Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI MASYARAKAT TRADISIONAL PULAU MANDANGIN KABUPATEN SAMPANG TERHADAP TANAMAN MIMBA (Azadirachta indica Juss) Faizah Shodirun; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.933 KB)

Abstract

Plant of neem (Azadirachta indica Juss) is one kind of plant that is quite known by the people of Indonesia. Neem is a multipurpose plant, among other things wood for building materials and home furnishings, ornamental plants, fodder or protective curbs and soil conservation. Ethnobotany is the science of botany that studies on the use of herbs in everyday use and indigenous tribes. This study aims to determine the public perception Mandangin in utilizing plants Neem in the area of traditional societies Mandangin. Research method use descriptive method (qualitative) by jumping directly to the field or community Mandangin for data retrieval. Qualitative research aims to obtain a full picture about something humanly studied. The results showed in the community based on community respondents who once planted a neem plant in the neighborhood of 5% the percentage obtained frequently and tend intensive, 13.3% often, 35% rarely and 46% never and based on interviews with respondents note that the use of plants that used as medicine by people Mandangin done in two categories, namely as a drug outside and inside. Regarding how the use of plants as medicines classified into threes, namely: Boiled drinking water with a percentage of 65%; pounded, affixed with a percentage of 23%; warmed, affixed with a percentage of 12%.Tanaman mimba (Azadirachta indica  juss) merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup di kenal oleh masyarakat Indonesia. Mimba merupakan tanaman serbaguna, anatara lain kayunya untuk bahan bangunan dan perabot  rumah  tangga sebagai tanaman hias, pakan ternak atau pelindung di tepi jalan dan untuk konservasi tanah. Etnobotani merupakan ilmu botani yang mempelajari tentang pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dalam keperluan sehari-hari dan adat suku bangsa. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui persepsi masyarakat Mandangin dalam memanfaatkan tanaman mimba (Azadirachta Juss) pada daerah masyarakat tradisional Mandangin Metode penelitian ini menggunakan Metode deskriptif (kualitatif) dengan cara terjun langsung ke lapangan atau masyarakat Mandangin untuk pengambilan data. Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia  yang  diteliti. Hasil penelitian menunjukkan pada masyarakat berdasar responden masyarakat yang pernah menanam tanaman mimba di lingkungan didapatkan presentase 5% sering dan cenderung intensif, 13,3% Sering, 35% Jarang dan 46% tidak pernah dan berdasarkan hasil wawancara dengan responden diketahui bahwa dalam pemanfaatan tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat Mandangin dilakukan dengan dua kategori yaitu sebagai obat luar dan dalam. terkait cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat digolongkan menjadi tiga, yaitu: Direbus, dimimun airnya dengan presentase 65%;ditumbuk, ditempelkan dengan presentase 23%; dihangatkan, ditempelkan dengan presentase 12%.
UJI KUALITAS AIR SUMUR KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Istipsaroh Saroh; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.363 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the value of well water quality with quality testing in terms of physics, chemistry and biology, as well as compare the test results with the drinking water quality of No. 492/MENKES/PER/1V/2010. The method used in this study is a Qualitative Descriptive method for the parameters: temperature, TDS, TSS, salinity, pH, DO, CO2 and Coli form bacteria, whereas Quantitative Descriptive for parameters: color, odor, and taste. The result parameter of the physics, chemistry and biology showed the quality of well water is still feasible because of the low level of pollution. TDS results mostly dissolved ionic material, high TSS value because of waste organic or non-organic and high levels of mud due to annihilation. The temperature of the well water is still at maximum temperature range (24.3-27.3 ° c) belongs to the normal water temperature. Values of  dissolve oxygen (DO) shows all the samples are in the normal range of good raw water quality.  Result of CO2  53,3-42.3 mg/L, well water pH range 6.5 to 8.5 which means normal. The salinity of the water wells are at standard quality raw fresh water. Biological parameters a total of coli from are high of 7. Potential components can contaminate well water is liquid waste penetrate of organic and inorganic fertilizer, domestic waste, and the distance of making the well with septic tank but are still at normal thresholds according to the quality of drinking water No. 492/MENKES/PER/IV/2010.Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai kualitas air sumur ditinjau dari uji kualitas fisika, kimia dan biologi serta membandingkan hasil uji dengan kualitas air minum No.492/MENKES/PER/1V/2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif yang digunakan untuk parameter: Suhu, TDS, TSS, Salinitas, pH, DO, CO2 dan bakteri Coliform, sedangkan Deskriptif Kuantitatif untuk parameter: Warna, Bau, dan Rasa. Hasil parameter fisika, kimia dan biologi menunjukan kualitas air sumur masih layak karena tingkat pencemaran yang rendah. Hasil TDS sebagian besar material terlarut yang tinggi ion, Nilai TSS yang tinggi disebabkan karena limbah organik maupun non-organik dan tingkat lumpur yang tinggi akibat pengikisan. Suhu air sumur masih berada pada kisaran suhu maksimum (24,3-27,3 oC) tergolong suhu air normal. Nilai DO menunjukkan semua sampel berada pada kisaran normal baku mutu air yang baik, hasil CO2 53,3-42,3 mg/L, pH air sumur berkisar 6,5-8,5 yang berarti normal. Salinitas air sumur berada pada standar baku mutu air tawar. Hasil parameter biologi dengan total Coliforom tertinggi 7. Komponen berpotensi mencemari air sumur adalah limbah cair resapan pupuk organik dan anorganik, limbah domestik, dan jarak pembuatan sumur dengan saptitenk, tetapi masih berada pada ambang batas normal menurut kualitas air Minum No. 492/MENKES/PER/IV/2010.  
Distribusi Spasial Pohon Peneduh Jalan Raya Lowokwaru Kota Malang dengan Aplikasi GIS Hasan Zayadi; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 1 (2017): Lingkungan dalam dan luar tubuh makhluk hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.291 KB)

