Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Padat Ikan Patin Terhadap Biomassa Azolla microphylla pada Pemeliharaan Ikan Betok (Anabas testudineus)  Media Air Gambut Dionisia Octavina Satiti S; Saberina Hasibuan; Rodhi Firmansyah
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.31-44

Abstract

Pemanfaatan limbah padat ikan patin sebagai pupuk organik cair (POC) merupakan upaya untuk meningkatkan ketersediaan nutrien pada media air gambut yang secara alami bersifat asam dan miskin unsur hara. Kondisi ini sering membatasi pertumbuhan tanaman air serta produktivitas budidaya ikan, termasuk ikan betok (Anabas testudineus). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dan menentukan dosis optimal POC limbah padat ikan patin terhadap biomassa Azolla microphylla serta pertumbuhan ikan betok pada media air gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 di Hatchery, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Kegiatan pemeliharaan ikan dilakukan di fasilitas Hatchery menggunakan akuarium sebagai wadah pemeliharaan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas lima perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (1,5 ml/L), P2 (2 ml/L), P3 (2,5 ml/L), dan P4 (3 ml/L), masing-masing tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada P3 dengan bobot A. microphylla 12,83 g, LPS 3,41%, bobot ikan 3,76 g, dan panjang 3,23 cm. Sedangkan tingkat kelulushidupan ikan pada seluruh perlakuan mencapai 100%. Parameter kualitas air berada dalam kisaran yang mendukung organisme akuatik, yaitu suhu 27–28 °C, pH 4,8–4,9, TDS 108,2–135,2 ppm, DO 4,35–5,86 mg/L, Kecerahan 6,85–9,78 cm serta orthofosfat 1,0351–4,0947 mg/L, nitrat 0,5583–3,0114 mg/L, dan amoniak 0,0264–0,6681mg/L yang cenderung menurun seiring pemanfaatan nutrien oleh A. microphylla. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa POC limbah padat ikan patin efektif meningkatkan biomassa A. microphylla, menstabilkan kualitas air, dan mendukung pertumbuhan ikan betok, dengan dosis optimal pada P3 yaitu 2,5 ml/L.
Penggunaan Larutan Daun Pepaya (Carica papaya) untuk Memperbaiki Kualitas Parameter Kimia Air pada Media BudidayaIkan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) Resti Martika; Saberina Hasibuan; Syafriadiman Syafriadiman
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.193-205

Abstract

Masalah yg sering terjadi pada kegiatan budidaya ikan patin saat ini adalah pada media pemeliharaan yaitu kualitas air, kualitas air yang digunakan untuk pemeliharaan ikan harus memenuhi persyaratan salah satunya parameter kimia air. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas kimia air dengan memanfaatkan senyawa daun pepaya dan filter zeolit. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh larutan daun pepaya dan mendapatkan dosis terbaik larutan daun pepaya untuk memperbaiki kualitas parameter kimia air dan laju pertumbuhan benih ikan patin. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2024 di Laboratorium Mutu Lingkungan Budidaya dan Hatchery Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdapat 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan, sebagai berikut: P0 (Tanpa pemberian larutan daun pepaya dan zeolit (kontrol), P1(Pemberian larutan daun pepaya 4 ml/L dan zeolit 17,05 g/L), P2 (Pemberian larutan daun pepaya 5 ml/L dan zeolit 17,05 g/L), P3 (Pemberian larutan daun pepaya 6 ml/L dan zeolit 17,05 g/L). Hasil terbaik dari penelitian didapatkan pada P3 (Pemberian larutan daun pepaya 6 ml/L dan zeolit 17,05 g/L), yaitu pH (7,7±0,05), DO (7,1±0,30 mg/L), ammonia (0,020±0,001 mg/L) nitrat (3,44±0,11 mg/L), fosfat (1,53±0,21 mg/L), bobot mutlak 2,92± 0,313 g, panjang mutlak 3,56± 0,472 cm, serta laju pertumbuhan spesifik  1,75±0,122 %/hari.
Pemanfaatan POC Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus) terhadap Kepadatan Lemna minor pada Media Pemeliharaan Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Deta Anjellyta; Syafriadiman Syafriadiman; Saberina Hasibuan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.206-215

