Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Etnozoologi Ikan Hias Kelompok Nelayan Samudera Bakti Desa Bangsring Wongsorejo Banyuwangi Tika Anggraini; Hasan Zayadi; Hari Santoso
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 3 No 3 (2018): Lingkungan Hidup dan Konsep di Masyarakat Manusia
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.144 KB)

Abstract

Indonesia is a maritime country that has the potential of marine ornamental fish is quite large. The management of marine natural resources has been widely developed by fishermen. This study aims to determine the types of ornamental fish caught by Samudera Bakti fisherman group and the ornamental fishing process. The method used is qualitative descriptive with field observation, interview and identification of ornamental fish. The results of this study fisherman catch ornamental fish on Monday - Friday by using tools nets, scoop net and compressor as a breathing apparatus. Fishermen catch fish in the dry season while the rainy season does not catch. The captured fish species consisted of 35 species belonging to 16 families and new species. Environmental management is done that is catching fish according to size and amount that have been determined, not damage and step on coral reef. Abstinence when catching ornamental fish is not to dispose of hot water and ‘sambel’ (chillies paste) into the sea water because fishermen believe it can reduce the sustenance. If the ornamental fish begin to decrease the Bangsring fishermen perform a ritual in the form of offerings i.e 7 Flowers, 7 traditional foods, red-white of ‘jenang’ (red-white porridge) with grated coconut and incense, placed on the boat when catching ornamental fish. Keywords: Ethnozoology, Ornamental Fish, Ornamental fishing ABSTRAK Indonesia merupakan negara maritim yang mempunyai potensi ikan hias laut cukup besar. Pengelolaan sumberdaya laut peisisir telah banyak dikembangkan oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis – jenis ikan hias yang ditangkap oleh kelompok nelayan Samudera Bakti dan proses penangkapan ikan hias. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan, wawancara dan identifikasi ikan hias. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nelayan menangkap ikan hias pada hari senin – jumat dengan menggunakan alat jaring, serok dan kompresor sebagai alat bantu pernapasan. Nelayan menangkap ikan pada musim kemarau sedangkan musim hujan tidak menangkap. Jenis – jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan Bangsring terdiri dari 34 spesies yang termasuk dalam 14 famili dan 1 spesies baru. Nelayan menangkap ikan hias sesuai dengan ukuran dan jumlah yang sudah ditentukan, tidak merusak dan menginjak terumbu karang, hal ini dilakukan untuk menjaga diversitas ikan hias dan keseimbangan ekologi laut. Pantangan pada saat menangkap ikan hias adalah tidak boleh membuang air panas dan sambel ke dalam air laut karena nelayan percaya dapat mengurangi rezeki. Jika ikan hias mulai berkurang nelayan bangsring melakukan sebuah ritual berupa sesaji yaitu Bunga 7 rupa, jajanan pasar 7 rupa, jenang merah putih dengan parutan kelapa dan dupa, yang ditaruh diatas kapal saat menangkap ikan hias. Kata kunci: Etnozoologi, Ikan Hias, Penangkapan Ikan Hias
Distribusi Serangga Hama pada Lahan Pertanaman Kedelai (Glicyne max) Fase Generatif di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Benih Palawija Singosari, Malang Siti Marirotuz Zahro'; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.187 KB)

