Claim Missing Document
Check
Articles

Are Male and Female Students Different in High-Order Thinking Skills? Sari, Dewi Endah; Hindun, Iin; Mahmudati, Nurul; Miharja, Fuad Jaya; Fauzi, Ahmad
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.027 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i1.17575

Abstract

High-order thinking skills (HOTS) are competencies that must be possessed by male and female students in 21st Century era. The purpose of this quasi-experimental pretest-posttest design was to determine the effect of gender on the level of HOTS empowerment of high school students. The subjects of this study were  students of SMA Negeri 1 Malang and the sample of the study was students of class XI MIPA 10. All students receive biology learning by applying Problem-based Learning (PBL) combined with Two Stay-Two Stray (TSTS) assisted by “Sangkar Hati” media. The collected data were analyzed by using one way ANCOVA. Based on the results of data analysis, it can be concluded that HOTS achievement of female students is not significantly different from male students. Through the findings of this study, it is expected that the implementation of Biology learning in other schools will also implement innovative education with creative media that can empower HOTS of female and male students.
METACOGNITIVE AWARENESS COMPONENTS OF HIGH-ACADEMIC ABILITY STUDENTS IN BIOLOGY HYBRID LEARNING: PROFILE AND CORRELATION Hindun, Iin; Nurwidodo, N.; Wicaksono, Azizul Ghofar Candra
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol 6, No 1 (2020): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v6i1.11097

Abstract

Metacognitive awareness has been considered as one of the factors within students that determines learning success. It can be developed through a hybrid learning approach. The purpose of this quantitative research was to examine the metacognitive awareness profile of students with high-academic ability in hybrid learning implementation. The subjects of this study were the students of XI-Science class of state senior high school of Malang. The Metacognitive Awareness Inventory was used as the data collection instrument, while descriptive statistics and Pearson Product-Moment were chosen as the data analysis techniques. The results of the study informed that the students? metacognitive awareness was divided into four categories, i.e. very good (9%), good (43%), enough (46%), and very low (2%). The three components of metacognitive awareness were classified as "enough", while the five components of students were categorized as "good". The eight metacognition components showed significant correlations each other (r > 0.41, n = 55, p < 0.01). It can be concluded that the majority of students? metacognitive awareness was satisfactory even though there were a small proportion of students whose metacognitive awareness was not good.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA DI MTS MUHAMMADIYAH 1 MALANG Hindun, Iin; Wahyuni, Sri; Miharja, Fuad Jaya; Mashuri, Mashuri; Nurwidodo, Nurwidodo; Husamah, Husamah
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.307 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.21463

Abstract

This assistance aims to improve the quality of science learning in MTs Muhammadiyah 1 Malang. This assistance is motivated by the limitations of LS assistance services from tertiary institutions to elementary and secondary schools. Whereas learning innovations such as LS really need to be disseminated, maintained, strengthened, and improved in their field implementation so that the achievement of quality in learning is guaranteed. Assistance is carried out with the method of socialization, implementation, monitoring, evaluation and follow-up. Assistance was followed by a group of science teachers in Matsamutu and was conducted for one semester. The results of the mentoring, the socialization phase included the Matsamutu LS team in the MEPS, conducted socialization and assisted teachers in preparing lesson plans for 2 lessons, carried out an open plan with the model teacher from the school, implemented learning reflections and documented the results of the mentoring implementation and compiled collaborative publication articles. . It can be concluded that the assistance has provided benefits in increasing understanding of the procedures, principles of implementation, and scientific work resulting from the implementation of the LS
DESAIN DAN OPTIMASI PRIMER GEN PENGKODE MRPA TRYPANOSOMA EVANSI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MOLEKULER Nuryady, Moh. Mirza; Husamah, H.; Miharja, Fuad Jaya; Hindun, Iin; Patmawati, P.
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol 4, No 2: July 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.422 KB) | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i2.217

