Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Bumbu dan Rempah Lokal terhadap Mutu Hedonik Daging Dada Broiler Ungkep Budi Prasetyo; Agus Hadi Prayitno; Dharwin Siswantoro; Deltaningtyas Tri Cahyaningrum; Rizqi Febrian Pramudita; Dewi Asri
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1237

Abstract

Daging ayam broiler banyak dikembangkan menjadi produk siap masak (ready to cook) salah satunya menjadi ayam rebus tradisional Indonesia ‘ungkep’. Penerapan teknik ungkep dengan bumbu dan rempah lokal terhadap daging broiler selama ini belum banyak dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bumbu dan rempah lokal yang berbeda terhadap mutu hedonik daging dada broiler ungkep. Materi penelitian terdiri atas daging dada broiler, bawang putih, bawang merah, kunyit, kemiri, jahe, lengkuas, gula, ketumbar, garam, mononatrium glutamat, dan minyak sawit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 3 perlakuan konsentrasi bumbu dan rempah lokal yaitu 20, 25, dan 30% dari total bobot daging broiler. Formulasi terdiri dari bawang merah 15%, bawang putih 15%, kunyit 11%, kemiri 6%, jahe 1%, lengkuas 1%, ketumbar 1%, gula 5%, garam 8%, MSG 12%, dan minyak sawit 25%. Sifat sensori diuji dengan uji mutu hedonik oleh 40 panelis tidak terlatih. Parameter mutu hedonik yang diuji yaitu warna, aroma, rasa, tekstur, keempukan, dan juga juiciness. Data hasil uji mutu hedonik dianalisis dengan analisis non parametrik melalui uji Hedonic Kruskal-Wallis dan jika terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) diuji lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bumbu dan rempah lokal yang berbeda tidak mempengaruhi mutu hedonik daging dada broiler ungkep. Kesimpulan penelitian adalah konsentrasi minimal 20% rempah dan bumbu lokal dapat digunakan untuk mengolah daging dada broiler ungkep tanpa mengubah mutu hodenik daging. Rekomendasi penelitian ini agar proses ungkep daging dapat menggunakan konsentrasi bumbu dan rempah sampai 20% sehingga lebih efisien.
Pengaruh Fortifikasi Nano Kalsium Sitrat Tulang Broiler terhadap Mutu Hedonik Bakso Daging Sapi Agus Hadi Prayitno; Noor Asrianto; Reikha Rahmasari; Hatmiyarni Tri Handayani; Choirul Huda; Waladun Musytasyfa Ramadhana; Setiyo Harlin Wicaksono; Ronaldo Yogi
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1242

Abstract

Sintesis hijau dapat menghasilkan nano kalsium sitrat tulang broiler yang berfungsi sebagai food supplement baru untuk produk olahan daging seperti bakso daging sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fortifikasi nano kalsium sitrat tulang broiler terhadap mutu hedonik bakso sapi. Bahan yang digunakan terdiri atas daging sapi, tepung tapioka, putih telur, garam, bawang merah, bawang putih, monosodium glutamat, lada, isolat protein kedelai, sodium tripolifosfat, karagenan, es, jeruk nipis, akuades. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 5 (lima) perlakuan fortifikasi nano kalsium sitrat tulang broiler yaitu P0 (0%), P1 (0,15%), P3 (0,3%), P4 (0,45%), dan P5 (0,6%) dari total adonan bakso daging sapi. Sifat sensori dievaluasi menggunakan uji mutu hedonik oleh 40 panelis tidak terlatih. Parameter mutu hedonik yang dinilai adalah warna, aroma, rasa, tekstur, dan kekenyalan. Data hasil uji mutu hedonik dianalisis menggunakan analisis nonparametrik melalui uji Hedonic Kruskal-Wallis. Jika terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05), dilakukan analisis lebih lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level fortifikasi nano kalsium sitrat tulang broiler dapat mempengaruhi kekenyalan bakso daging sapi, tetapi tidak mempengaruhi warna, aroma, dan tekstur bakso daging sapi. Kesimpulan penelitian adalah bakso sapi yang difortifikasi nano kalsium sitrat tulang broiler sebanyak 0,3% merupakan perlakuan terbaik dengan skor kekenyalan tertinggi yaitu 3,85.
Co-Authors Adib Norma Respati Afina Viyunnur Rachmawati Agatha Widiyawati Agustin, Melda Nur Ahmad Sa'Roni Alima Bachtiar Abdullahi Anang Febri Prasetyo, Anang Febri Anang Sutirtoadi Antariya Kurniati Ardina Tanjungsari Asri, Dewi Asrianto, Noor Awaludin, Aan Bekti Putra Gunawan Budi Prasetyo Budi Prasetyo Budi Prasetyo Budi Utomo Choirul Huda DADIK PANTAYA Deltaningtyas Tri Cahyaningrum Dewi Asri Dharwin Siswantoro Dharwin Siswantoro Diauddin, Muhammad Dini Aprilia Dwi Puspa Adie Saputra Dyah Laksito Rukmi Edi Suryanto Estin Roso Pristiwaningsih Fahruddin Wakano Faradinda Lorenza Firdha Miskiyah Fitriani Akhsan Hariadi Subagja Hatmiyarni Tri Handayani Hatmiyarni Tri Handayani Herni Widyastuti Hertamawati, Rosa Tri Huda Oktafa Imam Busthomi Imam, Shokhirul Joko Irsan Sanyoto Joni Murti Mulyo Aji Merry Muspita Dyah Utami Meswari, Rusna Mira Andriani Muhamad Hafiidh Naafi’yan MUHAMAD, NUR Muhammad Diauddin Muhammad Diaudin Nani Irwani Nilawati Nilawati Ningsih, Niati Niswatin Hasanah Noor Asrianto Noor Asrianto Nugraheni, Yudhi Ratna Nuraidya Fajariah Nurkholis Nurkholis Nurkholis, - Putra, Yoga Dwi Kurnia Rahmasari, Reikha Ramadhanti, Faradziba Rahayu Sifa’ Iftitah Raras Rahayu Utami Reikha Rahmasari Retno Lestari Ridho, Muhammad Riziq Rinanti, Rosyida Fajri Rizki Amalia Nurfitriani Rizqi Febrian Pramudita Roihan, Naufal Alief Ronaldo Yogi Rusman (Rusman) Rusman Rusman Rusna Meswari Rusna Meswari Safitri, Aisyah Rahmadani Satria Budi Kusuma Setiyo Harlin Wicaksono Siswantoro, Dharwin Soeparno Soeparno Soeparno Soeparno Sri Hartatik Suci Wulandari Suparmi Suparmi Suryadi, Ujang Suryaningsih, Wahyu Suryanto, Edi T A Siswoyo T H Rahman T Lindrianti Theo Mahiseta Syahniar Tombak Mahesa Baghaskoro Umam, Muhammad Syafi’ul Ummul Masir Waladun Musytasyfa Ramadhana Wibisono, Gilang Setyo Wida Wahidah Mubarokah Yuny Erwanto Zuprizal (Zuprizal)