Abstract

Pupuk organik cair limbah kulit nanas bermanfaat bagi pertumbuhan Lemna minor karena mengandung berbagai macam unsur hara terutama NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosisi terbaik pupuk organik cair (POC) limbah kulit nanas (Ananas comosus) untuk kepadatan L. minor dan bobot ikan gurami (Osphronemus gouramy). Penelitian ini telah dilaksanakan di Hatchery Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau pada bulan April-Mei 2024. Metode pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dosis POC limbah kulit nanas, yaitu P0 (Tanpa penambahan POC), P1 (10 ml/L), P2 (15 ml/L), dan P3 (20 ml/L). Pemeliharaan L. Minor dan ikan gurami dilakukan di wadah styrofoam berukuran 70 x 35 x 40 cm selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC limbah kulit nanas pada dosis 10 ml/L adalah yang terbaik untuk meningkatkan kepadatan L. minor dan pertumbuhan ikan gurami. Rata-rata peningkatan kepadatan L. minor selama 30 hari pemeliharaan sebesar 27.571 ind/m2 dan menghasilkan rata-rata berat mutlak gurami 0,62 g/ekor, LPS 0,62%/hari, serta SR 94%. Pengukuran kualitas air meliputi suhu (26-28 °C), pH (5,2-7,1), DO (7-7,5 mg/L), nitrat (0.03-5 mg/L), dan posfat (0.04-0,70 mg/L).
UTILIZATION OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER (LOF) FROM GOAT MANURE ON Lemna sp. BIOMASS IN THE MAINTENANCE MEDIA FOR SNAKEHEAD FISH (Channa striata) Ayu Mita Jami Yanti; Saberina Hasibuan; Rodhi Firmansyah
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 9 No. 2 (2026): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.9.2.211-223

Abstract

Snakehead fish (Channa striata) culture produces waste in the form of leftover feed that can reduce water quality. One approach to improving water quality is the use of the aquatic plant Lemna sp. for phytoremediation. However, Lemna sp. growth requires sufficient nutrients; therefore, liquid organic fertilizer (LOF) derived from goat manure was applied. This study aimed to determine the optimal dose of goat manure LOF for Lemna sp. biomass production in snakehead fish culture water. The study was conducted from September to October 2025 at the Integrated Laboratory of Marine Sciences, Universitas Riau. A completely randomized design with five treatments and three replicates was used. Treatments were P0 (control), P1 (0,5 mL/L), P2 (1,0 mL/L), P3 (1,5 mL/L), and P4 (2,0 mL/L). The results showed that goat manure LOF significantly affected Lemna sp. biomass (P < 0.05). The best treatment was P4, producing the highest biomass (362.58 g/m²) and specific growth rate (6.56%). Application of goat manure LOF also supported snakehead fish growth, resulting in a final mean weight of 3.20 g, mean length of 3.88 cm, daily weight gain of 2.60 g/day, and survival rate of 98%. In total organic matter ranged from 16.43–55.72 mg/L, nitrate 0.1813–10.0229 mg/L, phosphate 0.6991–5.1416 mg/L, CO₂ 5–18 mg/L, DO 4.10–5.21 mg/L, pH 6.2–7.4, and temperature 27.1–28.9°C. These findings indicate that goat manure LOF at 2.0 mL/L effectively increases Lemna sp. biomass, promotes phytoremediation, and improves snakehead fish growth and survival.
Utilizing catfish waste-derived liquid organic fertilizers for sustainable microalgae cultivation Saberina Hasibuan; Yustina Yustina; Resma Wahyuni; Rodesia Mustika Roza
Science, Technology, and Communication Journal Vol. 6 No. 3 (2026): SINTECHCOM Journal (June 2026)
Publisher : Lembaga Studi Pendidikan dan Rekayasa Alam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59190/stc.v6i3.417

