Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) TERINTEGRASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Perangin-angin, Franser Yosya; Haris, Denny
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.2802

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terintegrasi learning management system (LMS) Moodle Gnomio berbasis discovery learning yang validitas, praktis, dan efektifitas pada materi bangun ruang prisma dan limas. Bentuk penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D), dan menggunakan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahap pengembangan: analisis, desain, pengembangan, implementasi/penerapan, evaluasi. Lembar validasi ahli, angket jawban guru dan siswa, tes hasil belajar siswa dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran semuanya digunakan dalam penelitian ini. hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terintegrasi learning management system (LMS) Moodle Gnomio berbasis discovery learning dapat disimpulkan dalam; validitas materi sebesar 3,32 dengan kategori sangat valid, validitas media sebesar 3,36 dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media pembelajaran dibuktikan dengan hasil penilaian guru adalah 89,29% dengan kategori sangat praktis dan skor kepraktisan berdasarkan hasil penilaian siswa adalah 85,25% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media pembelajaran dikatakan efektif, dibuktikan dengan ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 83,37% dan respon positif terhadap media pembelajaran dengan capaian persentase sebesar 81,11% dengan kategori sangat efektif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS IX Adilla, Putri; Haris, Denny
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v8i2.388

Abstract

Matematika dianggap komponen krusial dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikannya sebagai suatu ilmu yang terstruktur dan terpadu. Keunggulan matematika terletak pada kemampuannya untuk memecahkan permasalahan, baik dalam konteks soal matematika maupun permasalahan lain yang terkait dengan kehidupan nyata. Salah satu kemampuan dari tujuan pelajaran matematika yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan penalaran matematis. Tujuan dari penelitian  ini untuk melihat pengaruh yang ditimbulkan oleh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas IX di SMP Negeri 29 Medan. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 56 siswa. Sampel penelitian ini kelas IX – 4 dengan 29 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IX – 5 dengan 27 siswa sebagai kelas kontrol dengan teknik Simple Random Sampling. Desain penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Design. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T – Test. Berdasarkan hasil penelitian  diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas IX SMP Negeri 29 Medan.
Optimizing Collaborative Mathematics Learning Based on Graph Algorithms: Literature Review Sigalingging, Dame Enjelina; Sinurat, Relly; Sinaga, Petra Aprina Benedicta; Tarigan, Marianche Ferbina Br; Pane, Sally Yunita Mutiara; Tinambunan, Indriyani Friska; Siagian, Nita Pratiwi; Astuti, Yunisyia Puji; Putri, Aulia Eka; Haris, Denny
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4690

Abstract

Mathematics learning often faces challenges in helping students understand abstract concepts, which can result in low student motivation and interest. This article discusses the application of graph algorithms, especially Dijkstra's algorithm, in the context of collaborative learning to improve the effectiveness of interactions between students. Through a systematic approach, this study collects and analyzes relevant literature, including journal articles, conference proceedings, and other sources that discuss graph theory and its applications in education. The results of the study indicate that the integration of graph algorithms in collaborative learning methods can improve student engagement and understanding. This study also highlights the importance of technology in supporting the learning process, and provides a comprehensive picture of the effectiveness of Dijkstra's algorithm in optimizing mathematics learning. These findings are expected to contribute to the development of more innovative and effective teaching strategies in mathematics education.
Penerapan Teori Graph untuk Meningkatkan Interaksi Siswa dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Diskusi di SMP Negeri 27 Medan Linca Tesa Sirait; Hanna Suryani Simanjuntak; Merry Christin Sinaga; Putri Hijriyanti; Okto Putra Mahesar Simamora; Annisa Putri; Yohana Dameria Sianturi; Denny Haris
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7448

