Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penurunan Toksisitas Kadmium Dengan Kelator Alami Pegagan (Centella Asiatica) Ditinjau dari Kadar Malondialdehid (MDA) dan Superoksida Dismutase (SOD) Hernayanti Hernayanti; Sri Lestari
Journal of Bionursing Vol 2 No 1 (2020): Journal Of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.571 KB) | DOI: 10.20884/1.bion.2020.2.1.41

Abstract

Cadmium (Cd) is a heavy metal that is toxic to humans. Cadmium will bind to metalotionin in the liver to form Cd+MT bonds, which triggers the formation of free radicals and causes oxidative stress. Oxidative stress characterized by elevating of MDA and decreasing of antioxidant enzyme such as SOD. Gotu kola(Centella asiatica) contains active compounds medecassoside that can function to chelate Cd, decreasing MDA  level caused by Cd-Mt bounded and generate SOD level.The aim of this study is to know the effect of Pegagan as natural chelator for Cd poisoning and as antioxidant. Twenty four rats were used in this research and divided into six groups with four replications. Group 1 (C1) as healthy. Group 2 (C2) was only given 14 mg/200 gBW of CdSO4 for 35 days. Group 3, 4, 5 and 6 were given CdSO4 14 mg / 200kgBB and gotu kola extract dose of 20 mg/200gBB, 40 mg/200gBB, 60 mg/200gBB, 80 mg / 200gBB, for 21 days. The parameters studied were blood MDA and SOD level. Measuring parameters were done on the 36th day after administration of  Centella extract. Data were analyzed by Anova and followed by Duncan test The results showed   that Centella all doses can reduce MDA level and increase SOD level. A dose of 40mg / 200gBB Centella extract has been effective in reducing MDA level  as well as increasing SOD level. It can be concluded that dose of  40mg/200gBB can use as a natural chelator of Cd and as antioxidant for Cd poisoning.
Etanolic extract of Ling Zhi Mushroom (Ganoderma lucidum) improves lipid profile, CRP and histopathological of liver in dislipidemia model rats Soegianto, Jap Yulius Billy; Samodro, Pugud; Wisesa, Sindhu; Hernayanti, Hernayanti; Setyono, Joko; Arjadi, Fitranto
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v11i2.38896

Abstract

.
Efek Subletal Limbah Batik Terhadap Aktivitas Enzim Superoksida Dismutase pada Serum Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Salmaa, Annisa Nafiah; Hernayanti, Hernayanti; Rachmawati, Farida Nur
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1833

Abstract

Limbah batik merupakan salah satu penyebab pencemaran di lingkungan perairan karena diketahui mengandung beberapa jenis logam berat. Jenis logam berat tersebut antara lain seperti krom (Cr), seng (Zn), merkuri (Hg), tembaga (Cu), timbal (Pb), Arsen (As), kadmium (Cd), mangan (Mn) dan nikel (Ni). Ikan yang terpapar limbah batik memberikan respon secara fisiologis. Respon yang muncul sebelum ikan mengalami kematian disebut efek subletal. Ikatan antara logam berat atau metal (M) dengan protein metalotionin ini disebut sebagai ikatan M+Mt. Ikatan ini bersifat stabil sehingga tidak mudah lepas. Hal inilah yang akhirnya memicu pembentukan radikal bebas. Ketika radikal bebas dalam tubuh semakin meningkat, maka kadar enzim Superoksida Dismutase atau SOD akan semakin menurun. Pengujian kadar enzim SOD dapat dijadikan sebagai upaya deteksi dini adanya pencemaran perairan yang disebabkan oleh limbah batik. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh toksisitas limbah batik terhadap penurunan enzim SOD pada ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian ini, kadar SOD mulai dari kontrol, konsentrasi 17% v/v, 34% v/v dan 51% v/v berturut-turut yaitu 29,48 ± 1,40 U/mL, 22,20 ± 1,18 U/mL, 17,77 ± 1,16 U/mL, 13,68 ± 0,56 U/mL. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai F hitung (218,570) > F tabel (4,30) yang artinya terdapat pengaruh paparan limbah batik terhadap penurunan aktivitas SOD. Semakin tinggi konsentrasi limbah batik maka semakin rendah aktivitas SOD. Kata kunci: Limbah Batik, Oreochromis niloticus, Superoksida Dismutase (SOD)
Efek Subletal Limbah Batik terhadap Aktivitas Enzim Serum Glutamat Pyruvat Transaminase pada Serum Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hani'ah, Umi; Hernayanti, Hernayanti; Simanjuntak, Sorta Basar Ida
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1971

