Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Studi Kelayakan Jalan Tol Serpong-Cinere Ditinjau dari Segi Ekonomi dan Finansial Wiwi Aulia; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.508 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48066

Abstract

Studi kelayakan jalan tol Serpong-Cinere dimaksud untuk medapatkan nilai manfaat secara ekonomi dan finansial. Dalam analisis ini digunakan data-data sekunder yang didapat dari instansi terkait. Dari data-data sekunder yang ada akan dapat dianalisis kelayakan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere dengan cara merekapitulasi data-data volume lalu lintas di jalan eksisting. Dan menganalisis persebaran demand kendaraan yang akan terjadi (with project) dengan metode JICA Model 1 serta menghitung penghematan (Saving) Biaya Operasioanl Kendaraan (BOK) dan nilai waktu (time value) menggunakan metode Jasa Marga dari aspek ekonomi, hingga menganalisis aspek finansial berupa keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh investor. Dari hasil analisis didapatkan untuk kelayakan ekonomi BCR sebesar 1,22 > 1 dan nilai NPV sebesar Rp 1.740.033.235.539,35 > 0. Untuk kelayakan finansial didapatkan nilai BCR sebesar 1,35 > 1, nilai NPV sebesar Rp 2.820.418.653.985,31 > 0 dan nilai IRR sebesar 7,066% > 5,01% (MARR). Serta waktu Payback Period selama 25 tahun 4 bulan 18 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan pembangunan jalan tol Serpong-Cinere layak dari segi ekonomi dan finansial.
Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Lingkar Barat-Tanggulangin Ditinjau dari Segi Ekonomi Rohmatul Bulgis; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.266 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48008

Abstract

Studi ini didasarkan pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) Sidoarjo yang akan dibangun Jalan Lingkar Barat- Tanggulangin dalam program pengembangan jalan alternatif yang menghubungkan jalan utara dan selatan kabupaten. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kelayakan pembangunan Jalan Lingkar Barat-Tanggulangin ditinjau dari segi ekonomi. Pada tahap penyelesaian studi ini diperlukan data primer dan data sekunder dengan melampirkan data volume lalu lintas, data PDRB, PDRB per kapita serta penunjang lainya. Tahap awal dalam perencanaan kelayakan ekonomi yaitu menganalisis lalu lintas yang melewati jalan eksisting serta lalu lintas jalan rencana. Selanjutnya melakukan forecasting dengan cara memperkirakan biaya-biaya yang akan dikeluarkan dimasa mendatang mengunnakan metode bunga majemuk. Analisis trip assignment juga dilakukan untuk mengetahui prosentase jumlah kendaraan yang melewati jalan eksisting serta jalan rencana menggunakan metode smock 1962. Tahap akhir menganalisis nilai penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) dan nilai waktu menggunakan metode Jasa Marga. Adapun menganalisis aspek ekonomi berdasarkan paramater benefit cost ratio (BCR) dan net present value (NPV) sebagai acuan kelayakan. Dari hasil analisis didapatkan nilai penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) jalan lingkar sebesar Rp.8.867.096.078,00 dan saving nilai waktu jalan lingkar sebesar Rp.10.069.363.697. Adapun hasil kelayakan ekonomi dari jalan lingkar Barat-Tanggulangin didapatkan nilai BCR 1,03>1 dan NPV Rp.24.842.941.583,82 > 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Barat-Tanggulangin layak secara ekonomi.
Studi Kelayakan Pembangunan Jalan Alternatif Sukorejo-Bumiaji Jawa Timur ditinjau dari Segi Lalu Lintas dan Ekonomi Dea Vita Aji Fauzi Putri; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.768 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48009

