Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KARAKTERISTIK WILAYAH TERHADAP PEMERATAAN ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH MENENGAH ANTAR WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN MAGETAN Ageng Sri Pertiwi; Sri Amiranti S; Putu Gde Ariastita
Jurnal Penataan Ruang Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Penataan Ruang 2009
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v4i1.2356

Abstract

Pengembangan pendidikan antarwilayah kecamatan di Kabupaten Magetan khususnya tingkat Sekolah Menengah masih belum merata. Hal ini didasarkan pada salah satu indikator pemerataan pendidikan yang menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah pada 12 kecamatan dari 16 kecamatan di bawah rata-rata kabupaten (56.06), sementara tertinggi adalah 240.03 terdapat di kecamatan Magetan dan APs terendah terdapat di kecamatan Karangrejo yaitu 5.14. Hal ini diiringi juga dengan perbedaaan karakteristik wilayah kecamatan, diantaranya adalah ketersediaan fasilitas pendidikan, tingkat aksesibilitas, sebaran jumlah unit industri dan angka kemiskinan di tiap wilayah kecamatan yang menunjukkan perbedaan yang signifikanHasil berdasarkan analisis Regresi Linier Berganda menunjukkan penelitian  bahwa faktor -faktor yang mempengaruhi pemerataan Menengah berdasarkan urutan besarnya adalah ketersediaan fasilitas pendidikan, angka kemiskinan, aksesibilitas dan jumlah unit industri perkecamatan. Analisis Klaster berdasarkan karakteristik wilayah tersebut menghasilkan tiga klaster yaitu klaster l' wilayah dengan dan semua faktor mendukung klaster wilayah dengan APS sedang dan angka kemiskinan tinggi klaster ll: wilayah dengan APS rendah dan ketersediaan fasilitas.
Segmentasi Kondisi Psikografis Masyarakat Berdasarkan Konsep VALS (Value and Lifestyle) di Kelurahan Kedung Cowek Putu Gde Ariastita; Gita Toruli Sidauruk
Jurnal Penataan Ruang Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Penataan Ruang 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v14i1.7149

Abstract

Kelurahan Kedung Cowek merupakan salah satu prioritas pertama penanganan kumuh di Kota Surabaya. Namun, program penanganan kekumuhan yang selama ini sudah dilakukan seringkali mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh partisipasi masyarakat setempat untuk terlibat dalam program perbaikan permukiman masih tergolong rendah. Dalam upaya penanganan kumuh tersebut, pemerintah harus memberikan program yang sesuai dengan kondisi masyarakat terkait kecenderungannya untuk terlibat dalam suatu program. Pada hakikatnya, kondisi psikografis dapat menggambarkan sikap dan tanggapan seseorang terhadap suatu program pembangunan secara mendalam dibandingkan dengan kondisi demografisnya. Oleh karena itu, dengan berlokasi di RW 2 dan 3 Kelurahan Kedung Cowek, penelitian ini bertujuan untuk mensegmentasikan kondisi psikografis masyarakat ke dalam 8 variabel psikografis menurut konsep VALS (Value and Lifestyle), yaitu segmen innovators, thinkers, believers, achievers, strivers, experiencers, makers dan survivors. Proses ini dilakukan dengan metode scoring menggunakan skala likert secara kuantitatif. Output dari penelitian ini adalah teridentifikasinya kondisi psikografis masyarakat di Kelurahan Kedung Cowek yang beragam. Kondisi psikografis terbanyak adalah believers, sementara yang paling sedikit adalah makers.
PENGEMBANGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERDASARKAN SEKTOR INDUSTRI WILAYAH GRESIK Amat Kasnar; Eko Budi Santoso; Putu Gde Ariastita
Jurnal Penataan Ruang Vol 4, No 1 (2009): Jurnal Penataan Ruang 2009
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v4i1.2357