Abstract

Pest insects are a term used to refer to insects that potentially as pests, which have the potential activity to cause harm in an agro-ecosystem, either because its activity is damaging directly or indirectly. The purpose of this research is to know the type, distribution, and abiotic factors that affect the distribution of pest insects found in soybean plants of generative phase at technical implementation of Palawija (crops) Seeds Development unit, Singosari, Malang. This research uses descriptive method. Observation of pest insects on soybean plants is conducted directly (visual), based on the presence of pest insects that are considered to represent the soybean plant. The sample taking technique of pest insects uses direct technique per habitat. The results showed that pest insect species are found in generative phase of soybean plants were Spodoptera litura, Chrysodeixis chalcites, Lamprosema indicata, and Phaedonia inclusa. The pest insects were uniform distributing pattern which the average values ​​of all species per week of S. litura, L. indicate, C. chalcites, and P. inclusa, in soybean plants are 0.15, 0.2, 0.17, and 0.19. Based on the results of correlation data analysis, abiotic factors measured temperature and humidity did not affect to the pattern of individual pest insect distribution on soybean plants. Keywords: Distribution pattern, Pest insect, and Soybean. ABSTRAK Serangga hama merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan serangga-serangga yang berpotensi sebagai hama yang memiliki aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerugian secara ekonomis dalam suatu agroekosistem, baik karena aktivitasnya merusak secara langsung ataupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis, distribusi, dan faktor abiotik yang mempengaruhi distribusi serangga hama yang ditemukan pada tanaman kedelai di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Benih Palawija Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melakukan pengamatan serangga hama pada tanaman kedelai secara langsung (visual). Teknik pengambilan sampel serangga hama yang digunakan adalah teknik langsung perhabitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga hama yang ditemukan pada tanaman kedelai fase generatif ada 4 spesies yaitu Spodoptera litura, Chrysodeixis chalcites, Lamprosema indicata, dan Phaedonia inclusa. Keempat spesies tersebut pada pertanaman kedelai berdistribusi dengan pola seragam (uniform) berdasarkan nilai hasil perhitungan Indeks Morishita pada tiap spesies menunjukkan angka di bawah 1 yaitu dengan nilai rata-rata tiap spesies mulai dari yang tertinggi ke yang terendah adalah 0,2 (L. indicata); 0,19 (P. inclusa); 0,17 (C. chalcites); dan 0,15 (S. litura). Berdasarkan hasil analisis data korelasi, faktor abiotik yang diukur (suhu dan kelembaban) tidak berpengaruh terhadap pola sebaran individu serangga hama pada tanaman kedelai. Kata kunci: Pola sebaran, Serangga hama, dan Kedelai.
Uji Kombinasi Air Perasan Daun Mimba, Cengkeh, dan Pandan terhadap Daya Hinggap Lalat Kandang (Stomoxys calcitrans) pada Kulit Sapi Mas Ajeng Wahyu Hidayah; Hasan Zayadi; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.053 KB)

Abstract

Traditional cattle breeders are lack attention to clean cattle and cages. The cattle dung in the cage can invite the insect’s arrival like the flies that caused cattle disease especially to the cow. The flies (Stomoxys calcitrans) become intermediaries for disease agent. This study aimed to know the influence and the concentration of extract mimba-pandanus-clove leaves for preventing arrival-rest of flies (Stomoxys calcitrans) on cow skin. The design of this study was Quasi Experimental design which used Post-test with Control Group Design. The result was analyzed descriptively and analytically. The data was analyzed descriptively and analytically with level of significance α=95%. If the difference treatment is significant than done by LSD test. The extract concentration of mimba leaves, clove leaves, and pandanus leaves combination was significant influence and at the concentration 100% was effective to decrease arrival-rest of flies (Stomoxys calcitrans). The higher extract concentration of it show to decrease the population of fly (Stomoxys calcitrans) arrival-rest on cow. Keywords: Stomoxys calcitrans, extract, amount of individual fly ABSTRAK Peternak tradisional biasanya kurang perhatian kepada kebersihan ternak dan kandang. Kotoran ternak yang ada di kandang dapat mengundang kedatangan serangga, seperti lalat yang dapat menimbulkan penyakit bagi ternak. Lalat kandang (Stomoxys calcitrans)dapat menjadi perantara bagi agen penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air perasan kombinasi ekstrak daun mimba, daun cengkeh dan daun pandan dalam mencegah hinggapan lalat pada permukaan kulit sapi dan juga untuk mengetahui berapa konsentrasi yang paling efektif dalam mencegah hinggapan lalat pada permukaan kulit hewan ternak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental Design dengan rancangan Posttest With Control Group Design, yang hasilnya dianalisis secara deskriptif dan analitik dengan derajat kepercayaan α=95% dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini Air perasan daun mimba, cengkeh, dan pandan berpengaruh nyata pada berkurangnya populasi lalat (Stomoxys calcitrans). Konsentrasi air perasan daun mimba, cengkeh, dan pandan yang efektif terhadap berkurangnya densitas lalat kandang (Stomoxys calcitrans) ialah konsentrasi 100%. Semakin besar konsentrasi air perasan maka semakin berkurang populasi lalat kandang (Stomoxys calcitrans). Kata kunci: Stomoxys calcitrans, air perasan, jumlah individu lalat
Uji Kombinasi Air Perasan Biji Mahoni (Swietenia sp) dan Kulit Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Hama Ulat Krop (Crocidolomia pavonana Fab.) pada Tanaman Kubis (Brassica oleraceae L) Yulia Pambayuning Tyas; Hasan Zayadi; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 1 (2018): Sehat Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.888 KB)