Abstract

Studi kelayakan pembangunan jalan alternatif Sukorejo-Bumiaji dimaksudkan untuk mendapat nilai manfaat secara ekonomi. Disamping nilai ekonomi yang akan diperoleh, kemacetan di Ruas Sukorejo Pasuruan akan terurai. Dalam studi ini dilakukan pembahasan mengenai analisis kelayakan sebelum jalan ini dibangun dengan menganalisis lalu lintas yang akan melewati jalan eksisting serta lalu lintas jalan rencana dengan cara melakukan forecasting untuk memperkirakan jumlah kendaraan pada tahun rencana mendatang menggunakan data pertumbuhan penduduk, PDRB, dan PDRB per kapita. Analisis trip assignment juga dilakukan untuk mengetahui prosentase jumlah kendaraan yang melewati jalan eksisting dan jalan rencana. Analisis kelayakan ditinjau dari segi lalu lintas dan dari segi ekonomi. Kelayakan lalu lintas dilakukan dengan membandingkan derajat kejenuhan (Dj) jalan eksisting dan jalan rencana alternatif sedangkan kelayakan ekonomi menganalisis dari nilai saving biaya operasional kendaraan (BOK) dan nilai waktu (saving time) serta nilai BCR (Benefit Cost Ratio) dan NPV (Net Prsent Value). Hasil studi ini diperoleh nilai derajat kejenuhan (Dj) pada kondisi eksisting sebelum pembangunan jalan baru sebesar 0,80 (Ruas Sukorejo Sby-Mlg), 0,60 (ruas Sukorejo Mlg-Sby) dan 0,82 (Ruas Batu), setelah pembangunan jalan baru yaitu 0,42 (Ruas Sukorejo Sby-Mlg), 0,32 (Ruas Sukorejo Mlg-Sby) dan 0,03 (Ruas Batu). Nilai derajat kejenuhan untuk Jalan Alternatif Sukorejo (Pasuruan)-Bumiaji (Batu) pada awal tahun rencana sebesar 0,35 dan pada akhir tahun rencana (2052) sebesar 0,37. Sedangkan untuk analisis ekonomi BCR = 2,06 > 1 dan NPV = Rp. 3.762.354.497.207 > 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembangunan Jalan Alternatif Sukorejo (Pasuruan)-Bumiaji (Batu) ini bisa dikatakan layak dalam segi lalu lintas maupun ekonomi.
Prioritas Penanganan Kerusakan Jalan di Jalan Provinsi di Daerah Surabaya Selatan Ditinjau dari Tingkat Kerusakan Jalan dan Segi Ekonomi Azizah Sagita Amani; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.543 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48145

Abstract

Perencanaan perbaikan jalan ini didasarkan pada kondisi ruas Jalan Joyoboyo, Jalan Gunungsari dan Jalan Mastrip mengalami permasalahan yang cukup kompleks dan kerugian yang diakibatkan oleh hal tersebut cukup besar terutama bagi pengguna jalan, seperti terjadinya waktu tempuh yang lama, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk menganalisis nilai prioritas penanganan jalan berdasarkan nilai kerusakan jalan, segi ekonomi, dan lalu lintas harian rata-rata. Perencanaan prioritas penanganan kerusakan jalan ditinjau dari tingkat kerusakan jalan dan segi ekonomi yaitu menganilisis nilai kerusakan jalan menurut Indrasurya dan P. Dirgalaksono 1990 dan nilai analisis ekonomi menurut N.D. Lea&Associates. Perhitungan untuk mengetauhi nilai analisis ekonomi yaitu menghitung biaya operasional kendaraan, Benefit Annual Cost, Benefit Cost Ratio dan nilai analisis kerusakan jalan didapat nilai total distresspoint (TDP). Hasil yang didapatkan pada perencanaan ini untuk menentukan prioritas penanganan kerusakan jalan yaitu prioritas pertama pada ruas Jalan Mastrip A dengan nilai TDP 388.875 dan BCR 3.65, prioritas kedua pada ruas Jalan Mastrip B dengan nilai TDP 632.625 dan BCR 1.06, prioritas ketiga pada ruas Jalan Gunungsari A dengan nilai TDP 258 dan BCR 1.06, prioritas keempat pada ruas Jalan Gunungsari B dengan nilai TDP 204.375 dan BCR 1.12, prioritas kelima pada ruas Jalan Joyoboyo B dengan nilai TDP 32.5 dan BCR 1.55, prioritas keenam pada ruas Jalan Joyoboyo A dengan nilai TDP 59.5 dan BCR 1.11.
Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Gerbang Tol (Studi Kasus: Gerbang Tol Sei Rampah dan Gerbang Tol Tebing Tinggi Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi) Rahmad Handika; Hera Widyastuti; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.693 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48313