Abstract

Limbah batik mengandung logam berbahaya diantaranya adalah Cr, Cu, Zn, dan Mn. Limbah batik yang dihasilkan dari industri tekstil umumnya merupakan senyawa anorganik non-biodegradable, yang dapat menyebabkan pencemaran terutama lingkungan perairan. Logam yang masuk dalam bentuk ion akan diikat oleh protein darah (Metalotionin), disebut ikatan M+Mt. Ikatan tersebut bersifat stabil dan tidak mudah lepas, sehingga memicu pembentukan radikal bebas. Radikal bebas akan menimbulkan reaksi peroksidasi lipid yang dapat merusak hati, sehingga terjadi peningkatan kadar enzim SGPT yang merupakan parameter gangguan pada fungsi hati. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dianggap sebagai bioindikator untuk studi toksikologi perairan dan monitoring lingkungan, mudah beradaptasi di segala kondisi lingkungan, dan memiliki nilai komersial yang tinggi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan konsentrasi limbah batik Naftol 17% v/v, 34% v/v, 51% v/v, dan kontrol yang dipaparkan selama 48 jam. Analisis data menggunakan uji Anova dengan taraf kepercayaaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efek subletal limbah batik terhadap aktivitas enzim SGPT pada serum ikan Nila (O. niloticus) nilainya berbanding lurus. Hasil perhitungan rerata aktivitas enzim SGPT selama 48 jam pada perlakuan kontrol 6,17±0,98 U/L, konsentrasi 17% v/v yaitu 11,67±1,51 U/L, konsentrasi 34% v/v yaitu 17,67±1,51 U/L, dan konsentrasi 51% v/v yaitu 121.83±1,9 U/L. Analisis Anova (α=0,05) didapatkan nilai F hitung (199,552) > F tabel (4,30). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa perlakuan limbah batik dengan konsentrasi 51% v/v selama 48 jam, paling berdampak terhadap penurunan fungsi enzim SGPT.
POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT Coprinus comatus TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ PADA TIKUS PUTIH MODEL DIABETES Perdanawati, Anik Laeli; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Hernayanti, Hernayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 3 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2021.3.3.4239

Abstract

Coprinus comatus atau jamur paha ayam berpotensi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Kondisi hiperglikemia pada penderita diabetes mellitus menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS). Sel β pankreas memiliki antioksidan hanya sedikit dibandingkan organ lain. Hal ini menyebabkan stress oksidatif yang memicu reaksi berantai peroksidasi lipid sehingga merusak organ ginjal dan laju filtrasi glomerulus terganggu. Laju filtrasi glomerulus yang terganggu ditandai dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Flavonoid yang terkandung dalam C. comatus mampu mendonorkan H+ dan menghentikan reaksi peroksidasi lipid pada ginjal sehingga kadar ureum dan kreatinin menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat C. comatus terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes dan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak etil asetat C. comatus terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kadar ureum dan kreatinin dianalisis menggunakan uji statistik one way Anova pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat C. comatus berpengaruh terhadap kadar ureum dan kreatinin darah tikus model diabetes. Ekstrak C. comatus dosis 500 mg/kgBB merupakan dosis efektif yang berpengaruh terhadap penurunan kadar ureum dan kreatinin darah pada tikus model diabetes yaitu sebesar 16,66 ± 0,00 mg/dL dan 0,40 ± 0,12 mg/dL. Key words: Coprinus comatus, diabetes mellitus, kreatinin, streptozotocin, ureum
Determination of Streptomyces sp. SAE4034 Antioxidant and Antibacterial Compound and Its Inhibitory Mechanism on Staphylococcus aureus Kurniawati, Pratiwi Kusuma; Ryandini, Dini; Hernayanti, Hernayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 4 No 3 (2022): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2022.4.3.4593