Abstract

Crocidolomia pavonana known as a very greedy group of pests and can damage the entire leaf in cabbage plants. Using the synthetic pesticides in Indonesia has destroyed various types of pets and also some of the biological control agents. The alternative is to use natural materials for pesticide of vegetable such as mahogany and garlic. The purpose of this research i, first, to know the influence of juice of mahogany seed (Swietenia sp), garlic skin (Allium sativum) and its combination at various concentration to control caterpillar pest (Crocidolomia pavonana). Second, it is to know the abiotic factor that can affect mortality of caterpillar (Crocidolomia pavonana). By using experimental method Randomized Block Design has four concentrations combination of juice of mahogany seed and garlic skin that is 0%, 6%, 8% and 10%. Each concentration was repeated three times and each replicate was ten caterpillars (Crocidolomia pavonana). Combination of juice of mahogany seed (Swietenia sp) and garlic skin (Allium sativum) have an effect on mortality of caterpillar (Crocidolomia pavonana). Temperature is an abiotic factor that can affect the mortality of caterpillar. Keywords: Caterpillar, Mortality, Pesticide of vegetable ABSTRAK Crocidolomia pavonana dikenal sebagai hama secara berkelompok yang sangat rakus dan dapat merusak seluruh daun pada tanaman kubis. Penggunaan pestisida sintetis di Indonesia diketahui telah memusnahkan berbagai jenis hama dan juga sebagian agen pengendali hayati. Alternatif yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alam sebagai pestisida nabati seperti biji mahoni dan bawang putih. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui pengaruh kombinasi air perasan biji mahoni (Swietenia sp) dan kulit bawang putih (Allium sativum) terhadap hama ulat krop (Crocidolomia pavonana). Kedua, mengetahui faktor abiotik yang dapat mempengaruhi mortalitas ulat krop (Crocidolomia pavonana). Penelitian menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu kombinasi air perasan biji mahoni dan kulit bawang putih dengan empat konsentrasi, yaitu 0%, 6%, 8% dan 10%. Setiap konsentrasi diulang sebanyak tiga kali dan setiap ulangan tersebut terdapat sepuluh ekor ulat krop (Crocidolomia pavonana). Kombinasi dari air perasan biji mahoni (Swietenia sp) dan kulit bawang putih (Allium sativum) ternyata memiliki pengaruh secara nyata terhadap mortalitas ulat krop (Crocidolomia pavonana). Suhu adalah faktor abiotik yang dapat mempengaruhi mortalitas ulat krop. Kata kunci: Ulat Krop, Mortalitas, Pestisida Nabati
Kajian Subkronik 28 Hari Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea terhadap Kadar Laktat Dihidrogenase Tikus Betina Siti Imama Khoiriyah; Nour Athiroh; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.464 KB)