Abstract

Penelitian molekuler untuk menemukan gen pengkode resistensi Multidrug Resistance Prtotein A (MRPA) T. evansi dan perbanyakan gen secara Polimeration Chain Reaction (PCR)  masih sedikit dilakukan  dan sangat penting untuk dipahami oleh mahasiswa calon guru biologi.  Kajian ini bertujuan untuk menganalisis proses desain dan optimasi primer untuk gen target MRPA T. evansi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif mengenai tahapan mendesain primer secara online, optimasi primer secara laboratorium serta kajian mengenai pentingnya penerapan hasil studi ini dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga desain primer yang memenuhi syarat, selanjutnya dari tiga primer tersebut hasil optimasi di laboratorium menunjukkan hanya terdapat dua primer yang menunjukkan hasil yang baik dan dapat digunakan untuk penelitian amplifikasi gen MRPA T. evansi, yaitu primer pertama (F1?, R1?) dan primer kedua (F2?, R2?). Hasil kajian desain dan optimasi primer ini menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi sangatlah penting untuk memahami konsep terkait dengan pekerjaan molekuler seperti mendesain dan optimasi primer, dikarenakan mereka memiliki tuntutan untuk menjadi seorang calon pendidik atau sebagai calon peneliti dimasa depan.Design and Optimization of Trypanosoma evansi MRPA Primer Coding Genes and Application to Molecular Biology LearningAbstractMolecular research to find Multidrug Resistance Prtotein A (MRPA) resistance coding genes and gene propagation by Polimeration Chain Reaction (PCR) is still little done and is very important to be understood by prospective biology teacher students. This study aims to analyze the design and primary optimization process for the T. evansi MRPA target gene that can be used as a learning resource for biology education students. This research was a descriptive study to described the step of primer design and optimization due to the importance of this steps to be applied as learning source. The results showed that there were 3 primer designs that qualified, then after the optimizing step there were only two primers that showed a good result, the first primer (F1, R1) and second primer (F2', R2). The results of this study showed the importance of biology education students to understand the concepts related to molecular work because in the future they are not only become prospective educators, they also have demands as prospective researchers.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LESSON STUDY PADA MATA KULIAH GENETIKA LANJUT Poncojari Wahyono; Fuad Jaya Miharja; Iin Hindun; FKIP Muizzudin
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3493

Abstract

Lesson study merupakan pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolegial kolaboratif dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Hasil akhir yang diharapkan dalam pembelajaran adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Mata kuliah genetika lanjut bertujuan agar mahasiswa mampu menganalisis materi genetik, sintesa protein, hereditas pada manusia, mutasi, genetika populasi dalam pendekatan molekuler, terampil membuat contoh, model serta mendemonstrasikan model simulasi karakter, proses kerja materi genetik dan mutasi. Proses pembelajaran pada mata kuliah genetika lanjut dilakukan dengan menggunakan diskusi kelompok. Penerapan pendekatan molekuler dalam pembelajaran genetika lanjut bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih nyata terhadap konsep genetika yang bersifat abstrak, sehingga mahasiswa mampu berpikir hingga tingkat yang paling kecil. Kendala yang sering muncul dalam pembelajaran adalah masih rendahnya minat baca mahasiswa. Hal ini tampak dari kecenderungan mahasiswa merujuk hanya pada satu sumber bacaan yang berbahasa Indonesia. Hasil yang diperoleh dari implementasi lesson study ini adalah meningkatnya hasil belajar kognitif mahasiswa menjadi 80.91% dengan keterlaksanaan lessonstudy sebesar 91.04%, serta terciptanya karya tulis ilmiah oleh mahasiswa sebagai best-practices pembelajaran implementasi lesson study pada mata kuliah genetika lanjut.
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERTANYA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS LESSON STUDY Fuad Jaya Miharja; Iin Hindun; Ahmad Fauzi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 5 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i1.7187

Abstract

Keterampilan berpikir siswa perlu dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat penerapan model pembelajaran PBL modifikas pada mata pelajaran biologi melalui kegiatan lesson study. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Malang dengan melibatkan terdiri atas siswa-siswi XI MIPA 10 sebagai subjek serta melibatkan empat guru dan empat dosen perguruan tinggi sebagai tim LS. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan instrumen lembar observasi pembelajaran serta lembar evaluasi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran PBL modifikasi berbantuan media “sangkar hati” diindikasikan mampu meningkatkan keterampilan bertanya siswa, motivasi belajar siswa, serta mengatasi alokasi pembelajaran yang terbatas. Melalui studi ini, diharapkan pengimplementasian PBL maupun penerapan kegiatan LS dapat dibiasakan diselenggarakan di berbagai sekolah
Implementasi STAD-PjBL Untuk Meningkatkan Kreativitas Produk Mahasiswa Calon Guru Biologi Iin Hindun; Husamah Husamah
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 5 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i2.9969

Abstract

Kreativitas produk, khususnya dalam pengembangan perangkat pembelajaran, perlu dimiliki calon guru biologi, dan hal tersebut masih rendah di Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kreativitas produk pada mahasiswa melalui penerapan STAD-PjBL. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan 35 orang mahasiswa yang menempuh mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Biologi. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian keterampilan produk yang diisi oleh 3 orang observer selama 3 siklus berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rerata kreativitas produk sebanyak 18 point (Pra Siklus: 63; Siklus I: 71; Siklus II: 76; Siklus III: 81). Dapat disimpulkan bahwa penerapan implementasi STAD-PjBL mampu meningkatkan kreativitas produk pada mahasiswa calon guru, meskipun masih pada level “baik”.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BIOTEKNOLOGI MODERN SISWA KELAS XII SMA Sri Riani; Iin Hindun; Moch. Agus Krisno Budiyanto
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2298