Abstract

Jalan tol merupakan fasilitas transportasi yang dibangun dengan tujuan untuk memperlancar lalu lintas daerah dan meningkatkan mobilitas orang dan barang demi pertumbuhan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan tol itu sendiri memiliki gerbang tol yang merupakan tempat proses pelayanan transaksi tol terjadi. Namun, Salah satu permasalahan yang sering terjadi di jalan tol adalah kemacetan kendaraan khususnya di gerbang tol. Pada studi ini metodologi yang digunakan sebagai disiplin antrian adalah First In First Out dan Single Channel-Single Server sebagai struktur antrian pada perencanaan gerbang tol ini serta mempertimbangkan Gerbang Tol Otomatis (GTO). Studi ini mengevaluasi jumlah gerbang tol yang optimum dalam segi panjang antrian dan tingkat pelayanan untuk tahun 2019, 2024, dan 2029. Hasil dari evaluasi studi ini adalah panjang antrian terpanjang yang terjadi pada Gerbang Tol Sei Rampah masuk adalah 20 m; Gerbang Tol Sei Rampah keluar sepanjang 25 m; Gerbang Tol Tebing Tinggi masuk sepanjang 20 m; Gerbang Tol Tebing Tinggi keluar sepanjang 15 m. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada saat ini yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 3 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 3 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 4 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 3 gardu. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada tahun 2024 yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 3 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 3 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 5 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 4 gardu. Jumlah gardu yang perlu dibuka pada tahun 2029 yaitu untuk gerbang tol Sei Rampah masuk = 4 gardu; untuk gerbang tol Sei Rampah keluar = 4 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi masuk = 5 gardu; untuk gerbang tol Tebing Tinggi keluar = 4 gardu.
Studi Perancangan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Ring Road Timur (JRRT) Kota Madiun Rizki Gusti; Wahju Herijanto; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50733

Abstract

Laju pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun meningkat menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun . Peningkatan perekonomian ini dikarenakan oleh tumbuhnya industri dan perdagangan di daerah tersebut. Banyak bermunculan industri-industri baru dan arus perdagangan yang tinggi. Hal ini diiringi dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Dalam perancangan ini berpedoman pada Peraturan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. 038/TBM/1997 untuk pemilihan trase yang baik, perhitungan alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal. Perhitungan pembebanan lalu lintas (trip assigment) menggunakan metode Smock (1962). Pada perencanaan perkerasan lentur menggunakan pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan No.04/SE/Db/2017 untuk mendapatkan tebal perkerasan sesuai umur rencana. Perencanaan drainase mengacu pada peraturan Pd-T-02-2006-B, serta peraturan rencana anggaran biaya total menggunakan HSPK Kota Madiun yang diperlukan pada perencanaan ini. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan didapatkan desain geometrik jalan menggunkanan tipe 4/2D dengan lebar jalur 7,5 m dengan dengan lebar lajur 3,75 m. Alinyemen horizontal didapatkan 8 tikungan dengan tipe Spiral-Circle-Spiral. Hasil trip assignment menggunakan metode smock didapatkan perpindahan kendaraan ke jalan rencana sebesar 66,67 %. Susunan lapis perkerasan lentur didapatkan lapis AC-WC dengan tebal 40 mm, lapis AC-WC dengan tebal 60 mm, lapis AC Base dengan tebal 245 mm, dan lapis LPA dengan tebal 300 mm. Perhitungan dimensi saluran dengan tipe saluran trapesium didapatkan 4 tipe saluran. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) didapatkan biaya sebesar Rp 505.895.574.565,54.
Perencanaan Dermaga Pupuk NPK di Tersus PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk Kapal Bulk Carrier dengan Kapasitas 10.000 DWT Muhammad Dwi Nugroho; Fuddoly Fuddoly; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50773