Abstract

Lactate Dihydrogenase (LDH) enzyme levels can detect physiological changes in the body. LDH has 5 isoenzymes (LDH1, LDH2, LDH3, LDH4, LDH5) that is almost all the cells metabolism. LDH is one of an enzyme which is found in the blood serum in the heart. On specification of the heart there are LDH1 and LDH2. Heart muscle damage can be detected with an indicator of increased LDH levels. The aim of this research is to know the toxic effect of Metabolic Extract Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans (MESA) on female wistar rats (Rattus norvegicus) subcronic for 28 days. The design of this research is True Experimental Design with Completely Randomized Design (RAL). MESA described 5 times a week for 28 days to tailed rat wistar female and divide into 4 treatment, 1treatment as control and 3 treatment as those who are doses different MESA the 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW and 1000 mg/KgBW. The rat in acclimatization for approximately 7 days before given the treatment. After 28 days, the animal tried in surgery and taken blood serum to test the levels of LDH. The results of LDH levels of the treatment were compared with the control. The results showed that the serum rat LDH concentration increased at 1000 mg/KgBW dose compared to control, but after the ANOVA test showed that the treatment rats were not significantly different from the rat control, meaning that MESA had no effect on the serum rat LDH females and no toxic effects are generated so that MESA is safe. Keywords: LDH, Heart, Scurrula atropurpurea, Subcronic. ABSTRAK Kadar enzim Laktat Dihidrogenase (LDH) dapat mendeteksi perubahan fisiologis dalam tubuh. LDH memiliki 5 isoenzim yakni (LDH1, LDH2, LDH3, LDH4, LDH5) yang terdapat hampir semua sel yang bermetabolisme. LDH merupakan salah satu enzim yang terdapat pada serum darah yang berada dijantung. Pada spesifikasi jantung terdapat LDH1 dan LDH2. Kerusakan otot jantung dapat diketahui dengan indikator meningkatnya kadar LDH. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efek toksik Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans (EMSA) pada tikus wistar betina (Rattus norvegicus) secara subkronik selama 28 hari. Desain penelitian ini adalah True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). EMSA dipaparkan 5 kali dalam seminggu selama 28 hari kepada 20 ekor tikus wistar betina dan dibagi menjadi 4 perlakuan, 1 perlakuan sebagai kontrol dan 3 perlakuan sebagai perlakuan yang diberi dosis EMSA yang berbeda yaitu 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Sebelum diberi perlakuan tikus diaklimatisasi selama kurang lebih 7 hari. Setelah 28 hari, hewan coba dibedah dan diambil serum darahnya untuk dilakukan uji kadar LDH. Hasil kadar LDH perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar LDH serum tikus mengalami peningkatan pada dosis 1000 mg/KgBB dibandingkan dengan kontrol, tetapi setelah dilakukan uji ANOVA menunjukkan bahwa tikus perlakuan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan tikus kontrol. Hal ini berarti bahwa EMSA tidak berpengaruh terhadap kadar LDH serum tikus betina dan tidak ada efek toksik yang ditimbulkan sehingga EMSA bersifat aman. Kata kunci : LDH, Jantung, Scurrula atropurpurea, Subkronik.
Kadar Creatine Kinase Myocardial Band Pada Tikus Wistar Betina Yang Dipapar Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea Subkronik 28 Hari Devi Qurroti A'yun; Nour Athiroh; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.513 KB)