Abstract

Pertumbuhan sektor industri di Wilayah Gresik Selatan cukup pesat, pada tahun 2006 jumlah industri naik sebesar 31,7 sehingga banyak dibutuhkan Sumber Daya Manusia khususnya SDM dengan tingkat pendidikan SMK. Rasio SMA: SMK di Gresik Selatan sebesar 83 17%, dimana angka tersebut masih sangat jauh dari target yang telah ditetapkan oleh Depdiknas (rasio SMA:SMK 40:60). Hal itu menunjukkan bahwa di Wilayah Gresik Selatan kekurangan SMK sehingga perlu adanya penambahan SMK yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri di Wilayah Gresik.Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kebutuhan s\SMK skala likert, AHP, analisis Super Impose, Analisis Scoring, dan analisis deskriptif kualitatif Dari beberapa hasil analisis menunjukkan bahwa di Gresik Selatan kekurangan 4 SMK Kelompok Teknologi Industri. Adapun lokasi empat SMK tersebut adalah 2 SMK di Kecamatan Driyorejo (Desa Banjaran dan Desa Petikan) dengan Program Keahlian Kimia Industri, Teknik Mesin Produksi, Teknik Pengelasan, Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri dan Teknik Elektro Industri, 1 SMK di Kecamatan Wringinanom (Desa Sumberrame) dengan Program Keahlian Teknik Pemeliharaan Mekanik Industri, Teknik Pengelasan, Teknik Mesin Produksi, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik, Kimia Industri dan Teknik Elektro Industri, 1 SMK di Kecamatan Menganti (Desa Domas) dengan Program Keahlian Teknik Elektro Industri, Kriya Kayu, Teknik Mesin Produksi, Kimia Analis, Teknik Pemakaian Mekanik Industri, dan Teknik Otomasi.
Penentuan Lokasi Tempat Pemakaman Umum di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur Albertus Aryobimo Bagas Amandaru; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.94030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi pemakaman umum di Kecamatan Cakung, Provinsi DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat dua sasaran penelitian. Sasaran yang pertama adalah menentukan kriteria penentuan lokasi tempat pemakaman umum baru di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dianalisis dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Sasaran berikutnya adalah merumuskan rekomendasi lokasi prioritas tempat pemakaman umum baru, yang diolah menggunakan analisis spasial, yaitu raster overlay, menggunakan fuzzy membership dan weighted sum. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa variabel sosial paling diprioritaskan oleh responden dalam kriteria penentuan lokasi tempat pemakaman umum dengan bobot sebesar 43%, disusul variabel aksesibilitas (20,8%), variabel penggunaan lahan (18,4%), dan variabel fisik dasar (17,8%). Dari hasil analisis spasial, terdapat tujuh titik lokasi yang dapat dijadikan prioritas tempat pemakaman umum baru, yaitu di RW 14 Cakung Timur, RW 09 Cakung Barat, RW 09 Jatinegara, dan RW 05 Pulo Gebang.
Penerapan E-Commerce untuk Penguatan UMKM Berbasis Konsep One Village One Product di Kabupaten Karangasem I Ketut Eddy Purnama; Putu Gde Ariastita; Ketut Dewi Martha Erli Handayeni; Supeno Mardi Susiki Nugroho
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.77 KB)