Abstract

Indonesia merupakan produsen pupuk terbesar di Asia dengan total aset pada tahun 2015 sebesar Rp. 93,13 triliun dan total kapasitas produksi pupuk mencapai 13,1 juta ton per-tahun. Dengan adanya rencana pengembangan fasilitas di tersus PT. Pupuk Kaltim yaitu dengan membangun dermaga khusus pupuk NPK. Pengembangan ini diharapkan dapat membantu proses distribusi pupuk NPK dengan efektif, efisien, dan cepat. Dermaga yang direncanakan adalah dermaga jenis quadrant shiploader untuk kapasitas kapal 10.000 DWT. Perencanaan dermaga ini telah diwujudkan dalam bentuk rencana pengembangan dermaga. Namun untuk mewujudkan pembangunan tersebut diperlukan detail engineering desain yang meliputi sistem fender dan boulder, perencanaan trestle, pivot, loading platform, mooring dolphin, breasting dolphin, catwalk, pemancangan, dan detail penulangan. Selain detail engineering desain, perlu ditinjau juga terhadap kedalaman air pada alur masuk tersus PT. Pupuk Kaltim. Untuk pengerjaan pembetonan pada penelitian ini direncanakan menggunakan beton konvensional atau cor in situ, namun dalam metode pelaksanaannya, pihak kontraktor dapat mengupayakan menggunakan sistem pracetak namun tetap mengacu pada desain yang telah direncanakan pada penelititan ini. Perencanaan dermaga tidak hanya mencakup perencanaan fasilitas laut serta perencanaan struktur dermaga saja. Selain itu perlu juga direncanakan terkait metode pelaksanaan pembangunan dana dalam perencanaan dermaga juga harus ditinjau terkait rencana anggaran biaya dari dermaga tersebut. Dari hasil analisis perhitungan didapatkan kebutuhan dermaga dengan dimensi trestle sebesar 4 x 50 m2, pivot 8 x 14 m2, loading platform 3 x 82 m2, mooring dolphin 3,8 x 3,8 m2, breasting dolphin sebesar 4,8 x 4,8 m2. Rencana anggaran biaya untuk pembangunan dermaga ini adalah sebesar Rp.75.959.142.300,-
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Lintas Pantai Selatan Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar Safira Qurrata Ainnisa; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59722

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan industri di Kabupaten Blitar meningkat sehingga dibutuhkan aksesibilitas jalan yang aman dan efisien. Maka dari itu pemerintah membangun Jalan Lintas Pantai Selatan yang diharapkan agar para wisatawan dari berbagai kota dapat dengan mudah untuk berkunjung ke Kabupaten Blitar. Penelitian ini berupa perencanaan geometric jalan dan perkerasan lentur jalan lintas pantai selatan Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar. Perencanaan ini dinilai berdasarkan perencanaan geometric dan perkerasan jalan. Hasil Perencanaan Jalan Lintas Pantai Selatan Kecamatan Bakung diperoleh perencanaan geometrik dengan Alinyemen Horizontal tipe S-C-S (Spiral Circle Spiral) 41 tikungan dan SS (Spiral-Spiral) 5 tikungan serta Perencanaan Alinyemen Vertikal (PVI) yang terdiri dari 23 cekung dan 34 cembung. Dengan menggunakan perkerasan lentur lapisan berbutir AC tebal > 100 mm dan struktur perkerasan menggunakan FFF4. Untuk Perencanaan Drainase menggunakan material asli dengan ukuran 0,40 m x 0,85 m dan 0,50 m x 1 m. Rencana anggaran biaya mencapai Rp. 695.686.147.065,61 (Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Milyar Enam Ratus Delapan Puluh Enam Juta Seratus Empat Puluh Tujuh Ribu Enam Puluh Lima Rupiah).
Analisis Penilaian Kerusakan Jalan dan Perbaikan Perkerasan pada Jalan Raya Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik Akhmad Zadhi Nashruddin; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i1.59866