Abstract

Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans is a parasitic plant that lives on the tea plant (Tea sinensis L.) and it is very potential as medicine. The purpose of this study was to determine the level Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) in female wistar rats after giving Metanolic extract Scurrula atropurpurea (MESA) for 28 days (subchronic exposure). The type of this research is True Experimental Design with Completely Randomized Design (CRD). The number of animal research was 20 female wistar rats weighing 100-200 g. Then divide into 4 treatments; control, MESA dose 250 mg/KgBW, 500 mg/KgBW, 1000 mg/KgBW. MESA is given 5 times a week for 28 days orally. After 28 days the rats were dissected and done the examination of CK-MB levels from the blood serum, the result of CK-MB levels of the treatments were compared with the controls. The result showed that the CK-MB levels in the rats treated serum 250, 500, 1000 mg/KgBW was decreased when compared with controls, and after the One-way ANOVA test showed that the treatments were not significantly different then compared with controls. In this case showed that giving MESA to with female wistar rats (Rattus norvegicus) is not toxic, so MESA is safe by subchronic test. Keyword: MESA, CK-MB, Subkronik ABSTRAK Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans merupakan tanaman parasit yang hidup menumpang pada tanaman teh (Tea sinensis L.) dan sangat berpotensi sebagai obat obatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Creatine Kinase Myocardial Band (CK-MB) pada tikus wistar betina setelah pemberian Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) selama 28 hari (paparan subkronik). Jenis penelitian ini merupakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah hewan uji adalah 20 ekor tikus wistar betina dengan berat badan berkisar 100-200 g, kemudian dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu kontrol, EMSA dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, 1000 mg/KgBB. EMSA diberikan 5 kali dalam seminggu selama 28 hari secara oral. Setelah 28 hari tikus di bedah dan dilakukan pemeriksaan kadar CK-MB dari serum darah, hasil kadar CK-MB pada perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar CK-MB pada serum tikus perlakuan 250, 500, 1000 mg/KgBB mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kontrol, dan setelah di uji One-way ANOVA menunjukkan bahwa pada perlakuan tidak berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian EMSA pada tikus putih (Rattus norvegicus) wistar betina adalah tidak toksik sehingga EMSA aman secara uji subkronik. Kata Kunci : EMSA, CK-MB, Subkronik
Konsumsi Pakan Pada Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) Di Kandang Sebelum Dilepasliarkan Di Kondang Merak Kabupaten Malang Nur Istiqomatu Rosidah; Hari Santoso; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 4 No 2 (2019): Ekstrak dan Nutrisi
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.414 KB)

Abstract

Javan loris is a protected animal whose population decreases. One way of preservation is to release the livestock Java pet and confiscated into their natural habitat. A research has been conducted to determine the type of feed and the level of preference for the type of feed of Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) in rehabilitation and adaptation cage before it is released in Protected Forest Kondang Merak of Malang Regency. This research is conducted by providing feed that is adapted to the needs of loris. Type of feed given consists of Insects, Gum (Gum arabica), Carrots, Potatoes, Ubi, Siam Pump, Nuts, and Cucumber. The method used is observation of four male and female lorises placed in two cages measuring 2 x 2 m. Observation of feed intake was done for twelve days, and weighing the feed before giving and after feeding to know palatabititasnya. Abiotic factors measured are temperature and humidity. The results showed that the level of preference to feed based on the percentage of consumptive amount was 18.7%, Siam Pump 17.2%, Carrot 15.5%, Sweet Potatoes 15.5%, Beans 9,3%, Cucumber 9% and Potatoes 7.7%, while the lowest is Insect that is 7%. The feeding rate is not related to the temperature and humidity in the rehabilitation and adaptation cages based on the correlation test using SPSS version 22. Keywords: Nycticebus javanicus,feed, palatability, cage ABSTRAK Kukang Jawa merupakan satwa dilindungi yang populasinya semakin menurun.Salah satu cara pelestariannya adalah melepaskan KukangJawapeliharaan dan sitaan ke habitat alamnya.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan jenis pakan dan tingkat kesukaan terhadap jenis pakan KukangJawa (Nycticebus javanicus) di kandang rehabilitasi dan adaptasi sebelum dilepasliarkandi Hutan Lindung Kondang Merak Kabupaten Malang.Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kukang. Jenis pakan yang diberikan terdiri dari Serangga, Getah (Gum arabica), Wortel, Kentang, Ubi, Labu Siam, Kacang Panjang, dan Mentimun. Metode yang digunakan adalah Observasi terhadap empat ekor Kukang Jawa betina dan jantan yang ditempatkan di dalam dua kandang berukuran 2 x 2 m. Pengamatan konsumsi pakan dilakukan selama dua belas hari, dan dilakukan penimbangan pakan sebelum pemberian dan sesudah pemberian pakan untuk mengetahui palatabititasnya.Faktor abiotik yang diukur yaitu suhudan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan terhadap pakan berdasarkan persentase jumlah konsumsinya berturut-turut adalah Getah 18.7%, Labu Siam 17,2%, Wortel 15,5%, Ubi 15,5%, Kacang Panjang 9,3%, Mentimun 9%, dan Kentang 7,7%, sedangkan terendah adalah Serangga yaitu 7%.Tingkat kesukaan terhadap pakan tidak berhubungan dengan suhu dan kelembaban di kandang rehabilitasi dan adaptasi berdasarkan uji korelasi menggunakan SPSS versi 22. Kata kunci: Nycticebus javanicus, pakan, palatabilitas, kandang
Profil Sebaran Burung Di Pohon Peneduh Sepanjang Jalan MT. Haryono dan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Muhammad Bachri; Hasan Zayadi; Ari Hayati
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.354 KB)