Abstract

Pendekatan OVOP (One Village One Product) merupakan konsep dalam pengembangan ekonomi wilayah yang mengarahkan suatu wilayah/desa mampu menciptakan suatu produk khas yang bercirikan lokal dengan memanfaatkan segala potensi sumberdaya lokal yang dimilikinya serta berdaya saing global. Dalam mendorong implementasi OVOP di Indonesia, kebijakan dan program yang mendukungnya ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian sejak tahun 2008. Pendekatan OVOP mengandalkan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai ujung tombak dalam menghasilkan produk unggulan desa/wilayah. Namun, hingga kini implementasi OVOP di daerah masih sering menemukan kendala, terutama pada penguatan kapasitas pelaku usaha dalam menciptakan produk unggul yang berdaya saing global. Pada tahun 2017 telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masayrakat melalui identifikasi komoditas unggulan dengan pendekatan OVOP di Kabupaten Karangasem. Hasilnya adalah terdapat 11 jenis produk unggulan yang diproduksi oleh UMKM yang tersebar di 8 kecamatan yang hanya memiliki skala pemasaran sebagian lokal. Kegiatan perekonomian di Kabupaten Karangasem didominasi oleh kegiatan UMKM ini dengan karakteristik modal kecil, tenaga kerja sedikit, manajemen/pengelolaan yang sederhana, serta teknologi yang juga masih sederhana. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 27.709 orang. Peran UMKM ini strategis sebagai penopang perekonomian wilayah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karangasem. Namun, kendala promosi dan strategi pemasaran produk menjadi hambatan utama sektor UMKM ini. Oleh karena itu, perlunya penguatan sektor UMKM terutama dalam hal pemasaran produk melalui penerapan E-Commerce. E-Commerce adalah platform aktifitas jual-beli barang atau jasa melalui komputer dan jaringan internet. Penerapan e-commerce dilakukan di banyak negara-negara berkembang dan berhasil meningkatkan produktifitas, menjangkau pasar lebih luas, dan kesempatan penjualan yang lebih baik sehingga juga meningkatkan daya saing global. Implementasi OVOP di Karangasem dapat diperkuat dengan sebuah platform Information and Communication Technology (ICT) berupa e-commerce atau perdagangan elektronik. Beberapa manfaat e-commerce diantaranya dapat menambah jangkauan pemasaran dan jumlah konsumen, mempermudah promosi produk, mengurangi rantai distribusi pemasaran barang, mempermudah interaksi antara penjual dan pembeli termasuk mendapat saran dari pembeli, dan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi. Dengan penerapan e-commerce, maka sektor UMKM diharapkan dapat mengaplikasikan bisnis/usaha yang berkelanjutan dan bersaing secara global berdasarkan prinsip-prinsip OVOP.
Peningkatan Kualitas PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) di Perguruan Tinggi Surabaya Nur Fadhilah; Bandung Arry Sanjoyo; Putu Gde Ariastita; Hakun Wirawasista Aparamarta; Imam Abadi; Doty Dewi Risanti
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.824 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.422

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia adalah melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM dapat memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi mahasiswa dan prestasi perguruan tinggi dalam pemeringkatan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Namun terdapat beberapa Perguruan Tinggi di Surabaya yang memiliki jumlah proposal terdanai dan tim lolos PIMNAS yang masih rendah. Pada program pengabdian ini dilakukan pendampingan dalam pengelolaan PKM pada Perguruan Tinggi mitra. PT mitra yang terdiri dari dosen, kemahasiswaan maupun tim PKM terdanai diikutsertakan dalam seluruh kegiatan PKM yang diadakan oleh ITS, serta pembimbingan dalam pembuatan laporan dan presentasi. Adapun serangkaian kegiatan PKM yang telah dilaksanakan antara lain sosialisasi dan penyamaan persepsi, monitoring, dan evaluasi (monev) internal I – IV, Sleep Over Night (SON) dan Pra-camp PIMNAS. Model monev secara menerus ini merupakan adaptasi dari pembelajaran secara flipped classroom yang terbukti mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa. Dari hasil angket yang diperoleh memaparkan bahwa PT mitra sangat terbantu dan banyak mendapatkan manfaat dengan adanya program Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas PKM PT mitra. Hal ini dibuktikan dengan tim PKM terdanai memahami target luaran yang harus dicapai serta adanya tim PKM yang lolos PIMNAS.
Pengembangan Sistem E-Lapor untuk Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Data Perumahan, Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) di Kabupaten Sidoarjo Putu Gde Ariastita; I Dewa Made Frendika Septanaya; Arwi Yudhi Koswara; Karina Pradinie Tucunan; Agus Budi Raharjo; Placidus Kristadi Stefanugroho
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.793 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.448