Abstract

The phenomenon of global warming is one of the strategic issues that now this happens in all areas. The tree has significant role in the green line because the function in preventing air pollution and maintain the stability of the global climate change. The purpose of this research is to know the type of the tree includes the found on the roadside of the highway district) and Tlogomas Lowokwaru sub-Malang city and know the spatial distribution of the types of trees includes found on the roadside MT Haryono and Tlogomas streets Lowokwaru sub-city of Malang using Geographic Information System (GIS) application. This research uses the method of observation directly in the grounds related to the distribution of the types of includes the trees at the roadside. The result of this observation will get spatial data of coordinate shade tree, so that will produce spatial distribution map of shade tree. The results of this study obtained the number of species of shade trees found as many as 18 species with a total tree of 193 Individuals. The most shaded trees along the road are Angsana (Pterocarpus indicus) trees with 75 individuals, Mahogany (Swietinia macrophylla) with 48 individuals, Kersen tree (Muntingia calabura) and trembesi (Albizia saman). All of these trees are valuable for the environment in the reduction of air pollution, shading for road users and not disrupting road infrastructure. Distribution of shade trees in the area around the campus and the school has a high diversity than other areas. Keywords: Spatial distribution, Shade trees, road, GIS ABSTRAK Fenomena pemanasan global termasuk salah satu isu strategis yang sekarang ini terjadi semua kawasan. Pohon memiliki peranan yang sangat penting terkait jalur hijau karena berfungsi dalam mencegah pencemaran udara, dan menjaga keseimbangan iklim global. Penelitian terkait dengan diversitas tumbuhan penting dilakukan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dan mengetahui distribusi spasial jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dengan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi secara langsung di lapangan terkait distribusi jenis-jenis pohon peneduh di sepanjang pinggir jalan raya. Hasil dari observasi tersebut akan didapatkan data spasial koordinat pohon peneduh, sehingga akan dihasilkan peta distribusi spasial pohon peneduh. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah spesies pohon peneduh yang ditemukan sebanyak 18 spesies dengan total pohon sebanyak 193 Individu. Pohon Peneduh yang paling banyak tersebar di sepanjang  jalan adalah pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah individu sebanyak 75 individu, pohon Mahoni (Swietinia macrophylla) dengan total 48 individu, pohon kersen (Muntingia calabura) dan  trembesi (Albizia saman). Semua pohon tersebut merupakan pohon yang memiliki nilai bagi lingkungan dalam pengurangan pencemaran udara, peneduh bagi pengguna jalan dan tidak mengganggu infrastruktur jalan. Distribusi pohon peneduh pada daerah disekitar kampus dan sekolah memiliki keanekaragaman yang tinggi dibanding daerah lainnya.   Kata kunci: Distribusi spasial, pohon peneduh, jalan raya, GIS
Etnobotani Delima (Punica granatum L) di Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Madura Fitria Fitria; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.006 KB)