Abstract

The bird is a wildlife that is easily found in almost area vegetation. In this case the bird is one of the bioindikator an area to know a change an environment and reflect the stability of the habitat. This research aims was to know the type and spread of the distribution of birds on a shade tree in the M.T. Haryono road and Tlogomas Malang. Research used the method of cruising or descriptive-explorative directly in the field with the recorded data coordinates the types of birds that are found in shade trees along the road by using GPS. The study found four types of bird i.e. emprit/Javan Munia (Lunchura leucogastroides) as much as 102 points of distribution, sparrows (Passer domesticus) as many as 18 point spread, bird cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) a total of 11 points distribution and species of birds spotted Dove (Streptopelia chinensis) 8 point spread. With the number of whole namely 139 point distribution of all trees shade. Based on studies generated frequency in the morning is 66, 2% and in the afternoon is 25, 9%. The shade tree most frequently was found by the bird are the trees of Trembesi and Mahoni. Keywords: spatial distribution of birds, shade trees, road ABSTRAK Burung merupakan satwa liar yang mudah ditemukan hampir di daerah yang memiliki vegetasi. Dalam hal ini burung merupakan salah satu bioindikator suatu daerah untuk mengetahui suatu perubahan suatu lingkungan dan mencerminkan stabilitas habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persebaran distribusi burung pada pohon peneduh di jalan M.T. Haryono dan Tlogomas Kota Malang. Penelitian menggunakan metode jelajah atau deskriptif-ekploratif secara langsung di lapangan dengan mencatat data koordinat jenis-jenis burung yang ditemukan di pohon peneduh sepanjang jalan raya dengan menggunakan GPS. Ditemukan empat jenis burung yaitu emprit/ bondol jawa (Lunchura leucogastroides) sebanyak 102 titik persebaran, burung gereja (Passer domesticus) sebanyak 18 titik persebaran, burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) sebanyak 11 titik persebaran dan spesies burung tekukur biasa (Streptopelia chinensis) 8 titik persebaran. Dengan jumlah keseluruhan yaitu 139 titik persebaran dari semua pohon peneduh yang ada. Berdasarkan penelitian dihasilkan frekuensi pada pagi hari yaitu 66, 2 % dan pada sore hari diketahui 25, 9%. Pohon peneduh yang paling sering ditemukan oleh burung adalah pohon Trembesi dan Mahoni. Kata kunci: Distribusi spasial burung, pohon peneduh, jalan raya
Identifikasi Serangga Pada Lahan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Benih Palawija Singosari Kabupaten Malang Yuliana Musrifatul Maula; Ari Hayati; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.509 KB)