Abstract

Jalan Raya Roomo di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik merupakan salah satu jalan yang termasuk dalam kategori kelas fungsi jalan arteri nasional. Jalan sepanjang 1,9 km ini merupakan jalan penghubung antara Pelabuhan Gresik menuju jaringan jalan tol, sebagai pengganti Jalan Harun Thohir yang sudah dilakukan pemasangan portal akibat terjadinya kerusakan pada tahun 2018. Beberapa kerusakan yang terjadi pada Jalan Raya Roomo antara lain lubang, retak halus, alur, dan kerusakan lain. Selain itu sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Kerusakan jalan tersebut dianalisa menggunakan 3 (tiga) metode, yaitu metode Bina Marga yang dilakukan per segmen 100 meter dengan hasil akhir berupa urutan prioritas, metode PCI (Pavement Condition Index) yang dilakukan per segmen 100 meter dengan hasil akhir berupa nilai PCI, dan metode Indrasurya dan Dirgolaksono (1990) yang dilakukan per segmen 250 meter dengan hasil akhir berupa nilai kondisi jalan. Ketiga metode tersebut dilakukan dengan cara survei visual langsung ke lapangan. Kemudian dilakukan perbandingan yang selanjutnya dapat diketahui penanganan kerusakannya. Selanjutnya dilakukan juga perbaikan perkerasan dengan dipilih tipikal perkerasan lentur, dengan menggunakan metode Bina Marga 2017 dan digunakan usia rencana 40 tahun. Dari hasil analisis diatas, didapatkan bahwa terjadi perbedaan hasil antara ketiga metode penilaian kerusakan jalan. Kemudian didapatkan jenis penanganan kerusakannya berupa pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, serta peningkatan jalan. Untuk peningkatan jalan, dilakukan dengan 2 cara. Yang pertama, penambahan tebal lapis tambah (overlay) dengan tebal lapis AC-BC 90 mm dan AC-WC 50 mm. Yang kedua, perbaikan perkerasan dengan didapatkan perkerasan lentur dengan tebal lapis agregat kelas A 150 mm, CTB 150 mm, AC Base 160 mm, AC-BC 60 mm, dan AC-WC 50 mm. Kemudian didapatkan total rencana anggaran biaya dengan penanganan overlay sebesar Rp. 914.990.000,- dan dengan perencanaan ulang perkerasan lentur sebesar Rp. 4.318.144.000,-                     Rp. 4.318.144.000,- 
Analisis Kondisi dan Perbaikan Perkerasan pada Ruas Jalan R. E. Martadinata, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara Daniel Pratama Sinaga; Cahya Buana
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67858

Abstract

Jalan yang rusak akan menghambat serta mengganggu aktivitas masyarakat, seperti yang ditemui pada ruas Jalan R. E. Martadinata di kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jalan tersebut mengalami kerusakan sepanjang 3,4 kilometer dari total panjang 7,4 kilometer. Kerusakan tersebut terjadi akibat beberapa faktor, salah satunya adalah kendaraan berat dengan muatan berlebih yang mengangkut barang dari Pelabuhan Tanjung Priok dan proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Metode yang digunakan untuk melakukan penilaian kondisi perkerasan adalah metode Pavement Condition Index (PCI). Selanjutnya direncanakan perbaikan kerusakan perkerasan berdasarkan hasil survei lapangan dan analisis PCI. Dalam perencanaan, ada dua jenis data yang digunakan, yaitu data primer dan data sekunder. Untuk data primer berupa data kerusakan jalan dan data lalu lintas. Sedangkan untuk data sekunder berupa data HSPK. Setelah itu dilakukan perhitungan biaya yang dibutuhkan dalam melaksanakan perbaikan perkerasan. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa kendaraan yang paling berpengaruh terhadap kerusakan pada jalan R. E. Martadinata adalah truk trailer dengan konfigurasi sumbu 1.2 – 2.2 dengan persentase daya rusak jalan (VDF) sebesar 43,88 %. Nilai rata-rata PCI untuk semua segmen adalah 75,56 yang berarti jalan dalam kondisi baik. Meskipun kondisi keseluruhan baik, namun ada beberapa segmen yg memiliki kondisi buruk seperti pada segmen STA 2+200 sampai STA 2+600 sehingga harus dilakukan perbaikan. Perbaikan kerusakan yang digunakan ada 3 macam yaitu pengisian keretakan (crack sealing), penambalan (patching), dan pemadatan tanah. Total biaya untuk perbaikan perkerasan sebesar Rp 178.896.000.