Claim Missing Document
Check
Articles

The Utilitation of Fish Scale Waste as A Chitosan Nur, Rinto Muhammad; Asy’ari, Asy’ari
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.269-273

Abstract

Fish scales are fishery waste that can still be utilized because many contain chemical compounds such as organic proteins (41–84%), and the rest are mineral residues and inorganic salts. Fish scales are reported to contain proximate, calcium, and chitin. Chitin can be extracted into chitin by the deasetillation process. Chitosan is a biomaterial that can be used as a food preservative, a pharmaceutical ingredient. This research aims to extract chitin from fish scales and find out the comparison of chitin rendemen in different types of fish. The study was conducted from July to September 2020. Samples of fish scales Upeneus mullocensisi, Lethrinus sp., Caesio chrysozona, and Scarus rivulatus were obtained from the Traditional Market and Morotai Culinary Center. The process of making chitosan is carried out in the FPIK Laboratory of Universitas Pasifik Morotai. The extraction of chitosan from fish scales through three stages is deproteination, demineralization, and deasetilation. The results showed the protein and mineral content of fish scales vary, namely Upeneus mullocensisi (67.83% and 29.84%), Lethrinus sp. (36.80% and 15.99%), Caesio chrysozona (51.84% and 22.99%), and Scarus rivulatus (82.96% and 14.31%). The highest chitosan rendemen in Lethrinus sp. (13.22%), followed by Caesio chrysozona (7.74%), Upeneus mullocensisi (0.80%), and Scarus rivulatus (0.05%). Some chitosan characteristics, such as color, shape, and smell, meet commercial chitosan standards.
PEMANFAATAN Enhallus acoroides SEBAGAI ANTIFOULING Safira Hari Yanti Mahamude; Faujia Ulfaa Padoma; Rifanli Sumahi; Rinto M. Nur
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.147

Abstract

Seagrass potential has been explored recently, including the bioactives contained therein. It is known that seagrass has antibacterial, antioxidant, and antifouling activities. The ability of seagrass as antifouling needs to be further developed. The activity of fouling organisms is a problem, especially in the fisheries and shipping sectors. This study aimed to analyze the anti-macrofouling power and identify bioactive compound groups of seagrass Enhalus acoroides methanol extract from Morotai Island Waters. Seagrass samples were obtained from Tanjung Saleh Village, North Morotai District, Morotai Island. Seagrass extraction was carried out using a maceration method and a methanol solvent. The antifouling activity test was conducted using a wood block. Identification of bioactive compounds was carried out qualitatively using a chemical detector. The extraction results showed that the highest yields were leaves, as much as 9.81%, and rhizomes, as much as 6.28%. The identification of bioactive compounds showed that the methanol extract of E. acoroides leaves (EMDEa) contained alkaloid, saponin, and phenol compounds. In contrast, the methanol extract of E. acoroides rhizomes (EMREa) contained saponin and quinone compounds. The results of the anti macrofouling activity test showed that EMDEa has antifouling activity with the discovery of a small quantity of attachment of fouling organisms (46.00%) on wooden blocks, painting treatment with wood paint showed the percentage of fouling organism coverage of 98.33%, painting with varnish of 97.67%, and without painting showed the percentage of fouling organism coverage of 100%.
Penguatan Kapasitas Berwirausaha Bagi Ibu-Ibu PKK Desa Sangowo, Pulau Morotai Nur, Rinto M
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 2 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i2.9208

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu dan kelompok dalam mengelola sumber daya yang ada, termasuk dalam bidang ekonomi. Salah satu aspek penting dari pemberdayaan masyarakat adalah berwirausaha. Wirausaha tidak hanya memberikan peluang kerja bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Sangowo dalam membaca peluang bisnis/pasar dengan memanfaatkan sumberdaya lokal melalui sosialisasi dan pendampingan manajemen usaha. Kegiatan ini dilakukan di Desa Sangowo pada bulan September 2024. Mitra sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu PKK Desa Sangowo. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pendampingan manajemen usaha, dan evaluasi. Tim pelaksana memberikan pemaparan materi tentang manajemen pengelolaan usaha dan pemasaran serta kiat-kiat sukses dalam berwirausaha. Mitra juga diberikan alur pengurusan ijin usaha. Selain itu, mitra juga diberikan gambaran tentang peluang pasar yang ada di Desa Sangowo serta pemasaran melalui media sosial (online). Kegiatan pendampingan ini akan terus berlanjut pada tahap pendampingan mitra hingga pengurusan ijin usaha dan pendaftaran label halal bagi produk yang diajukan oleh mitra nantinya.
Pengelolaan Limbah Perikanan dan Partisipasi Pedagang Ikan Terhadap Sanitasi Pada Pusat Penjualan Ikan Pasar Rakyat Kabupaten Pulau Morotai Asy’ari, Asy’ari; Nur, Rinto M; Bayu, Rani; Wahab, Iswandi; Muhammad, Sandra Hi
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 2 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, November 2024
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah merupakan sesuatu yang sudah tidak dipakai lagi dan dibuang di tempat sampah. tujuan penelitian ini antara lain: Menganalisis tingkat partisipasi pedagang ikan dalam pengelolaan limbah hasil perikanan pada Pusat Penjualan Ikan Pasar Rakyat Kabupaten Pulau Morotai dan Mengidentifikasi fasilitas pendukung untuk menjaga sanitasi pada Pusat Penjualan Ikan Pasar Rakyat Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini akan dilakukan di Pusat Penjualan Ikan Pasar Rakyat Kabupaten Pulau Morotai dan dilakukan pada bulan Maret 2023, Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah pada Pusat Penjualan Ikan Pasar Rakyat Kabupatan Pulau Morotai dalam kategori rendah yaitu partisipasi membuang sampah pada tempatnya, karena setiap pedagang tidak menyediakan Tempat Sampah dimasing-masing tempat usaha dan hanya menunggu petugas kebersihan pasar datang membersihkan dan membiarkan sampah berceeran di sekitar tempat penjualan serta genangan air yang dibiarkan begitu saja. Sanitasi di Pusat Penjualan ikan Pasar Rakyat Morotai di nilai masih jauh dari kebersihan yang diharapkan. Air yang tidak mengalir dengan baik dan toilet dengan kondisi yang rusak dan kotor serta drainase yang tidak berjalan dengan baik sehingga terdapat genangan air yang kotor dan bau. Tidak adanya tempat sampah yang sesuai dengan kriteria dan pembuangan limbah ke laut. fasilitas yang ada banyak yang rusak dan tidak terpakai.
Utilization of Fishery Waste from The Morotai People's Market as Natural Flavoring Andrha S. Pahana; Sandra Hi. Muhammad; Meysi Riska Seng; Alkadri M. Kasim; Moch Nurcholis Hj Djafar; Rinto Muhammad Nur
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 13, No 2 (2024): TECHNO JURNAL PENELITIAN
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v13i2.9715

Abstract

Capture fisheries production in Morotai continues to increase from 2019-2021, with an average annual production of 17,102.3 tons. The increase in capture fisheries production is in line with the amount of fish waste produced. In Morotai, fish waste is produced from fisheries processing industries and fish sales places such as markets. This waste has not been utilized and is thrown into the environment. Even though these wastes still contain nutrients, especially protein, they can be used to make flavorings. The main flavoring ingredient is glutamate. This research aims to utilize fish waste from the market as raw material for making flavorings. This research used an experimental method by making four variations of flavorings. Before being processed into flavoring, fish waste will be treated by soaking it in a whiting solution, baking soda solution, or pineapple juice without soaking it. The powdered flavoring obtained was then analyzed for its hedonic organoleptic value using 30 panelists. Proximate tests were also conducted to determine the water, protein, fat, and ash content. The research results showed that, on average, the panelists liked the powdered flavoring from fish waste that had been soaked with lime, pineapple, and baking soda without soaking. The results of the proximate analysis showed that the flavoring water content ranged from 11.30—19.59%, the protein content ranged from 19.74—30.97%, the fat content ranged from 0.59—30.97, and the ash content ranged from 18.11—23.62%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH PRODUKSI TUNA LOIN MENJADI PRODUK EKONOMIS Nur, Rinto M; Sibua, Nurhikma; Pahana, Andrha S; Mahamude, Safira Hari Yanti; Muhammad, Meyisyin Hi; Pina, Wihan; Alting, Nadia Muhammad; Seng, Meysi Riska; Kasim, Alkadri M; Seng, Uldin Sahdan
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.5.2.72-86

Abstract

This community service activity involves PKK mothers from Sangowo Village as partners. They face the problem of a lack of knowledge regarding the processing of by-products of fisheries into goods that have economic value. Therefore, the purpose of this activity is to provide socialization, training, and assistance to improve the understanding and skills of the community in processing fishery products. This activity was carried out in Sangowo Village between July and September 2024. This PKM activity includes several stages, such as surveys and preparation, socialization of the PKM program, and training in using tools and processing of tuna loin waste. The products taught to partners include nuggets, meatballs, and sticks. The results of implementing the PKM activity show how beneficial it is for the Sangowo Village community. Partners received the material presented by the PKM team well and participated in the training with enthusiasm and seriousness. The active involvement of partners in the product manufacturing process and the provision of recipe books also contributed to the success of this training. Thus, this activity succeeded in increasing the knowledge and skills of the local community in processing fishery products, demonstrating the effectiveness of the training
Organoleptic Test of Ginger Flavor Seaweed (Eucheuma cottonii) Jelly Candy Nur, Rinto Muhammad; Nurafni, Nurafni; Baide, Tri Nursani
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 14, No 1 (2025): TECHNO JURNAL PENELITIAN
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v14i1.6208