Abstract

This research aims to know the perceptions of the public about the benefits of pomegranate plant and distribution aspects of the pomegranate plant conservation in the Gulbung village of Pengarengan district of Sampang Regency. This research uses descriptive exploratory methods include: library studies, pomegranate plant observations, interviews, analysis of the data. To find out the public perception about the pomegranate conducted interviews with respondents using a questionnaire. The results of this study suggest that the public perception of Gulbung village of Pengarengan district of Sampang Regency, pomegranate plants utilize a variety of daily necessities, as food, traditional medicine, ritual and plant a fence or ornamental plants. The public perception of the village of Gulbung about the pomegranate plants as medicine 48%, while some use as an ingredient in food 18%, 32% ofornamental plants and 2% ritual. In the aspect of conservation, namely the cultivation of Pomegranate plant appears to 68% of the public often do, besides plant 50% and make use of 56%. This plant part often used by the public is the form of fruit and seeds 54% as medicine and foodstuffs, 28% leaf used as medicines dan18% pomegranate stem used as wood fuel. The source of the knowledge obtained from parents or ancestors of hereditary. The pomegranate plant is located in the village of Gulbung there are two hamlets the Larangan hamlet of 61.54% and 3.5% in the Tampengan including at least compared to the Larangan hamlet. Keywords: Etnobotani, potention of Punica granatum L, perception of the community. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang manfaat tanaman delima dan distribusi aspek konservasi tanaman delima di Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif meliputi: studi pustaka, pengamatan tanaman delima, wawancara, analisis data. Untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai delima dilakukan wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Gulbung Kecamatan Pengarengan Kabupaten Sampang memanfaatkan tanaman delima berbagai macam keperluan sehari-hari, mulai dari bahan pangan, obat tradisional, ritul dan tanaman pagar atau tanaman hias. Persepsi masyarakat Desa Gulbung tentang tanaman delima sebagai obat 48% paling tinggi, disamping itu ada yang menggunakan sebagai bahan pangan 18%, 32% tanaman hias dan ritual 2%. Dalam aspek konservasi yaitu pembudidayaan tanaman delima nampak 68% masyarakat sering melakukannya, disamping menanam 50% dan memanfaatkan 56%. Bagian yang sering digunakan oleh masyarakat berupa buah dan biji 54% sebagai obat dan bahan pangan, daun 28% digunakan sebagai obat, dan 18% batang delima sebagai bahan bakar. Sumber pengetahuan masyarakat diperoleh dari nenek moyang atau orang tua secara turun temurun. Tanaman delima yang terdapat di Desa Gulbung persebaran terdapat di dua dusun yaitu Dusun Larangan 61,54% dan Dusun Tampengan 3,5% termasuk paling sedikit dibandingkan dengan Dusun Larangan. Kata kunci : Etnobotani, potensi Punica granatum L, persepsi masyarakat
Kajian Potensi Wisata dan Persepsi Wisatawan terhadap Pengembangan Wisata di Hutan Kera Nepa Desa Batioh, Banyuates Sampang Amalia Kamelia; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.687 KB)