Abstract

Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi pilihan utama bagi pengembang untuk membangun perumahan di wilayah metropolitan Surabaya. Pembangunan perumahan formal berkembang dengan pesat dan dampaknya sektor properti menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Sidoarjo. Namun, masalah muncul karena mayoritas pengembang belum atau tidak menyerahkan aset prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahannya ke pemerintah daerah sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri dalam Negeri No.9 tahun 2009 dan Peraturan Bupati Kabupaten Sidoarjo No.16 tahun 2017 serta No.10 tahun 2019. Dengan adanya permasalahan ini, sistem E-Lapor dibuat untuk mengelola isu PSU perumahan di Kabupaten Sidoarjo. Sistem ini secara teknis dikembangkan dalam bentuk web dengan memanfaatkan kerangka kerja Code Igniter dan sistem database MySQL. Hasilnya, sistem E-Lapor dapat mempermudah pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan kegiatan pemantauan, pencegahan dan penindakan, khususnya kepada pengembang yang tidak tertib dan taat dalam menyediakan PSU di lokasi perumahannya. Selain itu, bank data E-Lapor juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan fitur lain dalam sistem cerdas E-Pengelolaan aset PSU perumahan di Kabupaten Sidoarjo.
Kriteria Lokasi Apartemen di Kota Surabaya Berdasarkan Preferensi Generasi Milenial Ayuningtyas Hema Pinasthika; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.98694

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kriteria lokasi apartemen di Kota Surabaya berdasarkan preferensi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis, yang pertama menggunakan analisis delphi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi variabel penelitian, Selanjutnya dilakukan menggunakan Teknik analisis pembobotan (skala likert) yang bertujuan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa, generasi milenial di Kota Surabaya memberikan nilai sangat berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen, yaitu; ketersediaan jaringan jalan, keamanan, jaringan telekomunikasi atau internet, jaringan air bersih, parkir yang luas, fasilitas Kesehatan, bebas polusi, harga apartemen, maintenance building, olahraga, service charge, estetika apartemen. Sedangkan kriteria dekat pusat perbelanjaan dan ruang terbuka hijau mendapatkan berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen. Selain itu, kriteria kolam renang hanya mendapatkan nilai cukup berpengaruh dalam penentuan lokasi apartemen.
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Sebagai Instrumen Peningkatan Budaya Keilmiahan dan Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Surabaya Doty Dewi Risanti; Mahardika F. Rois; Nur Fadhilah; Tegar Ganang Satrio Priambodo; Bandung Arry Sanjoyo; Putu Gde Ariastita; Hakun Wirawasista Aparamarta; Imam Abadi
Sewagati Vol 7 No 5 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i5.655

Abstract

Periode pandemi Covid-19 berdampak kepada \textit{softskill} mahasiswa secara umum terlebih pada aspek komunikasi, kerjasama, kepemimpinan dan daya tahan. Terdapat beberapa metode Pendidikan misalnya video edukasi, pertukaran pelajar, dan kompetisi mahasiswa secara daring yang ternyata tidak mampu menggantikan budaya ilmiah dan kemahasiswaan yang menekankan interaksi. Oleh karenanya Kemdikbudristek memberikan salah satu instrumen berupa PKM yang terbagi menjadi 8 bidang pendanaan dan 2 insentif yang disusun oleh kelompok selama 5-7 bulan. Terdapat 10 perguruan tinggi mitra ITS yang memiliki 26 tim PKM terdanai yang diberikan pembinaan selama 3 kali secara daring dan 1 kali secara luring. Pembimbingan dilakukan oleh 6 dosen reviewer ITS, 3 Alumni PIMNAS, dan 4 fasilitator yang terbiasa membina PKM di ITS. Setelah melalui bimbingan, tim Perguruan tinggi mitra yang lolos PIMNAS 35 adalah sejumlah 2 tim. Evaluasi terhadap PKM Perguruan tinggi mitra adalah tentang kurangnya sisi kreativitas pada saat penulisan proposal, serta kurangnya motivasi mahasiswa yang menyebabkan rendahnya konsistensi kehadiran mahasiswa dalam menjalani bimbingan dan pelaksanaan saran pada tiap bimbingan. Sehingga, perlu dilakukan pembinaan terhadap penulisan dan pembangunan iklim yang konstruktif terhadap budaya ilmiah tersebut sejak di fase penulisan proposal.