Abstract

Discussion-based learning methods are approaches often used by teachers to encourage students to share views, skills, and knowledge. Lack of student engagement, uneven interaction, difficulty identifying interaction patterns and lack of data-based strategies to improve interaction are problems in discussion-based learning methods. Graph theory can be shown its role and usefulness in solving various problems by studying and analyzing models or formulas. The purpose of this study is to analyze the application of graph theory and discussion learning methods to improve interaction between students in the mathematics learning process in the classroom. This study was conducted at SMP Negeri 27 Medan and was conducted using qualitative methods. The results showed that the application of directed graph theory was able to improve interaction between students in learning discussions. Of the five groups formed, three groups showed good interaction dynamics through effective role sharing and active communication, while the other two groups were less successful due to lack of coordination and leadership. The directed graph pattern makes it easier to identify communication patterns, so it can be a guide for teachers in structuring groups that are more inclusive and effective. The implications of this research suggest that graph theory can help create collaborative learning environments and support overall student success.
Analisis Teori Graph Pada Jaringan Komunikasi Dengan Model Pembelajaran Kolaboratif di Kelas Matematika Menggunakan Microsoft NodeXL Taqiyyah Nabila Putri; Dhea Amanda Nasution; Novita Sari; Hanifah Soraya; Hanifa Putri Ramadhani; Nabilla Syalita Tania; Khairunnisa Wahidah; Ilfa Zaimi Sipahutar; Denny Haris
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan teori graf dalam memahami jaringan komunikasi siswa saat belajar matematika secara kolaboratif, dengan memanfaatkan Microsoft NodeXL sebagai alat analisis. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pola interaksi matematis di antara siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Metode kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 33 siswa yang dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan metode pengelompokan acak dan kedekatan hubungan pertemanan. Data diambil melalui pretest, posttest, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teori graf memberikan gambaran yang jelas tentang pola komunikasi siswa, termasuk interaksi antara siswa dan pembentukan kelompok kecil. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam diskusi kelompok. Penelitian ini memberikan sumbangan signifikan terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang memanfaatkan analisis jaringan komunikasi.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Alya, Muna; Haris, Denny
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): Pedaggogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk (1) menilai kualitas permainan edukatif sudah dibuat dengan memakai metode ilmiah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan memenuhi syarat validitas, kepraktisan, dan keefektifan, dan (2) memastikan apakah Keterampilan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan akibat pemakaian permainan edukatif yang dikembangkan dengan memakai metode ilmiah. Lembar validasi permainan edukatif, tes awal dan akhir kemampuan pemecahan masalah, serta lembar validasi instrumen tes ialah perangkat pembelajaran dipakai. Uji coba lapangan dilanjutkan sesudah dosen validator, ahli media, dan ahli materi menilai alat dan permainan pembelajaran tersebut sah. Dari hasil penelitian, (1) game edukasi berbasis saintifik yang dibuat memenuhi syarat validitas validator, dengan rata-rata persentase validasi game edukasi ahli materi sebesar 3,70 dan ahli media sebesar 3,44 dengan kategori valid; (2) permainan informatif dengan hasil angket respon siswa dan guru berada pada rentang 76% < x ≤ 100% menunjukkan pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria kepraktisan. (3) Permainan edukatif dengan pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria keefektifan, yang meliputi: (a) hasil belajar siswa memenuhi ketuntasan belajar klasikal sebesar 93,10%; (b) rata-rata ketuntasan belajar individu sebesar 90,83%, menunjukkan sudah mencapai indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran; (c) tanggapan siswa positif; dan (d) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari rata-rata skor pretest 48,52 menjadi 90,83 pada rata-rata skor posttest sesudah memakai permainan edukatif. Hasil analisis N-Gain menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan sebesar 0,85 dengan kategori tinggi.
PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP Munthe, Yusrika; Haris, Denny
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i1.472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan matematika realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMPN 27 Medan sekaligus untuk mengetahui ketuntasan kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajarkan dengan pendekatan matematika realistik dan pendekatan biasa. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experimental designs berjenis nonequivalent control group designs dan dilaksanakan pada 29 Januari s.d. 12 Februari 2024 di SMPN 27 Medan. Dalam penelitian ini terdapat dua sampel, yaitu kelas VIII-3 sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan pendekatan matematika realistik sedangkan kelompok kontrol diajarkan dengan pendekatan biasa. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal pretest dan posttest yang berbentuk uraian yang disesuaikan dengan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t, diperoleh nilai  sebesar  dan nilai  pada taraf signifikansi  dengan derajat kebebasan 62 sebesar . Selanjutnya nilai nilai  akan dibandingkan dengan . Karena , maka  diterima dan  ditolak sehingga disimpulkan bahwa pendekatan matematika realistik berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMPN 27 Medan. Selain itu, ketuntasan individual siswa yang diajarkan dengan pendekatan matematika realistik lebih baik daripada ketuntasan individual siswa yang diajarkan dengan pendekatan biasa.
Studi Literatur: Pembelajaran Teori Graph sebagai Alat untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Andriani , Anjelika; Damanik, Naila Ghinaya; Damanik , Theresia; Kembaren, Shaerleen Naviry Br; Hutagalung , Chindy Fransiska; Harahap, Dwita Meliani; Manik, Sola Gracia; Silitonga , Natalia Susi Susanti; Haris, Denny
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2381