Abstract

The aim of research is to know the tourism potential and the perception of tourists toward Kera Nepa forest in Batioh village of Banyuates district of Sampang Regency. This research use descriptive method, technical survey, and was conducted to observe the potential of tourism and questionnaires to determine the perception of tourists and using strategy of SWOT analysis. The Kera Nepa forest there are potential of plants, unique animals and natural potential. The perception of tourists about the Kera Nepa forest has beautiful panorama, cool, still original and the monkey population is reduced due to the number of tourists visiting with the highest value of 2.93 (high category). The perception of tourism development with the principle of ecotourism is the lowest value of 2.43 (medium category). SWOT analysis on strategy result 13 formulation that is optimizing ODTWA, cooperation with stakeholders, community empowerment, intensive promotion, attractive tourism product, improvement of investment climate, cooperation in tourism area security, motivating society in making home industry, surveillance to visitor, memorial to visitors not to disturb the long-tailed monkey habitat, innovate in the packaging of tourism products, the development of eco-tourism potential, provide guidance of public to the importance of tourism area. Keywords: tourism potential, perception of tourist, SWOT ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui potensi wisata dan persepsi wisatawan tentang kawasan wisata Hutan Kera Nepa Desa Batioh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif teknik survei yaitu observasi untuk mengetahui potensi wisata dan kuesioner persepsi wisatawan terhadap kawasan wisata serta menggunakan analisis strategi yaitu analisis SWOT. Pada kawasan Hutan Kera Nepa terdapat potensi tumbuhan, satwa unik dan potensi alam. Persepsi wisatawan tentang Hutan Kera Nepa mempunyai panorama indah, sejuk, masih asli dan populasi monyet berkurang akibat banyaknya wisatawan yang berkunjung mempunyai nilai tertinggi yaitu 2,93 (kategori tinggi). Persepsi tentang pengembangan wisata dengan prinsip ekowisata dengan nilai terendah yaitu 2,43 (kategori sedang). Analisis SWOT tentang strategi menghasilkan 13 rumusan yaitu mengoptimalkan ODTWA, kerjasama dengan stakeholders, pemberdayaan masyarakat, promosi secara intensif, produk wisata menarik, peningkatan iklim investasi, bekerjasama dalam keamanan kawasan wisata, motivasi dalam pembuatan industri rumah tangga, pengawasan terhadap pengunjung, peringatan terhadap pengunjung untuk tidak mengganggu habitat monyet ekor panjang, berinovasi dalam pengemasan produk wisata, pengembangan potensi obyek wisata ramah lingkungan, pembinaan masyarakat pentingnya keberadan kawasan wisata. Kata kunci : Potensi Wisata, Persepsi Wisatawan, SWOT
Studi dan Strategi Pengembangan Produk Ekowisata Bunder (Bangsring Underwater) di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Nur Aini; Hasan Zayadi; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.674 KB)

Abstract

Management can be done by creating the ecotourism model with making products or tourism attraction in an integrated manner become alternative strategy which is environmentally friendly. The goal of this research is to know the tourism product and the strategy to develop the ecotourism based on advanced conservation in the BUNDER (Bangsring Underwater) at Wongsorejo Banyuwangi Regency. The method of this research is descriptive qualitative, fields observation, based on the the information relate to the ecotourism product and management, determination of respondents use purposive sampling both interview and questionnaire. The respondents consist of tourist management and the local government. Analysing the data use SWOT analysis. The result of the analysis shows that the ecotourism product of BUNDER (Bangsring Underwater): snorkelling, diving, floating home, shark clinic, fish apartment, marine education, banana boat, jet ski, Cano/paddle, and reading park. The SWOT analysis based on the respondents from (developer, government, and tourists) produce some strategies which are recommended. There are steps of strategies to develop the ecotourism product to support the resource utilization as advanced ecotourism area those are : enhance the promotion and publication intensively, adding facilities and infrastructure, warn the tourist not to destroy the nature, increasing the ecotourism potential management to be interesting ecotourism product, division of tasks to employees in every ecotourism product, conducting the training programs to the increasing the human resources of fisherman and the effort to the processing waste to be more productive. Keywords: Ecotourism products, analysis SWOT, Conservation strategy ABSTRAK Pengelolaan menggunakan model ekowisata berupa produk atau atraksi ekowisata secara terpadu menjadi alternatif strategi yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui produk ekowisata dan strategi untuk pengembangan ekowisata berbasis konservasi berkelanjutan di BUNDER (Bangsring Underwater) Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian deskriptif kualitatif, observasi lapangan, berdasarkan informasi mengenai produk ekowisata dan pengelolaan,penentuan responden menggunakan purposive sampling dengan teknik wawancara dan kuesioner, responden meliputi, pengelola, wisatawan dan pemerintah setempat. Datadianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk ekowisata BUNDER: snorkeling, diving, rumah apung, klinik hiu, fish apartement, marine education, banana boat, jet ski, kano/padle, dan taman baca. Analisis SWOT berdasarkan respon dari (pengelola, pemerintah dan wisatawan) menghasilkan beberapa strategi yang dapat direkomendasikan. Adapun langkah-langkah strategi pengembangan produk ekowisata yang dilakukan untuk menunjang pemanfaatan sumberdaya sebagai area ekowisata berkelanjutan yaitu: Peningkatan promosi dan publikasi secara intensif, menambah fasilitas sarana maupun prasarana ekowisata, Menghimbau wisatawan supaya tidak merusak alam, Peningkatan pengelolaan potensi ekowisata menjadi produk ekowisata yang menarik, pembagian tugas pada karyawan disetiap produk ekowisata, mengadakan pelatihan-pelatihan kepada SDM nelayan dan upaya mengolah sampah dengan lebih produktif. Kata kunci: Produk ekowisata, Analisis SWOT, Strategi konservasi
Diversitas Serangga Predator yang Datang pada Lahan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) Berdasarkan Variasi Temporal di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan Nurul Qomariyah; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.63 KB)