Abstract

The genus Streptomyces is known as producers of bioactive compounds that have antibacterial and antioxidant properties. Streptomyces sp. SAE4034 was known to produce antibacterial compounds that can inhibit and kill pathogenic bacteria, including Staphylococcus aureus, but the group of antibacterial compounds and their inhibitory mechanisms were not yet known. The ability of Streptomyces sp. SAE4034 in producing antioxidants is unknown yet. This research aimed to determine the classification of antibacterial compounds produced by Streptomyces sp. SAE4034, its potency in producing antioxidant compounds, and to observe the inhibitory mechanisms of antibacterial compounds produced by Streptomyces sp. SAE4034 against S. aureus using cell leakage method. The results of this research showed that Streptomyces sp. SAE4034 produce compounds in the groups of alkaloid, terpenoid, flavonoid, and polyphenol. Compounds with Rf values 0.40 and 0.47 which includes into polyphenol and 0.72 which includes into alkaloid group has the ability to inhibit the growth of S. aureus. The MIC value was 256 μg/mL. Streptomyces sp. SAE4034 has a very strong antioxidant activity that can scavenge DPPH free radical with IC50value of 32,14 ppm and has an antioxidant enzyme activity that is superoxide dismutase amount of 63,10 U/mL The inhibition mechanism of Streptomyces sp. SAE4034 crude extract against S. aureus was through leaking of the cell wall or cell membrane resulting in the release of nucleic acid and protein of S. aureus cells and the highest cell leakage was at 2 doses of MIC.
Potensi Ekstrak Etanol Coprinus comatus Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Pada Tikus Putih Model Diabetes Zahra, Jauza Ulya; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Hernayanti, Hernayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4739

Abstract

Jamur Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat berkhasiat sebagai obat. Tubuh buah jamur C. comatus mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, tokoferol dan polisakarida, serta beberapa senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, antitumor, hipolipidemik dan hipoglikemik. Flavonoid sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas dengan cara mendonorkan H+ dan menghentikan peroksidasi lipid, sehingga dapat menurunkan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) dalam darah. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) yang dipicu oleh kondisi hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol C. comatus terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes serta mengetahui konsentrasi dosis ekstrak etanol C. comatus yang efektif terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu Kontrol Positif (K+), Kontrol Negatif (K-), Kontrol Pembanding (KP), Perlakuan 1 (P1), Perlakuan 2 (P2) dan Perlakuan 3 (P3). Penelitian ini menggunakan tikus putih (Ratus norvegicus) jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan 200 gram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol C. comatus menunjukkan kadar SGOT dan SGPT yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus kontrol negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol C. comatus efektif dalam mengobati diabetes melitus. Ekstrak etanol C. comatus dosis 500 mg/kg BB diketahui merupakan dosis yang paling efektif diantara ketiga dosis perlakuan untuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT.
Water Quality and Pollution Level in Plawangan Barat, Segara Anakan, Cilacap Based on Pollution Index Approach Hidayati, Nuning Vita; Kartikaputri, Ariani Dian; Hernayanti, Hernayanti; Mahdiana, Arif
Journal Omni-Akuatika Vol 19, No 2 (2023): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2023.19.2.1045