Abstract

Corn is a seasonal plant. Corn is one of the crop commodities that has an important role in agriculture and the economy in Indonesia. Problems that often occur in the cultivation of corn (Zea mays) are such as water availability, land area, weather, disease and pest attacks. Insects are animals which include an important role in the agricultural ecosystem, but not all insects are beneficial for these plants. Insects also consist of several types of Orders, namely the Order of Coleoptera, Order of Diptera, Order of Lepidoptera, Order of Homoptera, Order of Hemiptera, and Order of Thysanoptera. Insects also have their respective statuses as predators, pests, pollinators, and suckers. This study aims to identify the types of insects on cornfields and determine the effect of abiotic factor correlations on the number of insects on cornfields. This research uses quantitative descriptive method, the retrieval of insects with the absolute method and this study makes direct observations (visual) and the determination of plots using purposive sampling. The results showed 5 orders (Odonata, Lepidoptera, Orthoptera, Coleoptera, and Hemiptera), 6 families (Libellulidae, Nymphalidae, Pieridae, Acrididae, Coccinellidae, and Pentatomidae) and 9 kinds of insects. The most common insects are found in the Odonata Order, as many as 51 birds and the least insects found were found in the order of 2 Lepidoptera Familia Acrididae. Abiotic factors measured are temperature, humidity, wind speed and light intensity. Wind speed is related to the arrival of insects that come on cornfields. Keywords:corn plant (Zea mays),Insects, abiotic factor. ABSTRAK Jagung merupakan tanaman musiman. Jagung termasuk salah satu komoditas tanaman yang mempunyai peranan penting dalam pertanian dan juga perekonomian di Indonesia. Masalah yang sering terjadi dalam budidaya tanaman jagung (Zea mays) yaitu seperti ketersediaan air, luas lahan, cuaca, serangan penyakit dan hama. Serangga merupakan hewan yang termasuk memegang peranan penting dalam ekosistem pertanian, tetapi tidak semua serangga menguntungkan untuk tanaman tersebut. Serangga juga terdiri dari beberapa jenis Ordo yaitu Ordo Coleoptera, Ordo Diptera, Ordo Lepidoptera, Ordo Homoptera, Ordo Hemiptera, dan Ordo Thysanoptera. Serangga juga memiliki status masing-masing yaitu sebagai predator, hama, penyerbuk, dan penghisap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi macam-macam serangga pada lahan tanaman jagung dan mengetahui pengaruh korelasi faktor abiotik terhadap jumlah serangga pada lahan tanaman jagung. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, pengambilan serangga dengan metode mutlak dan penelitian ini melakukan pengamatan secara langsung (visual) dan penentuan plot menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan 5 ordo (Odonata, Lepidoptera, Orthoptera, Coleoptera, dan Hemiptera), 6 familia (Libellulidae, Nymphalidae, Pieridae, Acrididae, Coccinellidae, dan Pentatomidae) dan 9 macam serangga. Serangga yang paling banyak ditemukan yaitu terdapat pada Ordo Odonata yaitu sebanyak 51 ekor dan serangga yang paling sedikit ditemukan yaitu terdapat pada Ordo Lepidoptera Familia Acrididae sebanyak 2 ekor. Faktor abiotik yang diukur yaitu suhu, kelembaban, kecepatan angin dan intensitas cahaya. Kecepatan angin berhubungan terhadap kedatangan serangga yang datang pada lahan tanaman jagung. Kata kunci: tanaman jagung (Zea mays), Serangga, faktor abiotik
Dinamika Populasi Jamur Pada Media Starter Tepung Beras Diperkaya Nutrisi Potato Dextrose Agar Anindyta Robiatul Adawiyah; Ahmad Syauqi; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 1 (2019): Keragaman Populasi Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.644 KB)