Abstract

The cultivation of cayenne pepper is constrained by the changing weather, the cost of management and the price of pepticides, as well as attacks of various pests and diseases.This study aims to determine the types of predatory insects that come on the land of cayenne pepper, diversity, and the influence of abiotic factors on the amount of insects found. The research was conducted in the field of cayenne plants located in Bumianyar Subdistrict of Tanjungbumi District of Bangkalan Residence. This research uses quantitative descriptive method and determination of observation plot using Purposive sampling method, observation of insects that come in observation plot using direct observation method. The data analysis calculated the ecological parameters and calculated the correlation between the abiotic factors and the insects found. The results obtained from this research that is found 7 species with 67 individuals. The index of diversity in the morning period is 1,219, noon 0,536 and in the afternoon 1,141. The morning equity index is 0.379, 0.209 and 0.339 in the afternoon. The highest species equality index in the morning-afternoon was 0.67. The result of correlation between temperature, humidity and light intensity with the amount of insects is negative, and between wind speed and the amount of insects is 0.226. Keywords: Predator insects, cayenne pepper, diversity ABSTRAK Budidaya cabai rawit terkendala dengan cuaca yang berubah-ubah, biaya pengelolaan dan harga peptisida, serta serangan berbagai hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga predator yang datang pada lahan tanaman cabai rawit, diversitas, dan pengaruh faktor abiotik terhadap jumlah serangga yang ditemukan. Penelitian dilaksanakan di lahan tanaman cabai rawit yang berlokasi di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penentuan plot pengamatan menggunakan metode Purposive sampling, pengamatan serangga yang datang pada plot pengamatan menggunakan metode pengamatan langsung. Analisis data menghitung parameter ekologi dan menghitung korelasi antar faktor abiotik dengan serangga yang ditemukan. Hasil yang didapat dari penelitian ini yakni ditemukan 7 spesies dengan jumlah individu 67 ekor. Indeks keanekaragaman pada periode pagi 1,219, siang 0,536 dan pada sore hari 1,141. Indeks kemerataan periode pagi 0,379, siang 0,209, dan sore 0,339. Indeks kesamaan spesies paling tinggi pada pagi-sore yakni 0,67. Hasil korelasi antara suhu, kelembaban dan instensitas cahaya dengan jumlah serangga bernilai negatif, dan antara kecepatan angin dengan jumlah serangga bernilai 0,226. Kata kunci: Serangga predator, cabai rawit, diversitas
Studi Etnobotani Sukun (Artocarpus communis) Pada Masyarakat Desa Sadengrejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan Nur ismalasari; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.592 KB)