Abstract

Pembelajaran teori graf memiliki potensi besar sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, keterampilan  berpikir kritis  sangat penting dalam menghadapi tantangan di era modern. Namun, data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran teori graf sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 10 artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori graf efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui representasi visual, analisis sistematis, dan pemecahan masalah. Aktivitas berbasis teori graf, seperti pewarnaan simpul dan graf Eulerian, mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan analisis, evaluasi, dan kreativitas. Selain itu, pembelajaran berbasis penelitian dan penggunaan media interaktif terbukti signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Relevansi teori graf dengan aplikasi dunia nyata, seperti jaringan listrik dan analisis jejaring sosial, memberikan nilai tambah dalam pembelajaran. Penerapan teori graf dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan pemahaman matematika siswa, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang esensial untuk kehidupan. Integrasi teori graf ke dalam kurikulum matematika diskrit menjadi langkah strategis dalam mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran teori graf memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Alya, Muna; Haris, Denny
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2025): Pedaggogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i1.5737

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk (1) menilai kualitas permainan edukatif sudah dibuat dengan memakai metode ilmiah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan memenuhi syarat validitas, kepraktisan, dan keefektifan, dan (2) memastikan apakah Keterampilan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan akibat pemakaian permainan edukatif yang dikembangkan dengan memakai metode ilmiah. Lembar validasi permainan edukatif, tes awal dan akhir kemampuan pemecahan masalah, serta lembar validasi instrumen tes ialah perangkat pembelajaran dipakai. Uji coba lapangan dilanjutkan sesudah dosen validator, ahli media, dan ahli materi menilai alat dan permainan pembelajaran tersebut sah. Dari hasil penelitian, (1) game edukasi berbasis saintifik yang dibuat memenuhi syarat validitas validator, dengan rata-rata persentase validasi game edukasi ahli materi sebesar 3,70 dan ahli media sebesar 3,44 dengan kategori valid; (2) permainan informatif dengan hasil angket respon siswa dan guru berada pada rentang 76% < x ≤ 100% menunjukkan pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria kepraktisan. (3) Permainan edukatif dengan pendekatan saintifik yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria keefektifan, yang meliputi: (a) hasil belajar siswa memenuhi ketuntasan belajar klasikal sebesar 93,10%; (b) rata-rata ketuntasan belajar individu sebesar 90,83%, menunjukkan sudah mencapai indikator/ketuntasan tujuan pembelajaran; (c) tanggapan siswa positif; dan (d) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari rata-rata skor pretest 48,52 menjadi 90,83 pada rata-rata skor posttest sesudah memakai permainan edukatif. Hasil analisis N-Gain menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan sebesar 0,85 dengan kategori tinggi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS X SMAS GKPI PADANG BULAN Saputri Silitonga; Denny Haris
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.28849

Abstract

This study aims to determine whether the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model affects high school students’ mathematical problem-solving abilities. The research is classified as a quasi-experimental study. The population consisted of all Grade X students at SMAS GKPI Padang Bulan, with class X-3 as the experimental group and class X-2 as the control group. The experimental class was taught using the MMP model, while the control class received conventional instruction. The test instrument consisted of three valid essay questions for both the pretest and posttest. Based on the pretest results, the experimental class had an average score of 49.10, while the control class scored 50.51. After the treatment, the experimental class obtained an average posttest score of 84.23, compared to 64.62 in the control class. Statistical analysis revealed that the data were normally distributed and linear, enabling hypothesis testing. Simple linear regression produced the equation Ŷ = 31.713 + 0.770X. Based on the hypothesis test, = , at a significance level of α = 0.05 and = 2,064. Since and the significance value was 0.000 < 0.05, was rejected and was accepted. This indicates that the MMP learning model has a significant effect on students' mathematical problem-solving abilities. The R-square value was 0.412, meaning that 41.2% of the improvement was influenced by the MMP model, while the remaining 58.8% was influenced by other factors not included in the study.