Abstract

Yeast and fungus are important biomass in the food industry. Rice flour is one of the alternative basic ingredients of composite flour and consists of carbohydrates, fats, proteins, minerals and vitamins. Yeast multiplies by a process known as germination, which causes fermentation. This study aims to determine the development of fungal cell population dynamics in making starter with rice flour rich in PDA (Potato Dextrose Agar) nutrition. PDA (Potato Dextrose Agar) is one of the good media used to breed a microorganism, either in the form of fungus / function, bacteria, or living cells. The method used in this study is a different test method for two populations with 2 variables with PDA levels of 0% and 4% with 9 times of repetition. Which is observed once every eight hours the growth dynamics of the fungus by identifying the following fungal species Aspergillus niger is white and has a good composition, Candida utilis is white, Hansenulla anomala is opaque, Trichoderma viride is clear. Keywords: Rice flour, Yeast, PDA (Potato Dextrose Agar), Aspergillus niger, Candida utilis, Trichoderma viride, Hansenula saturnus. ABSTRAK Jamur adalah biomasa yang penting di dalam industri makanan. Tepung beras merupakan salah satu alternatif bahan dasar dari tepung komposit dan terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. Starter adalah populasi mikroba dalam jumlah dan kondisi fisiologis yang siap diinokulasikan pada media fermentasi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perkembangan dinamika populasi sel jamur pada pembuatan starter dengan media tepung beras kaya nutrisi PDA (Potato Dextrose Agar). PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan salah satu media yang baik digunakan untuk membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungsi, bakteri, maupun sel mahluk hidup. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Uji beda rerata dua populasi dengan 2 variabel dengan kadar PDA 0% dan 4% dengan 9 kali ulangan waktu. Yang mana pada setiap 8 jam sekali diamati dinamika pertumbuhan jamurnya dengan mengidentifikasi spesies jamur sebagai berikut Aspergillus niger berwarna putih dan berbenang, Candida utilis berwarna putih, Hansenulla saturnus berwarna buram, Trichoderma viride berwarna bening. Kata Kunci : Tepung beras, Ragi, PDA (Potato Dextrose Agar), Aspergillus niger, Candida utilis, Trichoderma viride, Hansenula saturnus.
Co-Authors Ach Jailani Adi Suryo Purnomo Adifatul Ismy Adimas, Lastya Affan, Muhammad Afrian syarif Hidayat Ahmad Mijwad Rajab Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad alfira khullatun ni'am Amalia Kamelia Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andaresta, Olivia Anindyta Robiatul Adawiyah Annisa, Silvia Apria Ningsih Ari Hayati Ari Hayati Arifianti, Eka Nur Ayu Naila Nahdiyah Badi'ah Lailun Nahdhlia Baihaqi Musytawan Basyariyah, Iflahatul Devi Qurroti A'yun Dewi Vebriyanti Eka Nur Arifianti Elmi Zakiah Fairuz Qory Amalia Faizah Shodirun Faizah Shodirun, Faizah Fauzilah, Isma Febrian Priska Amalia Putri Fitria Fitria Hamdani Dwi Prasetyo Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hayat Hidayatul, Romdiyah Hildasari, Nourma Hotimah, Sitti Norul Husain Latuconsina Husnul Hotimah Ifadotul Lailatussholiha Iflahatul Basyariyah illah, Muhamad Atho' Isma Fauzilah Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh Istiqomah ISTIQOMAH, LAILATUL Izzatul Bahriyah Izzatul Bahriyah, Izzatul Jailani, Ach Jauhari, Nasrul Kamiliatul Mufidah Khamidatul Ula Khoiratul Hasanah lailatul istiqomah Luchman Hakim Luthfiana, Mauludiya Maghfiroh, Faldha Laili Maimunah, Maimunah Mariyana Mariyana Mariyana Mariyana Mas Ajeng Wahyu Hidayah Masitoh, Liza Khoidiyah Miftahul Mukarromah Miftahussurur, Mohammad Moh. Agus Zakaria Mohammad Miftahussurur Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Mufidah, Kamiliatul Muhamad Atho' illah Muhamad Atho' illah Muhammad Bachri Musaffak, Taufik Ridwan Musytawan, Baihaqi Nasrul Jauhari Niqrisatut Thibab Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Noviza, Evi Noris Nubdatul Fikroh Nur Aini Nur Aliyah, Shofi Nur Asbani Nur Asbani Nur ismalasari Nur Istiqomatu Rosidah Nur Malichatin Nurul Jadid Mubarokati Nurul Qomariyah Nurus Sa'adah Prasetya, Hamdani Dwi Putri, Febrian Priska Amalia Qudrati Rohmah Rajab, Ahmad Mijwad Ratna Djuniwati Lisminingsih Retno wulandari Rita Purwanti Riyan Riyadlun Najih Rohmah, Qudrati Rohmawati, Vivi Dwi Rokha Illiyyin Saimul Laili Sama’ Iradat Tito Saputri, Rizki Dwi Shalehah, Nikmatus Silvia Annisa Siti Imama Khoiriyah Siti Marirotuz Zahro' Siti Rahmawati Wahyuningsih Siti Salma Nur Fahima Sitti Nor Fajariyah Sitti Norul Hotimah Solechah, Imah Subhan Maulidi K.B.F Tika Anggraini umam, M. azkal Vivi Dwi Rohmawati Warida, Mutha Yulia Pambayuning Tyas Yuliana Musrifatul Maula