Abstract

Artocarpus communis has been alternative food in Indonesia since 1920. Artocarpus communis plants become necessary necessity because the carbohydrate and nutritional value is very high. This research aims to know the perception of community in the aspect of using and conservation towards breadfruit plants and describe the existing of Artocarpus communis plants in the Sadengrejo subdistrict. This research used qualitative descriptive method which includes: a study of the literature, observations in the field, interviews using questionnaires, data analysis, and documentation of plants distribution . The results study showed community perception of Sadengrejo subdistrict toward the Artocarpus communis plants is very high.. The part “sukun” plant utilized for fruit 70%, leaf 12%, and stem 18%. The source of the knowledge Sadengrejo community comes from a ancestor for generation 62% and the tradersman 38%. The number of the fruit plant in the Sadengrejo subdistrict was devided in the Ndara village and there are 56% and the Ngebras village 44% with varied distribution. Keywords: Ethno-botany, Artocarpus communis (“Sukun”), community perception. ABSTRAK Sukun (Artocarpus communis) merupakan tanaman pangan alternatif di Indonesia sejak tahun 1920. Tanaman sukun mempunyai arti penting dalam penopang kebutuhan sumber pangan karena kandungan karbohidrat dan nilai gizinya sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam aspek pemanfaatan dan aspek konservasi terhadap tanaman sukun dan mendeskripsikan keberadaan individu tanaman sukun yang tumbuh di Desa Sadengrejo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang meliputi: studi pustaka, pengamatan di lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, analisis data, dan dokumentasi persebaran tanaman sukun. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat desa Sadengrejo tarhadap pemanfaatan tanaman sukun sangat tinggi. Bagian tanaman sukun dimanfaatkan untuk buah 70%, daun 12%, dan batang 18%. Sumber pengetahuan masyarakat desa Sadengrejo berasal dari nenek moyang secara turun-temurun 62% dan pedagang 38%. Jumlah dari tanaman sukun yang berada di desa Sadengrejo terbagi di wilayah dusun Ndara terdapat 56% dan dusun Ngebras 44% dengan persebaran yang bervariasi Kata Kunci : Etnobotani, Artocarpus communis (Sukun), Perspsi Masyarakat
Studi Etnobotani pada Upacara Adat “Pujan Kasanga” Di Desa Tosari Pasuruan Rokha Illiyyin; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 (2019): Edisi Khusus: Pertalian Manusia - Makhluk Hidup
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.942 KB)

Abstract

Upacara Adat Pujan Kasanga merupakan upacara pemujaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tosari untuk menetralisir alam atau tolak balak. Upacara adat tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Hindu saja, akan tetapi masyarakat Islam juga ikut melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan, persepsi masyarakat dan distribusi tumbuhan yang dipakai dalam upacara Adat Pujan Kasanga. Metode yang digunakan dalam upacara Adat Pujan Kasanga adalah survey, wawancara dan metode deskriptif eksploratif dengan menggunakan 85 responden.Nilai analisis pemanfaatan tumbuhan menggunakan rumus index concencus (IC) dan UVis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Adat Pujan Kasanga terdiri atas 13 jenis.Nilai persepsi masyarakat terhadap upacara Adat Pujan Kasanga sangat tinggi. Begitu juga dengan penggunaan organ tumbuhan dalam upacara tersebut juga sangat tinggi untuk biji 82% dan buah 76%. Adapun distribusi tumbuhan yang digunakan dalam upacara Adat Pujan Kasanga terdapat di 3 dusun yaitu Tosari, Kertanom, dan Ledoksari. Kata kunci:Etnobotani, Pujan Kasanga, Desa Tosari.
Kajian Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menurut Masyarakat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Nurus Sa'adah; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.207 KB)

