 13-18 tahun dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Sebagian besar remaja tidak patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah (87,4%), memiliki status gizi baik (73,3%), serta memiliki pengetahuan gizi seimbang yang cukup (53,9%). Frekuensi konsumsi fast food terbagi antara kategori sering dan jarang (masing-masing 50%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi, kepatuhan konsumsi Tablet tambah darah, maupun frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (IMT/U). Meskipun tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik, edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah dan pola makan sehat tetap diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa Martha Katarina Silalahi; Ilah Muhafilah; Suwarningsih; Titi Indriyati; Widiawati; Annisa Nursita Angesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.3640

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis diduga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, namun penelitian yang mengkaji kedua faktor tersebut secara bersamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ), dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,1% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 59,0% patuh menjalani hemodialisis, dan 67,5% memiliki kualitas hidup yang tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup (p=0,000) serta antara kepatuhan menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup (p=0,000). Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani hemodialisis berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Peningkatan edukasi kesehatan dan pendampingan pasien selama menjalani terapi hemodialisis perlu terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien.