Claim Missing Document
Check
Articles

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Sebagai Instrumen Peningkatan Budaya Keilmiahan dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Surabaya Doty Dewi Risanti; Mahardika F. Rois; Nur Fadhilah; Tegar Ganang Satrio Priambodo; Bandung Arry Sanjoyo; Putu Gde Ariastita; Hakun Wirawasista Aparamarta; Imam Abadi
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.655

Abstract

Periode pandemi Covid-19 berdampak kepada \textit{softskill} mahasiswa secara umum terlebih pada aspek komunikasi, kerjasama, kepemimpinan dan daya tahan. Terdapat beberapa metode Pendidikan misalnya video edukasi, pertukaran pelajar, dan kompetisi mahasiswa secara daring yang ternyata tidak mampu menggantikan budaya ilmiah dan kemahasiswaan yang menekankan interaksi. Oleh karenanya Kemdikbudristek memberikan salah satu instrumen berupa PKM yang terbagi menjadi 8 bidang pendanaan dan 2 insentif yang disusun oleh kelompok selama 5-7 bulan. Terdapat 10 perguruan tinggi mitra ITS yang memiliki 26 tim PKM terdanai yang diberikan pembinaan selama 3 kali secara daring dan 1 kali secara luring. Pembimbingan dilakukan oleh 6 dosen reviewer ITS, 3 Alumni PIMNAS, dan 4 fasilitator yang terbiasa membina PKM di ITS. Setelah melalui bimbingan, tim Perguruan tinggi mitra yang lolos PIMNAS 35 adalah sejumlah 2 tim. Evaluasi terhadap PKM Perguruan tinggi mitra adalah tentang kurangnya sisi kreativitas pada saat penulisan proposal, serta kurangnya motivasi mahasiswa yang menyebabkan rendahnya konsistensi kehadiran mahasiswa dalam menjalani bimbingan dan pelaksanaan saran pada tiap bimbingan. Sehingga, perlu dilakukan pembinaan terhadap penulisan dan pembangunan iklim yang konstruktif terhadap budaya ilmiah tersebut sejak di fase penulisan proposal.
In the face of gentrification : a case study of social capital in supporting community efforts to form a collective action Azka Nur Medha; Putu Gde Ariastita
IPTEK The Journal of Engineering Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/joe.v3i3.3208

Abstract

Gentrification is believed to be an urban phenomenon that has a negative impact on neighborhood society. Therefore, the neighborhood community becomes an important study object in order to understand the process of gentrification itself. This study observes the community in Medokan Semampir community group, Surabaya, that raised a case study in which they made collective action to face gentrification. Collective action can be viewed as a solution in order to facilitate the common interests of a gentrified community. The aim of this paper is to explain the collective action process in the context of social capital, and how communities can keep the capital as collective assets to prevent gentrification processes anguish its members.