Abstract

Peatlands are important ecosystems in Sumatra and Kalimantan in Indonesia that support the livelihoods of local people especially fisheries. The study investigated the effect of the addition of A. microphylla on water quality parameters in the rearing media of Siamese catfish in peat water to identify the optimal rate of A. microphylla that can enhance water quality and ultimately improve the growth and survival of Siamese catfish in aquaculture systems. The research was a randomized design with 4 treatment levels of A. microphylla with 3 replications, namely AM0 (Control), AM1 (20 g/m2), AM2 (40 g/m2), and AM3 (60 g/m2). The results showed that the best treatment was the AM3. It was able to reduce TSS by 68.5%, TDS by 37.65%, turbidity of 70.5%, and the brightness by 15.58 cm. The treatment improved the pH value of water (4.70 to 6.63), increased the dissolved oxygen content of water (3.30 mg/L to 7.66 mg/L), decreased water-free carbon dioxide (8.00 mg/L to 7.00 mg/L), increased nitrate content in water (0.43 ppm to 16.86 ppm), increased water orthophosphate content (0.64 ppm to 3.52 ppm) and produced an average abundance of plankton of 8461 ind. per L. The favourable condition was able to support the rearing of catfish for 60 days by increasing weight gain (2.39 g per fish), absolute length (2.50 cm per fish), feed efficiency (88.01%) and a high survival rate (93%). The results contribute to the development of efficient and eco-friendly aquaculture practices for fish.
Co-Authors ', Nasrizal A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abner Arie Pranata Novemberian Marpaung Achmad Purnomo Adelia Renata Agusta, Dian Asa Ahmad Fauzan Saputra Ahmad Yunus Alif Saputra Anastasya Dwi Kinanti Anggriani, Yuli Annisa GharDini Annisa Launa Aprianto, Bagus Aprilia Dwiningtias Arifudin Aris Tarkus Atria Martina Aufa Kevin Ayu Mita Jami Yanti Azzura Maghfira Putri Arisda Bagus Aprianto Bambang Djadmo K Bambang Djadmo Kertonegoro Christine Natalina Ciptati Nugraha Pratiwi Darfia, Novreta Delilla, Silvia Deni Efandry Simatupang Deta Anjellyta Dhearesta, Anugrah Aurora Dian Asa Agusta Dian Asa Agusta Dian Diana Ananta Budiati Dian Safitri Diana Novita Dianita, Ici Dicki Alexs Sandro Syam Dimas Oky Pratama Dionisia Octavina Satiti S Dismayanti, Sakdia Drastinawati &#039; Edi Putra Edi Yusuf Adiman Ek Putra Toyibin Sianipar Eka Oktavia Br. Limbong Eka Sandra Bayu Eko Candra Eko Hanudin Eko Hanudin Enjel Natali Kristin Erzan Syah Fajar Alfisyahrin Febriani, Rivi Febriyanto, Andi Gea, Noveria Gimin Gimin Gimin Ginting, Dicky Efrata Hamsar Susilo Dinata Handayani, Tri Putri Haris Gunawan Harnita Harni Harsadi, Asri Henni Syawal Hotria Mayesi Pakpahan Husna, Hidayatul Ibnu Hadzqi Ici Dianita Imelda Wardani Indra Agus Lukman Indra Muliadi Indra Suharman Irfansyah Irfansyah Irsal simbolon ismet, M.Yorasoki Jernihtayanti Jernihtayanti Jernihtayanti, Jernihtayanti Joel Rikardo Sinaga Juandi Juandi Juandi Muhammad Kamiso Handoyo Nitimulyo Kamiso Handoyo Nitimulyo Kemal Kemal Khairun Nisa Khairun Nisa Khairuniah Khairuniah Kinanti, Anastasya Dwi Kori Cahyono Kristin, Enjel Natali Lukito, Gayon Mardiah Thulwhusqo Marthalena Agustini Sihite Masril Masril Maya Kurniati Mei Silfia Situmorang Monalisa Hasibuan Monalisa Hasibuan Mouch Roddy Mudinillah, Adam Muhammad Fadhli Muhammad Fajar Fadillah Muhammad Nailizzafir Muhammad Nandy Syahputra Muhammad Rafi Nugraha Murib, Darli Mustafa Kamal Nababan, Tri Manda R Nana Trilanda Natalina, Christine Naufal Arif Budiman Naufal Arif Budiman Naura Azka Putri Netti Aryani Netti Aryani Niken Ayu Pamukas Nirmala &#039; Novan Rumbata Novreta Ersyi Darfia Novreta Ersyi Darfia Nur Asiah Nuraini El Fajri Nuraini Nuraini Nurhadi, Mhd Ilham NURUL HIDAYAT Nurul Hidayat Paiturrahman Sirait Phreti Pratama, Dimas Oky Purba, Constantine Putri, Adlia Tri Rahel Meriani Siringo Ringo Rahmat Imam Mainil Rahmat Imam Mainil Rahmat Iman Mainil Rahmayuni, Apriliza Ramadhan, Dandi Ramadinal Riski Lubis Ranny Sirait Resma Wahyuni Resma Wahyuni Resti Martika Rhino Pamungkas Rinaldi Rinaldi Rivi Febriani Rizky Ramadhan Rizky Ramadhan, Rizky Rodesia Mustika Roza Rodhi Firmansyah Rodhi Firmansyah Romadia, Isna Roni Mahiwal Pohan Runaily Ramadhani Safutri, Dewi Noliyan Sakdia Dismayanti Sapri Sapri Saputra, Alif Sari, Sri Nadila Sekar Asmara Dhewanty Sherina Nur Afifah Sianipar, Ek Putra Toyibin Silvia Delilla Silvia Delilla Simatupang, Deni Efandry Sri Midawati Agustina Panjaitan Sri Nadila Sari Sri Purwahyuningsih Sri Yusnita Suryaldi Aldo Syafriadiman Syafriadiman Syafriadiman, Syafriadiman Syahkila Syahkila Syam, Dicki Alexs Sandro Taradifa, Shintia Tardilus Tardilus Taufik Hidayat Taufik Hidayat Tetty Marta Linda Tevania Shafira Tiya Novita Sari Tri Manda R Nababan Tri Putri Handayani Vadissa Putri Utami Vina Damayanti Vina Okto Viana Wahyu Lestari Wan Muhammad Yunus, Wan Muhammad Wardana, Amelia Suci Willy Josevin Manihuruk Windarti Windarti Windarti Windarti Yohana Mery Christin Sibatuara Yose Riadi Yulia Eka Putri, Yulia Eka Yulisa Rika Sari Yusri Yusron Al Anshory Harahap Yustina Yustina Yustina Zalukhu, Ida Yanti