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI BIOTEKNOLOGI MODERN SISWA KELAS XII SMA Sri Riani1, Iin Hindun1, Moch. Agus Krisno Budiyanto1 1Pendidikan Biologi FKIP Universtias Muhammadiyah Malang, e-mail: biologi.umm@gmail.com ABSTRAK Pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi menjadikan bioteknologi sebagai salah satu bidang ilmu dalam biologi yang harus dikuasai sejak dini oleh siswa. Berbagai permasalahan yang muncul dalam pembelajaran bioteknologi di sekolah, salah satunya adalah penggunaan media yang kurang tepat sehingga menyebabkan materi tersebut sulit dipahami oleh siswa. Masalah lain adalah adanya keterbatasan waktu, sementara materi yang disampaikam lebih banyak bersifat aplikatif dan abstrak terutama pada bioteknologi modern yang membutuhkan waktu relatif panjang. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif untuk meningkatkan pemahaman materi bioteknologi modern pada siswa kelas XII SMA. Model penembangan yang digunakan mengacu pada langkah-langkah pengembangan Borg & Gall (1983) yang dimodifikasi dari Sukmadinata (2009) yang meliputi tiga kegiatan besar, yaitu: studi pendahuluan, pengembangan dan validasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Januari sampai 28 Maret 2013 di MAN Malang 2 Batu. Hasil penelitian pengembangan ini menghasilkan produk multimedia interaktif yang telah melalui proses uji coba dan telah dilakukan beberapa kali revisi berdasarkan saran ahli materi dan ahli media serta komentar dari siswa sasaran uji coba. Multimedia interaktif yang dihasilkan memiliki kualifikasi sangat baik dan hasil eksperiment juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan materi bioteknologi modern antara sebelum dan setelah menggunakan multimedia interaktif, yaitu dari nilai rata-rata sebelum menggunakan media (pretest) (54,03) meningkat menjadi (92,36) setelah menggunakan media (postest). Kata kunci: bioteknologi modern, multimedia interaktif, pembelajaran
PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS KONTEKSTUAL PADA PELAJARAN BIOLOGI MATERI BIOTEKNOLOGI UNTUK SISWA KELAS XII SMK NEGERI 02 BATU Fega Rahmayani; Iin Hindun; Atok Miftachul Hudha
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015): MARCH
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i1.2302

Abstract

PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS KONTEKSTUAL PADA PELAJARAN BIOLOGI MATERI BIOTEKNOLOGI UNTUK SISWA KELAS XII SMK NEGERI 02 BATU Fega Rahmayani1, Iin Hindun1, Atok Miftachul Hudha1 1Pendidikan Biologi FKIP Universtias Muhammadiyah Malang, e-mail : atok_emha@yahoo.com ABSTRACT The teaching learning activity in SMK is inappropriate with the purpose of teaching and learning in SMK, which the students are taught to be able to apply the materials in the real life. Teaching material is taken from the biology book of SMA that the content is theoretically, so the explanation on the material is unsuitable and not applicative that makes the student less in ability and skill for application in daily life. From the problem above, this research purpose on developing the contextual basic handout of the biological course in biotechnology material in SMK N 02 Batu.This research is developing research based on research and development by Sugiyono&rsquo;s model that use a few developing steps, those are: (1) Potential and problem, (2) Collecting data, (3) Product design, (4) Validation design, (5) Design revision, (6) Try out the product, (7) Product revision. The data collecting methods is using validation from the expert of handout, material expert and try out to the study club. The technique of analyze data using quantitative and qualitative data. The result of quantitative data is the percentage of handout product value that classify in the handout quality and the result of qualitative data come from comment and advise of validator and try out in SMK.The result quality of the handout found that the developing contextual basic handout reach out the good quality after following the procedure of validation with percentage 80.90% and try out to the student that use the handout with percentage very good, 97.75% and get the positive respond from student with percentage 90.82%. From the whole of the contextual basic handout have a good quality and appropriate in use for teaching material of Biology in teaching learning process in SMK N 02 Batu. Keywords: Contextual Basic Handout, Development and Quality of Handout.
STUDI TRIKOMA DAUN PADA FAMILI SOLANACEAE SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Veni Puspita Dewi; Iin Hindun; Sri Wahyuni
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v1i2.3332

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan dengan melihat jaringan epidermis pada tujuh spesies yang mewakili family solanaceae (Solanum melongena, Solanum tuberosum, Capsicum frustescens, Capsicum annum, Datura metel, Physalis minima dan Lycopersicon pimpinellifolium) yang ditemukan di daerah cangar kota Batu dengan metode jelajah. Kemudian dilakukan penelitian pada epidermis daun di Labolatorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang dengan menggunakan mikroskop SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trikoma pada famili solanaceae memiliki bentuk yang bervariasi. Dari 7 spesies ditemukan trikoma rambut sederhana, stellata, berkepala unicel dan hidatoda. Kemudian hasil penelitian ini untuk dikembangkan menjadi sumber belajar biologi SMA kelas XI melalui analisis KD, silabus dan RPP pada materi pembelajaran jaringan tumbuhan dengan penyajian bahan ajar berbentuk buku ilmiah.Kata kunci: Studi bentuk, Trikoma Daun, family Solanaceae, Sumber Belajar