Abstract

Segara Anakan is a lagoon located in Cilacap, Central Java. It is characterized as a fragile ecosystem that is very susceptible to the impacts of alterations and land development. This region is susceptible to habitat degradation caused by human activity, resulting in alterations in water quality and pollution. The objective of this study was to provide a comprehensive description of water quality by analysing its physical and chemical properties. Additionally, the study intended to assess the level of water pollution by employing the Nemerow Sumitomo Pollution Index (PI) approach.  The water quality sampling was conducted in the western region of Segara Anakan, namely Plawangan Barat. The obtained data were compared to the established standard quality for marine organisms, as outlined in the PP RI No. 22/2021. The classification of the water pollution level was determined according to Minister of Environment Decree No. 115/2003. The findings of this study indicate that the parameters of temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), and biological oxygen demand (BOD) in the water remain suitable for marine life throughout all study stations. However, it was observed that the levels of Total Suspended Solid (TSS), phosphate, and nitrate did not match the established safety thresholds. The pollution index indicated that the water quality in West Plawangan shows varying pollution levels, ranging from light to moderate pollution. Based on the findings obtained, it can be concluded that the Segara Anakan lagoon exhibits a diminished level of suitability for the life of marine organisms.Keywords: Water Quality, Index PI, Nemerow Sumitomo, Plawangan Barat, Marine Pollution
Germ Cells and Gonadal Development in a Teleost, Osteochilus vittatus (Valenciennes, 1842) Exposed to Potassium Dichromate Hillary, Sharon; Hernayanti, Hernayanti; Wijayanti, Gratiana Ekaningsih
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 2 (2022): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.2.999

Abstract

Potassium dichromate, K2Cr2O7, is a well-known heavy metal, commonly used as an oxidizing and tanning agent in industrial applications. Prolonged or repeated exposure of hexavalent chromium is deemed very toxic for aquatic biota, with long lasting effect. This substance induce damage to DNA and tissue structures, as well as disruption of survival and growth rate. The present research exposed Osteochilus vittatus in larval and juvenile stages, to varying concentration of K2Cr2O7. This experiment was aimed to evaluate the effect of chromium on primordial germ cells (PGCs) and subsequently, to the subject gonadal development. The evaluation was based on paraffin-embedded section, stained with Haematoxylin-Eosin. K2Cr2O7 of 2.5 and 5 ppm were applied to four crucial developmental stages; post-hatching larvae, 1-month, 2-months, and 3-months juvenile, for 30 days. There was a consistent pattern in all test subject, in which higher concentration of K2Cr2O7 resulted in lower PGCs number and delayed gonadal appearance. Our results suggested that sublethal Cr exposure to larval stage potentially decrease PGCs and thus, hinder the formation of gonad. Regulation of Cr-containing waste disposal should be issued in near future, to prevent further damage on local freshwater fish.Keywords: Chromium, Cyprinids, Juvenile, Larvae, PGC
Uji Efektifitas Pelarut Metanol dan Etanol pada Proses Identifikasi Metabolit Sekunder Cairan Kantong Nepenthes spp. Arafat, Sultan Faishal Rizky; Hernayanti, Hernayanti; Wiraswati, Sri Martina
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15900

Abstract

Kantong semar (Nepenthes spp.) merupakan salah satu jenis tanaman karnivora karena memiliki kemampuan untuk menangkap dan mencerna serangga atau hewan kecil lain. Nepenthes melakukan adaptasi morfologi dan fisiologi berupa pembentukan kantong pada ujung daun dan mensekresikan enzim pada cairan kantong tersebut. Cairan kantong Nepenthes diduga mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai zat antioksidan serta zat antimikroba. Kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut dapat diidentifikasi secara kualitatif menggunakan skrining fitokimia. Proses ekstraksi cairan kantong Nepenthes menggunakan pelarut yang tepat merupakan salah satu tahap penting untuk mendapatkan kandungan senyawa metabolit sekunder yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelarut etanol dan metanol dalam proses ekstraksi cairan kantong Nepenthes spp.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cairan kantong Nepenthes spp. mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Pelarut metanol dan etanol dapat mengekstraksi komponen senyawa aktif metabolit sekunder pada cairan kantong Nepenthes spp., namun pelarut metanol memiliki efektivitas yang lebih tinggi karena menunjukkan perubahan warna yang lebih signifikan. Kata Kunci: Cairan kantong, Ekstraksi, Nepenthes spp., Metabolit sekunder, Skrining fitokimia