Abstract

Eucheuma cottonii is a seaweed cultivated in Galo-Galo Village, South Morotai District, Morotai Island Regency. The seaweed, Eucheuma cottonii, has not yet been processed into semi-finished or finished products. One of its components, carrageenan, can form a gel, which can then be used to create various products such as agar, dodol, and jelly candy. This study aimed to convert Eucheuma cottonii seaweed into jelly candy and to analyze consumer acceptance of the resulting product. A qualitative research method was employed for this study, with samples of Eucheuma cottonii collected from Galo-Galo Village. Ginger and citric acid were added as natural flavorings to enhance the candy's flavor and mask the seaweed's fishy taste. Before conducting the organoleptic test on the jelly candy, a preliminary study was conducted to determine the optimal formula. The organoleptic test used 60 untrained panelists. The results showed that the right formula for making jelly candy was to use 300 g of Eucheuma cottonii, 500 g of sugar, 300 g of gelatin, and 0.75 g of citric acid. The results of the organoleptic assessment by 60 panelists showed that Eucheuma cottonii jelly candy has a rather bright color, chewy texture, and pleasing to delicious taste. Thus, this study's results can positively contribute to the local economy and introduce new healthy and nutritious products to the community.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Memanfaatkan Potensi Lokal Wahab, Iswandi; Nur, Rinto M; Hi. Muhammad, Sandra; Alwi, Djainudin; Kodobo, M. Jihar; Alican, Ismawati; Koroy, Kismanto; Nurafni, Nurafni; Asy’ari, Asy’ari; Pina, Fijai
Journal Of Khairun Community Services Vol 5, No 1 (2025): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v5i1.10588

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Leo-Leo Rao, Kabupaten Pulau Morotai, oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai. Masalah yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemanfaatan potensi lokal, khususnya dalam sektor perikanan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah produk perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti kerupuk kamplang dan tuna krispi. Manfaat kegiatan ini termasuk peningkatan pendapatan masyarakat dan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan, yang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 37 peserta dari masyarakat setempat dan 12 orang tim pelaksana yang terdiri dari dekan, dosen, dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk perikanan, serta potensi desa yang dapat dimanfaatkan lebih optimal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pemberdayaan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
SOSIALISASI BIOTA DILINDUNGI DAN PENDAMPINGAN KOMUNITAS REMAJA PECINTA PENYU DI DESA TILEY PANTAI Koroy, Kismanto; Nurafni, Nurafni; Wahab, Iswandi; M. Nur, Rinto; Sofiati, Titien; Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Muhammad, Sandra Hi; Pina, Fijai
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.1028

Abstract

Due to the limited information received by the community, the service team carries out community service activities by conducting outreach on protected animals and mentoring teenagers who love turtles it is hoped that they will provide understanding to the community so that things that can threaten the sustainability of turtles can be avoided. The objectives of this activity are: 1). to increase public awareness about protected marine biota through outreach provided by the Faculty of Fisheries and Marine Sciences service team, Pacific University, Morotai. Socialize the importance of efforts to protect turtles as protected animals. 2). Increase institutional capacity, knowledge, and skills of youth groups who love turtles or what is abbreviated as Reptiles. Service activities will be carried out in June 2023 in Tiley Pantai village, including the preparation, implementation, and closing stages. Based on the results of the service activities, the socialization of providing material about protected biota can increase the knowledge of the community, both adults, teenagers, and children, about sea turtles. Apart from that, assistance in making proposals can be understood and increase knowledge and skills for teenagers who love turtles in Tiley Pantai Village regarding how to make proposals, which they still poorly understand.ABSTRAKTerbatasnya informasi yang diterima masyarakat maka tim pengabdi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan sosialisasi hewan dilindungi dan pendampingan remaja pecinta penyu sehingga diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga hal-hal yang dapat mengancam kelestarian penyu dapat dihindari. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1). untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang biota laut yang dilindungi melalui penyuluhan yang dibuat oleh tim pengabdi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pasifik Morotai. Mensosialisasikan pentingnya upaya perlindungan penyu sebagai hewan yang dilindungi. 2). Meningkatkan kapasitas kelembagaan, pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja pecinta penyu atau yang disingkat Reptil. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Juni 2023 di desa Tiley Pantai, meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan penutupan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian dapat disimpulkan bahwa sosialisasi pemberian materi tentang biota dilindungi mampu meningkatkan wawasan kepada masyarakat baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak tentang penyu. Selain itu pendampingan pembuatan proposal dapat dipahami dan menambah pengetahuan serta ketrampilan bagi remaja pecinta penyu di Desa Tiley Pantai terkait bagaimana cara pembuatan proposal yang selama ini masih kurang dipahami oleh mereka.
Hilirisasi Iptek Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Berbasis Potensi Lokal Kepulauan (Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Dama Kabupaten Halmahera Utara) Asy’ari, Asy’ari; Alwi, Djainudin; Wahab, Iswandi; Nur, Rinto M.; Nurafni, Nurafni; Sofiati, Titien; Muhammad, Sandra Hi.; Koroy, Kismanto; Tjiroso, Bambang; Mahamude, Safira Hari Yanti; Tania M.Nur, Tania M.Nur
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 1 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i1.8300

