Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EXPLORING INDONESIAN EFL STUDENTS’ PERCEPTIONS OF GEMINI AI IN DEVELOPING ENGLISH SPEAKING SKILLS Nurilahiah, Silva; Hasim, Wahid; Dewi, Sinta
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48598

Abstract

  This study explores Indonesian EFL students’ perceptions of using Gemini AI in developing their English speaking skills. The rapid growth of generative artificial intelligence has introduced innovative opportunities for language learning, particularly in speaking practice. Gemini AI offers interactive conversation, pronunciation modeling, instant feedback, and flexible self-directed learning experiences. This research employed a qualitative descriptive design involving semi-structured interviews with Indonesian university students who actively used Gemini AI for speaking practice. The findings indicate that students generally perceive Gemini AI positively due to its capacity to improve speaking fluency, pronunciation accuracy, vocabulary enrichment, and confidence. Participants reported that Gemini AI created a psychologically safe learning environment where they could practice without fear of social judgment. Additionally, the platform’s accessibility and flexibility encouraged autonomous learning. However, technical issues such as unstable internet connections and occasional unnatural conversational responses were identified as notable limitations. Overall, Gemini AI is perceived as an effective supplementary tool that supports both linguistic and psychological dimensions of English speaking development among Indonesian EFL learners.
Startegi Efektif Kepemimpinan Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa: Systematic Literature Review (SLR) HASIM, WAHID; Sumaryati, Sumaryati; Widodo, Hendro
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2026): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/efdkdx81

Abstract

Tugas dan tanggung jawab guru memegang peran sentral dalam membentuk karakter siswa melalui berbagai pendekatan, seperti keteladanan, manajemen kelas, kolaborasi, dan integrasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan penelitian mengenai kepemimpinan guru dalam pendidikan karakter dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Artikel dipilih dari empat basis data akademik: ScienceDirect (6 artikel), SpringerLink (5 artikel), Google Scholar (2 artikel), dan ERIC (7 artikel). Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan SLR dan metode PRISMA untuk mengidentifikasi tema-tema utama, seperti strategi kepemimpinan, tantangan guru, dan dampaknya terhadap pengembangan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan guru mencakup beberapa dimensi esensial, antara lain keteladanan moral, pengembangan hubungan emosional yang positif, integrasi nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, serta kepemimpinan profesional yang adaptif terhadap perkembangan kontemporer. Selain itu, integrasi teknologi memiliki potensi signifikan untuk mendukung pendidikan karakter, meskipun keterampilan teknologi guru masih menjadi tantangan. Hubungan positif antara guru dan siswa juga terbukti meningkatkan internalisasi nilai-nilai karakter. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru tidak hanya bertanggung jawab dalam menyampaikan materi, tetapi juga menumbuhkan budaya nilai dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pedagogik, sosial, dan emosional guru menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan karakter yang holistik dan berkelanjutan, khususnya di sekolah dasar.
A BIBLIOMETRIC ANALYSIS OF LEXICAL COMPLEXITY RESEARCH IN EFL/ESL CONTEXTS (2015–2025) Mulyana, Fauzan; Muhamad Taufik Hidayat; Wahid Hasim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54042

Abstract

This study presents a bibliometric analysis of lexical complexity research in EFL/ESL contexts published between 2015 and 2025. Using data retrieved from the Scopus database, a total of 141 peer-reviewed articles were analyzed to map the intellectual landscape, identify dominant research themes, and trace publication trends over the decade. The findings reveal a significant upward trend in publication output, particularly after 2020, suggesting growing scholarly attention to lexical complexity in second language acquisition. The most productive journals include System and Assessing Writing, while China, the United States, and Iran emerge as the leading contributing countries. Keyword co-occurrence analysis identified 66 keywords organized into nine clusters. These clusters can be broadly grouped into three dominant thematic areas: the CAF framework, Task-Based Language Teaching, and L2 writing assessment. The most cited document is Yoon and Polio (2017) with 233 citations. The study highlights persistent research gaps, including limited investigation of lexical complexity in receptive skills and underrepresentation of learners from Southeast Asian EFL contexts. These findings offer practical implications for researchers, curriculum designers, and language educators, and point to productive directions for future inquiry. Keywords: bibliometric analysis, lexical complexity, EFL/ESL, second language acquisition, VOSviewer Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik terhadap penelitian kompleksitas leksikal dalam konteks EFL/ESL yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Menggunakan data yang diperoleh dari basis data Scopus, sebanyak 141 artikel jurnal yang telah melalui proses peer-review dianalisis untuk memetakan lanskap intelektual, mengidentifikasi tema penelitian dominan, dan menelusuri tren publikasi selama satu dekade. Temuan menunjukkan tren kenaikan output publikasi yang signifikan, khususnya setelah tahun 2020, yang mengindikasikan meningkatnya perhatian akademis terhadap kompleksitas leksikal dalam pemerolehan bahasa kedua. Jurnal paling produktif meliputi System dan Assessing Writing, sementara Tiongkok, Amerika Serikat, dan Iran muncul sebagai negara kontributor terkemuka. Analisis ko-okurensi kata kunci yang dilakukan melalui VOSviewer mengidentifikasi sembilan klaster kata kunci yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga tema utama penelitian.n: triad CAF (Complexity, Accuracy, and Fluency), Pembelajaran Berbasis Tugas (TBLT), dan penilaian menulis L2. Dokumen paling banyak dikutip adalah Yoon dan Polio (2017) dengan 233 sitasi. Studi ini menyoroti kesenjangan penelitian yang masih ada, termasuk terbatasnya investigasi kompleksitas leksikal dalam keterampilan reseptif dan kurangnya representasi pelajar dari konteks EFL Asia Tenggara. Temuan ini menawarkan implikasi praktis bagi peneliti, perancang kurikulum, dan pendidik bahasa, serta menunjukkan arah penelitian yang produktif untuk kajian mendatang. Kata Kunci: analisis bibliometrik, kompleksitas leksikal, EFL/ESL, pemerolehan bahasa kedua, VOSviewer
BEYOND THE CLASSROOM: CORRELATING FIELD TEACHING PRACTICE IN KAMPUS MENGAJAR WITH PRE-SERVICE TEACHERS` PROFESSIONAL DEVELOPMENT Anandita Suryana, Via; Hasim, Wahid; Hamzah, Amir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59408

Abstract

This study examines the correlation between field teaching practice in the Kampus Mengajar Program and the professional development of pre-service teachers, focusing on pedagogical competence, teaching confidence, and classroom management skills. A quantitative correlational design was employed, involving 26 pre-service teachers who participated in Kampus Mengajar Batch 8 at a teacher education institution in Garut, West Java, Indonesia, selected through total sampling. Data were gathered using a validated and reliable Likert-scale questionnaire comprising 18 items (10 items for Teaching Experience and 8 items for Professional Development) and were analyzed using Pearson Product-Moment correlation with the assistance of SPSS. Both variables were found to be normally distributed (Shapiro-Wilk statistic = .937, p = .112), and Teaching Experience was significantly and positively correlated with Professional Development (r = .571, p = .002), reflecting a moderate relationship in which Teaching Experience accounted for 32.6% of the variance in Professional Development. These findings indicate that pre-service teachers who gain richer field teaching experience through the Kampus Mengajar Program tend to exhibit higher pedagogical competence, greater teaching confidence, and stronger classroom management skills, lending empirical support to Kolb's Experiential Learning Theory as a framework for designing structured, reflection-based, field-oriented teacher education programs.