Abstract

Green Open Space is a grouped or elongated area that is open in terms of its use, as well as the planting and natural growth plants. Singosari is a district that was changing in sector of industry, stores and housing. This study aims is to study about useful of green space. This research was conducted in Singosari district in the Malang Residence covering three urban villages namely Candirenggo, Pagentan and Losari. Descriptive research method was used with survey. The sample of respondents was chosen by purposive sampling that is minimum senior high school and they close to public Green Open Space. Thirty sample of respondents in each urban villages. Data collection techniques were interviews and questionnaires. The results showed that society perception is very high (83%) to the presence of green space. However, people do not know that providing a garden or yard at home is part of the provision of determined green open space by the government. The highest public perception of the green open space is the aesthetic benefit. The village with the highest provision of green open space is Candirenggo village that 70% of the total area. Public perception and participation of society in the Singosari District need to be maintained. Keywords:RTH, perception, benefit ABSTRAK Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang mengelompok atau memanjang yang bersifat terbuka dari segi penggunaannya, serta tempat bertumbuhnya tanaman yang ditanam dan tumbuh secara alami. Singosari adalah kecamatan di yang mengalami perubahan pada sektor industri, pertokoan dan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemanfaatan RTH menurut masyarakat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan meliputi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Candirenggo, Pagentan dan Losari. Metode deskriptif yaitu survey digunakan dalam penelitian ini. Sampel responden dipilih secara purposive sampling yaitu minimal sekolah menengah atas dan mereka yang dekat dengan RTH publik sebanyak 30 orang disetiap kelurahan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat sangat tinggi (83%) terhadap keberadaan RTH. Namun, masyarakat belum mengetahui bahwa menyediakan taman ataupun pekarangan dirumahnya adalah bagian dari penyediaan RTH yang di tentukan oleh pemerintah. Nilai persepsi masyarakat terhadap RTH yang paling tinggi yaitu manfaat estetika. Kelurahan dengan penyediaan RTH paling tinggi yaitu Kelurahan Candirenggo sebesar 70% dari luas wilayah. Persepsi masyarakat dan partisipasi masyarakat Kecamatan Singosari perlu dipertahankan. Kata kunci: RTH, persepsi, manfaat
Co-Authors Ach Jailani Adi Suryo Purnomo Adifatul Ismy Adimas, Lastya Affan, Muhammad Afrian syarif Hidayat Ahmad Mijwad Rajab Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad alfira khullatun ni'am Amalia Kamelia Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andaresta, Olivia Anindyta Robiatul Adawiyah Annisa, Silvia Apria Ningsih Ari Hayati Ari Hayati Arifianti, Eka Nur Ayu Naila Nahdiyah Badi'ah Lailun Nahdhlia Baihaqi Musytawan Basyariyah, Iflahatul Devi Qurroti A'yun Dewi Vebriyanti Eka Nur Arifianti Elmi Zakiah Fairuz Qory Amalia Faizah Shodirun Faizah Shodirun, Faizah Fauzilah, Isma Febrian Priska Amalia Putri Fitria Fitria Hamdani Dwi Prasetyo Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hayat Hidayatul, Romdiyah Hildasari, Nourma Hotimah, Sitti Norul Husain Latuconsina Husnul Hotimah Ifadotul Lailatussholiha Iflahatul Basyariyah illah, Muhamad Atho' Isma Fauzilah Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh Istiqomah ISTIQOMAH, LAILATUL Izzatul Bahriyah Izzatul Bahriyah, Izzatul Jailani, Ach Jauhari, Nasrul Kamiliatul Mufidah Khamidatul Ula Khoiratul Hasanah lailatul istiqomah Luchman Hakim Luthfiana, Mauludiya Maghfiroh, Faldha Laili Maimunah, Maimunah Mariyana Mariyana Mariyana Mariyana Mas Ajeng Wahyu Hidayah Masitoh, Liza Khoidiyah Miftahul Mukarromah Miftahussurur, Mohammad Moh. Agus Zakaria Mohammad Miftahussurur Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Mufidah, Kamiliatul Muhamad Atho' illah Muhamad Atho' illah Muhammad Bachri Musaffak, Taufik Ridwan Musytawan, Baihaqi Nasrul Jauhari Niqrisatut Thibab Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Noviza, Evi Noris Nubdatul Fikroh Nur Aini Nur Aliyah, Shofi Nur Asbani Nur Asbani Nur ismalasari Nur Istiqomatu Rosidah Nur Malichatin Nurul Jadid Mubarokati Nurul Qomariyah Nurus Sa'adah Prasetya, Hamdani Dwi Putri, Febrian Priska Amalia Qudrati Rohmah Rajab, Ahmad Mijwad Ratna Djuniwati Lisminingsih Retno wulandari Rita Purwanti Riyan Riyadlun Najih Rohmah, Qudrati Rohmawati, Vivi Dwi Rokha Illiyyin Saimul Laili Sama’ Iradat Tito Saputri, Rizki Dwi Shalehah, Nikmatus Silvia Annisa Siti Imama Khoiriyah Siti Marirotuz Zahro' Siti Rahmawati Wahyuningsih Siti Salma Nur Fahima Sitti Nor Fajariyah Sitti Norul Hotimah Solechah, Imah Subhan Maulidi K.B.F Tika Anggraini umam, M. azkal Vivi Dwi Rohmawati Warida, Mutha Yulia Pambayuning Tyas Yuliana Musrifatul Maula