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan ini untuk mengaplikasi ilmu dan menanamkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan pesisir. Penanaman ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa untuk menggerakkan upaya konservasi pada ekosistem pesisir. Kondisi mangrove di Indonesia kini kian mengalami degradasi karena besarnya ancaman yang ada terhadap ekosistem tersebut, sehingga perlu adanya suatu langkah nyata dalam menyikapi persoalan ini termaskud wilayah pulau-pulau kecil. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil, pengolahan produk serta upaya menggiatkan jiwa sosial dan konservasi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai (FPIK-UNIPAS). Pelaksanaan kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat pada hari Rabu sampai Minggu pada tanggal 22-26 November 2023 bertempat di Desa Dama Pulau Doi, kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat di Desa Dama kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera merupakan bentuk kepedulian FPIK dalam melestarikan dan menjaga lingkungan laut di sekitar Halmahera Utara. Selain itu menanamkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sekitar lingkungan desa dan laut. Kepedulian tentang laut juga di ajarkan kepada generasi muda dalam bentuk sosialisasi pendidikan kemaritiman kepada siswa-siswa di SMA N 8 Halmahera Utara. Selain itu dalam pengembangan hasil perikanan melalui pelatihan produk perikanan kepada ibu rumah tangga dan pelaku usaha. 
Co-Authors Abdul Rahim Jafar Ahdad Hasan Akmal Hi Dahlan Albu Seba Alfriyani Yunita Malondo Alican, Ismawati Alkadri M. Kasim Alting, Nadia Muhammad Andrha S. Pahana Any Kurniawati Ardin Umar Ariestha W. Bustan Arisetiawan Arisetiawan Asy'ari Asy'ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari, Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari Asy’ari, Asy’ari Bahtila Hakiang Baide, Tri Nursani Balgis Bachmid Bambang Tjiroso Bambang Tjiroso, Bambang Bayu, Rani Djainudin Alwi Djainudin Alwi Djainudin Alwi, Djainudin Faujia Ulfaa Padoma Hartati Kapita Hi. Muhammad, Sandra Hj Djafar, Moch Nurcholis Holyness Nurdin Singadimedja Idham Suaibun Iswandi Wahab Iswandi Wahab Iswandi Wahab Jufri Anto Aris Juwita Kore Juwita Kore Kaliu, Sutriani Kasim, Alkadri M Kasim, Alkadri M. Kismanto Koroy Kismanto Koroy Kodobo, M. Jihar Kore, Juwita Mahamude, Safira Hari Yanti Malka Rorano Mandea, Asrul Masykur, Masykur Megawati Basri Meysi Riska Seng Moch Nurcholis Hj Djafar Muhammad, Meyisyin Hi Muhammad, Sandra Hi Muhammad, Sandra Hi. Nender Puni Nurafni Nurafni NurAfni NurAfni Nurafni Nurafni Nurmi Eso Pahana, Andrha S Pahana, Andrha S. Pina, Fijai Pina, Wihan Rahmawati, Rahmawati Rakibah, Aja Resmila Dewi Rifanli Sumahi Risky Richlos Sarapung Rorano, Malka Safira Hari Yanti Mahamude Saibi, Ningsi Sandra Hi Muhammad Sandra Hi Muhammad Sandra Hi. Muhammad Sartika Do. Kader Seng, Meysi Riska Seng, Uldin Sahdan Septiana Sulistiawati Sibua, Nurhikma Tania M.Nur, Tania M.Nur Titien Sofiati Titien Sofiati Titien Sofiati Titien Sofiati Wahab, Iswandi Yuliana, Cut Yungleit Masa